Antara Aku, Kamu, Karier Kita

Antara Aku, Kamu, Karier Kita
Ujian sebelum menikah 2


__ADS_3

Yudha kim orang yang pertama kali mengirimkan pesan di instageruem yaya akhirnya bertemu dengan yaya secara tidak sengaja di salon tempat yaya perawatan, ia sangat tidak menyadari akan bertemu dengan yaya di salon apakah yaya masih akan menerimanya.


"sayang sudah selesai?" tanya jae pada yaya tampa memperdulikan laki-laki yang duduk di kursi samping yaya.


"belum, tadi baru habis di krembat ini aku minta ganti warna rambut enggak kenapa kan?" tanya yaya pada jae.


"enggak kenapa kok, oh ya itu siapa?" jawab jae sembari bertanya laki-laki di sebelah yaya.


"oh iya lupa, yudha kenalin ini jae, jae kenalin ini yudha teman aku" ucap yaya sembari memperkenalkan yudha ke jae dan sebaliknya.


"kenalin aku yudha temannya yaya" ucap yudha memperkenalkan dirinya pada jae.


"jae" ucap jae memperkenalkan dirinya pada yudha dengan nada datarnya.


Dengan wajah datarnya jae terlihat sedikit cemburu dengan yudha karena mereka berdua terlihat akrab dan ia belum kenalin yudha padanya. Sembari menunggu yaya selesai jae membuka ponselnya sembari melihat kakakaonya dan ternyata pendapatannya sedikit bermasalah ia berusaha mencari solusi sembari menunggu yaya selesai medipedi.


5 jam telah berlalu akhirnya yaya selesai medipedi dan akan segera pulang meninggalkan yudha yang masih di treatment.


"yudha aku sama jae pulang dulu ya" ucap yaya ramah saat berpamitan pada yudha.


"iya, kapan-kapan kita ketemu lagi ya" balas yudha dengan senyum tipisnya.


tampa basa basi jae langsung menarik lengan yaya sembari memberikan sedikit senyum pada yudha. ketika akan membayar bill untuk treatmentnya yaya sedikit melihat wajah jae yang tampak seperti orang sakit, ia hanya bisa diam hingga nanti saat sesudah sampai di rumah.

__ADS_1


Di Jalan suasana tampak hening tidak ada yang membuka pembicaraan sama sekali, sampai akhirnya


"jae... Kamu kenapa?" tanya yaya pertamakali untuk membuka obrolan diantara mereka.


"hmmm kenapa?" jawab jae sembari berbalik bertanya pada yaya.


"kamu kok lemes gitu ada masalah?" tanya yaya pada jae sembari memperhatikan wajah jae yang dari tadi nampak lemas.


"huft jadi gini kamu kan tau sendiri kan kalau aku tu rapper, kamu juga pasti tau penghasilan aku tidak sebanyak cowok yang punya pekerjaan tetap, aku memikirkan apa aku sanggup hidup bersamamu dengan penghasilan aku yang seperti ini?" jelas jae pada yaya dengan wajahnya yang sedikit sedih.


"kamu kenapa berfikiran seperti itu sih, ya sanggup lah atau kamu coba cari pekerjaan tambahan saja" ucap yaya.


"pekerjaan tambahan?" tanya jae pada yaya.


"kamu beneran nggak papa aku cari pekerjaan tambahan, bukannya kenapa tapi..." ucap jae.


"tapi apa? Omongan tetangga? Kalau omongan tetangga jangan kamu dengerin jae, kamu fokus aja sama kerjaan kamu dan pernikahan kita, kita kan mau menikah kan jadi kita hadapi ini sama-sama oke" potong yaya.


"kamu ada benarnya, inilah kenapa aku bersyukur punya wanita seperti kamu meskipun kamu tidak cantik tapi aku nyaman berada di samping kamu, kamu seperti cahaya surga aku, kita akan tetap bersama sampai kapanpun" ucap jae pada yaya.


"iya jae kita akan tetap bersama kok kamu jangan khawatir ya, jangan ada fikiran negatif lagi ya" ucap yaya.


"baiklah, aku janji enggak akan berfikiran negative lagi" ucap jae.

__ADS_1


Sepanjang jalan mereka berdua masih berdiskusi tentang pekerjaan tambahan untuk jae sampai akhirnya sampai di rumah yaya.


"selamat istirahat calon istriku" ucap jae pada yaya sembari mengecup kening yaya.


"selamat istirahat juga calon suamiku, mimpi yang indah ya" ucap yaya pada jae.


"nanti kalau aku udah sampai rumah nanti aku kakakao ya" ucap jae.


"oke, kalau gitu aku masuk dulu ya" ucap yaya.


"iya aku juga pulang dulu ya" ucap jae.


Sebelum yaya membuka pintu ternyata papa yudi sudah berada di depan pintu dan melihat yaya yang baru pulang


"jam segini baru pulang, kalian berdua kemana aja?" tanya papa yudi.


"tadi macet pa ada pengalihan jalan jadi ya macet" ucap yaya pada sang papa.


"ya udah sana cuci tangan cuci kaki terus makan malam dulu" ucap sang papa.


"baik pa" ucap yaya.


Yaya segera pergi menuju kamarnya dan bersiap-siap untuk mandi dan membersihkan wajahnya dari debu seharian yang menempel, tanpa sengaja yaya membaca surat yang berada di amplop buket bunganya itu.

__ADS_1


"oh ini yang membuat jae cemburu, tapi sebentar kok suratnya agak lain ya-"


__ADS_2