
"Ardian bisakah kau membawa ku jalan-jalan di sekitar sini" Ujar Rilyi.
Ting!
Sebuah sendok jatuh dari arah Dania, dia tidak sengaja menjatuhkannya saat mendengar perkataan Rilyi, kini semua mata tertuju kepadanya membuat Dania bingung.
"Ma-maaf kan aku" Ujar Dania menunduk malu.
"Tidak apa-apa, lanjutkan lah makan" Ujar Sani mama dari Rilyi
Ardian hanya memperhatikan Dania tidak berniat membalas perkataan Rilyi yang mengajaknya mengelilingi sekitar, sejujurnya dia sangat malas melakukan hal itu bersama orang yang bahkan tidak di kenalnya.
"Ardian, ajaklah Rilyi berkeliling dia baru kembali dari luar negri" Ujar Diandra.
Ardian hanya diam memakan makanan padahal dia tidak ada selera namun tetap memakannya.
"Ya Ardian, Rilyi sangat asing di sini" Ujar Rey.
"Maaf, tapi itu bukan tugas ku" Ujar Ardian dingin.
"Ardian!" Ujar Vivi sedikit mengeraskan suara, karna Ardian yang begitu terus terang.
"Aku sudah selesai, pamit yaa Tante om" Ujar Dania berdiri untuk pulang sedikit membungkuk sopan.
"Akan ku antar" ujar Ardian yang ikut berdiri menyelesaikan makan malam nya membuat semua orang terkejut.
Dania kini menatap mata milik Ardian.
"Tidak usah, kak Ardian" Ujar Dania menyebutkan kata kakak yang sangat kaku baginya. Ardian yang mendengar itu melotot tidak percaya mendengar kekasihnya memanggil nama nya dengan sebutan kakak, Ardian mengepal kan tangannya kesal.
"Ardian temani lah Rilyi di sini, Dania akan di antar supir Kembali ke rumahnya" Ujar Vivi puas dengan akting yang Dania tampilkan sebagai adik angkat Ardian.
"I...iya Kak Ardian bersenang-senang lah bersama kak Rilyi" Ujar Dania tersenyum menutup matanya agar bisa menipu Ardian bahwa dirinya baik-baik saja.
"Terima kasih" Ujar Rilyi tersenyum dan di balas senyum kembali oleh Dania.
Dania langsung berbalik badan melangkah pergi meninggalkan ruang keluarga yang terlihat damai itu. Ardian yang hanya bisa melihat belakang punggung Dania yang pergi hanya bisa diam, ingin mengejar namun dia tahu Dania akan menjadi sasaran orang tuanya.
"Nona Dania" panggil seorang supir.
"iya ada apa" Ujar Dania.
"nyonya memerintahkan untuk mengantarmu" Ujar Supir itu hormat.
"Tidak usah pak, saya akan pulang dengan taksi"
"Nona ini perintah dari nyonya" Ujar supir itu dan terpaksa Dania harus pergi dengan supir yang di utus Vivi.
__ADS_1
***
"Ardian sekarang temani Vivi mengelilingi kota" Ujar Diandra, Ardian yang sibuk dengan pikirannya hanya diam tidak mendengar perkataan dari ayahnya.
"Ardian!" panggil Ayahnya.
"ada apa" Jawab Ardian dingin menatap Diandra dengan perasaan kesal di hatinya.
"Ajaklah Rilyi bersama mu berkeliling lah kalian" Ujar Diandra.
"Ti.."
"Ardian!" Ujar Diandra memotong perkataan Ardian yang pasti ingin menolak.
"Huh baiklah" Ujar Ardian malas, mendengar perkataan dari Ardian membuat Rilyi tersenyum bersemangat dengan segera mengikuti arah Ardian yang pergi ke garansi mobil di rumahnya, dia tidak mengendari mobil yang biasa dia pakai bersama Dania, dia memakai mobil lain di rumah orang tuanya, Ardian tidak ingin aroma wanita lain selain Dania berada di mobilnya.
Dania belum pergi, masih menunggu supir mengambil mobil untuk mengantarnya pulang, tanpa sengaja iris matanya melihat Ardian memasuki mobil lain dengan seorang wanita yaitu Rilyi juga memasuki mobil tersebut, terlihat disana Rilyi tersenyum ceria memasuki mobil bersama Ardian. mereka duduk bersebelahan dengan Ardian yang menyupir mobil itu hal yang biasanya mereka lakukan berdua.
Deg! Dania memegang dadanya yang terasa sakit melihat wanita lain akan satu mobil dengan kekasihnya, matanya hanya dapat melihat mobil yang Mereka naiki semangkin menjauh hal yang membuat Dania bertambah nyeri di hatinya.
"non...nona" panggil supir itu melihat Dania melamun.
"nona" panggilnya kembali namun Dania masih saja melamun membuat supir itu bingung.
tinn
"Non ayo naik" Ujar supir.
"Ahhh iya" Ujar Dania.
supir itu turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Dania.
"tidak usah repot begitu pak"
"tidak masalah sudah tugas ku"
"Kalau begitu terima kasih" Ujar Dania tersenyum manis membuat supir itu membalas senyuman Dania.
Ke mana Ardian dan Rilyi akan pergi mungkin sebuah kencan atau berbelanja ucap Dania dalam hati memikirkan kekasihnya sekarang membuatnya tambah sakit hati.
"Nona kau terlihat sangat baik hati" Ujar supir itu tersenyum sambil mengemudi.
"Hahaha anda baru saja melihatku bagaimana bisa berkata seperti itu" Ujar Dania tersenyum.
"Mata ku tidak pernah salah dari senyum mu aku sudah tau kau orang baik" Ujar supir itu
Dania yang dianggap begitu tersenyum bahwa dirinya di anggap orang baik.
__ADS_1
...****************...
Ardian kini sedang menyupir mobilnya dengan kecepatan tinggi karna emosi yang ada di kepalanya.
"Ardian kemana kita akan pergi" Tanya Rilyi memulai topik, sementara Ardian diam tidak menjawab.
"Ardian?" Tanya Rilyi tetap saja Ardian mengendarai mobil itu dengan wajah dinginnya membuat Rilyi bungkam tidak berani bertanya.
Rilyi kini merasa bahwa Ardian sedang kesal terlihat dari caranya mengendarai mobil.
"Ardian bisakah sedikit pelan mengendarainya" Ujar Rilyi.
"Jika kau tidak ingin begini, tidak seharusnya kau mengajakku berkeliling" Ujar Ardian fokus ke jalanan tidak melihat ke arah Rilyi.
"Maafkan aku, tapi aku hanya ingin mengenal mu" Ujar Rilyi meremas rok yang saat ini di gunakan ya.
"Tidak perlu" Ujar Ardian membuat Rilyi diam.
Apa maksud mu Dania, kau ingin aku bersenang-senang dengan yang lain itu kah mau mu Dania? Ujar Ardian dalam hati
"Kak Ardian kak Rilyi bersenang-senang lah"
apa maksud mu aku kakak mu Dania, lucu sekali ujar batinnya.
Perkataan Dania yang tadi selalu berputar-putar di benak Ardian dan setiap mengingatnya membuat Ardian sangat kesal.
dia ingin cepat-cepat menyudahi berkeliling ini. Ardian ingin tau apakah Dania sudah sampai di apartemen miliknya atau belum.
Lucu sekali saat dia lebih memilih diantar oleh supir dari pada aku ujarnya dalam hati
"Ardian sepertinya cafe disana enak, bisakah berhenti di sana"
"Tidak"
"ke...kenapa?" Ujar Rilyi sedih.
"Aku sudah kenyang"
"Baiklah, Bagaimana jika kita pergi nonton atau kita jalan-jalan di taman"
"jika kau mau kau bisa pergi sendiri" Ujar Ardian dingin.
"Tapi Ardian aku baru di sini" Ujar Rilyi memelas.
"itu urusanmu"
Perkataan Ardian yang dingin membuat keadaaan menjadi sangat hening untuk beberapa saat, Ardian sedang bergelut dengan pikirannya sedari tadi sedangkan Rilyi yang sibuk ingin mencari topik untuknya dan Ardian, agar Ardian tidak terlalu dingin kepadanya. Dia berharap mendapatkan sebuah obrolan santai dan baik, Rilyi menyapa wajah Ardian yang sangat tampan dia tidak berhenti terpesona ingin sekali Rilyi menyentuh tangan kekar Ardian membayangkan bagaimana rasa menggenggam tangannya.
__ADS_1
"Dania itu sangat manis yaa"