Antara Pilihan Dan Cinta Sang Ceo

Antara Pilihan Dan Cinta Sang Ceo
Ardian maaf


__ADS_3

Menjalankan rutinitas pagi seperti biasa Dania masuk keruangan Ardian mengantarkan secangkir kopi panas untuk atasan sekaligus kekasihnya.


Ardian memijit pelipisnya sambil membolak-balik dokumen di tangannya.


Dania memeluk Ardian dari belakang memberi sebuah kehangatan sekaligus penyemangat untuk Ardian.


"Ada apa hmmm?"


"Nanti malam papa menyuruhku untuk pulang sepertinya akan membahas perjodohan itu Dania, aku sudah berapa kali bilang tidak tapi orang tua itu tetap memaksa aku hanya ingin dirimu" Dania diam bingung.


"Aku akan membawamu nanti malam" Ujar Ardian yang membuat Dania hanya pasrah tidak menolak bagaimana pun dia kekasih Ardian.


Malam hari tiba Ardian menggandeng tangan Dania masuk ke dalam rumah itu, orang tua Ardian tampak terkejut karna mereka hanya menyuruh Ardian untuk datang seorang diri kerumahnya tanpa membawa Dania karna memang akan membahas tentang perjodohan anaknya. Diandra sudah emosi saat ini, begitu pun Vivi yang sudah bingung


"Ardiann!" Bentak Diandra dengan emosi.


"Ada apa?" Jawab Ardian santai langsung mendudukkan diri ke sofa.


"Ardian sopan lah kepada ayahmu, dia orang tua mu" Vivi menasehati Ardian, Vivi juga bingung kepada anaknya ayahnya sudah mengatakan untuk tidak membawa Dania tapi Ardian tetap membawanya.


"Katakan kenapa kalian menyuruhku kemari"Ujar Ardian santai mendudukkan dirinya ke sofa.


"Setelah kita makan akan ku katakan" Ujar Diandra menyesap kopinya, dirinya harus sedikit bersabar saat ini menghadapi katus anaknya itu


"Tidak bisa pekerjaanku sangat menumpuk" Dania mengangkat kepalanya melihat kekasihnya itu nada bicaranya sungguh seperti bukan Ardian yang biasa


"Baiklah kau harus meninggalkan gadis ini, sebulan lagi pernikahanmu dengan Rilyi akan dilaksanakan" Ardian melotot begitu juga dengan Dania yang terkejut dengan ucapan Diandra yang begitu tiba-tiba.


"Aku tidak setuju!"

__ADS_1


"Tidak perduli apa pun pernikahan harus dilaksanakan, sedari kecil kami sudah memutuskan kalian harus bersama"


"Aku tidak perduli dan aku tidak akan menikahi dia, yang kuinginkan hanya Dania!" Ardian berdiri dari duduknya Dania mengangkat kepalanya melihat Ardian sudah terbawa emosi tatapan Ardian begitu tajam seperti pisau yang siap mengiris.


"Ardian, aku tidak peduli aku ayahmu aku berhak mengatur mu jika kau tidak menikah dengannya kau bukan lagi keluarga Alzy!!" Ardian menyunggingkan sebuah senyuman sementara Dania sudah melotot tidak menyangka perkataan dari Diandra.


"Heh baiklah jika itu mau mu" Ujar Ardian membuat Dania menggelng.


"Ardian jangan!" Ujar Dania yang merasa bahwa ini sudah kelewatan dia tidak bisa membiarkan Ardian seperti dirinya sebatang kara.


"Dania ini pilihanku, kau kira aku peduli akan keluarga Alzy dan kekayaan ini? heh? jawabanku TIDAK! Aku tidak pernah ingin menjadi seperti ini, aku punya kehidupan sendiri kenapa aku harus mengikuti semua kemauan kalian!!" Ardian menegaskan kata tidak membuat Diandra semangkin emosi apalagi Ardian memanggilnya kau.


bugg!!


satu pukulan mendarat di pipi Ardian membuat Vivi dan Dania berteriak Ardian memegang pipinya saat ini dan diam tanpa mengatakan apa pun.


"Pa tenang pa kita bicarakan baik-baik!!" Ujar Vivi menenangkan Diandra, Vivi juga bingung kenapa suaminya bisa berkata seperti itu kepada satu-satunya anak mereka berdua.


Dania memegangi Ardian, tumpah tangis Dania melihat Ardian yang bertengkar dengan keluarganya hanya untuk dirinya yang sungguh tidak pantas ini, Dania tidak bisa diam saja membiarkan semua hal yang ada di sini ini terjadi di depan matanya.


"Tidak ini cukup, aku akan meninggalkan Ardian hikss" Ardian terkejut mendengar perkataan dari kekasihnya itu, sangat tidak menyangka bahwa Dania akan mengatakan perkataan seperti itu.


"Tidak boleh!"


"Ardian aku tidak bisa membiarkan orang tua dan anak jadi seperti ini, Ardian menikahlah dengan Rilyi"


"Aku tidak mau! ayo kita pergi"


"Ardian, hikss..." Ardian menoleh ke arah Dania yang menangis langsung menarik tangan Dania menjauh dari sana.

__ADS_1


"Aku tidak ingin membuang waktuku disini terserah kau mau marah atau tidak ini hidupku"


"Kau!! Semua ini gara-gara kau!!" Tunjuk Vivi kepada Dania yang sekarang melotot merasa bersalah lalu menundukkan kepalanya.


"apa yang kau gunakan sampai anak ku jadi begini sekarang!! Kau memang gadis tidak tahu sadar diri!!" Ujar Vivi berteriak nafasnya naik turun Dania tidak berani menatap Vivi, Dania hanya bisa menangis sementara Ardian sungguh marah dengan perkataan orang tuanya.


"Ma...maafkan aku nyonya" Ujar Dania pelan karna tangisannya.


"Cihh"


Ardian langsung saja menarik Dania pergi dari rumah orang tuanya. Dania diam di mobil batinnya tidak henti-hentinya menyalahkan diri sendiri sekarang.


Dania bagaiman kau bisa membiarkan Ardian kehilangan kasih sayang orang tuanya hanya untuk dirimu sendiri, kau sungguh tidak tahu diri Batin Dania.


Mereka diam satu sama lain sibuk dengan pikirannya saat ini Ardian menginap di apartemen Dania langsung tidur dengan memeluk Dania. Dania membelakangi Ardian diam memikirkan sesuatu yang membuat air matanya mengalir.


Maafkan aku Ardian, aku yang menyerah pada hubungan kita. tapi aku tidak bisa membiarkan hubungan kau dan orang tua mu retak sedikit pun, kumohon maafkanlah aku Batin Dania mencium tangan Ardian dengan air mata yang sudah membasahi pipinya.


Dania tahu dia harus mengikhlaskan Ardian bagaimana pun Ardian tidak akan bisa di gapai, biarkanlah Ardian menikahi Rilyi dia tahu bahwa Rilyi bisa membawa kebahagiaan untuk Ardian.


Dania masih terus menangis di pelukan Ardian tanpa suara sedikitpun, dia tahu Ardian sangat lelah hari ini apalagi perkataan orang tua Ardian tadi pasti itu menyakitkan bagi Ardian walau dia tidak mengatakan apa pun tapi Dania tahu yang Ardian rasakan.


Dania dapat merasakan nafas Ardian yang teratur, detak jantungnya, hangat tubuhnya semuanya sangat nyaman andai kenyamanan ini selamanya. Dania membalikan tubuhnya menatap wajah Ardian yang tertidur pulas Dania mengelus pipi Ardian memperhatikan wajahnya dengan seksama. wajah yang sangat tampan Dania merasa sangat beruntung mempunyai kekasih yang begitu tampan seperti Ardian.


Hatinya sakit sangat sakit bagaimana dia harus menerima bahwa sebentar lagi dirinya harus melepas Ardian membiarkannya menikah dengan Rilyi walaupun Rilyi adalah gadis baik tapi tetap saja Dania merasakan sakit hari.


Dania membalas pelukan Ardian tersenyum sangat manis walaupun senyum itu tidak dapat dilihat dilihat Ardian saat ini, tapi di balik senyum manis tersirat senyum yang melambangkan hal yang menyakitkan, melepaskan, mencintai.


Dania mengecup kening Ardian lalu bibirnya menyunggingkan senyuman air matanya jatuh.

__ADS_1


Ardian ini pilihan terbaik bagi kita berdua, aku sangat menyayangimu aku juga tahu kau begitu menyayangi ku, aku mohon maaf sayang cinta kita harus dipendam di masing-masing hati aku bukanlah wanita yang cocok untuk keluargamu maafkan aku yang sudah membuat perjuanganmu sia-sia.


__ADS_2