Antara Pilihan Dan Cinta Sang Ceo

Antara Pilihan Dan Cinta Sang Ceo
Rencana Dania


__ADS_3

Mentari pagi menerpa wajah cantik Dania yang sedang berdiri memandangi kota dari atas apartemen nya, Ardian bangun dari tidurnya yang cukup nyenyak melihat Dania sedang termenung Ardian langsung menghampiri Dania memeluknya dari belakang.


"Kau melamun, ada apa?" Tanya Ardian, Dania hanya menyunggingkan senyuman manisnya mengelus lengan kekar Ardian yang memeluk perutnya dari belakang.


"Tidak ada, Ardian bisakah hari ini aku tidak bekerja" Ardian cukup terkejut mendengar perkataan dari Dania tidak biasanya dia meminta untuk tidak bekerja biasanya Ardian lah yang memaksanya untuk istirahat di rumah.


"Tentu saja Dania, tapi aku tidak bisa menemanimu hari ini. Ada rapat penting yang harus ku hadiri" Dania hanya menganggu menanggapinya.


Ardian akan bekerja Dania memasangkan dasi untuk Ardian dengan rapi, mereka berc*uman dengan cukup mesra apalagi Ardian yang seperti tidak ingin melepaskan c*uman itu padahal Dania sudah kehabisan nafas.


"Aku berangkat sayang, jangan sembarangan keluar, beri tahu aku jika kau keluar jangan biarkan sembarangan orang masuk dan lagi jangan lupa makan" Perkataan panjang lebar dari Ardian, Dania hanya bisa menjawab iya begitu juga Dania yang mengingatkan beberapa hal spele untuk Ardian seperti makan atau yang lain.


Ardian sudah pergi Dania mengeluarkan hpnya menghubungi satu nama disana.


"Pak Kenzo aku butuh bantuan mu"


***


Disini Dania sekarang berjanji bertemu Kenzo mantan atasanny disebuah Cafe yang berdekatan dengan perusahaan ALZY.


"Dania kau yakin melakukan itu"


"Ini pilihan yang terbaik bagi kami berdua pak" Dania menunduk merasa bersalah namun tidak ada pilihan lain lagi baginya sekarang.


Entah kebetulan atau bagaimana Ardian juga sedang masuk ke dalam cafe ini, Dania meneguk ludahnya susah payah karna ini lah saatnya dia merencanakan aksinya Dania memberikan kode kepada Kenzo, Kenzo yang paham langsung mengangguk. Kenzo memegang tangan Dania seperti layaknya kekasih sedangkan Dania hanya tersenyum kaku.


"Dania aku merindukan mu sayang sudah lama kita tidak bertemu"


"Aku juga merindukanmu"


"Kapan kau akan meninggalkan Ardian"


"Secepatnya"


Sementara seseorang sedang mengepalkan tangannya marah, sorot mata kelamnya menjadi tajam siapa lagi jika bukan Ardian. Tanpa pikir panjang Ardian langsung menarik tangan Dania dari sana.


"Dania apa maksudmu!"


"Heh kau sudah dengar bukan? Kami saling mencintai" Ujar Kenzo dengan seringai nya.

__ADS_1


"Dania jelaskan padaku!" Ardian melihat ke arah Dania sorot matanya berapi-api sementara Dania hanya memalingkan wajahnya.


"Iya" Jawab Dania, Ardian langsung menarik Dania dari sana tanpa memperdulikan semua sorot mata yang sedang melihatnya, dan juga Kenzo yang sedang memanggil.


Ardian seperti orang gila dia melajukan mobilnya dengan kecepatan yang tidak normal, Dania sungguh takut sekarang. Sorot mata Ardian di penuhi kemarahan.


"Ardian hentikan mobilnya!!"


Ardian langsung berhenti di tempat yang sangat sepi, dia langsung menatap tajam Dania.


"Dania katakan padaku kau bohong Dania!!" Ujar Ardian yang meminta jawaban dari Dania namun Dania memalingkan wajahnya.


"Iya kami sudah saling mencintai sejak lama"


"Dania kau benar-benar mencintainya!" Tanya Ardian lagi namun Dania masih belum berani menatapnya.


"iya"


"KAU BOHONG!!"


"Tidak, aku memang mencintainya"


"Mau kau tanya 100 atau 1000 kali Ardian jawabanku tetap sama aku MENCINTAINYA" ujar Dania menekankan kata mencintai itu.


"Ck"


Ardian langsung mendorong Dania menahan kedua tangan Dania disana menciumnya dengan kasar menggigit bibir Dania hingga berdarah, Dania memberonta namun Ardian tidak melepaskannya.


"Sudah berapa lama kalian bersama?Hah? apakah dia sudah menikmati tubuhmu!" Ardian menc*um leher Dania hingga meninggalkan bekas kemerahan.


"ARDIAN LEPASKAN!!" Teriakan Dania sama sekali tidak di gubris Ardian.


"Dania tunjukan padaku seberapa murahnya dirimu"


Dania melotot saat Ardian merobek bajunya, Dania sungguh tidak menyangka Ardian akan berbuat seperti ini padanya, Dania menggigit lidahnya hingga berdarah membuat Ardian terkejut Dania menangis sesenggukan sekarang hingga Ardian diam, langsung melepaskan Dania Ardian bingung apa yang baru saja dilakukannya.


Ardian langsung mengantarkan Dania ke depan apartemen nya Ardian melepaskan jas yang di pakainya untuk Dania, karna bajunya sudah robek akibat ulah Ardian sendiri.


"Jangan pernah muncul di hadapanku lagi" Ujar Ardian, Dania hanya diam memakai jas itu lalu pergi berlari dari mobil Ardian.

__ADS_1


Ardian melihat Dania dari mobil pikirannya kacau dia gusar mengacak-acak rambutnya bahkan memukul stirr mobilnya.


"Agghhh"


Dania menangis di bak mandi apartemennya, memeluk kakinya, tidak menyangka bahwa Ardian yang dikenalnya sebagai pria lemah lembut akan berbuat hal demikian pada dirinya mungkin ini hasil yang diinginkan Dania Ardian tidak lagi mencintai dirinya namun entah kenapa hatinya sakit bahkan sangat.


Dania ini hasilnya bukan Ardian tidak ingin melihatmu? lalu kenapa kau menangis seperti sekarang? Batin Dania bertanya kepada diri sendiri sekarang.


Dania menatap dirinya di cermin dilehernya terdapat banyak bekas dari Ardian, dia harus bisa tanpa Ardian dari sekarang.


"Satu-satunya keluargaku" Dania mengatupkan bibirnya menahan tangis namun apa daya semangkin diingat semangkin Dania ingin menangis.


"Hikss Dania kau benar-benar bodo"


***


Entah yang sudah berapa gelas sekarang Ardian meminum bir yang sudah memabukkan dirinya, Ardian tampak begitu kacau sekarang botol berserakan dasi yang sudah mengendur, rambut yang acak-acakan.


Ardian begitu tidak menyangka gadisnya akan berselingkuh bersama pria lain. Ardian menggoyangkan gelas yang berisi bir itu meneguknya lalu membanting gelas dengan emosi.


"Kau kejam Dania!"


"Apa yang kurang dariku hingga kau berselingkuh" Ujar Ardian menatap mnanar bir yang di depannya, Ardian sungguh nampak menyedikan saat ini sedari pulang saat mengantar Dania Ardian hanya mengunci diri dengan bir yang sudah berserakan. Para pembantu cukup khawatir dengan Ardian, karna mereka hanya mendengar suara gelas yang dibanting mereka takut terjadi sesuatu dengan tuan mudanya.


salah satu pelayan mencoba memanggil Ardian namun yang ada bentakan dari Ardian.


"Aku sungguh tidak menyangka Dania, apakah alasanmu bersama ku hanya untuk harta? kau sungguh murahan" Dania memegang Poto Dania lalu membantingnya hingga berserakan.


Ardian sangat kacau orang yang paling di sayang paling dicintainya bisa-bisanya melakukan hal itu pada Ardian.


Telepon Ardian berbunyi Ardian sempoyongan mencari handphone nya dimana untuk melihat siapa yang menelpon dan tertera nama papanya disana ,Ardian langsung mematikan, namun lagi dan lagi handphonenya terus berdering membuat Ardian terpaksa menjawab telepon dari papanya.


"Ada apa!"


"Kau pikirkan lagi Ardian kau harus menikahi Rilyi secepatnya" Ujar Diandra di balik telepon yang kesal anaknya sangat lama menjawab teleponnya.


"oke aku akan menikahinya" Ujar Ardian langsung mematikan telepon sepihak.


Diandara diseberang telepon sungguh terkejut mendengar jawaban putranya.

__ADS_1


__ADS_2