Antara Pilihan Dan Cinta Sang Ceo

Antara Pilihan Dan Cinta Sang Ceo
perjamuan


__ADS_3

"Perjamuan untuk apa?"


"Perjamuan penting"


"Boleh kah aku tidak hadir di perjamuan itu?"


"Tidak! kau harus datang sebagai tuan muda keluarga kita" Ujar Diandra yang emosi.


"Aku tidak tau, urusan ku sangat banyak dan aku juga sangat sibuk" Ujar Ardian memegang tengkuk belakangnya.


"Ardian! tidak ada penolakan. kau harus hadir dan jangan lupa bawa Dania bersama mu"


Dania? apa yang sebenarnya direncanakan papa, apakah mereka ingin membuat Dania kembali terluka, ujar Ardian dalam hati.


"Kenapa membawa Dania, apakah kalian merencanakan sesuatu?" Curiga Dania.


"Tidak. hanya saja perjamuan ini kau harus membawanya" Ujar Diandra mematikan handphone secara sepihak.


Ardian yang masih ingin bertanya tapi handphone sudah dimatikan menjadi kesal.


Sementara itu seseorang yang mendengarkan pembicaraan itu hanya bisa terdiam menerka apa yang terjadi di tidur pura-pura nya.


Ardian melihat wajah kekasihnya yang sedang tertidur, menatapnya dengan lekat. pelan-pelan mengangkat tangannya lalu mengelus perlahan rambut Dania yang halus.


mengamati wajah cantik dan imut milik Dania. mengangkat tubuh sang kekasih dengan lembut memindahkan yang berawal dari sofa ke sebuah tempat tidur, merebahkannya disana agar Dania merasa lebih nyaman menarik selimut agar kekasihnya tidak kedinginan mengecup pelan kening Dania lalu perlahan melangkah sambil menutup pintu dengan hati-hati agar Dania tidak terbangun.


Dania kini terbangun memegang keningnya yang baru saja dikecup oleh Ardian lalu tersenyum manis kembali.


Terima kasih Ardian kau selalu lemah lembut kepadaku tidak perduli apa pun status ku kau masih mencintaiku Ujar Dania dalam hati.


Ardian berkutik dengan laptop begitu juga dengan pikirin nya yang masih memikirkan tentang perjamuan yang akan di adakan lusa nanti.


Haruskah aku membawa Dania ke perjamuan itu? apakah ini rencana orang tua ku? Aku tidak ingin Dania kembali terluka karenanya ujarnya dalam hati.


Dania juga memikirkan hal yang sama dengan Ardian tentang perjamuan itu, hingga sore berlalu Ardian membuka pintu kamar tempat Dania tertidur.


"Sayang bangun lah sudah waktunya kita untuk pulang"


"Hoam... Baiklah" Ujar Dania sambil merentangkan tangannya padahal sedari tadi dia tidak tertidur.


"Kau seperti babi Dania" Ujar Ardian tersenyum menyadari bahwa kekasihnya sangat imut.


"hah? babi enak saja Ardian!" Ujar Dania memukul Ardian menggunakan bantal.


"hahaha lihat lah kau tidur sampai tidak ingat waktu" Ujar Ardian tertawa.


"Emangnya ada babi semanis diriku" Ujar Ardian menyilangkan tangannya di dada sambil cemberut.


Ardian langsung menyerang Dania dengan menggelitikinya membuat Dania tertawa.


"Hahaha Ardian kau hahaha menyebalkan" Ujarnya Dania tertawa tanpa berhenti.

__ADS_1


"Jadi apa kau mau minta ampun?" Tanya Ardian menjahili Dania.


"Hahaha tidak. Ardian berhenti hahaha"


"Tidak, sebelum kau minta ampun" Ujarnya mangkin menggelitiki Dania.


"Baiklah hahaha Ardian ampun" Ujar Dania memohon tetapi tidak tertawa.


"Aku tidak dengar hahaha" ujarnya tetap menggelitiki Dania


"Ardian! hahaha ampun!sudah cukup" ujar Dania membuat Ardian pun berhenti.


"Ayo kita pulang Dania, aku takut babi kecil ku kelaparan"


Ardian tahu bahwa Dania akan marah langsung berlari sambil meledeknya


"Ardian!!" ujar Dania mengejar Ardian yang menjahilinya.


Mereka kejar-kejaran hingga Dania lelah mengejar Ardian yang larinya super cepat.


Ardian dan Dania pun keluar ruangan dan banyak bawahan Ardian masih tidak menyangka bos nya memiliki kekasih, bahkan saat keluar dari ruangan Ardian memeluk pinggang Diana. Para bawahan Ardian ada yang bengong, tidak menyangka bahkan sakit hati.


"Dania kita makan dimana mau di rumah atau restoran?" Tanya Ardian sambil membukakan pintu mobil.


"Aku sedang diet, jadi aku akan memasak makanan untuk mu di rumah"


"Hah diet?"


Dania yang awalnya ingin masuk ke mobil malah tidak jadi badan kecilnya di kurung Ardian dan di tahannya membuat Dania kini bingung.


"Ardian ada apa?"


"Kau tidak di izinnkan untuk diet Dania" Ujar Ardian menatap Dania.


"hah kenapa, bukannya bagus jika aku langsing"


"Tidak, lihat lah kau Uda sekurus apa masih ingin diet? Tidak boleh" Perintah Ardian.


"Tapi Ardian"


"Tidak, diet tidak bagus untukmu turutin perkataan ku sekarang kita akan makan di restoran"


"Baiklah" Ujar Dania lesu


Dania dan Ardian masuk ke mobil dengan suasana yang penuh dengan candaan, hingga mereka tiba di sebuah restoran besar nan mewah, hanya orang kaya lah yang bisa masuk di sana.


Kini pelayan sedang melayani sepasang kekasih ini, dia menanyakan apa yang ingin mereka makan, Ardian pun memesan porsi yang sama dengan Dania.


Dania makan cukup lahap hingga sisa makanan menempel di pinggir bibirnya.


Ardian mengangkat tangannya menyapu sisa makanan itu menggunakan jarinya lalu tersenyum.

__ADS_1


"Dasar seperti anak kecil"


"Makanan disini sangat enak Ardian, kau sangat pandai memilih tempat"


"Tidak seenak makanan buatan mu"


"apa menurutmu masakan ku enak"


"yaa sangat enak" Ujar Ardian mengangguk.


"Aku rasa seperti biasa" Ujar Dania sambil memikir.


"Bagaimana makanannya?apa kau masih mau diet?"


"Tidak, makanan ini sangat enak Ardian"


Dania yang masih makan, sedikit terkejut tangannya disentuh oleh Ardian.


"Ardian apa kau tidak makan?" Tanya Dania karna Ardian belum menyentuh makanan.


"Sebenarnya aku ingin masakan mu" Ujar Ardian jujur yang sangat ingin makanan kekasihnya padahal tadi saat bekerja sudah dikirim kan.


"Lalu kenapa kau membawaku kesini?"


"Aku hanya tau, bahwa kau seperti menginginkan makan di restoran" Ujar Ardian membuat Dania tersenyum malu.


"Ardian makan dulu ini, setelah kembali ke rumah, akan ku buatkan makan malam untukmu.


"Dania sebenarnya ada yang ingin ku sampaikan kepada mu"


"Ada apa Ardian"


"Dania orang tua ku akan mengadakan perjamuan pada lusa ini, dan mereka ingin kau ikut serta dalam jamuan itu, apakah kau mau? Kau boleh menolaknya Dania" Ujar Ardian.


"Tentu saja aku akan Datang Ardian, apalagi itu perintah dari om dan Tante, tentu saja aku akan datang"


"Tapi Dania" Ujar Ardian ingin menjelaskan tapi perkataannya terpotong oleh Dania.


"Tidak ada tapi Ardian kita harus datang ke perjamuan itu mungkin ada sesuatu yang penting"


Dania meyakinkan Ardian meski dirinya sendiri juga bimbang akan perjamuan dari keluarga Ardian, apa gerangan yang membuatnya di undang di acara seperti itu.


"Kau yakin Dania?" Tanya Ardian kembali memastikan.


"Tentu saja Ardian, sekarang makan dulu makanan yang ada di meja mu oke"


"Baiklah, padahal aku ingin diet" goda Ardian kepada Dania yang berkata bahwa dirinya ingin diet tidak jadi begitu melihat makanan enak tersaji di depan wajahnya.


"Siapa suruh makanan ini enak jadi aku harus menghabiskamnya"


Dania melanjutkan makannya walau di goda Ardian, begitu juga Ardian yang kini makan sedikit demi sedikit mengisi perutnya.

__ADS_1


Hai makasih yang udah mau sempetin mampir ke novel aku ini, jangan lupa like, komen, vote dan tambahkan ke favorit agar kalian tau kapan updatenya.


__ADS_2