Antara Pilihan Dan Cinta Sang Ceo

Antara Pilihan Dan Cinta Sang Ceo
Kantor Ardian


__ADS_3

Tanpa Dania sadari ditengah tangisannya, Ardian mendengarkan dari balik pintu.


Hati Ardian merasa sakit mendengar tangisan kekasihnya.


Maaf kan aku Dania, tidak seharusnya aku membuat mu menangis. ujar Ardian dalam hati masih mendengarkan tangisan Dania hingga akhirnya suara tangisan Dania berhenti karna tertidur.


Ardian bergegas pergi ke mobilnya memikirkan apa yang terjadi barusan, tidak menerima fakta bahwa dirinya sedang dilanda perjodohan yang bahkan dia tidak tahu.


"ck sial!!" ujar Ardian frustasi mengacak-acak rambutnya.


Kini Ardian kembali ke rumah milik nya sendiri bergelut dengan pikirannya.


"apa yang dikatakan orang tua ku pada mu Dania hingga membuat mu menangis, kenapa kau harus pura-pura tersenyum seperti itu"


Kini Ardian duduk di kasurnya memijat keningnya yang terasa sedikit pusing.


Kini malam berlalu, sampai saat ini handphone Dania belum juga aktif membuat Ardian sedikit cemas dengan kekasihnya itu.


***


Dania POV


Dania kini meminum segelas air susu untuk mengganjal perutnya yang kosong, dia belum mempunyai selera untuk memakan makanan mungkin susu dapat membuat perutnya terisi agar tidak keroncongan.


Dania melihat hp miliknya yang sedang tidak ada batrai dan mengecas nya namun tidak berniat menghidupkannya.


Maafkan aku Ardian saat ini aku sedang ingin sendiri dulu ujar Dania dalam hati


Dania menyimpannya semuanya sendiri, dia ingin curhat dengan siapa keluarga? dia tidak tau keluarganya. Teman? dia bahkan tidak punya, Sendiri sebuah kata yang sangat menyedihkan.


Dia melihat keluar apartemen nya melihat ramai orang, lampu malam yang cukup terang.


"hahaha malam yang indah" Ucap Dania tertawa.


Ardian POV.


Pagi telah tiba tapi Dania belum juga bisa dihubungi membuatnya khawatir, di tengah-tengah meeting Ardian tidak konsen sibuk melamun hingga dia membubarkan meetingnya.


"Dania kemana dirimu, jangan membuat ku khawatir"


bersyukur Ardian bahwa handphone Dania aktif dan langsung menelponnya.


"Diana kau dimana?" Tanya Ardian langsung saat telponnya tersambung.


"maaf Ardian aku tadi mengantuk jadi tidur"


"Syukurlah, Apakah kau lelah?"


"Tidak. Hari ini aku tidak ada kegiatan"


"Baguslah, Dania bagaimana kalau kau datang ke kantor ku?"


"Tapi aku belum pernah kesana, bagaimana jika aku membuat mu malu?"

__ADS_1


"Kau tidak akan membuatku malu, kau kekasih ku wajar jika kau kesini"


"Baiklah, kau sudah makan?"


"Emmm belum"


"Dasar Ardian, kau harus makan ini sudah pukul berapa?"


"Makanan disini tidak membuat nafsu, aku ingin masakan mu Dania"


"Aku akan datang kesana dan membawakan mu makanan oke"


"aku akan menunggumu"


Ardian mematikan handphone nya tersenyum bersiap menunggu kedatangan kekasihnya.


***


Diana sudah berada di resepsionis kantor Ardian.


"Permisi, saya ingin bertemu dengan Ardian kynzo alzy" Ujar Dania dengan sopan.


"Maaf sebelumnya, apakah nona sudah buat janji bertemu dengan CEO Ardian"


"Saya belum buat janji, tapi bisakah saya menghubunginya"


Resepsionis sedikit bingung dengan Dania yang ingin bertemu CEO mereka tanpa membuat janji terlebih dahulu tapi mereka tetap profesional menyambut dengan senyuman.


Tiba-tiba ada yang menarik Handphone Dania, dia adalah Kena karyawan yang telah lama menyukai Ardian.


"Apa maksudmu" Tanya Dania mengerutkan alisnya melihat prempuan satu ini.


"Hahaha sudahlah banyak prempuan sepertimu di kantor ini, mungkin di luaran lebih banyak lagi. Kau kesini untuk menggoda nya bukan?" Tanya Kena melihat kuku tangannya.


"Hah? menggodanya? tolong jaga ucapan mu nona" Ujar Dania tidak terima dikata kan seperti itu.


"Pergilah aku sudah bisa melihat tujuanmu, CEO Ardian tidak akan tertarik denganmu" Ujar Kena mendekatkan wajahnya ke wajah Dania.


"lalu apa dia tertarik denganmu?" Tanya Dania menentang.


Kena merasa marah ingin melayangkan tangannya "Dasar ******"


namun dengan sigap langsung ditangkis oleh Dania dan dihempaskan membuat kenna merasa sakit dipergelangan tangannya.


"Kembalikan Handphone ku" Pinta Dania, namun bukan mengembalikannya kenna justru ingin menjatuhkan handphone itu, namun untungnya tangan kekar seseorang mengambil handphone milik Dania dengan cepat sebelum jatuh ke lantai.


" Ada apa ini" Tanya Ardian orang yang mengambil handphone Dania.


"Tuan muda Ardian, prempuan murahan ini ini ingin menggoda mu jadi aku menyuruhnya pergi, lihatlah bahkan dia membawa makan"


Ardian menatap tajam kenna membuat bulu kuduknya merinding sampai ke ujung, karna tatapan Ardian sekarang, Ardian merasa marah bahwa Dania dikatain seperti itu.


"A... ada apa tuan muda Ardian?" Tanya kenna yang takut.

__ADS_1


"Apa kau tau bahwa, wanita yang kau sebut murahan adalah kekasih ku!" Ujar Ardian dengan suara lantang membuat satu kantor sangat terkejut, bahwa Ardian memiliki kekasihnya, hanya Ardo lah yang tau dirinya memiliki kekasih.


"ti...tidak mungkin tuan" Ujar wanita itu frustasi.


"Dan kau hampir memukulnya dengan tanganmu" Ujar Ardian dengan tatapan semangkin menajam karna melihat kejadian tadi.


"Ardo!!" panggil Ardian.


"iya tuan" Ujar Ardo yang sudah paham maksud dirinya di panggil oleh Ardia


"Kau beresekan prempuan ini, kau tau harus bagaimana bukan?"


"Baik tuan Ardian"


"Ti...tidak tuan muda tidak!!,hanya aku yang boleh menjadi kekasihmu!Hanya aku" Ujar prempuan itu berteriak namun Ardo dengan cepat memerintahkan beberapa pengawal Ardian untuk mengurusnya.


"jangan lupakan resepsionis nya" Ujar Ardian menatap resepsionis membuat resepsionis itu terkejut.


"Tidak, jangan Ardian. Mereka melakukan pekerjaan dengan baik" Bela Dania membuat Ardian tersenyum.


"Baiklah kalau itu mau mu Dania" Ujar Ardian menarik tangan Dania ke ruangannya, para karyawan yang melihat itu masih tidak menyangka bahwa bos mereka yang dingin punya pacar dan bisa bersikap seperti itu.


Kini mereka sudah berada di dalam ruangan Ardian.


"Ardian"


"hmmm" ujar Ardian sambil melihat-lihat dokumen.


"Karyawan mu yang tadi sepertinya tidak perlu seperti itu" Ujar Dania merasa bersalah.


"Dania itu memang kesalahannya, tidak perlu membelanya"


"Tapi kan Ardian"


"Tidak ada tapi-tapi, dia yang mengganggumu Dania jadi biarkan saja, tidak usah merasa bersalah seperti itu"


"hmmm baiklah"


"Berhenti dahulu membacanya Ardian, sekarang waktunya untuk makan" ajar Dania menarik dokumen yang tadi dibaca kekasihnya itu dan Ardian hanya tersenyum menanggapinya.


"Maaf kan aku atas kejadian tadi Dania, aku lupa memberi tahu mereka bahwa kau akan datang" Ujar Ardian.


"Tidak apa-apa Ardian resepsionis itu cukup pengertian padaku"


"Dania, mata mu kenapa seperti bengkak" Ujar Ardian memegang pipi Dania memperhatikan matanya. Ardian bertanya seperti itu padahal sudah tau kalau Dania menangis.


"itu Ardian,aku, aku kurang tidur" ujar Dania memalingkan kepalanya.


"Sebenarnya apa yang dikatakan orang tua ku padamu" Ujar Ardian sendu pada Dania.


"tidak ada Ardian seperti yang ku bilang pada mu kemarin, kenapa bahas itu ayo Ardian makan yang banyak"


"hmm... Ada syarat aku makan banyak"

__ADS_1


Hai semua, makasih uda mau baca novel aku ini. Jangan lupa like, komen, vote dan jangan lupa tambahkan ke favorit kalian yaaa agar tau update aku berikutnya. Makasih semua.


__ADS_2