Antara Pilihan Dan Cinta Sang Ceo

Antara Pilihan Dan Cinta Sang Ceo
Awal baru


__ADS_3

Dania menyentuh jendela pesawat mengingat semua kenangan yang akan ditinggalkan di negara ini l, air matanya mengalir membasahi pipinya namun sesaat kemudian ia kembali tersenyum mengelus perutnya yang berisi buah hati yang ia cintai.


sayang mama akan menunggu kehadiran mu di dunia mama akan menyayangi jadilah anak manis didalam sana yaa. batin Dania lalu tertawa pelan.


Dewi melihat pesawat yang dinaiki Dania telah terbang menjauh, Dewi hanya dapat melambaikan tangan meskipun itu tidak dapat di lihat Dania.


***


Dewi menyerahkan surat pemunduran diri Dania ke HRD. Banyak orang terkejut atas kemunduran Dania yang secara tiba-tiba bahkan berita berhentinya Dania menyebar dengan pesat hingga sampai ditelinga Abra padahal belum sampai satu hari.


Banyak karyawan yang bersyukur karna mereka merasa tidak ada lagi saingan untuk mendekati Abra tapi apalah nasib Dewi yang hari-harinya sepi tanpa Dania.


"Heii tuan Abra memanggilmu!" Ketus Rere dengan sorotan tajam menatap Dewi.

__ADS_1


Dewi paham apa yang akan di tanyakan oleh pak Abra pasti tak lain dan tak bukan adalah Dania. Sorot mata Abra selalu menggambarkan betapa ia mendambakan sosok Dania, Dewi sangat bingung ia belum menyiapkan jawaban atas apa yang akan ditanyakan oleh Abra.


Dewi mengetuk pintu meminta izin agar seseorang didalam sana menyuruhnya masuk.


"Ada apa memanggil saya Tuan?" Gugup Dewi dengan kepalanya menunduk.


Kursi berputar menampilkan Abra dengan sorot mata tajam menatap Dewi "Aku tidak sukak basa-basi jadi saya tanya kepadamu Dimana Dania?"


"sa...saya tidak tahu tuan" tutur Dewi hingga tatapan Abra semangkin tajam membuat Dewi bergidik ngeri.


Dewi meneguk ludahnya susah payah " Saya tidak tahu pak tadi malam saat saya pulang dari lembur surat itu sudah ada didepan pintu saya juga mencari Dania" Dewi meyakinkan ekspresi nya agar dapat dipercaya.


Abra menghela nafasnya kasar lalu menyuruh Dewi keluar dengan jarinya. Dewi cukup lega karna dia berhasil memenuhi janjinya untuk tidak memberi tahu keberadaan Dania.

__ADS_1


Abra memijat pelipisnya dia melihat bahwa nomornya telah diblokir Dania. Kemana Dania pergi? Kenapa tiba-tiba dan tidak memberi tahu? Apa kesalahannya? pertanyaan yang berputar-putar di kepala Abra.


***


Ting...


satu pesan dari ponsel Dewi berbunyi disana ada pesan dari Dania ia telah mengganti nomornya dipesan itu juga terdapat foto Dania.


Hai kak ini Aku Dania aku telah tiba di Negara B dan telah menyewa rumah disini, jangan khawatir aku akan segera membiasakan diri disini. Begitulah isi pesan yang terima Dewi di ponselnya, Dewi tersenyum senang dan segera membalas pesan Dania.


Dewi berjanji pada dirinya saat kandungan Dania memasuki 7 bulan Dewi akan mengunjungi Dania di negara B dan memastikan Dania baik-baik saja tapi sekarang dia harus bekerja keras mengumpulkan uang agar dapat membantu Dania dalam biaya persalinan.


***

__ADS_1


Dania tersenyum sambil menatap layar hpnya cuaca cukup dingin Dania memakai stelan jaket tebal sarung tangan serta syal yang dibawakan Dewi. Dania bertekad untuk memulai hidup baru disini bersama anaknya nanti. Dania terus mengelus perutnya dengan bahagia ia akan menjadi seorang ibu membayangkannya saja membuat Dania bahagia, ia tidak akan kesepian karena akan ada malaikat kecil yang akan menemaninya dan memanggilnya ibu.


__ADS_2