Antara Pilihan Dan Cinta Sang Ceo

Antara Pilihan Dan Cinta Sang Ceo
Flash back


__ADS_3

Dania mengumpulkan foto dia dengan Ardian kini tekadnya bulat untuk melupakan Ardian seutuhnya, dia bahkan menyusun pakaiannya memilih untuk meninggalkan apartemen hadiah pemberian Ardian. Tidak ada lagi alasan untuk menetap di sini, Ardian datang dan akan menjadikan Dania sebagai bahan pemuas nafsu atau bahkan hinaan dan kata-kata kejam terlontar untuk Dania. Berat memang bagi nya tapi kenangan hanyalah kenangan Dania tidak perduli. Dania membuang dan membakar semua pemberian Ardian hanya saja Dania masih ragu dengan sebuah Teddy bear besar hadiah pertama dari Ardian awal mereka bertemu dimana saat dia Dania tidak sengaja melirik boneka ini di mall Ardian membawakan boneka yang sangat besar itu.


Flash back


Dania masih kelas 3 SMP dia berlari dengan kencang saat terlambat untuk datang kesekolah, Dania saat itu di urus oleh panti asuhan bahkan pulang sekolah Dania berjualan untuk membantu anak-anak yang lain. Sebelum ke sekolah Dania akan menggoreng beberapa gorengan kali ini dia terlambat bangun jadi dia secepat mungkin menggoreng namun sayang dia tetap terlambat, Dania berlari tanpa melihat arah tanpa sengaja dia menabrak seseorang hingga dirinya terjatuh.


"Aduhh sakit banget sih" Ringis Dania sambil memegang bokongnya. Orang yang dia tabrak bukan membantu hanya melihat dengan satu tangan di masukan dalam saku.


"Ihhh bantuin dong" marah Dania melihat pria yang di depannya begitu dingin.


Pria di depannya adalah Ardian yang berusia 23 tahun sedangkan Dania 14 tahun. Ardian menatap remaja kecil yang rambutnya di kucir dua sedang marah-marah hanya diam.


"Yang salah siapa?" Tanya Ardian membuat Dania kesal berdiri membersihkan rok bagian belakang. Mendekati Ardian, Ardian yang di dekati menarik sudut alisnya bingung apa yang akan di lakukan gadis di depannya.


Dania menginjak dengan sangat keras kaki Ardian langsung kabur, Ardian meringis kesakitan tidak menyangka gadis kecil itu punya tenaga yang kuat untuk menginjaknya.


"Woii anak kecil!"


Dania tidak menghiraukan dia hanya membalikkan kepala, menjulurkan lidah mengejek membuat Ardian tersenyum kesal.


Dania masuk tapi dia melewati less pertama guru marah dengannya membuat Dania di hukum di tengah-tengah lapangan dengan satu kaki terangkat dan kedua tangan memegang kuping.


Dania sangat kesal bertubi-tubi apalagi cuaca panas untung saja saat dia jatuh gorengannya aman, jika tidak bagaimana dia bisa menjual.


Mobil Ardian terparkir di sebuah SMP negeri, dia datang untuk memberikan sebuah sumbangan. Baru Ardian masuk kelapangan Ardian melihat sebuah punggung dengan rambut yang di kuncir dua tentu saja Ardian seperti familiar, Ardian melihat dengan jarak lebih dekat itu gadis kecil yang tadi menginjak kakinya.


Ardian mengeluarkan seringai liciknya berniat untuk menjahili gadis itu. Nama Dania terpanggil untuk ke kantor, Dania memasuki matanya terbelalak melihat siapa yang ada di dalam, pria yang tadi dia injak, bukan takut Dania merasa Kecak menatap orang didepannya dengan tajam sedangkan Ardian hanya menyeringai. Ardian sudah tau nama gadis itu melalui mix sekolah.


"Dania apa yang kau lakukan terhadap tuan muda Alzy!"


"Tidak ada Bu, kenapa saya dipanggil saya juga gak kenal sama dia" mendengar jawaban dari Dania guru menjadi sangat kesal


"Maafkan kami tuan gadis yatim piatu ini memang kurang didikan jadi seperti ini, heii kau Dania dia tuan muda keluarga Alzy, jangan bertindak tidak sopan kau itu gadis miskin jangan banyak tingkah"

__ADS_1


Mata Ardian menyipit dikala mendengar perkataan guru yang sangat tidak pantas untuk anak ini, Ardian sedikit kesal.


"Apakah anda gurunya?"


"Iya tuan muda saya wali kelasnya, dia memang seperti ini saya sudah mengaturnya dengan baik tenang saja"


"Yang seharusnya di atur dengan baik itu kau"


Guru itu kaget mendengar perkataan Ardian, begitu pun Dania, Ardian hanya berencana membuat Dania meminta maaf tapi siapa sangka guru itu mengatakan hal seperti itu hingga mata Dania tampak merah.


Ardian menarik Dania dari kantor pergi menuju tempat yang lebih sepi. " Sepatu yang kau injak tadi mahal kau harus ganti rugi" Bisik Ardian membuat Dania melirik ke sepatu yang tidak lecet sedikitpun.


"Kan gak rusak! Enak aja ganti rugi!"


"Tapi kotor"


Dania bingung "kan bisa di cuci"


"Dasar orang kaya Uda besar gak bisa cuci sepatu, gak bisa makan sendiri pasti perlu aku suapi atau kunyahi sekalian?"


Ardian tersenyum tapi senyum yang menyeramkan "Perlu" Ujar Ardian membuat Dania membayangkan bagaimana dia mengunyah kan makanan untuk Ardian lalu menyuapinya pasti sangat menjijikan batin Dania bergidik ngeri.


"GK mau! Cuci sendiri"


Dania ingin berlalu pergi namun tangannya di tahan Ardian.


"Gak mau yaudah kutahan aja kau di sini biar tidak ikut pelajaran dan dihukum"


Dania kesal hingga ke ujung " Yaudah nanti aku cuci pulang sekolah kasih aja ke aku, keluar main-main aku mau jualan jangan ganggu"


Dania berlalu pergi meninggalkan Ardian dengan senyumnya, dia tidak pernah mengganggu seseorang gadis ini yang pertama entah kenapa Ardian merasa cukup menyenangkan mengganggunya.


Ardian telah selesai dengan urusannya di sekolah, dia berniat pulang tapi matanya melihat Dania yang di tarik paksa oleh 5 orang prempuan terlihat Dania seperti memberontak, mata Ardian menyipit mengikuti kemana arah mereka membawa Dania.

__ADS_1


"Hei, caper banget yaa ke tuan muda Alzy sampai deketin dia"


"Aku gak caper aku juga gak kenal!" Dania bingung padahal saat itu dia di hukum.


"Alah banyak omong aku liat kau caper ke tuan Alzy"


"Enggk!"


"Masih gak mau ngaku! Bawa dagangannya"


Dagangan Dania di bawa masuk, mata Dania terbelalak saat gorengan itu sengaja di tumpahkan bahkan diinjak-injak.


"Jangan!!"


"Haha kau kira gadis yatim piatu sepertimu cocok untuk tuan muda"


Ardian diam mendengarkan itu tangannya terkepal. Apalagi dia melihat perundungan semangkin parah dan menjadi-jadi geram Ardian sudah tidak tertahankan.


"Ngapain kalian!" Suara berat Ardian mengalihkan pandangan orang di sana seketika terkejut.


"Tu..tuan muda"


Dania hanya diam melihat ke arah Ardian matanya berkaca-kaca. Ardian melihat tubuh gadis yang tengah meringkuk dan tidak berdaya seakan menambah emosinya apalagi penampilan awalnya yang sangat manis kini dan rapi kuncir duanya terlihat tidak tinggi lagi rambutnya telah kusut berantakan.


Suara Ardian membuat para guru berdatangan melihat apa yang terjadi.


"Tu..tuan muda" Ujar para guru takut.


"Begini cara kalian mendidik seorang murid? Aku yakin kalian pasti melihat pembullyan ini tapi kalian diam saja heh!"


"Tuan muda aku tidak tahu, ini murid dari kelas" Lirik kepala sekolah ke wali kelas Dania membuat wali kelas bingung menjawab apa, tapi merasa geram pada Dania padahal dia tidak bersalah.


Ardian hanya diam mendekati, menarik tangan Dania pergi dari sana

__ADS_1


__ADS_2