
Pagi cerah kini menampakan sinarnya namun Dania belum terbangun dari tidur nyenyak nya hingga tirai di buka menampilkan cahaya yang mengarah ke wajah Dania. Mata Dania kini menerjap terganggu dengan cahaya terang,yang membangunkannya dia kembali menarik selimut.
"Bangun lah Dania"
"Hmmm" Ujar Dania tidak menghiraukan panggilan dari Ardian.
"Jika kau tidak bangun juga aku akan mencium mu sampai kau bangun" Ujar Ardian mengeluarkan senyum miringnya kini duduk di sebelah Dania yang tertidur.
"Baiklah-baiklah aku bangun" Ujar Dania bangkit lalu mengucek matanya yang lelah.
"Pagi Dania" Ujar Ardian tersenyum"
"Pagi umuach" Ujar Dania mencium pipi Ardian membuat Ardian terbelalak kaget karna hal yang sangat jarang di lakukan kekasihnya ini.
Dania pergi dengan keadaan setengah sadar ke kamar mandi untuk mandi di sana. Sementara Ardian masih termenung memegang pipinya yang baru saja di cium.
Dania keluar dari kamar mandi mengelap wajahnya dengan handuk belum memperhatikan keadaan sekitar.
"Aaa"
Teriak Dania setelah sadar membuat Ardian kaget dari termenung nya.
"Ada apa Dania" Ujar Ardian memegang bahu Dania yang terlihat kebingungan.
"Bukannya aku semalam di"
"Dimana hmmm"
"Hahaha itu semalam" Ujar Dania canggung takut Ardian marah.
Tuk...
bunyi sentilan yang berasal dari jari Ardian yang menyentil kening Dania.
"Aduh" Ujar Dania mengelus keningnya menatap Ardian dengan wajah cemberut menggemaskan.
"Lain kali jangan pergi ke sana, kau tahu kau membuat ku khawatir. Apalagi di sana gelap kau tidak takut ada orang jahat? Dan lagi kau seorang diri di sana, lihat tanganmu di gigit nyamuk" Ujar Ardian memperlihatkan tangan Dania ada bentolan merah hasil di gigit nyamuk.
"Kau menghawatirkan ku Ardian" Ujar Dania mengalungkan tangannya di leher Ardian.
"Hmmm" Ujar Ardian merengut membuang mukanya.
"Baiklah tidak akan lagi lain kali"
"Aku tidak percaya" Ujar Ardian menatap wajah Dania dengan tidak yakin.
"Aku serius, maafkan aku Ardian" Ujar Dania dengan wajah memelas.
"Tidak"
"Ardian" Ujar Dania dengan wajah memelas nya kembali.
Ardian yang gemas terus menatap Dania hingga kini wajahnya mendekat ke wajah Dania, lengannya memeluk erat pinggang kekasihnya, kedua tangan Dania masih setia mengalung erat di leher Ardian. Ardian menutup matanya bibirnya mendekat ke bibir Dania tinggal sedikit lagi bibir mereka akan saling bersentuhan tangan Dania menahan bibir Ardian.
"Ardian aku lapar" Ujar Dania menutup mulut Ardian membuat Ardian membuka matanya tersenyum.
__ADS_1
"Baiklah ayo turun makan" Ujar Ardian.
Ardian sedikit kecewa atas ciuman yang batal tadi namun apa boleh buat kekasihnya yang manis ini lapar dia tidak boleh menundanya.
"Baiklah baju mu ada di lemari ku, kenapa kau harus memakai baju yang semalam"
"Hehehe aku baru sadar" Ujar Dania menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Lain kali jangan begitu"
"Baik"
Saat Dania membalikan badan menuju lemari Ardian menarik pinggul Dania memeluknya dari belakang menghirup aroma khas Dania melalui bahu.
"Ardian aku mau mengganti baju"
"Hmmm baiklah" Ujar Ardian terpaksa melepaskan Dania.
Ardian duduk di sebuah sofa besar yang berada di ruang tamu membaca majalah di sana.
"Ardian"
"hmmm"
"Ardian"
"Iya sayang" Ujar Ardian namun tetap fokus pada buku yang di bacanya.
"Ardian" Ujar Dania kembali membuat Ardian mengangkat kepalanya melihat ke arah kekasihnya.
"Bisakah kau keluar dulu, aku ingin ganti baju"
"ganti saja" Ujar Ardian tersenyum miring.
Ardian berdiri dari sofa tempatnya duduk menghampiri Dania.
"Apa perlu ku bantu" Ujar Ardian tersenyum.
"Ardian dasar mesum!!" Ujar Dania memukul Ardian menggunakan bantal yang berada di dekatnya.
"Hahaha baiklah aku keluar, dan setelah berganti baju langsung turun makan Dania" Ujar Ardian pergi langsung menutup pintu kamarnya.
Dania kini memperhatikan kamar milik Ardian sangat elegan dan mewah dan di sana ada foto Ardian dan dirinya ada juga foto Ardian sewaktu kecil memegang sebuah piala Dania mengangkat foto itu jari jemarinya mengelus foto itu.
"Kau sangat tampan Ardian, bahkan dari kecil kau juga jenius dan kau CEO muda pantas jika orang tua mu memilihkan jodoh yang sesuai untukmu, kenapa kau jatuh cinta pada seorang biasa sepertiku " Ujar Dania tersenyum lalu sedetik kemudian dia juga merasa sedih.
Dania meletakan foto Ardian Kembali ke tempat semula dan cepat-cepat mengganti bajunya. Dania menuruni tangga dan menghampiri Ardian yang menunggunya di sana.
"Kenapa belum kau makan Ardian" Tanya Dania duduk di meja makan.
"Aku menunggumu"
Kini mereka makan dengan tenang piring Ardian tidak ada sayurnya Dania tahu pria yang satu ini sangat tidak menyukai sayur apa pun jenisnya. Dania meletakan sayur di piring Ardian.
"Dania"
__ADS_1
"Ardian kau harus makan sayur, itu bagus untuk kesehatan"
"Aku tidak menyukainya" Ujar Ardian mendorong piring agar menjauh darinya.
"Ardian, kau tidak boleh pilih-pilih makanan" Ujar Dania kembali mendekatkan piring ke Ardian.
"tapi"
"Aaa Ardian buka mulutmu" Ujar Dania ingin menyuapi Ardian, jika itu makanan lain Ardian akan senang hati memakannya namun jika sayur Ardian sangat enggan. namun karna Dania, Ardian dengan sangat terpaksa membuka mulutnya membiarkan sendok berisi sayur itu masuk ke dalam mulutnya.
Ardian mengunyah makanan itu dengan wajah yang sudah jelas itu tidak enak saat sayur itu habis di kunyah dengan cepat Ardian langsung meminum air.
"Apa seburuk itu" Ujar Dania memakan sayur dengan santai.
"Sangat tidak enak"
"Bagaimana tidak enak ini sangat enak menurutku" Ujar Dania menikmatinya.
Ardian heran melihat Dania yang menyukai sayur seperti itu.
"Dania minum susumu" Ujar Ardian.
Dania langsung meminumnya habis.
"Aku kenyang" Ujar Dania lega.
"kau belum meminum sup nya"
"Hah lagi? aku sangat kenyang Ardian".
"Dania ini bagus untuk nutrisi"
Dania langsung meminum sup itu kembali namun tidak sampai habis.
"Ardian aku akan bekerja"
"Akan aku antar" Ujar Ardian mengelap mulutnya dan langsung berdiri dari bangkunya.
"Apakah kau tidak bekerja"
"Bekerja, namun aku harus mengantarmu terlebih dahulu"
Ardian kini di dalam mobil bersama Dania menuju resto tempat kerja Dania.
"Ardian apakah kau semalam bersama Rilyi"
Ardian hanya diam tidak menduga bahwa Dania tau hal itu.
"Jangan bahas dia, Dania jangan berpikir yang bukan-bukan oke" Ujar Ardian menggenggam tangan Dania.
"Lalu kalian pergi kemana?" Tanya Dania santai namun sebenarnya dia sedikit sakit hati menyakan hal ini
"Tidak ada" Ujar Ardian menatap jalanan di depan.
Mobil Ardian kini berhenti di resto tempat Dania bekerja seperti biasa. Dania melepas sabuk pengamannya ingin turun dari mobil tiba-tiba Ardian menggenggam tangan tangan.
__ADS_1
"Ada apa Ardian" Ujar Dania tersenyum.
"Jangan pernah berpikir hal aneh ingat aku tidak akan menghianatimu"