
Abra mengantar Dania menggunakan mobilnya padahal Dania menahan air matanya namun butiran air itu memaksa turun terus.
Air mata bodoh! Batin Dania.
Abra menyerahkan sekotak tisu, Abra adalah laki-laki yang cukup peka terhadap prempuan prempuan bahkan tidak menanyakan kenapa Dania menangis.
"Maafkan aku kak Abra"
"Hmmm kenapa Dania? Menangis lah jika kau mau, kau juga bisa melampiaskannya padaku. itu tidak masalah" Ujar Abra fokus menyetir, Dania hanya menggeleng menanggapinya.
Abra tiba di depan apartemen Dania, apartemen yang mahal, Abra menebak Dania adalah mantan kekasih Ardian namun karna status mereka berpisah. Abra menarik nafasnya menatap Dania lembut yang sedang keluar mobil.
"Terima kasih tumpangannya kak Abra"
"Tidak masalah, besok tidak usah bekerja dulu kau harus istirahat"
"Tapi kak"
"Tidak masalah, ini perintahku dan tolong jangan menolaknya" Ujar Abra melajukan mobilnya. Abra paham perasaan Dania ke Ardian sangat besar walaupun mereka baru bertemu beberapa hari Abra dapat mengetahui dari sorot mata Dania. Mungkin Dania harus menenangkan diri terlebih dahulu.
***
Ardian dikerumuni banyak orang yang sedari tadi mengucapkan selamat kepadanya atas pernikahan yang terpaksa ini, Ardian sungguh merasa tidak nyaman sedari tadi Rilyi menggandeng tangan Ardian, Ardian terpaksa menerima hanya karna untuk memperlihatkan mereka seorang pasangan.
Hingga malam dimana biasanya pasangan menanti malam pertama. Rilyi menunggu di kamar pengantin dimana tempat tidurnya bertebaran kelopak bunga mawar. Rilyi sangat gugup saat ini, bagaimana mungkin tidak dia akan menyerahkan tubuhnya untuk Ardian. Rilyi terus menunggu hingga berjam-jam Ardian tak kunjung menemuinya. Sampai Rilyi lelah dan memilih untuk tidur.
Sementara Ardian kini berada di bar meneguk bir yang telah menjadi pelariannya, dia tidak berniat melihat seorang wanita yang tengah menunggunya ditempat tidur padahal mereka baru saja menikah.
Di kepala berputar bagaimana Dania menangis menyaksikan sumpah pernikahannya. Apalagi saat Dania menemuinya.
__ADS_1
"Selamat haha lucu sekali Dania aku tidak pernah melihat wanita sekejam dirimu" Ujar Ardian terus meneguk gelas demi gelas bir itu.
"Tuan" Ujar Wanita berpakaian sangat minim, bergelayut di lengan Ardian menempelkan gundukan bulat itu. Ardian melirik wanita malam itu dengan pandan tajam.
"Jangan begitu, aku bisa menghilangkan sedih mari kita melakukan malam yang panas" Ujarnya menggoda Ardian. Bukannya tergoda Ardian menepis kasar wanita itu hingga terjatuh.
"Menjijikan!!" Ujar Ardian langsung mengambil jas nya pergi dari sana. Prempuan itu terkejut tidak menyangka ada pria yang menolaknya.
Ardian berjalan sempoyongan ke mobilnya dengan cepat, mendatangi suatu tempat.
Dania mengusap air matanya, melihat foto-foto Ardian dengan dirinya harus Dania kumpulkan dan simpan harusnya Dania buang namun dia belum sanggup.
Tokk....tok
Pintu Dania digedor dengan keras, Dania berpikir siapa yang datang mengetuk begitu keras dengan cepat Dania mengikat sanggul rambutnya langsung membuka pintu. Terlihat wajah pria yang masih sangat di cintanya.
Ardian dengan wajahnya yang mabuk, tubuhnya menyeruak wangi alkohol yang begitu pekat, sorot matanya menatap tajam Dania yang memakai piama tidur berupa kemeja yang Ardian yang pernah Ardian tinggalkan.
Tanpa pikir panjang Ardian mendorong Dania masuk ke dalam dan tidak lupa mengunci pintu, Ardian mencium bibir Dania dengan penuh gairah, Dania melotot memberontak sekuat-kuatnya. Dania merasa kehabisan nafas Ardian melepaskan ciumannya.
"Ardian lepaskan aku!!" Teriak Dania bukannya melepaskan, Ardian malah merobek baju Dania membuangnya kesembarangan arah memperlihatkan tubuh polos Dania disana.
Mata Dania berkaca-kaca, Dania sudah memberontak sekuatnya namun tenaga Ardian sangat besar Dania tidak bisa mendorongnya. malah sekarang Dania yang terdorong membuat dirinya terhempas di atas tempat tidur.
Dania sudah tidak menggunakan sehelai benang pun, Ardian melepaskan dasinya menimpa Dania, Dania bahkan suda menangis.
"Dania kau sangat cantik" Gumam Ardian.
"Tidak Ardian. Jangan sadarlah Ardian kumohon Rilyi istrimu jangan berhianat dengannya"
__ADS_1
"Dania kenapa kau mengkhianati ku, apakah aku begitu kurang Dimata mu" Pandangan mata Ardian dipenuhi nafsu dengan pandangan tubuh Dania yang begitu bagus dan wajahnya yang sangat cantik. membuat bagian bawah Ardian tidak bisa lagi menahannya.
Dia membuka seluruh pakaiannya tanpa tersisa membuat Dania semangkin terkejut, menangis sudah tidak berguna lagi baginya sekarang Ardian tidak akan mendengarnya. Tubuh Ardian terpaparkan jelas otot perutnya yang begitu kencang, tubuhnya yang sangat bagus.
Ardian kembali mencium Dania memberikan banyak tanda kepemilikan disekitar leher maupun dada Dania. Dania tidak mampu lagi melawan membiarkan Ardian menguasai dirinya.
Hingga dimana bagian yang paling Ardian tunggu, yaitu bagian dibawah sesuatu bagian bawah Dania robek sempurna dan mengalirkan darah, Dania memekik bahkan menangis.
"Maafkan aku Rilyi" Batin Dania air matanya mengalir
Selanjutnya hanya ada ******* kenikmatan yang terdengar disana.
Pagi begitu indah menampakan sinarnya, Ardian melenguh dirinya begitu ingat dengan jelas apa yang dilakukannya tadi malam bahkan saat melakukan nya Ardian sangat sadar sepenuhnya.
Ardian melihat ke sebelahnya mendapati Dania yang menangis memeluk selimut menutupi tubuh polosnya, Ardian ingin sekali mengulurkan tangannya menyentuh Dania menenangkan tubuh Mungil Dania yang tengah meringkuk, Namun niat itu diurungkan Ardian dirinya diam lalu melihat sebuah noda darah atas apa yang mereka lakukan tadi malam. Ardian berjalan ke arah kamar mandi membersihkan tubuhnya. Aliran shower itu seakan mengingat kejadian tadi malam dimana tubuh Dania begitu nikmat. Ternyata Dania begitu menjaganya. Tubuh Dania seakan candu Ardian sangat ingin mengulangnya lagi. namun dia juga merasa bersalah karena membuat Dania menangis.
Ardian selesai mandi namun Dania belum menyelesaikan tangisannya. Dania merasa bersalah kepada Rilyi dia merasa orang ketiga dalam rumah tangga seseorang. bahkan Ardian menghabiskan malam pertama bersamanya bukan bersama Rilyi.
Ardian melihat sekeliling kamar Dania yang terasa berubah, benar foto mereka Ardian tidak lagi melihat fotonya dan Dania disana.
Secepat itu kau melupakan kenangan kita Dania batin Ardian.
Ardian memakai bajunya melemparkan sebuah kartu kepada Dania, Dania yang heran lantas melihat ke arah Ardian yang sedang menggulung kemejanya.
"Kata sandinya ulang tahunmu, anggap saja ongkos jasamu tadi malam"
Deg!! Dania sangat terkejut dengan ucapan Ardian yang berkata ongkos jasa, jasa apa yang dimaksud Ardian apakah itu? Batin Dania sungguh menyakitkan baginya
"Kau anggap aku apa Ardian?" Tanya Dania dan hanya di balas senyuman miring Ardian pergi meninggalkan apartemen Dania.
__ADS_1
Dania menangis berjalan ke arah cermin melihat dirinya sekarang, merah-merah bekas tanda kepemilikan dari Ardian. Dania berpikir apakah Ardian menganggapnya seorang j*Lang. Dania membuang Kartu ATM yang diberikan Ardian tidak perduli seberapa banyak isinya.
Dania memilih membersihkan diri. sementara Ardian kini pergi ke kantor tidak pulang kerumah padahal dia bisa saja cuti karna baru saja melaksanakan pernikahan.