Antara Pilihan Dan Cinta Sang Ceo

Antara Pilihan Dan Cinta Sang Ceo
penawar obat


__ADS_3

"Mencari j*Lang"


Langkah Ardian dengan cepat langsung pergi sementara Rilyi hanya mematung di tempat, jika biasanya Ardian tidak membutuhkan supir kli ini dia membutuhkan Supir.


Supir mengendarai dengan terburu-buru melihat tuan muda yang wajahnya merah dia mengira akan ke rumah sakit namun tujuan lain lah yang tuju Ardian.


Tatapan mata Ardian seakan bisa mengiris siapa saja, supir menjadi bergidik ngerih semangkin menambah kecepatan mobil sekuat tenaga Ardian menahannya.


"Kau bisa lebih cepat!"


"Iya...iya tuan muda" Supir takut dengan Ardian namun saat ingin menambah kecepatan jalanan malah terlihat macet membuat supir menjadi kebingungan sendiri.


"Kenapa macet"


"Maaf tuan muda"


Padahal bukan supir yang membuat kemacetan tapi dia juga yang harus minta maaf kepada Ardian, Ardian mengatur nafasnya agar dirinya masih dapat terkontrol.

__ADS_1


"Keluarlah biar aku yang mengendarai"


Supir mengangguk paham langsung keluar membiarkan Ardian mengendarai dengan lihai padahal dirinya sudah di bawah kendali obat.


Kemacetan berhasil di lalui Ardian hingga dirinya kini tiba di parkiran apartemen mantannya, dengan cepat kaki panjang Ardian melangkah dengan terburu-buru, gedoran keras di lakukan Ardian agar orang yang berada di dalam sana cepat mendengarnya.


Dania menampilkan wujudnya dengan pakaian sedikit terbuka menahan pintu dengan tangannya matanya mendelik saat melihat Ardian di depan pintunya dengan wajah yang cukup merah.


"Ardian" gumam Dania.


Sekali dorongan Ardian langsung dapat membuka pintu Dania, Dania mundur saat Ardian mendekat, Ardian langsung memeluk tubuh Dania memberikan sebuah ciuman bahkan sesapan, tubuh Dania di tahan di dinding dengan kedua tangan yang berada di atas kepalanya.


Ardian tidak dapat menahan efek obat itu menggendong tubuh Dania menjatuhkannya ke kasur kembali mencium Dania menelusuri setiap titik sensitif Dania hingga terdengar suara ******* dari bibir mungilnya, Ardian tersenyum menang mendengar itu langsung saja Ardian ke intinya.


Hati Dania seakan tidak terima dengan respon tubuhnya yang menikmati saat Ardian menyentuhnya. Ardian kembali merasakan kenikmatan bukan kepalang yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata.


Permainan yang mereka mainkan terus berlanjut karena Ardian tidak dapat menghentikan nya, Dania hanya pasrah di bawah kukungan Ardian.

__ADS_1


Pagi kini menampakan sinarnya di balik jendela kamar kamar, Dania bangun dengan selimut yang membungkus dirinya dia melihat ke sebelah Ardian yang telah bangun duluan, tubuh kekarnya terpampang jelas dengan otot-otot perut yang kuat, tangan kekar yang berurat siapa saja yang melihatnya akan tergoda, tubuh bagian bawah Ardian terbalut selimut putih yang menutupi tubuh Dania.


Dania diam tidak berniat bergerak, agar Ardian tidak menyadari bahwa Dania sudah bangun dari tidurnya, percintaan semalam yang dilakukan dengan suami orang lain membuat hati Dania menciut dia sadar dia telah menjadi orang ketiga dalam rumah tangga Ardian dan Rilyi, air mata Dania tumpah dengan cepat Dania langsung mengusapnya agar Ardian tidak menyadari tangisannya. Apa yang harus dia katakan pada Rilyi Dania bercinta dengan suaminya? bodo sekali batin Dania dia harus bungkam demi rumah tangga Ardian dan juga Rilyi dia tidak ingin menyakiti Rilyi yang di hati Dania dia adalah wanita yang baik.


Ardian tahu bahwa Dania sudah bangun tanpa sengaja Ardian melirik Dania yang tengah menumpahkan air mata tadi, Dania mungkin berpikir apa yang baru saja terjadi Ardian memilih memandang lurus ke depan, Ardian bingung dia sudah menyerahkan sebuah kartu pada Dania namun tidak sepeserpun ada pemberitahuan melalui handphone nya tanda-tanda penarik kan yang di lakukan, Ardian sangat bingung alasan Dania menyelingkuhi dirinya apakah karena harta tapi harta Ardian jauh lebih banyak dari Kenzo, atau soal tampan Ardian jauh lebih tampan, Apakah Kenzo sudah menyentuhnya tapi diri Ardian lah yang mendapatkan keperawanan Dania pertama kali, Ardian gusar dengan pikirannya namun selingkuh adalah selingkuh Dania sendirilah yang memberitahunya dia mencintai Kenzo. Ardian mengepalkan tangannya marah


Dania bangun dari tempat tidurnya badannya terasa sakit dan pegal Ardian melirik ke sebelah Dania, Dania belum berani melirik Ardian yang kini menatapnya, Dania menggenggam erat selimut yang menutupi dada nya, Dania memutuskan bangkit untuk mandi membersihkan tubuhnya dia menarik selimut untuk menutupi tubuh namun Ardian malah menarik kembali selimut itu dengan kuat membuat Dania terjatuh di dekat Ardian pandangan mereka bertemu. Dania tertegun dia sangat rindu dengan tatapan lembut itu untuk dirinya tatapan yang biasa menyambutnya dengan sebuah senyuman kecil yang tidak pernah di perlihatkan untuk orang lain.


Ardian menatap dalam mata Dania, aroma tubuh Dania terhirup di Indra penciuman Ardian, Ardian ingin kembali menikmati Harun itu harum yang sangat di rindukannya harum yang hanya di miliki Dania seorang.


Dania berdiri menarik selimutnya membiarkan Ardian tanpa sehelai benang pun, Ardian hanya tersenyum sinis melihat punggung Dania yang menuju kamar mandi. Dania berjalan dengan teratih-atih hasil dari perbuatan Ardian membuat Ardian menyeringai.


Dania menikmati setiap tetesan air yang membasahi rambut hingga tubuhnya, bayangan Rilyi terus teringat di benak Dania saat dimana senyum yang sangat bahagia di tunjukkan Rilyi untuk para tamu, bahagia saat menggandeng Ardian dan bahagia untuk keluarganya, Dania tahu dari mata Rilyi dia mencintai Ardian bagaiman bisa Dania merusak pernikahannya.


Dania berusaha menghilangkan aroma tubuh Ardian ditubuhnya, percintaan malam itu begitu menyisakan banyak sekali tanda di tubuhnya. Dania merutuki diri kenapa dia menikmati nya menikmati itu dia bodoh.


Dania menatap nanar dirinya di cermin merasa sangat kotor apa lagi yang di pikirkan Ardian tentangnya wanita yang berselingkuh? murahan? atau wanita panggilan yang bersedia untuk memuaskan hasratnya itu terserah Ardian sekarang setelah ini Dania harus melupakan Ardian, melupakan sesungguhnya bukan dari pikirannya saja melainkan juga dari hatinya dia tidak mau Rilyi, dirinya ataupun Ardian tersakiti. Dania benar-benar harus menerima fakta bahwa Ardian sudah menikah dan istrinya adalah Rilyi orang yang statusnya sama dengan Ardian sangat cocok bukan seperti Dania yang sangat tidak pantas Drajat mereka berbeda.

__ADS_1


Dania masih menatap cermin sambil menggigit bibirnya, air matanya tumpah. sungguh dia membenci ini benci dirinya yang lemah, benci dirinya kesepian, benci dirinya yang tidak punya siapa pun, dan sangat membenci dirinya sendiri. Dia ingin berteriak sekeras mungkin untuk berkata dia tidak sekuat itu.


Dania diam menghapus air matanya, melilitkan handuk ke tubuhnya mengganti baju, Dania mengganti baju di kamar mandi dia tidak mungkin melakukan itu di dalam kamar.


__ADS_2