Antara Pilihan Dan Cinta Sang Ceo

Antara Pilihan Dan Cinta Sang Ceo
Dania diculik!!


__ADS_3

Suara manja yang siapa saja yang mendengarnya akan bernafsu namun, tidak bagi Ardian rasanya dia sangat ingin membanting handphonenya sekarang.


"Siapa Ardian?" Tanya Dania heran merasa bahwa Ardian sedang jijik.


"Orang aneh"


kembali ke meja makan melanjutkan aktivitasnya yang sempat terganggu.


"Bagaimana kalau kita pergi jalan-jalan"


"Hah benarkah?" Mata Dania berbinar seperti anak kecil yang mendapatkan sebuah hadiah, membuat Ardian tertawa kecil.


"Iya benar cepat ganti bajumu"


Dania hanya mengangguk cepat-cepat mengganti pakaian tidur yang digunakannya dengan sebuah dress simpel terkesan imut saat digunakannya.


"Yuk pergi" Ajak Dania.


Dania melihat baju kekasihnya tidak mungkin Ardian akan pergi ke taman bersamanya dengan menggunakan pakaian jas seperti ini. Dania tampak berpikir lalu pergi mengambil sesuatu.


"Ini" Ujar Dania menyerahkan sebuah Hoodie hitam dan celana panjang untung Ardian. Dania ingat bahwa Ardian pernah meninggalkan beberapa pakaian di apartemennya.


"uwahhhh!!!!!" Teriak Dania saat ini sedang menaiki roller coaster, sementara Ardian hanya berekspresi datar menaiki wahana ini.


"Hugh...lelah" Ujar Dania mengelap keringatnya.


"Sebentar aku pergi beli minum tunggu disini"


Dania memperhatikan orang yang sedang berlalu lalang melihat anak kecil yang tertawa riang bersama orang tuanya.


"Nona ikut kami" Ujar 4 orang pria dengan kaca mata hitam berserta masker mengerubungi Dania, Dania kini mulai takut.


"Siapa kalian! aku tidak akan ikut!" Ujar Dania memberanikan diri"


ke 4 pria itu saling melihat satu sama lain seperti memberi isyarat, baru saja Dania ingin berlari dan berteriak lengannya dicekal mulutnya langsung ditutup sapu tangan yang sudah di beri bius.


"Ardian tolong" Batin Dania sebelum kesadarannya perlahan menghilang.


Deg!!


minuman yang dipegang Ardian tumpah firasat mengatakan ada sesuatu yang terjadi pada Dania, Ardian langsung berlari ketempat Dania duduk benar saja, Dania sudah tidak ada disana.


pikiran Ardian gusar dimana kekasihnya, tidak mungkin Dania pergi dari tempatnya duduk sebelum kekasihnya tiba dia sangat paham sifat Dania.


"Dania!!" Teriak Ardian kesana kemari, menyakan orang apa melihat Dania hingga Ardian bertemu anak kecil menceritakan Dania pingsan dan di bawa 4 orang pria.


Ardian langsung saja melajukan mobilnya mencari sebisa mungkin namun dia tidak ada petunjuk dan dirinya berpikir siapa yang akan menculik kekasihnya.


Hingga dirinya berpikir bahwa Rilyi adalah dalang dari semua ini. Mobilnya melaju cepat dimana apartemen Rilyi berada. Ardian tahu dimana apartemen Rilyi karna orang tuanya Rilyi selalu menyuruh Ardian untuk menjemput Rilyi selalu, padahal Ardian sudah menolak.


Ardian datang langsung menyeret masuk Rilyi.


"Dimana Dania"

__ADS_1


"Hah? Dania?"


"Dimana Dania!!" Bentak Ardian kemarahannya menggebu.


"Aku tidak tahu dimana Dania, aku hanya di apartemen sedari tadi"


Ardian mencengkeram kuat pipi Rilyi membuat Rilyi menggenggam tangan Ardian takut. Rasanya Ardian bisa langsung membunuhnya.


"Dimana" suara Ardian terdengar seperti mengancam saat ini. Rilyi sungguh menangis dia hanya sanggup menggeleng.


Ardian menghempaskan tubuh Rilyi dilihat dari ekspresinya Rilyi memang jujur.


"Agghhh"


frustasi Ardian berpikir tempat paling sepi dan jarang didatangi entah kenapa Ardian berpikir disebuah pabrik terbengkalai. Ardian menelpon Ardo untuk mengikuti nya membawa beberapa pengawal.


"Dania tunggu aku"


Dania melihat sekeliling dia sudah bangun dari pingsannya banyak orang disekitarnya. tatapan orang-orang melihatnya dengan penuh nafsu.


"Gadis cantik" Ujar seorang pria mendekati Dania.


"Tahan dirimu tuan bilang tidak boleh menyentuhnya" ujar seorang pria yang sepertinya ketua di tempat itu.


"Siapa kalian! lepaskan aku!" Teriak Dania.


"Kami bisa melepaskan mu asal kau menjauh dari Ardian"


"Tidak mungkin!!" Ujar Dania penuh keyakinan.


"Aku sudah menelpon tuan Rey, jika prempuan ini masih menolak kita bebas melakukan apa pun"


Rey batin Dania bukankah itu ayah Rilyi bagaiman bisa?


"Jika kau tidak ingin kami menggunakan cara kasar, menurut lah jauhi Ardian"


"Tidak!!"


"Hajar dia"


Babak belur sudah Dania saat ini luka lebam ditubuhnya dirinya hampir pingsan Dania terus berharap Ardian akan menolong dirinya disini.


"Kau begitu tangguh, baiklah karna kau tidak menyerah, kami akan menggilirmu disini"


Dania ketakutan.


"Tidak!" Teriak Dania saat para pria itu mendekatinya.


Brakk!!


"Dania!" Ardian melotot melihat Dania yang babak belur dan menangis saat ini.


Mata Ardian seperti pisau dirinya seakan hilang kendali, sekarang Ardian menghajar semua orang disana bersama pengawal yang dibawanya.

__ADS_1


"Ardian" gumam Dania yang sudah lemas.


Semua sudah dibantai Ardian, bajunya sudah berlumur darah dari orang yang dihajarnya tersisa ketua dari yang menangkap Dania, Ardian tersenyum sangat menyeramkan ketua itu dicekik Ardian diangkatnya.


"Katakan sapa yang menyuruhmu"


"egghhhh" Ardian mencekik dengan sangat keras membuat orang itu kehabisan nafas dan pingsan. Ardian langsung menjatuhkannya.


Langsung mendatangi Dania yang sudah pingsan. Tangan Ardian bergetar ketakutan dengan keadaan kekasihnya yang sudah tidak berdaya.


"Maafkan aku Dania aku terlambat" Ujar Ardian membawa Dania kepelukannya.


"Ardian"


Dania memanggil Ardian, tanpa pikir panjang Ardian langsung menggendong Dania membawanya ke rumah sakit.


Dania di rawat di rumah sakit Ardian berputar-putar khawatir menunggu kabar dari dokter.


"Dokter bagaimana keadaan kekasihku"


"Kami sudah mengobati lukaknya, tidak ada luka serius hanya beberapa memar dibagian tubuhnya perlu dirawat inap" Ujar sang dokter


Ardian marah sangat marah tapi dia bisa bernafas lega tidak ada lukak yang cukup serius.


"Pasien sudah bisa dikunjungi"


Ardian masuk ke dalam melihat wajah cantik Dania sekarang pucat kulit mulusnya dipenuhi dengan lukak


bahkan aku saja tidak tega melihatmu menangis bagaimana ada orang yang bisa berbuat begini kepadamu aku sungguh maaf Dania jika saja aku lebih cepat ini tidak mungkin terjadi. Batin Ardian.


Ardian berpikir keras siapa dalang dari semua ini berani-beraninya dia mengganggu kekasih Ardian


Ardian memegang tangan Dania menatap wajah kekasihnya padahal dia lelah tapi dia tetap terjaga dari tidurnya untuk menjaga Dania sampai Dania bangun.


Hari sudah pagi Ardian masih saja menatap wajah Dania jari Dania bergerak perlahan begitu juga dengan matanya yang perlahan terbuka.


"Dania" panggil Ardian perlahan.


Mata Dania terbuka hal yang pertama dilihatnya wajah Ardian yang terlihat khawatir, Dania tersenyum manis menatap Ardian.


Bahkan saat kau terluka seperti ini kau masih tersenyum manis Dania batin Ardian sedih.


"Ardian"


"Aku akan panggil dokter"


"Tidak, aku mau melihatmu" Ujar Dania dengan suara seraknya.


Ardian menuruti Dania.


"Aku beruntung diselamatkan olehmu Ardian, aku percaya kau pasti akan datang terima kasih" Ujar Dania.


"Dania maafkan aku, aku terlambat jika aku cepat kau tidak mungkin terluka seperti ini" Dania mememegang pipi Ardian mengusapnya perlahan, Ardian memegang tangan Dania menikmati usapan itu.

__ADS_1


"Katakan siapa yang berbuat seperti ini kepadamu"


__ADS_2