
"tidak!!"
"kalau begitu aku akan pulang hari ini" Ujar Dania mengambil tasnya.
"Aku antar"
"Ardian hari ini pulihkan tubuh mu dahulu" Perintah Dania.
Ardian mengambil kunci mobil memakai jaket nya untuk mengantar Dania, alis Dania berkerut melihat itu. Dania melipat tangannya di dada melihat Ardian.
"Ardian aku pulang dengan supir"
"Tidak, kau akan aku antar"
"Ardian menurut lah, jika tidak aku akan marah!!" ancam Dania membuat Ardian diam terlihat lesu.
"Ardian besok kau bisa menjemputku" Ujar Dania mendekat kan diri mengalungkan tangannya ke Ardian.
"Bolehkah aku pulang" Ujar Dania tersenyum.
"hmmm"
"Ardian" panggil Dania namun Ardian tidak menjawab kini Ardian sedang berada di mode cueknya.
"Baiklah kalau begitu aku pulang selamat malam Ardianku" Ujar Dania melangkah pergi, sudut bibir Ardian sedikit terangkat, Ardian tersenyum tipis.
Dania tiba di rumah dan menyiapkan keperluan untuk dirinya bekerja besok, dia mencoba kemeja dan rok yang akan di gunakanya.
"Huh Dania semangat!" Ujar Dania memberi dukungan untuk dirinya sendiri sebelum tidur.
Pagi ini dirinya bangun sangat awal dia menyiapkan dirinya berdandan tipis agar terlihat natural. Wajahnya yang sangat cantik di dalam cermin.
Teleponnya berdering tertera nama Ardianku di sana membuatnya cepat-cepat turun dan melihat Ardian seperti biasa sedang bersandar di mobil.
Ardian yang tadinya hanya menunduk kini mengangkat kepalanya melihat kekasihnya datang. Alis Ardian kini berkerut menatap pakaian yang digunakan Dania sedikit ketat membuat lekuk tubuh Dania terlihat.
"Ardian" panggil Dania.
Ardian yang di panggil masih memandang Dania dengan alisnya yang berkerut bahkan ekspresi nya datar.
"Ardian. kenapa?" Tanya Dania bingung.
Ardian hanya diam langsung mendorong Dania masuk ke dalam mobil, membuat Dania bingung. Dirinya kini jatuh dengan posisi tertidur di dalam mobil karna dorongan yang di buat kekasihnya tadi. Ardian kini berada di atas tubuh Dania nafas dari Ardian sangat dekat dengan dirinya bahkan Dania dapat merasakan suara detak jantung dari Ardian. Jantung Dania berdetak kencang karena posisinya sekarang yang berada di bawah Ardian.
"A..Ardian kenapa?"
"..."
"Ardian" panggil Dania namun Ardian hanya mendekatkan bibirnya ke bibir Dania di sana, Dania menahan bibir Ardian dengan tangannya yang sedikit lagi akan menyentuh bibirnya.
"emmm" Ujar Dania memelas. Ardian yang gemas melihat itu diam tersenyum.
"Dania jangan perlihatkan ekspresi seperti itu"
"hmmm?"
__ADS_1
"Bagaimana jika aku memakanmu" Ujar Ardian tersenyum miring membuat Dania bergidik ngerih.
Ardian bangkit dari atas tubuh Dania membenarkan dasinya.
"Dania kenapa kau pakai baju itu" kesal Ardian.
"Hah kenapa Ardian? Bukannya ini cantik"
"itu terlalu ketat. cari yang lain!"
"Tapi Ardian, hanya ini baju yang cocok menurutku untuk di kantor mu" Ujar Dania memelas, Ardian kini langsung menatap Dania membuang nafasnya mengelus kepala Dania.
Kini Ardian dan Dania tiba di kantor, banyak mata yang tertuju pada mereka. Apalagi sedari tadi Ardian terus memeluk pinggang Dania posesif, seakan Dania akan lari dari jangkauannya. Bahkan saat ada karyawan pria yang menatap Dania akan di hadiahkan tatapan tajam oleh Ardian.
Bahkan sudah seperti itu masih saja ada yang berani menatap Dania.
"cih" Decih Ardian membuat Dania heran.
Mereka kini sudah berada di ruangan Ardian, Ardian langsung menggendong Dania mengangkat Dania di atas meja membuat Dania kaget.
Ardian menatap tajam wajah Dania, Dania menatap Ardian dengan pandangan polos tidak mengerti.
Kini Ardian menatap wajah Dania dari atas hingga bawah.
"Ck sial!! dia seksi" ujar Ardian dalam hati.
"Rasanya aku ingin menculik mu"
"Tapi hari aku akan bekerja, bagaimana jika tuan muda menculik ku lalu membawaku ke ruang kerjaku"
"Tidak, aku ingin mempunyai ruangan sendiri dan menjadi asisten yang baik" Ujar Dania.
"hmmm baiklah"
"kalau begitu turunkan aku" ujar Dania merentangkan tangannya, Ardian langsung mengangkat Dania turun dari meja.
Ardian sendiri lah yang mengantar Dania ke ruangannya tanpa memerintah Ardo yang mengantar.
"Ini ruanganmu"
Dania yang terkejut melihat ruangannya sangat mewah bahkan hampir sama dengan ruangan milik Ardian.
"Ardian kau yakin aku di sini"
"iya, kau tidak menyukainya?"
"bukan, tapi ini aku hanya karyawan baru" Ujar Dania merasa tidak enak.
"Bagaimanapun diruanganku" Ucap Ardian.
Dania hanya bisa menerima ruangan barunya dirinya kini berhadapan di depan komputer kini dia teringat bahwa biasanya dirinya hanya akan mengantar makanan kini dirinya duduk di sebuah kursi dan mengetik komputer.
Pekerjaannya sudah ada di mejanya bekerja, namun dia sedikit heran karna pekerjaannya mudah tidak sesulit yang dia bayangkan, bahkan sangat santai.
Dania kini pergi berkeliling kantor karena jam istirahat kerja dan masih ada saja orang yang memperhatikannya namun Dania hanya tersenyum menanggapinya.
__ADS_1
Dania bahkan ke toilet kantor padahal di ruangannya ada toilet.
"Apa kau tahu?"
"apa?"
"Wanita yang bersama CEO Ardian tadi? kira-kira teknik apa yang di gunakanya untuk menggoda seorang tuan muda"
Dania yang tadinya memasuki toilet mendengar suara itu mengunci dirinya di sana, mendengarkan obrolan dua orang karyawan itu.
"maksudmu dia hanya mainan CEO kita"
"ku pikir begitu, lihat lah baru saja bekerja tuan muda memberikan ruangan spesial untuknya bahkan mengantarkannya sendiri"
"yah aku dengar jangan ada yang mempersulit dirinya"
"Sudah jelas bukan dia wanita liar yang pandai menggoda"
Dania yang mendengar perkataan itu mengepalkan tangannya marah.
"Aku pikir kau mungkin salah, tuan muda Ardian sendiri lah yang berkata bahwa wanita tadi kekasihnya"
"kau tidak akan tahu wanita tidak akan pernah tau wanita liar penggoda"
Dania yang sudah geram mendengar itu memutuskan keluar dari kamar mandi melihat tajam ke arah wanita itu.
"Tolong jaga omongan mu!!" Ujar Dania langsung meninggalkan tempat itu, dia tidak ingin kesan pertamanya buruk di kantor ini.
"Huhhh ada-ada saja, baru hari pertama" Batin Dania.
kring....
Telepon Dania tiba-tiba berbunyi panggilan dari Ardian masuk yang menyuruhnya untuk ke ruangan Ardian, Dania pun langsung bergegas kesana.
tok-tok
"masuk"
Dania pun masuk di sana, baru langkah pertama Ardian langsung mengangkat kepalanya seakan tahu bahwa itu adalah hentakan kaki dari Dania.
"Kenapa mengetuk pintu?" Tanya Ardian.
"Bukannya aku harus sopan pada atasanku, TUAN MUDA" jawab Dania melipatkan tangannya di dada menekankan kata tuan muda.
Ardian hanya terkekeh pelan lalu menyuruh Dania duduk di dekatnya.
"ini jam makan siang kenapa kau tidak masuk ke kantor ku"
"Aku hanya ingin berkeliling melihat-lihat perusahaan milik kekasihku"
"Setidaknya kau harus isi perutmu"
Dania memerhatikan pekerjaan milik Ardian sangat banyak, bahkan sama sekali tidak sebanding dengan miliknya dia juga merasa kasian pada kekasihnya dirinya baru saja sembuh sudah di berikan pekerjaan sebanyak ini.
"Ardian"
__ADS_1