Antara Pilihan Dan Cinta Sang Ceo

Antara Pilihan Dan Cinta Sang Ceo
Rencana pernikahan


__ADS_3

Mata Ardian menerjap dia belum sepenuhnya sadar dari mabuknya, kamarnya sungguh berantakan bau alkohol yang menyeruak dimana-mana. Ardian berjalan sempoyongan ke kamar mandi mencuci wajahnya di wastafel.


Ardian melihat kaca memperhatikan wajahnya, "kantung matanya sudah berubah menjadi hitam, tiba-tiba bayangan cermin yang awalnya dirinya berubah menjadi Dania.


Bruakk...


Ardian memukul cermin itu membuatnya hancur berkeping-keping seperti yang di rasakan hatinya. Kenangan semalam begitu mengguncang Ardian, masih mengira bahwa ini semua hanyalah mimpi semata yang dia kira harus secepatnya bangun namun tidak dia harus menerima bulatnya kenyataan pahit ini.


Ardian membersihkan dirinya agar bisa menghilangkan seluruh wangi alkohol disana. dia melilit handuk dipegangnya mencari ponsel dan menatap nanar wallpaper ponsel itu. wajah Dania.


Ardian membanting ponselnya, tiba-tiba saja Diandra masuk ke dalam melihat banyak sekali botol alkohol disana Diandra geleng-geleng kepala dengan apa yang dilakukan putranya Diandra pikir ada sangkut pautnya dengan Ardian yang tiba-tiba menyetujui menikahi Rilyi.


"Ada apa!" Tanya Ardian dengan sorot mata tajam.


"Lihat kelakuan sekarang kau bukan lagi seperti putra terhormat keluarga Alzy"


"Aku bukan lagi keluarga Alzy"


"Tidak kau selamanya Alzy tidak akan berubah, hari ini aku datang memberi tahu mu bahwa pernikahanmu dengan Rilyi akan dilaksanakan seminggu lagi sebaiknya kau mempersiapkan diri" Ardian melotot mendengar perkataan ayahnya yang membuat kepala Ardian semangkin sakit.


"Aku sudah bilang aku tidak mau"


"Kau sudah menyetujuinya tadi malam, aku sudah membicarakannya dengan keluarga Rilyi, mereka sangat senang mendengarnya. bagaimana pun semua sudah dipersiapkan bahkan undangan akan di sebar"


"Apa?!" Ardian semangkin bingung apa yang dikatakannya tadi malam dengan ayahnya, apa yang dikatakannya tadi malam dia sungguh tidak ingat apakah Ardian mengatakan saat mabuk dan ingin membalas perlakuan Dania yang sedang selingkuh.


namun apalagi yang harus dia harapkan dari Dania wanita yang menyelingkuhi nya, dia hanya bisa menyetujui ayahnya walaupun tidak ada rasa sama sekali di hati Ardian untuk Rilyi.

__ADS_1


Dania jangan menyalahkan ku, kau lah yang mengkhianati cintaku hingga membuatku terpaksa menerima orang lain mulai sekarang kita tidak ada hubungan apa pun batin Ardian berkata sebelum dia pergi ke kantor.


Ardian masuk di koridor kantor, tidak ada yang berani menegur sapa dirinya, ekspresi Ardian sungguh menakutkan dan dapat menelan siapa saja bila ada yang berani mengajaknya berbicara. Bahkan Ardo sendiri mau menyampaikan sesuatu hal tidak berani.


Asisten datang membawa kopi namun dia bukanlah Dania, dia orang yang baru saja bekerja. Ardian menaikan sebelah alisnya tanda bertanya kepada Ardo yang sudah paham.


"Tuan nona Dania tadi pagi-pagi menyerahkan surat permunduran diri pada saya" Ujar Ardo panjang lebar.


"CK"


"Dan" Ucapan Ardo terpotong melihat ekspresi Ardian seperti singa kelaparan, tangannya memegang erat gelas itu siap-siap menunggu jawaban Ardi.


"Dan nona Dania berpesan untuk tidak mengganggu dan jangan mengganggu bisnis Kenzo, hubungan kita berakhir"


"Heh berakhir?" Ardian tersenyum sinis membanting kopi yang baru saja di dihidangkan untuknya dimeja. Membuat asisten begitu juga Ardo terkejut.


"KELUAR!!"


sementara disisi lain Dania selesai memberikan surat pemunduran diri namun rasa bersalahnya pada Ardian masih terus berlanjut, sungguh Dania sakit melihat Ardian yang hilang kendali semalam.


dia duduk di taman mencoba lagi perusahaan yang mau menerimanya untuk bekerja, sebentar lagi adalah hari kelulusannya jadi Dania cepat-cepat mencari kerja agar tidak menganggur dan juga sekalian mencoba melupakan Ardian.


Mencari-cari dan terus mencari, Dania malah bekerja di perusahaan yang dekat dengan perusahaan Ardian namun dia harus berusaha tegar mengabaikan hal-hal yang pernah menjadi kenangan dirinya dengan Ardian.


***


Ardian sedang mengumpul di acara milik keluarganya disana juga terdapat Rilyi yang tampil sangat cantik di malam ini, dirinya senang karna Ardian dapat menerima perjodohan mereka berdua, namun dia juga merasa sedih untuk Dania.

__ADS_1


"Hahaha akhirnya sebentar lagi aku akan mempunyai menantu hebat" Ujar Rey yang tertawa dengan segelas minuman ditangannya begitu juga dengan Sani yang antusias memberikan senyuman palsu.


"Haha begitu pun kami yang akan mempunya menantu cantik" Puji dari Diandra yang membuat Rilyi tersenyum malu. Ardian hanya diam ditempat tidak berniat bergabung pada acara palsu itu.


Rilyi mencoba untuk duduk di sebelah Ardian namun Ardian hanya memberikan tatapan tajam seakan tidak mengizinkan ada orang untuk disebelahnya siapa pun itu, pikirannya masih kacau dan dipenuhi ribuan pertanyaan. Menikah adalah menikah itu yang akan sebentar lagi dia lakukan Ardian hanya dapat tersenyum kecut.


Ardian mengambil kunci mobilnya langsung meninggalkan acara itu tanpa pamit dia sungguh jengah berada disana.


Rilyi menatap Ardian pergi melaju dengan mobilnya tatapannya menjadi sedih, dia tahu Ardian sama sekali tidak mencintainya. namun dia yakin Ardian pasti akan mencintainya ketika dia berusaha.


Rilyi menghubungi Dania mengajaknya bertemu di suatu tempat. Dania setuju ada hal yang akan mereka bahas.


Disini mereka sekarang sedang menaiki ayunan.


"Dania terima kasih, papaku tidak jadi untuk menikahkan adikku dengan tuan Tama"


"Jadi dia setuju untuk menikahi mu"


"Iya Dania, dia akhirnya setuju"


Dania mengatupkan bibirnya sebisa mungkin tidak menangis dengan apa yang dikatakan Rilyi. Hati Dania seakan ditarik paksa padahal ini yang dia mau agar semua orang bahagia. Dania mengangkat kepalanya yang tadi menunduk kini menatap Rilyi.


"Perlakukan dia dengan baik. Jangan biarkan air matanya jatuh, suruh dia jangan bergadang, jangan sampai terlalu sering pulang larut, dan buatlah dia jatuh cinta padamu" Dania tersenyum namun air matanya tumpah.


"Bolehkah aku datang ke acara pernikahan kalian, aku ingin melihat bagaimana pria ku akan menikah, oiya hahaha dia bukan lagi pria ku dia akan menjadi suami mu" Air mata Dania semangkin deras, dia menatap langit malam yang begitu Sunyi dengan senyuman manis yang begitu menghanyutkan juga menyayat hati siapa pun yang melihatnya.


"Aku pasti akan mengundang mu ke acara pernikahan ku nanti" Rilyi ikut menangis menyaksikan bagaimana berdosanya dia mengambil pria yang begitu di cintai gadis yang tidak bersalah ini, sungguh dia sangat egois. Rilyi hanya mampu mengucapkan beribu kata maaf untuk Dania di dalam hatinya meskipun Dania tidak dapat mendengarnya.

__ADS_1


Dania mengelap air matanya, namun beningnya buliran air itu seakan terus memaksa untuk keluar. Dania menutup mulutnya sesegukan di mulutnya tidak dapat berhenti.


"Suruh dia makan sayur yaa, dan jadilah istri yang baik untuknya" Dania menutup matanya sambil tersenyum dengan sebutir air mata yang jatuh Rilyi hanya mengangguk seakan berjanji kepada Dania.


__ADS_2