
Rilyi bangun dari tidurn mendapati diri yang masih sendiri dan tidak melihat kehadiran Ardian disampingnya, Kelopak mawar yang berada di tempat tidur kini berserakan, dirinya mengambil satu kelopak yang terlihat sudah layu dan tidak lagi segar seperti tadi malam, dirinya tersenyum nanar pernikahan ini sungguh diluar dugaan Rilyi.
Rilyi pulang kerumahnya untuk membenahi pakaian, karna dia sudah menjadi istri Ardian tentu saja dia harus mengikuti suaminya kapan pun dan dimana pun. Rilyi mendapati adiknya Kethie sedang duduk menonton tv, Kethie memiliki tubuh yang lemah dari lahir tidak dapat dibayangkan jika kethie menikahi direktur Tama seperti apa nasib adiknya yang malang itu.
"Kethie" Panggil Rilyi, Kethie langsung menoleh mendapati Rilyi dan beberapa koper. Kethie langsung berlari ke pelukan Rilyi menangis.
"Kakak cepet banget nikahnya yang nemenin Kethie siapa disini" Rilyi mengusap air mata adiknya yang baru berusia 16 tahun itu.
"Kan ada mama sama papa disini" Kethie menggeleng karena selain mamanya Rilyi lah yang paling dekat dengannya.
Tanpa di sadari, Sani melihat kedua anaknya saling berpelukan matanya berkaca-kaca lalu tersenyum, mendekati kedua putrinya ikut berpelukan mencium satu persatu kening anaknya.
"Kalian anakku yang paling ku sayangi, Rilyi jaga dirimu disana ya nak " Ujar Sani, Rilyi mengatupkan bibirnya lalu mengangguk setuju.
Rilyi melangkah meninggalkan perkarangan rumahnya masuk ke dalam mobil untuk mengantar dirinya ke rumah Ardian, dia menoleh kebelakang melihat mama dan adiknya melambaikan tangan untuknya, Rilyi tersenyum. Ini yang harus dia lakukan demi Kethie, tidak masalah Ardian tidak menyukainya yang penting aku menyukainya dan Ardian akan mencintaiku juga lama kelamaan. Batin Rilyi.
Rumah mewah yang kini tepat didepan mata Rilyi adalah milik Ardian dan akan ditinggali olehnya juga, Rilyi masuk disambut oleh beberapa pelayan Ardian. Rilyi hanya duduk di sofa menunggu kedatangan suaminya, Rilyi belum berani untuk meletakan barang-barangnya.
***
Tubuh Dania hampir seluruh dipenuhi ciuman dari Ardian, dia bingung bagaimana caranya menutupi lagi. Hati Dania tidak henti-hentinya meminta maaf pada Rilyi, Dania tidak mungkin mengatakan apa yang dilakukan Ardian, itu bisa menghancurkan rumah tangga yang baru mereka bangun. Hatinya masih sakit bagaimana Ardian melemparkan kartu itu untuk Dania. Apakah Ardian sungguh menganggapnya j*Lang? entahlah hatinya sungguh bertanya-tanya.
Dania belum makan sedikit pun, Dania terus menatap cermin betapa bodohnya dia. Kejadian itu sangat menyakitkan hati Dania, bagaimana pun dibayangannya Dania, Ardian adalah pria yang lemah lembut tidak suka memaksa tapi malah Ardian melakukan hal itu padanya.
__ADS_1
Dania berjalan ke arah tempat tidur untuk merebahkan diri tubuhnya terasa pegal, dia melihat kasurnya tempat bagaimana dia melakukan hal intim dengan Ardian dia lupa dia belum mengganti sprainya.
***
Tepat pukul 11 malam Ardian pulang kerumah tidak biasanya Ardian pulang selarut itu, Ardian akan pulang sangat malam jika saja ada pekerjaan yang sangat penting dan harus dikerjakan secepatnya.
Ardian melihat Rilyi yang sudah tiba dirumahnya, Rilyi tampak kelelahan, namun masih setia untuk menunggu kepulangan suaminya disana.
Berjam-jam Rilyi menunggu akhirnya dia melihat Ardian, Rilyi bangkit namun kakinya sangat lemas karena terus menunggu di sofa. Ardian mendekati Rilyi membuat Rilyi merasa begitu senang.
"Mas kamu pulang" Panggil Rilyi, Ardian dipanggil seperti itu lantas heran, namun diam saja menyerahkan beberapa lembar kertas kepada Rilyi.
"Ini?" Tanya Rilyi membolak-balik lembar itu.
"Itu kontrak perjanjian pernikahan ini, kita bercerai setelah 2 tahun kita menikah, kau boleh membacanya"
"Ini tidak bisa begini mas" Ujar Rilyi membuat kedua alis Ardian berkerut.
"Orang tua kita tidak akan setuju, bagaimana mungkin kita melakukan ini"
"Masalah itu pikirkan nanti aku hanya mau kau tanda tangan, dan lagi baca kontrak itu terlebih dahulu, itu tidak akan merugikan mu"
Rilyi membaca kontrak yang berisi. pihak A adalah Ardian dan pihak B adalah Rilyi. Pihak A akan tetap menafkahi pihak B selama menikah setiap bulannya, Pihak A akan memberikan kompensasi setelah bercerai kepada pihak B, Setelah bercerai pihak A dan B bebas melakukan hubungan dengan siapa pun. dan masih banyak lagi isinya yang tidak satu pun merugikan untuk Rilyi.
__ADS_1
Rilyi diam bingung, dia takut pada sang ayah jika dia bercerai ayahnya akan menikahi sang adik yang masih kecil, namun dia juga harus tanda tangan melihat Ardian yang seperti memaksanya melalui sorot mata hitam itu.
"Aku sungguh tidak bisa menanda tangani nya, mas aku sungguh mencintaimu" Ujar Rilyi matanya berkaca-kaca.
"Aku tidak mencintaimu dan tidak akan pernah, dari pada menyakitimu lebih baik tanda tangani lah surat perjanjian kontrak itu" Rilyi sukses menangis mengambil pulpen dan menanda tangani surat itu lalu menyerahkan ke sang suami Ardian.
"Di lantai tiga dan lantai bawah ada banyak kamar, kau bebas memilih. Lantai 2 itu kamarku dan ada juga ruang pribadiku tidak sembarangan yang bisa masuk" Ujar Ardian langsung melangkahkan kakinya pergi setelah mengatakan itu.
Rilyi terduduk lemas di dinginnya lantai rumah Ardian, dia menangis Ardian begitu dingin kepadanya. padahal Rilyi didepannya namun Ardian seperti memandang ke arah lain.
Tidak apa-apa Rilyi bukan berarti kau terlambat, dalam waktu 2 tahun kau harus bisa membuat Ardian jatuh cinta padamu. batin Rilyi menyemangati diri sendiri lalu menyeret kopernya dan meminta tolong pelayan disana mencarikan sebuah kamar untuknya.
Rilyi merapikan barang-barang miliknya, dia meletakan Foto pernikahan dirinya dan Ardian disana, Rilyi begitu beruntung dia menikahi sesosok tampan seperti Ardian. Rilyi diam memandangi foto itu. lalu mengambil handphonenya menghubungi Belia sahabatnya.
"Halo bel"
"Ada apa Rilyi, bagaiman rumah Ardian?"
"Bel hiks...hiks"
"Hah ada apa? kenapa kau menangis? tunggulah besok aku akan kesana kirim alamat mu kepadaku oke"
Rilyi hanya menjawab iya lalu mematikan handphone nya, beruntung bagi Rilyi mempunyai sahabat seperti Belia yang begitu mengerti dirinya saat Rilyi butuh cerita Belia adalah orang yang selalu mendengarkannya, Belia merupakan sosok paling pemberani di mata Rilyi.
__ADS_1
Rilyi kembali membaca kontrak pernikahan salinan yang untuknya sedangkan yang asli ada di tangan Ardian. Selama ini Rilyi bertanya-tanya bagaimana Ardian setuju menikahinya bukannya dia sangat mencintai Dania begitu pun juga Dania yang sangat mencintai Ardian.
Sungguh pernikahan ini tidak yang seperti Rilyi bayangkan bagaimana dia melihat layaknya suami istri normal yang akan berbagi ranjang, namun dia malah menjalani pernikahan yang didasari perjodohan orang tua bukan cinta layaknya sepasang kekasih umumnya.