Antara Pilihan Dan Cinta Sang Ceo

Antara Pilihan Dan Cinta Sang Ceo
Hari kelulusan dan sebuah buket


__ADS_3

Hari dimana yang Dania tunggu tiba saat semua orang memakai baju wisuda berfoto bersama keluarganya dengan tawa lepas melepaskan masa-masa perkuliahan untuk masuk ke dunia kerja Dania hanya diam dibawah rindang pohon melihat-lihat gadis sebayanya yang sibuk mengambil Selfi yang akan menjadi kenang-kenangan nanti.


Dania tersenyum tipis, tidak ada satu pun orang yang mengajaknya untuk berfoto dia hadir sendiri di saat semua orang datang bersama keluarga. Dania melamun hingga seorang kameramen menghampirinya.


"Kak giliran kakak untuk foto"


"Ohhh iya kak"


"Oiya ini foto bareng keluarga, keluarga kakak dimana yaa?"


Seketika mata Dania memanas mendengarnya namun Dania dapat menahan, ini hari yang bahagia setelah Dania berusaha melalui semuanya dia tidak boleh menangis.


"Gak usah kak saya sendiri aja" Ujar Dania, kameramen hanya mengangguk lalu memfoto Dania. Dania tersenyum dengan mata yang tertutup.


Manis sekali batin kameramen memandangi hasil jepretan.


"Makasih" Ujar Dania setelah selesai berfoto.


Dulu Dania berharap Ardian datang dan akan menjadi keluarganya yang menemaninya berfoto, namun sekarang Dania lah yang harus mengubur angan-angan itu Ardian telah berkeluarga. Dania masih duduk memperhatikan semua orang yang di bawakan buket, diucapkan selamat, dipeluk Dania membayangkan jika dia berada di posisi orang yang dilihatnya pasti dia sangat bahagia sekarang. Namun Dania cukup bahagia karna nilai yang dia peroleh hasil perjuangannya sangat memuaskan.


Dania memilih untuk ketempat cukup sepi di kampunya, Dania tidak sadar ada yang mengikutinya dari belakang, matanya kini memerah dia menggigit bibir bawahnya tubuhnya merosot ke dinding menangis.


Ardian sedari tadi sudah tiba di kampus Dania, dia melihat Dania seorang diri di bawah pohon tanpa keluarga ataupun teman yang mendatanginya di saat semua orang sibuk dengan mengambil foto ataupun ber-selfie, Ardian bertanya kepada orang-orang kampus tentang Dania barulah sekarang dia mengerti Dania seorang diri tidak memiliki teman karena sebuah rumor yang mengatakan dia seorang simpanan CEO. Ardian sangat kesal dengan rumor aneh itu namun juga merasa bodoh tidak pernah mencari tahu tentang Dania. Namun apa hak nya Dania telah berpacaran dengan orang lain Ardian tidak dapat melupakan itu namun dia juga merasa aneh kenapa dia harus mendatangi kampus Dania melihat kelulusan mantan kekasihnya itu padahal dendam di hati Ardian belum usai, apakah karena dia pernah berjanji ke Dania.

__ADS_1


Ardian berdiri dengan sebuah buket besar yang sengaja di belinya, Ardian masih mendengar kan tangis Dania di balik tembok penghalang itu sungguh rasanya Ardian tidak dapat menahan diri untuk memeluk tubuh mungil Dania namun itu tidak mungkin Dania sudah memilik kekasih bahkan Ardian telah menikah mengingat pernikahannya membuat Ardian kesal.


Dimana Kenzo dia dia tidak datang bukannya dia kekasih Dania batin Ardian mengepalkan tangannya marah.


Dania menghapus air matanya bersiap untuk kembali melanjutkan beberapa acara yang belum selesai, Ardian bersembunyi menghindari Dania. Ardian tidak sengaja melihat mahasiswi yang lulus lewat di depannya.


"Hei" Ujar Ardian, gadis yang dipanggil itu menoleh langsung terpesona melihat Ardian yang sangat tampan. Tentu saja gadis itu kenal CEO Ardian yang kabarkan baru saja menikah.


"I..iya"


"Berikan buket ini kepada gadis itu" Tunjuk Ardian pada Dania, gadis itu merasa kecewa dia mengira buket mawar besar ini untuknya ternyata untuk Dania gadis simpanan.


Dengan wajah tidak enak gadis itu menghampiri Dania, langsung memberikan buket dengan kasar.


"Ini buat kau!"


"Bukan dari aku, iya banget ngasih buket seorang simpanan!"


Dania diam memandangi buket bunga besar yang jika di pandang dari semua yang ada disana milik Dania lah yang paling mahal juga besar. Dania bingung siapa yang mengirim apalagi tiba-tiba prempuan itu marah dengannya belum Dania menjawab malah dia sudah pergi terlebih dahulu. Dania hanya menarik nafas pasrah. Ardian masih disana melihat Dania yang tangah tersenyum senang dengan buket pemberiannya.


Seorang pria menghampiri Dania memberi buket yang besarnya hampir sama dengan yang baru di terimanya, hanya membedakan satunya mawar merah dan yang satunya adalah mawar biru.


"Ini bunga buat kakak pengirimnya ada dalam surat" Ujar pria langsung pergi.

__ADS_1


"oiya makasih banyak" Dania heran tangannya cukup kerepotan dengan kedua buket ini. Dania duduk meletakan buket mawar merah di sebelahnya untuk melihat isi surat dari mawar biru.


YOUR SECRET FAN


Dania bingung siapa penggemarnya, dia tidak pernah tampil menonjol disini yang ada hanya rumor buruk tentangnya tapi dia memiliki penggemar cukup aneh bagi Dania. Ardian masih di sana mengepalkan tangannya kesal buket pemberiannya di letakan disebelah Dania sementara Dania menatap buket berwarna biru.


Siapa pengirimnya pria tadi tidak mungkin bajunya terlihat murah, Kenzo, atau Abra batin Ardian.


Ardian tahu Abra seperti menyukai Dania terlihat sorot matanya yang hanya memandang Dania walaupun Dania di bawa pergi Kenzo saat di restoran. Decak sebal terdengar dari mulut Ardian.


Dania tersenyum memandangi dua buket disana masih ada orang yang memberinya hadiah walaupun dia tidak tahu siap yang mengirim intinya itu saja dapat membuat Dania senang. Dania berjalan menggendong kedua buket, semua mata tertuju ke arahnya buket yang dipegang Dania adalah yang termahal apalagi Dania mendapatkan dua, tatapan iri seakan menusuk Dania, Dania tidak nyaman dilihat seperti itu.


"Paling dari CEO itu"


"iya dia kan simpanan"


"Simpanan orang kaya pastinya, cantik tapi murah"


Bisikan-bisikan itu terus terdengar Dania, Dania hanya diam menunduk, bingung kenapa semua orang mencapnya seperti itu dari mana mulut yang mengatakan.


Dania kembali duduk di bawah pohon yang sepi tidak ada orang, Dania mencium satu-satu dari bunga di sana sedih Dania berkurang dengan memandanginya. Meskipun tidak tahu siapa pengirim bunga ini namun masih ada orang yang menyukainya pikir Dania. Acara usai Dania memutuskan untuk pulang kembali ke apartemen.


Ardian memutuskan kembali kekantor mengerjakan beberapa urusan walaupun sebelum mereka putus Ardian berniat untuk memberikan Dania sebuah kejutan spesial berupa cincin, Ardian hanya menyimpan cincin itu di saku jas nya tidak ada lagi arti untuknya sekarang.

__ADS_1


Dania menata tapi bunga-bunga itu memutuskan untuk diletakan ke vas yang sudah diisi air, seribu cara Dania pikirkan agar bunga-bunga itu tidak layu air saja tidak akan cukup bunga ini cukup berarti bagi Dania meskipun hanya bunga namun karena ini Dania tidak menangis dan tidak lagi merasa sedih. Dania berencana mengawetkan kedua bunga itu agar Dania bisa terus memandangnya.


Dania melepaskan baju yang cukup membuatnya gerah beserta alat make up tipis yang melekat di wajahnya. Dania masih penasaran siapa yang mengirim bunga itu.


__ADS_2