
Seperti biasanya Tami bangun jam 4 , karna dia masih datang bulan jadi dia gak solat dulu , dia langsung mengambil hp nya dan langsung baca novel karna semua buku novel nya sudah habis ia baca.
Pagi hari yg sangat cerah Tami sudah siap siap hari ini masih menggunakan pakaian bebas.
Tami menggunakan kaos putih dan ditambah kemeja merah kotak kotak dan celana jens warna hitam karna Tami itu gak suka pakai rok dia lebih sering menggunakan celana.
kalau kalian tanya kenapa mama nya gak ngelarang itu karna mamanya itu udah capek nyuruh Tami buat pakai rok atau dress tapi tetep aja cuman di simpan di lemari , dan cuma dipakai kalau dipaksa sama 1 keluarga๐๐
Tami menuruni tangga menuju meja makan.
Di meja makan sudah ada orang tuanya yg menungggu dirinya. Tami seperti biasa menyapa mereka dulu
" good morning papa , mama,." Tami menyapa mereka dan mencium pipi kedua orang tuanya
" good morning anak mama sama papa." kedua orang tua Tami menjawab bersamaan
" kompak banget nih mama sama papa." gurau Tami
" iyh lah kalau gk kompak mana bisa papa ke pelaminan sama mama kamu." papa Tami mengikuti candaan Tami
" hahahah , bisa aja papa jawab nya ." jawab Tami yg rasanya ingin tertawa
" apa an sih papa ini,udah udah makan , nanti pada telat loo." jawab mama nya Tami
" iyh ma." jawab mereka berdua
setelah percakapan yg singkat itu mereka menghabiskan sarapan mereka , dan masing masing berangkat ke tujuan masing masing.
karna Tami hari ini masih agak sakit perutnya dan karna masih datang bulan , akhir nya dia menggunakan mobil sport nya itu.
setelah sampai di sekolah , seperti biasa Tami memparkirkan mobilnya di parkiran khusus untuk dirinya.
waktu mau ke kelas Tami dihadang oleh Bryan dan teman temannya.
" berhenti.!!" Bryan menghadang Tami
Tami hanya melihat sekilas tanpa mengatakan apa apa.
" gue mau kasih kesempatan buat Lo , kalau Lo mau balikan lagi sama gue , bisa kok asalkan lo minta maaf sama gue karna Lo nampar dan nendang gue kemarin." dengan PD nya Bryan mengatakan seperti itu
sedang kan kedua temannya itu malah sibuk menonton mereka berdua seperti menonton di bioskop.
" dim ada popcorn gak , film nya mau mulai."
dgn santai nya Dirga duduk dipinggir
" aduh gue lupa bawa hhhh." Dimas menanggapi lelucon Dirga yg garing
" Lo ada kaca gak ?" tanya Tami dingin
__ADS_1
" ada dirumah , emang kenapa ?" sambung Bryan
" udah ada kaca kan , ngaca dong Lo , ke PD an amat , siapa juga yg mau balikan sama Lo , najis , justru gue bersyukur putus sama Lo , kalau bisa ni gue sujut syukur 7 hari 7 malam, udah sana sana, gue mau ke kelas, jauhan dikit gue elergi sama sampah ." jawab Tami yg rasanya ingin sekali menghajar mereka
" Lo .. " Bryan sambil menunjukan telunjuknya ke arah Tami sedangkan teman tamannya malah tertawa karna merasa lucu.
" terkadang kita ditunjuk oleh satu tangan tapi kita tidak menyadari bahwa keempat tangan kita menunjuk dirinya sendiri, dan gue mau jawab pertanyaan Lo yg pertama gue gak akan pernah sama Lo dan gue gak akan pernah balikan sama Lo walaupun gue jomblo seumur hidup. inget itu ." Tami melangkah pergi
" ok gays film nya bersambung dulu sampai sini hari ini , nanti bakal kita lanjut." canda Dirga
" diem nyet Lo mau di gampar sama tu orang!"peringatan Dimas
" dasar cewe itu gue gak akan pernah nglepasin dia gitu aja , gue harus dapat tin dia lagi." gumam Bryan
" Gue ada rencana " Dirga menyela
" apaan ?" tanya Bryan sedangkan Dimas , Dimas hanya menaikkan alis nya sebelah
mereka bertiga pun membicarakan rencana mereka, dan rencananya adalah menyuruh orang orang buat serang Tami dan Bryan harus datang pada saat Tami dihajar mereka , dgn begitu Tami akan merasa berhutang Budi pada Bryan dan balikan deh.
tapi tidak semudah itu untuk para preman mengalahkan Tami secara kan Tami itu jago bela diri entah itu silat, taekwondo , kungfu ,maupun karate, tampi 3 orang itu masih belum tau
DI RESTAURAN ATAU TOKO PUNYA DEVAN
Devan lagi telefonan sama ayahnya , ayahnya membahas hal yg kemarin
" itu yah , emmm cuma ada urusan mendadak aja ." Devan mengatakan seperti itu
" emang urusan apa , sampai anak ayah yg satu ini kaya gini , baru dapat telfon aja langsung pergi untung kamu pamit dan ada sekertaris yg bisa di andalkan."
" emm bisa yh urusan cewe , heheheh." tawa canggung Devan
ayah nya devan sengaja mengaktifkan speaker hp atau pengeras suara agar bunda nya itu tau kelakuan anaknya.
" apa cewe , pacar kamu kah ?" ibunya seketika itu berlari dan bertanya kepada anaknya
" bukan Bun eh maksudnya belum jadi ." jawab devan pada bundanya
" pokonya kamu itu harus dapetin mantu buat bunda , bunda itu pingin kaya yg lain semua anak laki lakinya udah pada punya pacar atau menikah la kamu masih setia sama diri sendiri gitu. " protes bunda
" yh Bun Devan usahain, ya udah Devan lanjut kerja dulu assalamualaikum Bun yah ."
" waalaikumsalam ." jawab serentak ayah dan bunda Devan
DIRUMAH DEVAN
" gak nyangka Lo anak kita ngejar cewe, padahal kita udah nemuin dia ke cewe temen bunda gak ada tuh Devan tertarik." bunda berkata pada suaminya
" biarin aja lah Bun itung itung kita biar cepet jadi kakek sama nenek hhhh." jawab suaminya
__ADS_1
" iyh , aku juga penasaran siapa sih cewe nya sampai bisa dapetin anak kita ." bunda penasaran
" udah gak usah dipikirin , ya udah ya ayah mau ke kantor dulu soalnya nanti siang ada rapat penting ." ayah nya Devan mencium kening istri nya dan berpamitan untuk pergi ke kantor
dan sang istri pun mencium punggung tangan suaminya itu
DI KANTIN SEKOLAH
Di kantin sekolah Tami memesan seblak roti dan minuman copycinno yg dingin. dan Tami memakan nya di meja paling ujung karna Tami biasa sendiri.
jika kalian bertanya tanya apakah Tami punya teman , jawabannya iyh dia punya teman tapi kebanyakan laki laki , yg perempuan itu dikit kali.
Tami duduk dan makan makanan yg ia pesan dan sebangsa Bryan dan teman temannya itu duduk dipojok yg berlawanan dgn Tami.
di pintu kantin ada murid laki laki yg berada disebelah kelas nya Tami , karna jurusannya beda. dan itu bernama Niko , Ferry , dan Gilang.
mereka sudah menganggap Tami seperti adik nya sendiri, mereka bertiga duduk bergabung di meja nya yg Tami tempati
" Yoi dek sendirian aja , gue duduk sini yh , biar Lo kagak kaya orang ilang hahahah." Gilang menyapa Tami sambil duduk satu meja
" apaan sih Lo bang , Dateng Dateng ngatai orang." Tami membalas
" heheh , kakak Lo dah balik belum dari London ? gue kangen tau sama Abang Lo, dah 1 th Looo gue gak ketemu Abang Lo." sambung Gilang
sedang kan Ferry dan Niko hanya melemparkan senyum sambil memkan makanan mereka
" gk tau ni Abang gue mungkin kebetahan di sana, entar kalau dah bosan balik." jawab Tami yg gak mempermasalahkan
" katanya Abang Lo lagi ngurusin perusahan di London." tanya niko
" yah ni bang nik lagi ngurusin perusahan cabang punya nyokap gue , tapi jangan bilang siapa siapa.!!" Tami memperingati ke 3 temannya itu agar tidak membocorkan rahasia Karena hampir semua orang di sekolah kurang tau keadaan Tami
"siap dek apa sih yg gak buat adek kita." mereka bertiga berkata bersamaan
" hhhh Abang Abang Abang gue ini memang baik , aku suka lah , ouh yh kalian lagi latihan bela diri gak apa dah keluar." tanya Tami sambil meminum minuman nya
" kita masih latihan , la Lo gak latihan lagi napa?" tanya Ferry
" gue itu latihan cuman waktu itu gue ijin gak berangkat 1 Minggu." jawab Tami
"emang kenapa Lo izin ?" tanya Gilang
" biasa lah perempuan tamu bulanan." jawab tami
" ooo." jawab serentak
mereka pun melanjutkan makan dgn pembicaraan masing masing dan tertawa karna cerita mereka , dan di arah yg berlawanan ada sepasang mata yg melihat dgn rasa tidak suka .
DUKUNG TERUS YA DAN JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN JADIIN FAVORIT. MAAF KALAU UP NYA LAMA SOALNYA MASIH ADA URUSAN DIDUNIA NYATA ๐๐โ๏ธ๐
__ADS_1