
Mereka semua pergi ke resto untuk makan malam besar bersama dan merayakan kemenangan bang Niko upss... tidak kemenangan mereka bersama.
Mereka makan bersama seperti keluarga besar , papa Alex dan mama Risma , om Adi dan Tante Nurul serta Tami dan ketiga abangnya.
Om Adi dan Tante Nurul telah diberitahu untuk pergi ke resto untuk makan malam bersama, untuk merayakan kemenangan mereka , dan tak butuh waktu lama om Adi dan Tante Nurul telah Sampai waktu mereka semua telah Sampai , pasalnya om Adi dan Tante Nurul dalam perjalanan menuju kota pusat xx.
Mereka semua makan di meja yg berbeda karna ortu nya ketiga abangnya Tami dan juga ortunya Tami sedang membahas urusan orang dewasa.
Sedangkan mereka berempat yh sedang berbicara urusan mereka , kadang juga bercanda dan tertawa itulah mereka.
" Dek kaki kamu gimana masih sakit?" tanya bang Ferry yg cemas pasalnya Tami waktu ingin menendang dirinya tak sengaja menggunakan tenaga yg terlalu banyak dan alhasil kakinya malah sakit kembali
"Hehehe , iyh ." kata Tami sambil menggaruk kepala nya yg tidak gatal
"Kamu sih , terlalu dipaksain." kata bang Niko
" Ya udah kalau gitu nanti besok kamu izin aja, bilangnya kamu sakit , toh om Alex sama Tante Risma kan donatur terbesar disekolah kita dan hampir 80 % sekolah itu milik om Alex kan ?" kata bang Gilang
" Iyah bener itu jadi kan adek bisa izin." kata bang Ferry
" Adek tau tapi kan nanti temen temen yg lain pada ngomongin adek , kan mereka gak tau adek itu anak orang kaya, mereka kan tau nya adek ini orang biasa aja." kata Tami menjelaskan kepada ketiga abangnya itu
" Iyah juga yah, ribet nih kalau gini ceritanya." kata bang Ferry yg memakan makanannya
" Gimana kalau selama kamu sakit kita yg bantu adek?" tanya bang Niko
" Maksudnya ?" tanya mereka
"Maksudnya gini , kita selama kaki adek sakit kita yg antar jemput dan kita juga yg bantu adek masuk kelas sama keluar kelas dan ke kantin lalu ke parkiran atau dimana itu." kata bang Niko menjelaskan kepada mereka
" Jadi kita kaya babunya." kata bang Ferry yg menunjuk Tami
" Bukan babunya , melainkan bodyguard nya." kata bang Gilang
" Lah itu maksudnya." kata bang Niko
" Ouh gitu kirain kita jadi babunya."
" Gimana , menurut adek ?" tanya bang Niko
"Hah gimana ?" kata Tami yg sedang melihat lihat sekaligus memilih ingin makan es krim yg mana
"Loh itu yah dek , es krim Mulu yg dilihatin sama yg dipikirin , dari tadi itu adek gak denger apa yg kita omongin tadi?" tanya bang Ferry
" Enggak , emang tadi ngomong apa?" tanya Tami yg tidak merasa bersalah sedikitpun dan masih melihat es krim di menu
" Astaga ( bang Ferry menepuk jidatnya ) , loh aja bang yg jelasin gue mau lanjut makan aja , pusing gue kalau jelasin nih anak yg diotaknya itu hanya ada es krim Mulu ." kata bang Ferry yg menyerah menjelaskan dan mempersilakan bang Niko dan bang Gilang untuk menjelaskan nya sendiri
"Gini aja kita buat kesepakatan , adek dengerin kita dulu baru kita pesen es krim nya gimana ?" tanya bang Gilang yg tiba tiba terpikirkan cara agar Tami bisa fokus
" Ok ok , cepetan Ngomong , biar bisa cepet juga makan es krimnya ." kata Tami yg girang
" Gini jadi kita bakal antar jemput adek , selama kaki adek sakit gimana ? adek mau gak ?" tanya bang Gilang
" Eeemmm, gimana yh ? bukannya adek gak mau tapi kan kita jalannya gak searah dan juga adek itu kakinya cuman sakit dikit doang bukannya lumpuh gak bisa jalan! jadi intinya adek itu baik baik aja , ok?"kata Tami yg menegaskan bahwa dirinya baik baik aja
"Tapi ...." bang Niko ingin membantah tapi dipotong oleh Tami
" Udah bang adek gak papa , jadi tiga bangku ini gak usah pada khawatir ok? ya udah sekarang ayo kita pesen es krimnya!" kata Tami yg kegirangan
__ADS_1
"Ok ." kata bang Niko yg agak kecewa tapi sedetik kemudian dia mengubah ekspresinya menjadi tersenyum
" Pelayan !" panggil bang Niko sambil melambaikan tangan nya ke atas
Pelayan itu pun berjalan mendekat kearah Tami dan ketiga abangnya itu lalu bertanya.
" Ada yg bisa saya bantu tuan?" tanya pelayan itu ramah
" Saya mau pesan es krim coklat yg jumbo dgn topik coklat dan buah tapi tanpa alpukat." kata bang Niko yg memesan dan tahu bahwa Tami sangat tidak suka dgn alpukat
" Baik tuan , ditunggu sebentar." kata pelayan itu dan pamit untuk undur diri
" Abang ini emang yg terbaik , tahu banget mana yg adek suka dan adek gak suka." kata Tami yg memuji bang Niko
"Hei Abang juga tahu lah, emangnya bang Niko aja yg tahu." kata bang Ferry
" Emang apa yg adek gak suka lagi?" tanya Tami pada bang Ferry
"Adek juga gak suka dgn keju, Pete apalagi jengkol , pokoknya yg kaya gitu adek paling gak suka , bener gak ?" tanya bang Ferry
" Betul .! Terus apa lagi ?"kata Tami
" Terus adek juga gak suka gelap dan takut sama petir." sambung bang Gilang
"Iiiihhh kok semuanya tahu sih ?" tanya Tami yg terharu karna ketiga abangnya itu tahu mengenai dirinya
" Yah tahu lah kita kan Abang yg baik." kata mereka bertiga
Dan sedetik kemudian mereka tertawa bersama sama karna ke PD an mereka bertiga dan tak butuh waktu lama pelayan itu mengantarkan pesanan bang Niko
"Makasih." kata Tami yg tersenyum manis
"Mati kita makan." kata bang Ferry
"Loh bukannya buat adek yah?" tanya Tami yg melihat ketiga Abangnya itu mengambil sendok
untuk memakan es krim nya
" Mana mungkin es krim sebesar ini buat kamu sendirian ? kita juga mau , Iyah kan?" kata bang Ferry
"Iyah dek mazk kamu makan es krim sebesar ini nanti kamu sakit perut karna kebanyakan makan es krim, jadi kita bantuin." kata bang Gilang dan di angguk ki oleh bang Niko
"Ok mari kita serbu." kata bang Ferry yg pertama kali menyendokkan es krimnya dan disusul oleh kedua abangnya lalu Tami yg tidak mau kalah. Orang tua mereka yg melihatnya hanya tertawa kecil karna melihat tingkah laku mereka yg masih seperti anak kecil yg berebutan es krim
.....
Devan Baru selesai mengerjakan dokumen yg diberikan oleh sekretarisnya itu yg hampir saja dia akan menginap di kantor ini dan tiba tiba sekretarisnya itu datang lagi.
Tok tok tok ( suara ketukan pintu)
"Masuk " kata Devan
"Maaf pk ini ada tambahan berkas dari karyawan bagian keuangan dan ini juga untuk meeting besoknya." kata sekertaris nya itu yg membawa tumpukan dokumen lagi
Devan merosot kan badannya yg tadinya duduk dgn tegap menjadi bungkuk.
" Astaga !!! kenapa ada lagi!!" kata Devan yg mengacak acak rambutnya frustasi.
" Nanti saya urus dirumah , kita sudahi saja sampai disini ,saya mau pulang , badan saya pegel semua." kata Devan yg berdiri dan memakai jasnya
__ADS_1
" Baik pk." kata sekertaris nya itu yg menyetujui permintaan anak bosnya itu
Devan berjalan sambil membawa tumpukan dokumen yang diberikan sekertaris tadi, lalu Devan berjalan menuju parkiran dan pulang.
.....
Devan sudah sampai di rumah orangtuanya karna ibu Devan belum sembuh. Devan langsung ke kamarnya dan membersihkan dirinya lalu ia mengecek dokumen keuangan terlebih dahulu baru mengecek dokumen untuk rapat besok.
sekitar pukul 11 malam Devan baru selesai dan itu masih ada dokumen yg harus ia periksa lagi.
Devan tak peduli lagi dgn dokumen itu , ia langsung berjalan ke arah tempat tidurnya dan langsung tertidur .
....
Tami, ketiga abangnya dan semua orang tua mereka sudah pulang ke rumah masing masing ,mereka semua sudah tidur termasuk Tami yg sudah tertidur pulas.
.....
Tak seperti biasa Tami sekarang bangun jam setengah 5 karna ia merasakan badan nya terasa sangat pegal apalagi kaki nya yg tambah sakit dan kaku jadi Tami melakukan perenggangan otot dan setelah itu baru mandi dan menunaikan ibadahnya
setelah semua itu selesai Tami menyiapkan perlengkapannya untuk berangkat ke sekolah.
Walaupun kaki nya itu masih agak sakit tapi, Tami masih ingin berangkat ke sekolah.
Tami menuruni tangga menuju meja makan untuk sarapan bersama walupun kakinya masih sakit tapi Tami masih saja memaksakannya , tapi setelah mau sampai di meja makan Tami langsung bersikap biasa saja seolah tidak terjadi apa apa , padahal mulutnya itu ingin sekali bilang sakit banget rasanya!!
Sesampainya di meja makan
"Morning mah , pah." kata Tami yg seperti biasa mencium pipi kedua orang tuanya
" Morning sayang." kata mama dan papa Tami
Tami pun berjalan menuju tempat duduk nya lalu ia mengambil nasi goreng yg dibuat oleh mamanya dan telor yg digoreng bibinya.
Di sela sela kegiatan makan mereka mama Risma bertanya pada anak perempuannya itu.
" Nak , kaki kamu masih sakit apa gak, kalau sakit gak usah berangkat aja , nanti mama izini ke kepala sekolah, gimana ?" tanya mama Tami yg ingin mendengar pendapat dari anaknya itu
" Sebenernya .... kaki aku masih sakit ma , tapi nanti aku ketinggalan materinya gimana ?" tanya nya yg khawatir akan ketertinggalan materi
" Kamu kan bisa nyusul materinya , kamu kan kalau belajar cepet mengerti kalau gak kamu bisa tanya sama temen sekelas kamu atau gak suruh temen sekelas kamu untuk kesini terus pinjem catatannya." jelas papa. Alex ke anak perempuannya itu
" Ya udah deh , aku minta izin aja , nanti biar ten sekelas aku kesini , tapi laku laki pah gak papa kan ?" tanya Tami yg meminta izin
" Emang kamu gak punya temen cewe ?" tanya mama Risma
" Gak mah, aku kalau di sekolah barengnya sama bang Niko , bang Gilang , sama bang Ferry , yg lain mungkin takut , soalnya aku kalau disekolah kata orang orang dingin gak pernah senyum , padahal kan biasa aja." jawab Tami sambil menyendokkan nasi gorengnya
" Makannya kamu itu harus banyak banyak tersenyum, biar dapet Temen." kata mama Risma memberi saran
" Gak ah mah ." tolak Tami
"Kenapa ?" tanya kedua orang tuanya yg bingung
" Nanti kalau kebanyakan senyum disangka orang gila lagi,iiihhh gak mau aku kan masih normal." kata Tami
"Yah gak gitu juga sayang .!"kata mama Risma yg sudah menyerah bagaimana caranya agar Tami punya banyak teman
"Mama tenang aja , aku banyak kok temennya tapi kalau yg cewe yg cewe mungkin gak ada , eh ada tapi gak tau lupa,heheh!"kata Tami yg sudah menghabiskan makanannya
__ADS_1
maaf yh Temen temen up nya lama , karna tugas aku banyak banget , aku sampai bingung ngerjain yg mana dulu , tapi aku usahain bakal up kaya biasanya , jadi dukung aku terus yah 😁