
Tami tertawa lepas dgn mereka bertiga, mereka itu sudah seperti kakak nya sendiri begitu mereka , mereka hanya menganggap Tami seperti adik nya sendiri tidak lebih.
diseberang ada sepasang mata yg masih mengawasi dgn tidak senang tapi , dia juga tertarik karna ternyata Tami bisa senyum dan tertawa lepas seperti itu , tidak seperti Tami yg hanya bersikap dingin ketika dia berbicara atau berada didekatnya.
** Bel masuk pun berbunyi mereka semua masuk ke kelas dan memulai pelajaran terakhir .
Tami dan 3 Abang nya apa lagi bersama Bryan dan temanya itu tidak 1 kelas karna mereka mengambil jurusan yg berbeda.
** didalam kelas
" anak anak , ibu cuman mau memberitahukan bahwa sekitar 3 Minggu lagi sekolah kita akan melakukan ujian pertama, dan ibu harap kalian semua belajar dan mempersiapkan diri untuk ujian." guru menerangkan kepada mereka semua
semua murid pada terkejut ada yg bermalasan ada yg mengeluh ada yg protes katanya kecepetan , dan masih banyak lagi.
yah maklum lahh aku juga kalau ada ujian dadakan walaupun dah dikasih tau tapi tetep pusing apalagi dadakan kaya tahu bulat gitu , aku juga kaget 🤭😂
** di kantor Devan **
Devan masih setia dengan dokumennya, ia masih mengerjakan pekerjaannya , walaupun sudah jam makan siang tapi Devan masih mengerjakan dokumen dokumen itu.
kalau kalian tanya kok dikantor bukannya Devan itu buka resto , ia ada di kantor cabang ayahnya Karna ada sedikit masalah , dan Resto nya di serahkan sementara oleh asisten yg ada di resto itu
" pak kok belum makan siang ? apa mau saya pesankan ." tanya sekertaris nya
" tidak perlu nanti saya menyusul aja , karna dokumen ini mau dipakai hari ini untuk rapat ."
kata Devan yg masih setia dgn komputer nya tanpa melihat asistennya
" ya sudah pk saya pamit dulu , mau mempersiapkan berkas buat rapat juga ."
pamit sekertaris
btw sekertaris ya itu namannya Edo, dia sudah menjadi sekertaris kepercayaannya Devan + dia itu temen nya Devan juga
setelah sekertaris nya pergi Devan mengambil ponsel nya dan melihat tidak ada satu pun pesan dari Tami, Devan kecewa karna Tami tidak mengechat Devan atau menelfon nya.
jadi dia melanjutkan untuk dokumen untuk rapat .
sekitar jam 2 siang Tami sudah mau pulang dan akan menuju parkiran,tapi ketika ingin ke tempat parkiran Tami dihadang sekitar 8 orang yg tinggi dan besar ,ya kalian benar itu orang suruhan Bryan .
" hai cantik , kok sendirian aja , Abang temenin yah." kata salah satu preman tersebut
" maaf bang saya buru buru soalnya dicariin temen." jawab Tami sopan
__ADS_1
Tami bersifat dingin hanya untuk orang yg tidak disukai Tami , dan menurut dia sangat mengganggu , tapi jika untuk orang seperti ini dia akan berbaik hati dulu jika musuh ada pergerakan Tami akan menyerang tanpa ampun .
' kita harus menyerang nya dulu baru ketika dia kelihatan ketakutan baru kita mundur dulu sampai bos ke sini untuk menyelamatkannya.' bisik ketua preman tersebut kepada anak buah nya
Tami hanya melihat dgn santai apa yg dilakukan orang orang ini , ketika preman ini mau menyerang Tami , Tami segera mengambil kuda kuda atau persiapan untuk pertahanan diri .
bug ' suara preman itu menghantam Tami , tapi ditangkis oleh Tami
" waw ternyata bisa juga yh kamu bela diri ." kata preman tersebut
Bryan dan teman temannya yg berada di semak semak yg dekat dgn parkiran pun masih bersembunyi , karna menurut Bryan Tami akan menangis atau ketakutan tapi ternyata tebakannya salah lagi , Tami malah menangkis nya alhasil Bryan menarik kembali langkah nya yg mau berlari untuk menyelamatkan tami .
" Paman aku ini tidak pernah punya salah sama kamu tapi kenapa kamu mau menyerang ku , itu sangat tidak adil paman." jawab Tami yg polos
" memang kamu tidak punya salah sama kami tapi bos kami menginginkan mu, maka dari itu, teman teman serang dia sekarang ." penjelasan sekaligus perintah ketua
"ok akan aku layani dgn baik ." kata Tami sambil melemparkan tas ke bawah agar tidak mengganggunya
semua preman tersebut menyerang Tami secara bersamaan tapi Tami hanya memasang wajah yg santai .
" gila yh tuh preman gue itu nyuruh mereka buat nakutin Tami bukan malah nyerang beneran, giman donk sekarang ." kata Bryan yg hawatir kepada tami
"tenang aja gue yakin kok preman itu gak beneran mukul dia ." kata Dimas yg menenangkan Bryan
mereka akhirnya memutuskan untuk menunggu
Tami menghajar mereka hanya dengan satu tendangan untuk setiap orang , Karna biar adil gitu 😂😂
mereka yg kesal karna dihajar habis habisan pun tak terima , akhirnya mereka pun menghajar Tami dengan sungguh sungguh dan mengingkari janji mereka yg hanya menyerang Tami dgn pura pura .
walaupun mereka menghajar dgn keras dan kasar kepada Tami tapi itu semua meleset karna Tami menghindari serangan tersebut.
sekarang giliran Tami yg menyerang, mereka diserang , dgn berbagai cara , dgn dipukul ditendang ditampar maupun dikunci , mereka dihajar Tami sampai habis habisan , Tami tidak tanggung tanggung untuk menghajar mereka semua karna sudah lama Tami tidak latihan.
mereka semua babak belur , sementara Tami tak luka sedikit pun.
" mau lagi gak ? kalau mau aku kabulin paman ." tanya Tami santai
" ampun dek, ampun , saya menyerah , saya tidak akan mengulangi lagi , tolong maafkan kami."
preman tersebut malah memohon ampun kepada Tami
" ok paman , karna aku baik hati , aku maafin deh tapi inget jangan ulangi lagi."
__ADS_1
Tami mengampuni mereka karna Tami itu tidak mau memperpanjang masalah ini.
" terima kasih dek , paman akan membalas perbuatan adek , jika adek ada masalah hubungi aja kami , kami mempunyai geng yg ada sekitar 50 orang namanya adalah singa langit. "
paman itu menyerahkan no hp nya kepada Tami
" ya udah sana pergi , saya masih ada urusan , oh yh siapa yg menyuruh kalian ?"tanya Tami penasaran
" emm yg.. yg... menyuruh ka.. kami itu anak muda seperti kamu dia laki laki kalau gk salah namanya Bryan , iyh Bryan namanya." jawab paman ketua preman itu dgn jujur
" ooo dia , ok makasih paman infonya , ya udah paman pergi gih , aku juga mau pergi."
" iyh sekali lagi trima kasih karna telah mengampuni kami."
" kalau boleh tau adek ini namanya siapa?" tanya paman yg satunya
" nama saya Tami, tapi saya tidak mau nama saya dipanggil panggil , jadi kalian panggil saya Queen saja , apakah bisa ?" tanya Tami kepada mereka semua
mereka pun menjawab dgn lantang
siap Queen , mereka menjawab sambil membuka dgn tangan kanan nya ditekuk ke depan dan tangan kiri nya di belakang
mereka pun pergi ,
Tami yg menuju ke parkiran mobil nya , sedangkan para preman itu pun pergi ke markas mereka
di tempat nya Bryan
mereka masih setia dgn bersembunyi di balik semak semak
" gila itu cewe , bisa hajar mereka semua , gue bisa sih hajar mereka tapi dia itu cewe , kok bisa sih ? ASTAGA..." kata Dirga tak percaya
"iyh , gue juga gk percaya dia bisa ngalahin mereka, dia itu kaya bukan cewe pada umumnya gitu." sambung Bryan
' makin menarik aja ni cewe.' batin Bryan
sedang kan Dimas hanya mengangguk kan kepalanya
Devan masih di kantor dan 5 menit lagi rapat akan segera dimulai
Devan menjelaskan isi dari proyek dan tujuan yg tertulis di makalah yg dipegang semua orang diruang rapat tersebut
sedangkan Tami sudah mengendarai mobilnya menuju rumah .
__ADS_1