APAKAH AKU PANTAS UNTUK BAHAGIA

APAKAH AKU PANTAS UNTUK BAHAGIA
eps 39


__ADS_3

Disekolah gerbang sudah hampir ditutup , tapi masih ada orang yg menunggu kedatangan Tami, sampai gerbang itu benar benar ditutup. orang itu adalah abangnya Tami yg tak lain adalah bang Niko , bang Gilang dan bang Ferry.


karna orang yg ditunggu itu tak kunjung datang akhirnya , ketiga orang itu masuk ke kelas dan pada saat bang Niko duduk di bangkunya , hp bang Niko berdering.


Ternyata panggilan itu dari Tami ,bang Niko pun langsung mengangkat panggilan tersebut , sebelum gurunya datang.


" Hallo dek, kamu gak berangkat ? kamu gak papa kan ? apa kaki kamu masih sakit ? atau tambah parah ? , jawab dong dek jangan diem aja." tanya bang Niko yg beruntun


"Sabar dong bang , gimana adek mau jawab orang Abang tanyanya kebanyakan." protes Tami ke abangnya


" Habisnya Abang khawatir , kamu nya sih gak bilang bilang." kata bang Niko


"Jadi gini bang adek gak berangkat ,soalnya kakinya masih agak sakit , mama juga udah ngizinin adek ke kepala sekolah, dan kaki adek baik baik aja kok cuman yah masih ngilu dikit." kata Tami yg menjelaskan


" Ouh gitu kirain kenapa ? ya udah nanti abang ke sana pulang sekolah." kata bang Niko yg memberi tahu bahwa dirinya akan ke sana


"Tapi kan hari ini ada kegiatan ekstrakurikuler kan ?" tanya Tami yg baru inget bahwa hari ini Abang nya ada ekskul


" Iyah sih, ya udah nanti Abang ke sana nya setelah ekskul aja." kata bang Niko


" Iyah bang gak apa apa , semangat yah , sekolahnya , jangan cemas in adek terus , adek gak papa kok, intinya harus fokus sama pelajarannya. " kata Tami yg sekarang memperingati Abang secara beruntun


"Iyah dek iyah , ya udah yah ,gurunya udah Dateng soalnya." kata bang Niko


" Iyah bang, assalamualaikum." kata Tami yg mengakhiri telfon


"Waalaikumsalam ." bang Niko menjawab salam dari Tami dan mengakhiri panggilannya


Bang Niko pun mengeluarkan bukunya dan fokus mendengarkan penjelasan gurunya.


Sedangkan di kelas Tami , dari tadi Aldo cas kenapa Tami itu tidak kunjung datang.


" kenapa dia gak Dateng Dateng apa dia gak berangkat lagi atau dia masih ada urusan keluarganya , aaaaa ( Aldo yg mengacak acak rambutnya ) kenapa gue harus mikirin itu orang , fokus Aldo fokus..." kata Aldo yg memarahi dirinya sendiri agar fokus


Tak selang waktu lama ,guru yg mengajar dikelas mereka datang, Murid yg lain pun menyambut gurunya dan fokus untuk mendengarkan penjelasan tentang materi yg diberikan.


....


Devan sudah berada di kantor ayahnya dan dia sekarang sedang memimpin rapat.


kilasan tadi pagi :


Waktu jam 4 pagi Devan bangun karna tersadar bahwa dirinya belum mengecek dokumen untuk rapat pagi ini jadi ia bangun jam 4 untuk menyelesaikan dokumen itu dan tepat pukul 5 lebih 5 menit Devan sudah selesai dgn dokumen terebut , Al hasil Devan bisa memimpin rapat untuk pagi ini.


Dia mandi lalu ia solat subuh , setelah solat subuh Devan bersiap siap menggunakan pakaian kantornya serta dasi dan menyiapkan dokumen yg harus dibawa untuk hari ini.


Setelah semuanya sudah disiapkan Devan turun dan sarapan bersama. ayah Devan sempat bertanya tentang urusan kantornya.


" Dev , gimana kamu suka kerja di kantor ?" tanya ayah Devan

__ADS_1


" kalau boleh jujur Devan lebih suka kerja di resto , kalau kerja di kantor itu terlalu banyak yg harus di urus dan Devan juga gak begitu suka dgn kantor." kata Devan yg jujur menjawab pertanyaan dari ayah nya sendiri


" Pokoknya kamu harus membiasakan diri kamu di kantor , karna kamu itu anak papa satu satunya dan bakalan jadi penerus perusahaan ayah , kamu itu anak laki laki ayah satu satunya , jadi kamu harus nurutin semua kemauan ayah karna kamu bakal jadi ahli waris keluarga ini!!" jelas ayah Devan yg agak memaksa Devan


Devan hanya mengiyakan perkataan ayahnya itu dan tak mau bertengkar pasalnya ibunya sekarang masih sakit dan selama ini juga Devan tidak pernah membantah perkataan kedua orang tuanya.


Ayah Devan puas karna anak semata wayangnya itu tidak pernah membantah perkataan nya itu dan selalu menuruti perkataannya.


Sebenarnya Devan ingin sekali membantah karna bagaimana pun juga ini tidak sesuai dgn cita citanya ataupun keinginan untuk masa depannya.


Tapi apalah daya , Devan itu tidak mampu untuk membantah orang tuanya itu. Karna dia juga sudah berjanji kepada ibunya agar tidak membantah perkataan ayah nya maupun ibunya.


Kilas sekarang


Devan sedang memimpin rapat mengenai perusahaan yg akan bekerja sama dengan perusahaan nya begitu juga sebaliknya.


Sekitar pukul 9 rapat baru selesai karna adanya perbedaan dalam pendapat. Dan juga banyak yg membicarakan tentang keuntungan yg didapat begitu juga dengan modal yg akan dikeluarkan.


Jam 9 juga bersamaan dengan jam istirahat untuk bang Niko , bang Gilang dan bang Ferry begitu juga yg lain.


Tapi mereka terasa ada yg kurang karna mereka selalu berempat , tapi di antara itu yg sudah melupakan kesedihan mereka adalah bang Ferry , dia kalau sudah lihat makanan yah seperti Tami langsung lupa apa yg ia rasakan.


Sedangkan bang Niko dan bang Gilang masih murung tapi tetap memakan makanannya , begitu juga yg berada dimeja seberang yg tak jauh dari tepat mereka.


Ia adalah Aldo , Aldo dari tadi bingung ingin menghubungi Tami atau tidak , dia penasaran kenapa dirinya tidak berangkat ke sekolah lagi.


Dirumah Tami , Tami masih asik membaca buku novel , dan terkadang juga Tami menonton Vidio agar tidak bosan berada dirumah.


Tami menghubungi Aldo dan Aldo tak butuh waktu lama langsung mengangkat nya Karna ia dari tadi ingin mengirim pesan ke Tami tapi ia tidak tahu ingin bicara apa?


" Hallo do ,ini Aldo kan ?" tanya Tami yg memastikan


" Iyah , kenapa kok Lo nelfon gue? " tanya Aldo yg mencoba bersikap tenang didepan kedua temannya


" Gue butuh bantuan Lo !"kata Tami yg langsung pada intinya


" Butuh bantuan apa emang , kalau gue bis bantu gue bakal bantu kok?" kata Aldo


" Lo habis pulang sekolah ada acara gak ?" tanya Tami untuk memastikan dirinya tidak menggangu


"Gak, kebetulan gue gak ada acara." kata Aldo lagi sambil minum


" Gini gue mau Lo Dateng ke rumah gue dan bawa buku catatan Lo hari ini semua , nanti gue serlok alamat rumah gue ke Lo." kata Tami


" Ouh gitu, ok ok gue nanti ke rah Lo." kata Aldo yg bersedia


" Ouh yh satu lagi." kata Tami


"Apa lagi cepet ini gue lagi mau makan gak jadi jadi." kata Aldo yg dari tadi ingin makan tapi Tami bicara terus

__ADS_1


" Iyah iya, gini boleh minta beli in es krim gak waktu Lo ke rumah gue, nanti gue ganti uangnya." kata Tami


" Iyah , rasa apa ?" tanya Aldo sambil mengunyah bakso nya


" Eeemmm , rasa coklat tapi topingnya kasih buah tapi tanpa alpukat." jelas Tami memberitahukan


"Iyah iyh , nanti gue kesan bawain itu sekalian ,ngomong ngomong gue kesannya sendiri atau ngajak temen gue nih?"


" Emm terserah Lo." kata Tami


"ya udah gue tutup dulu ,bye." sambung Tami yg menutup telefon nya


" Hhuuuhhh dasar anak ini, belum apa apa udah dimatiin aja." kat Aldo yg kesal tapi masih memakan bakso nya


"Siapa do yg nelfon?" tanya Azka


" Tami ." kata Aldo singkat


" Hah!" Azka dan Adrian kaget


" Biasa aja kali jangan kaget kaya gitu." kata Aldo yg menenangkan temennya itu


" Gimana kita gak kaget orang Lo telfonan sama dia , emang Lo dapet nyonya dari mana ?" tanya Azka


" Dari grub, itu juga awalnya gue mau tanggung jawab soal handphone yg pernah gue rusak in waktu itu." jelas Aldo kepada dua temennya


" Ouh gitu , kirain Lo suka sama dia , kan dia orangnya dingin banget , apa lagi dia itu jarang ngomong, yah jadi gak ada salahnya kan kalau kita kaget." kata Adrian


" Terserah Lo deh , ouh yah Lo pada mau ikut gue gak ?" tanya Aldo yg sudah menghabiskan. baksonya


" Emang mau kemana ?" tanya Adrian


" Mau ke rumah Tami , dia mau minjem catetan gue hari ini , dia kan gak berangkat." jawab Aldo


"Ouh gitu , kalau gitu gue ikut aja , gue juga penasaran." kata Azka


" Gue ikutan aja." kata Adrian


"Ok jadi udah diputusin yah pulang sekolah kita ke toko es krim dulu."


"Loh kok ke toko es krim sih , bukannya ke rumah Tami?" tanya Azka yg bingung


" Soalnya dia nitip buat beli es krim dulu, baru kita ke rumah Tami." jelas Aldo yg menjelaskan nya lagi


"Ouh gitu ok sekarang kita paham. " kata Adrian


Dan saat yg bersaman bel masuk pun sudah berbunyi ,semua murid pun masuk ke kelas untuk melanjutkan pelajaran.


Dan Tami pun melanjutkan menonton film nya dan tak sadar Tami tertidur sampai jam makan siang.

__ADS_1


Saat Tami bangun , Tami melihat jam dan menunjukan pukul 12, ia pun mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya karna , tubuh Tami terasa lengket walaupun tidak banyak bergerak tapi tetap saja keringatnya terus bercucuran karna menahan sakit dikakinya.


Maaf yh kakak kakak dan Temen Temen kalau ada kesalahan dalam kalimat dan juga penulisan dan ditunggu eps selanjutnya karna bakalan seru.


__ADS_2