
" Emang keras kepala itu anak, kenapa aku harus jatuh cinta dan sayang banget sama dia?." tanya kepada dirinya sendiri
" Mau gak mau harus bawa makanan nanti ke sana , salah sendiri dia istri aku dimasa depan , kenapa juga aku jatuh cinta dan sayang banget sama dia ,hadeh.... inilah yang namakan cinta dan sayang banget sama orang." kata jordan yang mengatakan kepada dirinya sendiri
Baru saja ia mau mengambil jasnya dan mau pergi tapi sekertarisnya itu mencegah tuannya untuk tidak pergi dulu karena dirinya akan ada menghadiri rapat yang penting dan itu mempunyai keuntungan yang sangat banyak.
" Tapi saya masih ada hal yang penting yang mau diselesaikan." kata jordan
"Tapi tuan,,, rapat hari ini sangatlah penting sekali." kata sekertaris nya itu
"Ya sudah , 1 jam dan tidak boleh lebih." kata jordan
"Baik tuan biar saya atur semuanya ." kata sekertarisnya itu
Mau tidak mau jordan harus menghadiri rapat tersebut , walaupun dia itu pemimpin perusahaan ini dan perusahaan itu adalah perusahaan nya sendiri tapi dia tidak boleh seenaknya sendiri dan memaksakan kehendaknya .
"Ya sudah , ke chagiya nya nanti aja deh." kata jordan yg kembali ke tempat duduknya
.....
Sedangkan di perusahaan cabang tami sudah menyelesaikan rapat pertamanya, dan sekarang menemui tamu yang akan membahas kerja sama kontrak.
Saat bertemu dengan orang yang bersangkutan dengan kontrak kerja sama tanpa di duga ternyata itu adalah mantannya tami.
"Kebetulan sekali ,dapat bertemu dengan mu kembali." kata mantan tami yang tidak lain adalah devan
" iya, tak disangka." kata tami dingin
" Kamu apa kabar? aku udah lama gak denger tentang kamu lagi , dan no kamu udah diganti yah ? jadi aku udah gak bisa hubungi kamu lagi. btw aku minta maaf soal yang kemarin , aku menyesal." kata devan
"Saya rasa hal itu sudah tidak perlu dibahas lagi , toh itu sudah masa lalu, sekarang kita bahas untuk masalah kontrak kerja sama saja." kata tami yang mengambil surat berisi aturan kontrak
Devan tercengang "begitu keterlaluan kah dirinya sampai sampai tami tidak memaafkan dirinya.?" hati devan bertanya tanya
Gimana tidak keterlaluan yah , dirinya diselingkuhi, dihina oleh keluarga devan , dibohongi , dan masih banyak lagi yang tami alami ketika bersama dengan devan.
....
Mereka membahas kontrak sampai pukul 5 sore, karna ada masalah sedikit tentang kontraknya.
Setelah selesai devan ijin pamit karna tugasnya sudah selesai. Tapi pada saat tami mau bangun tiba tiba kepalanya pusing dan tubuhnya terasa lemas.
" E eh , kamu gak kenapa napa kan?" tanya devan yang mau memegang tami agar tidak. jatuh , tapi tami mengisyaratkan bahwa dirinya tidak apa apa
"Yakin gak perlu dianter ke dokter?" tanya devan yang masih peduli dengan tami
Tami pun mengangguk lemas tapi masih ia tahan agar dirinya tidak jatuh, Tak lama setelah tami menjawab , jordan datang lalu membuka pintu dan mendapatkan tunangannya yang pucat dan lemas.
"Ay ? kamu kenapa? hm?" tanya jordan lembut dan menopang tubuh tami
"Kok kamu disini?" tanya tami yang memandang jordan dengan lemas
"Aku nyamperin kamu karna takut kamu kenapa napa soalnya tadi kamu makannya dikit banget." kata jordan
"Lemes banget badan aku." kata tami dengan. suara pelan karna dirinya lemas sekali apa lagi dengan perut yang sedikit perih
" Kan udah aku bilang buat makan , kamu nya keras kepala sih." kata devan memandang tami
"Ehem ,,, kamu sudah tidak ada urusan lagi kan ? sudah seharusnya anda keluar." kata jordan yg menatap devan
Devan pun pergi tak lupa ia berpamitan dengan tami,
"Ternyata ,,,, hidup dia semakin lebih baik saat ditinggalkan aku dan dia juga sudah mendapatkan laki laki yang mencintai dia dengan tulus dan baik." kata devan yang membandingkan dengan dirinya pada saat dulu rami bersama dirinya
__ADS_1
Setelah kepergian devan ,jordan pun membawa tami ke ruangan tami yang dimana di sana ada ruangan pribadi papanya yang di sana ada kamar, kamar mandi juga tersendiri.
Jordan membaringkan tubuh tami yang lemas di tempat tidur. Jordan pun mengambil hpnya yang ada di saku celana nya dan menelfon dokter pribadi tak lupa setelah itu ia memberikan segelas air untuk tami minum.
Tak butuh waktu lama dokter pribadi jordan pun datang yang tak lain adalah temannya sendiri yang sukses jadi seorang dokter yang ahli.
"Siapa bro yang sakit bukan lo kan?" tanya teman jordan yang kita sebut saja Radit namanya.
"Bukan gw tapi calon istri gw , cepet periksa."kata jordan yang khawatir
"iya iya gak sabaran banget sih,tapi cantik banget loh calon bini lo." kata radit
"Jagan macem macem lo , lo tahu kan konsekuensi nya." kata jordan yang memperingatinya agar dirinya tidak macam macam
Setelah radit memeriksa tami lalu ia mengambil vitamin yang ada di tasnya dan memberikannya pada jordan karna tami belum sadarkan diri, setelah selesai ia pun pamit karna dirinya masih ada pasien lagi.
Jordan memanggil orang yang di situ untuk membeli kan bubur karna dia akan menjaga tami sore ini.
" Ehmm, aku kenapa?" tanya tami lemas
"Kamu tadi pingsan bentar." jawab jordan
"Jangan kasih tahu mama sama papa aku gak mau mereka khawatir." kata tami pada jordan
"iyh iyh gak ,tapi kamu makan dulu." kata jordan yang merubah posisi tidur tami menjadi duduk
"Suapin." kata tami
Tami emang seperti itu kalau sakit ia akan menjadi sangat sangat lah manja
Jordan yang mendengar permintaan tami kaget pasalnya dirinya itu tidak pernah manja seperti saat ini
Devan pun menyuapi tami perlahan sampai bubur nya tersisa setengah
"Udah...." kata tami dengan suara anak kecil yang sudah kenyang
" Gak mau... dah kenyang ." kata tami
"Ya udah minum vitaminnya dulu,ok" kata jordan yang mengambil vitamin tang diberikan radit pada dirinya.
Tami pun melakukan apa yang di minta oleh jordan.setelah itu mereka terdiam untuk beberapa saat sampai tami membuka suaranya "maaf." kata pertama yang terlontarkan dari tami yabg memecahkan keheningan tersebut
"Maaf buat?" tanya jordan
"Maaf karna buat kamu kesel." kata tami yang menunduk
"Iya aku maafin , tapi kamu itu calon istri aku dan 1 bulan lagi kita mau nikah jadi aku mau kamu itu lebih sayang sama aku,dan ubah panggilan kamu,aku tahu kamu itu mandiri aku tahu kamu itu bisa ngelakuin semuanya sendiri tapi pada saat aku disitu aku mau kamu itu tergantung sama aku, kamu gak harus kuat di depan aku kamu boleh manja sesuka kamu kamu boleh jadi apa pun yang kamu mau ,ok?" kata jordan
Tami yang mendengar perkataan dari jordan sangat terharu dan tanpa sadar ia meneteskan air mata.
jordan yang melihat tami menangis pun merasa bersalah karna dirinya telah berkata seperti itu pada tami ia takut tami marah pada dirinya ." kenapa sih gw gak bisa lebih sabar sedikit " batin jordan yang menyalahkan dirinya
"Maaf ,,, aku gak maksud buat bikin kamu nangis ,, maaf." kata jordan yang menghapus air mata tami
"justru aku yang harusnya berterima kasih karna kamu udah bersabar dan mencintai aku dengan tulus." kata tami
"Boleh aku meluk kamu?" tanya jordan
"Kalau gak boleh gak papa kok aku gak maksa ." kata jordan
Tami hanya menjulurkan tangannya bertanda bahwa dirinya itu boleh memeluknya , jordan yang mendapat persetujuan dari tami , ia pun langsung memeluknya , dan perlu kalian tahu ini kali pertama jordan memeluk tami .
"Aku sayang dan cinta banget sama kamu, i love you so much." kata jordan ditelinga tami
__ADS_1
"I love you too " balas tami di telinga jordan
jordan yang mendapat balasan dari tami pun senang dan tak percaya
"Aku gak salah denger kan ?" tanya jordan yang melepaskan pelukannya untuk memastikan ,dan tami hanya mengangguk
untuk mengiyakan pertanyaan jordan
Saking bahagianya jordan memeluk tami lagi menandakan bahwa ia sangat senang dan tak sia sia ia bersabar untuk mengejar tami selama ini.
Sekitar 2 menit tami pun membuka pembicaraan "Emm, ini pelukannya masih lama?" tanya tami dengan polosnya
" Iya , 2 menit lagi ." kata jordan
" Tapi aku mau es krim ." kata tami yang tiba tiba ingin es krim dan dengan polosnya ia meminta es krim pada jordan
"Kamu mau es krim? kamu itu baru minum vitamin loh maag kamu itu baru aja kambuh dan sekarang kamu mau makan es krim, astaga .!" kata jordan yang tak percaya
"please,aku pingin es krim banget kayaknya seger banget." kata tami yang merengek ingin es krim
"Tetap gak boleh ,kamu masih sakit." kata jordan yang masih melarang
" Ayolah , jagiya...please .... yah? yah?" kata tami yang membujuk jordan
Jordan lagi lagi tidak percaya kalau dirinya dipanggil ' jagiya ' oleh tami , panggilan chagiya / jagiya adalah panggilan sayang untuk pasangan yang sudah menikah atau baru bertunangan.
"Coba panggil sekali lagi nanti aku bakal pertimbangkan." kata jordan
"Jagiya ... aku mau es krim ... ,boleh?" kata tami yang menurut saja untuk kali ini , walau dirinya itu bisa membelinya sendiri tapi pasti tunangan nya ini akan memberi tahukan pada papa dan mama nya bahwa dirinya tidak menurut dan susah diatur
"ya udah , yok beli es krim. " ajak jordan
Tami pun dengan senang mengikuti langkah jordan , jordan yang tidak suka di ekori pun mengandeng tangan tami agar dirinya bersebelahan seperti pasangan yang lainnya
"Pakai mobil kamu atau mobil aku?" tanya tami
"Mobil aku aja , nanti mobil kamu biar sekertaris kamu yang atur lagian udah jam pulang juga." kata jordan
"Oke deh kalau gitu " kata tami yang menurut
....
Didalam mobil tami tak sabar untuk makan es krim ,karna dia ingin sekali makan es krim coklat.
"kamu itu kaya anak kecil yah kalau masih sakit? " tanya jordan yang memperhatikan tingkah laku tami dari tadi
" enggak kok." jawab tami yang menyangkal
" Tapi aku suka kamu yang kaya gini, aku harap kamu sakit atau pun gak, sifat kamu didepan aku kaya gini aja , ok?" kata jordan yang mengharapkan itu
" Akan aku usahakan." kata tami
"Ouh yah tadi itu siapa? clint kok gitu pandangan nya kok kaya dia suka kamu aku gak suka." kata jordan yang sekarang bertanya
"Dia .... dia.....mantan aku." kata tami lirih
"Ouh, mantan." kata jordan
Tami yang mendengar jawaban dari jordan tak percaya pasalnya jordan hanya menjawab seperti itu ,bahkan itu bukan gayanya yang suka ngambek dan cemburuan
"Kamu gak apa apa kan? dia itu hanya masa lalu ku aja ,dan kamu adalah masa depan aku percayalah aku gak akan berjalan mundur dan melihat ke belakang hanya untuk orang yang gak guna kaya dia." kata tami yang menjelaskan
" iya aku percaya kok sama chagiya nya aku ." kata jordan yang mengusap lembut rambut tami
__ADS_1
Sebenarnya jordan ingin sekali marah tapi saat ini tidak tepat pada waktunya , kekasihnya ini sedang sakit dan ia tidak mau menambah sakit tami apa lagi menggali luka yang sudah lama di kubur.
Akhirnya mereka pun bercanda ria dan bernyanyi di mobil dan menuju ke tempat es krim yang akan ia tuju