APAKAH AKU PANTAS UNTUK BAHAGIA

APAKAH AKU PANTAS UNTUK BAHAGIA
KELUARGA YG BAR BAR


__ADS_3

Devan memasuki kamar tami dgn posisi Tami masih digendong , saat mau membaringkan tubuh Tami ke tempat tidur ,tiba tiba Tami membuka matanya dan dia terkejut begitu juga dgn Devan ,dan pada akhirnya mereka terjatuh dikasur secara bersamaan.


wajah mereka berdua memerah dan yg pertama kali tersadar dari lamunannya adalah Tami.


" Dev bangun , berat tau ..." masih dgn wajah memerah.


seketika Devan tersadar dan langsung berdiri


" maaf tam aku gak sengaja." Devan menyatukan telapak tangannya didepan dada nya seperti orang memohon ampun.


" yah yah gpp dev , tapi lain kali aku gak bakal maafin kamu dan aku bakal tendang kamu lain kali." Tami tertawa untuk menghilangkan rasa canggung antara mereka berdua.


Devan merasa sangat lega karena Tami tidak marah tapi dia takut kalau kejadian seperti itu terjadi lagi , nanti habis aku dipukulin sama dia.


" kok gk panggil aku adek , katanya mau panggil aku adek ?"Tami terheran heran


" karna aku ingin kamu itu lebih dari adek aku, aku ingin kamu bisa merasakan perasaan yg aku rasakan untuk kamu tam , aku ingin kamu peka dan menyadari bahwa aku mencintai kamu lebih dari aku mencintai diri aku sendiri." Devan mengatakan nya dengan sangat lirih sekali hanya dia yg bisa dengar


" tadi kamu bilang apa Dev , aku gak denger."


" gak papa kok , aku cuman agak gak biasa aja kalau aku manggil kamu adek dan kamu manggil aku kakak , rasanya kaya aneh gitu , jadi kita manggil nya kaya kemarin aja yh, gak papa kn?" Devan menjelaskan kepada Tami walaupun itu tidak semua dari penjelasan Devan


" iyh aku paham , ya udah kamu pergi gih aku mau istirahat." Tami melambaikan tangan kepada Devan seperti memberi tanda bahwa dia harus pergi dari kamarnya agar dia bisa istirahat 😁😁


" Yee ngusir ni critanya , ya udah aku pergi." Devan membalikan badannya dan mau melangkah pergi


tapi saat Devan mau pergi Tami turun dari tempat tidur dan memeluk Devan dari belakang , entah kenapa Tami gak mau kalau Devan itu menyalah artikan apa yg tadi dia lakukan kepadanya .


" aku gak maksud ngusir kamu , tapi aku capek banget jadi aku mau istirahat , kamu jangan marah yh sama aku." Tami masih memeluk Devan


Devan kaget dan tak percaya bahwa Tami akan memeluknya dan menjelaskan , walaupun Devan tau kalau Tami hanya bercanda dan tak bermaksud kaya gitu .


Devan membalikan badannya menghadap Tami , dan menatap dalam mata sng gadis yg dicintai diam diam itu


" yh aku paham kok maksud kamu." Devan menjawab sambil menatap mata Tami semakin dalam


" tapi ..."


" tapi.... tapi..." Tami terbata bata

__ADS_1


" kamu mau ngomong apa , hemm?" Devan bertanya serius


" tapi ,,,, tapi boong , hahahhhahah." Tami tertawa lega dan mencoba menyiarkan suasana yg canggung ini agar mereka tidak canggung lagi."


" apa ?? !!! , kamu ini yah aku udah serius juga kamu malah main nin aku gini , dasar kamu ...." Devan mencubit pipi Tami yg cuby itu


" ya udah pulang gih aku beneran mau istirahat."


" Ya ya ya aku pergi." Devan melangkah dan membuka pintu tapi dia berhenti lagi


" apa lagi sih Dev ada yg ketinggalan kah ?" Tami heran karna dia berhenti lagi


" aku gak dianter niii? " Devan berbalik hanya untuk bertanya kepada Tami.


" astagaaaa Dev , kirain apa , sana ah pergi aku nganter nya nanti aja kapan kapan."


" ya udah kalau gitu aku pergi dulu yh..bay ." Devan melambaikan tangan nya


Devan keluar dan mencari taksi di daerah situ dan kembali ke kantor nya dan Devan telah dikabari bahwa rapat tadi baik baik saja dan lancar.


Devan merasa lega karna sekertaris nya itu bisa diandalkan disaat darurat ,karna menurut Devan Tami yg no 2 karna yg no 1 nya adalah orang tuanya


" Dek katanya bibi , Devan nganterin kamu ke rumah emng kamu kenapa ? " tanaya mama


tami sambil menyediakan makanan untuk papa nya Tami sekaligus suami nya .


Tami pun menceritakan tentang apa yg terjadi dari dia jadian sama Bryan dan dia di jadiin barang taruhan dan samapi waktu ditaman sama Devan


Tiba tiba papanya Tami memukul meja makan


brakk.. suara pukulan papanya Tami


" dasar anak jaman sekarang kurang ajar banget bisa bisanya dia manfaatin anak papa kaya gitu , papa harus beri perhitungan sama dia." papanya Tami sangat marah


ayah mana yg tidak marah kalau anak nya di lakukan seperti itu.


" sabar pa , sabar lagi pula anak kita udah nendang dan nampar dia." mama Tami menenangkan suaminya itu


" iyh ma, papa ngerti , tapi papa kecewa sama kamu dek , kenapa kamu nendang dia hanyab1 kali seharusnya kamu tendang dia sampai masuk rumah sakit , dan juga namparnya jangan 2 kali aja tapi lebih dari itu semakin bagus ." papa Tami malah mendukung anaknya untuk membalas rasa sakit yg dialaminya

__ADS_1


Btw mama sama papa nya Tami manggil Tami adek , dan Tami juga punya kakak , tapi kakak nya itu lagi ngurus perusahan cabang ayahnya di London.


" iihh papa kok malah nyuruh anak kita buat jadi preman sihh, pokoknya mama gak mau yh anak kita kaya gitu." mama Tami mencubit lengan ayaknya gemes


" mama boleh kamu bela diri tapi jangan keterlaluan, jangan hanya amarah sesaat terus nanti kamu akan menyesal." sambung mama Tami


" yah maa, Tami Reti kok." Tami menjawab sambil memasukan makanan ke dalam mulutnya


" terus kalau mama ada di posisi anak kita , mama mau ngapain?" tanya papa penasaran


" yah kalau mama sihh, mau hajar dia , pukul dan tendang dan jangan lupa tangan dan kaki nya harus dipatahin biar puas


" hhhaaa." kaget serentak Tami dan papanya


' astaga mama aku ternyata lebih sadis dari papa' batin tami


" ma katanya jangan keterlaluan kok mama jadi emosi + lebih kejem sihh." papa masih mengunyah makanan yg ada didalam mulut nya


" yah kan mama kejem gini untuk anak kita pa , mama gak mau yh anak perempuan kita dikata gitu in sama orang kaya itu , apa lagi kalau kakak kamu sampai denger kamu disakitin kaya gitu dia pasti bakalan habisin dia." jelas mama Tami tak terima


" ya udah sekarang kita lanjut makan aja nanti keburu malam , dan kamu dek kamu harus jauh jauh dari dia kalau dia nyakitin kamu lagi jangan sungkan buat serang balik aja kamu kan jago bela dirinya dan apa mau papa balas dendam buat kamu?" peringatan sekaligus pertanyaan dari papa


" eeehhh gak usah pa biar aku aja yg beresin semut kaya gitu." jawab Tami sambil tersenyum


" ya udah kita lanjut makan aja nanti besok kan kamu masih sekolah."


" yah pa."


" ma jangan lupa yh nanti." bisik papa ke telinga mama nya tami


seketika itu juga pipi mama nya Tami langsung merona , dan mencubit tangan nya suaminya itu dikarenakan masih ada anaknya


" yah pa terserah mau berapa lama hihihi." bisik jawaban ditelinga papanya


' mama sama papa lagi bisik apaan sih , ah entah lah bingung aku.' batin Tami


Setelah makan malam 1 keluarga itu pergi ke kamar masing masing dan bersiap siap untuk tidur.


DUKUNG TERUS YAH CERITA INI DAN AKU MAU NGINGETIN CERITA CUMA KHAYALAN AKU AJA OK👌

__ADS_1


POKOKNYA DUKUNG TERUS CERITA YANG AKU BUAT 😁😁🙃✌️


__ADS_2