
Tami dan jordan melanjutkan acaranya dengan diner berdua. " By, tapi kamu gak terpaksa kan nerima aku ?" tanya jordan yang tiba tiba
"Kalau boleh jujur aku masih bingung dengan perasaan aku, aku gak tahu aku suka sama kamu atau gak tapi yang aku tahu aku nyaman deket sama kamu." jawab tami yang memandang jordan dengan lekat
"Gak pa pa, kamu belum cinta sama aku yang penting kamu nyaman itu udah cukup , dan aku juga bakal berusaha buat bikin kamu jatuh cinta sama aku." kata jordan yang memegang tangan tami dengan yakin
" Aku tunggu." kata tami
"Ouh iya aku ada sesuatu buat kamu." kata jordan yang mengambil kotak yang berisi cincin yang dipilih jordan untuk tami
" Apa ?" tanya tami
"Tutup mata kamu dulu." kata jordan
"Tapi aku gak di tinggal kan? aku gak tahu jalan disini soalnya nanti kalau aku diculik gimana ?" tanya tami sebelum menutup mata
"Gak , gak akan , mana mungkin sih aku ninggalin calon istri aku ini." kata jordan yang mencubit pipi tami gemes
"Aaaa, sakit tahu...." kata tami yang mengelus elus pipinya sendiri
"Maaf by maaf." kata jordan yang meminta maaf
" Gak pa pa." kata tami
" Habisnya gemes tahu..."kata jordan yang kembali mencubit pipi tami
"Aaaa, jordan..." kata tami yang mengusap pipinya lagi
"Maaf by maaf lagi yah , gemes banget soalnya." kata jordan
"Ini juga tangan gak bisa dikondisikan." kata jordan yang memarahi tangannya sendiri
"Ya udah ini jadi gak nutup mata?" tanya tami
"Iya masih lah , makannya cepet tutup mata." kata jordan
" Iya iya nih." kata tami yang menutup matanya
"Sekarang buka mata kamu." kata jordan yang menyuruh tami membuka mata setelah jordan mengambil kotak dari saku nya
" Ini buat aku ?" tanya tami yang tak percaya
" Iya biar semua orang tahu kalau kamu itu udah ada yang punya." kata jordan yang keluar posesifnya
" Sini tangan kamu." kata jordan yang menarik tangan tami pelan dan memasangkan cincinnya ke jari manis tangan kanan tami
Tami pun memandang cincin itu yang sudah terpasang di jari manis nya.
"Kenapa kamu gak suka ?atau berliannya kurang besar? nanti aku ganti yang lebih besar lagi." kata jordan yang panik sendiri kalau tami tidak suka cincinnya
"Eh ,jangan jangan , aku suka kok, cuman gak nyangka aja." kata tami
"Ya udah pulang yok udah malam , aku takut nanti papa mama nyariin kamu." kata jordan
"Takut nyariin aku atau takut kamu kena marah?" tanya tami
" Yah dua duanya , hahaha." kata jordan
Setelah itu mereka langsung pulang , akan tapi jordan mengantar tami terlebih dahulu.
Disepanjang perjalanan jordan selalu mengeluarkan sisi manjanya kepada tami , entah itu ingin dipeluk ingin tidur di paha tami ataupun menyuruh tami untuk mengelus rambutnya.
" Udah sampai aku masuk dulu yah." kata tami yang ingin membuka pintu mobil tapi terhalang oleh jordan
"Bentar biar aku yang bukain pintunya." kata jordan yang segera keluar
" Ok silakan calon istri." kata jordan yang membuka pintu mobil
__ADS_1
"Apaan sih." kata tami yang agak malu
"Ya udah pulang gih dah malam." kata tami
"Ngusir nih ceritanya ?" kata jordan
" Enggak , maksud aku bukan gitu ." kata tami yang merasa bersalah
"Ya udah kalau gitu ,ayo masuk aku juga ada urusan sama papa mama kamu." kata jordan yang merangkul pinggang tami dan berjalan masuk ke rumah tami
"Assalamualaikum." kata mereka berdua memberi salam
"Waalaikumsalam." jawab orang rumah
" Kok baru pulang?" tanya mama risma yang duduk disofa
" Maaf mah , tami pulang telat , ini juga gara gara jordan milih tempatnya kejauhan." kata tami yang menyalahkan jordan
"Ita mah, ini salah jordan , jordan minta maaf." kata jordan yang meminta maaf
" Gak pa pa, maklum lah anak muda." kata papa alex
"Sini ,duduk dulu, berdiri terus pasti pegel kan." kata mama risma
" Ya udah aku ke atas dulu mah." kata tami pamit untuk pergi ke kamarnya dan diangguki oleh mereka
"Gimana perkembangan kamu sama anak saya , lancar?" tanya papa alex yang tiba tiba
"Lancar pah." jawab jordan
" Terus kamu tadi pergi ke mana kok sampai larut gini ?" tanya mama risma yang penasaran
" Tadi aku pergi ke pantai mah." jawab jordan
" Pantai? emang kamu ngapain ke pantai." tanya mama risma yang heran
" Tadi.... aku melamar tami mah pah." kata jordan yang agak malu
"Iya pah mah , aku juga berfikir walaupun aku sama tami udah di jodohin dan 2 bulan lagi bakal nikah , tapi aku mau tami ngerasain rasanya di lamar, dan aku juga mau bertunangan dulu sama tami, aku ingin lebih mengenal tami dan juga tami mengenal aku." kata jordan yang serius
Mendengar jawaban dari jordan membuat mereka terharu dan mereka berfikir mereka tidak salah memilih orang untuk mendampingi anak perempuan satu satunya.
Dan tanpa mereka sadari tami mendengar apa yang diucapkan oleh jordan dan itu membuat tami sadar untuk membuka hatinya kembali untuk jordan.
Setelah mendengar itu tami mengurungkan niatnya untuk ke bawah, karna tadi ia ke atas hanya untuk mengisi baterai hp nya. Lalu ia ke bawah dan tanpa di sangka sangka tami mendengarkan itu semua.
"Ya udah pah mah karna udah larut malam , aku pulang dulu yah, jordan pamit." kata jordan yang ijin pulang dan tak lupa mencium punggung tangan papa alex dan mama risma
Tami pun turun dan berkata " Udah mau pulang ?" tanya tami yang menuruni tangga
"Iya kan udah malam, mazak aku nginep?" jawab jordan yang berbalik bertanya
"Iya juga sih." kata tami
"Ya udah sayang antar jordan gih ke depan." kata mama risma
"Iya mah." jawab tami dan segera berjalan mengantar jordan ke depan
Setelah sampai di depan
"Nanti pulangnya hati hati , jangan ngebut ngebut." kata tami memperingati
" Iya by, aku gak ngebut ngebut kok." kata jordan yang mengusap kepala tami pelan
"Jangan gini , berantakan kan rambut aku." kata tami yang memasang wajah cemberut
"Iya iya maaf , sini aku rapi in rambutnya." kata jordan yang merapikan rambut tami
Walaupun tami itu tinggi tapi jordan lebih tinggi dari tami dan tami hanya sebatas bahunya jordan saja.
__ADS_1
Entah kenapa jantungnya berdetak sangat kencang dan keduanya juga merasa gugup ketika tatapan mereka saling bertemu.
Sedetik kemudian mereka tersadar dari lamunan mereka." Maaf maaf." kata mereka bersamaan
"Ya udah by aku pulang dulu." kata jordan yang pamit pulang
"Jangan panggil gitu , gak enak didenger." kata tami yang membantah panggilan dari jordan
"Emang kamu maunya dipanggil apa? hem?" tanya jordan pada tami yang seketika itu mendekatkan wajahnya
Tami pun membuang wajahnya ke samping untuk menghilangkan rasa gugupnya tapi tidak dengan wajah merahnya.
jordan yang melihat wajah merah tami hanya tertawa dalam hati karna merasa gemes dia ingin sekali mencubit pipi tami tapi ia urungkan niatnya karna tidak mau membuat tami marah pada dirinya.
"Kalau sayang gimana ?" tanya jordan
"Kalau sayang sama aja panggilannya sama mantan aku." kata tami lirih tapi jordan masih bisa mendengarkannya
"Kalau gitu jangan sayang , aku gak mau yah di sama in sama mantan kamu itu , aku gak mau." kata jordan yang agak marah karna dia memanggil tunangannya itu sama kaya mantannya
"Gimana kalau chagiya aja biar kaya orang korea?" tanya jordan
"Terlalu ribet ,ayang aja deh, lagian aku masih muda dan itu panggilannya juga simpel." kata tami
"Ouh jadi kamu ngatain aku udah tua?" tanya jordan
"Gak gak gitu maksudnya." kata tami yang panik jika jordan salah paham
"Iya ayang... tenang aja aku tahu kok maksud kamu , ya udah aku pulang dulu , jangan tidur malam malam ,awas aja kalau aku lihat kamu masih online aku samperin kamu." kata jordan yang memperingati tami
Jordan berkata seperti itu karna tidak ingin tami sakit, dan ini semua juga demi kebaikan tami.
"Iya." kata tami singkat
"Iiihhh ayang nya mana ? katanya manggilnya ayang kok kamu gak manggil aku gitu?" kata jordan yang ingin dipanggil dengan sebutan 'ayang'
"Cepet panggil gak ? kalau gak aku gak pulang." kata jordan yang agak mendesak tami
" Ya udah tapi kalau udah aku panggil kamu pulang yah?" tanya tami memastikan
" Iya ayang , makannya cepet dong." kata jordan yang tak sabar
"Ya udah ayang pulang dulu yah, udah malam ayang juga jangan tidur malam malam nanti sakit , ok ayang ?" kata tami yang memanggil jordan dgn sebutan ayang berkali kali dan itu sukses membuat jordan berbunga bunga
" Iya ayangku....., bye , aku pulang dulu yah , good night ayang ku ...." kata jordan yang masuk mobil dengan wajah memerah
Begitu juga tami yang malu karna telah mengatakan itu pada jordan
"Aaaa gue malu banget , ngapain sih gue bilang gitu , pasti ini pipinya merah, aaaa maluuu banget." kata tami yang menutup wajahnya
Sedangkan dibalik pintu kedua orang tua tami sama halnya dengan tami tapi bedanya mereka pada senyum senyum sendiri melihat interaksi mereka.
"Aduh pah jadi ingin mama waktu kita muda dulu." kata mama risma yang mengingat masa muda
" Iya mah , jadi pingin kembali ke masa lalu." kata papa alex
"Eh pah cepet kita pergi sebelum tami masuk ke rumah nanti kita ketahuan kalau dari tadi ngintip mereka ." kata mama risma mengajak papa alex untuk masuk ke kamar
Setelah mereka pergi tami pun masuk ke dalam rumah dan tak lupa mengunci pintu, lalu tami masuk ke kamar untuk istirahat.
Tapi setelah masuk kamar tami tidak langsung tidur ia berguling guling di kasur nya karna masih membayangkan waktu tadi ia memanggil jordan dengan sebutan ayang...
"Aaa gak bisa tidur , aku malu banget rasanya pingin pergi dari sini ..." kata tami yang memeluk boneka nya dan pelukan itu semakin erat karna gemes dan rasa malu nya belum hilang
......
Sedangkan di mobil jordan juga tampak tersenyum senyum sendiri di mobil dan juga jordan memancarkan wajah ceria gembira yah pokoknya sejenis itu lah.
"Aaaa hari ini gue seneng banget...., tami panggil gue ayang aaaaa, seneng banget.... mami anak mu ini lagi bahagia banget. ....." kata jordan yang dari tadi ngomong dengan ekspresi bahagia karna tami sudah mau membuka hatinya untuk dirinya dan jordan yakin tak lama lagi tami pasti akan menerima diri nya sepenuhnya ,jordan yakin itu
__ADS_1
Ok guys sampai sini dulu , maaf banget karna baru up , soalnya kau ngerasa kaya gak semangat gitu, gak kaya novel yang lain yang selalu komen dan menyemangati author nya kan aku juga pingin hehehe maaf kalau curhat....
Intinya jangan lupa untuk like ❤️ komen 💬 dan jadiin novel aku favorit 👌👌✌️