
Waktunya untuk pulang ke kantor dan bersiap siap untuk malam mingguan dengan pacarnya.
Hari sudah mulai sore dan saatnya semuanya pulang dan kebetulan devan sudah bekerja keras untuk menyelesaikan pekerjaannya hari ini juga dan itu berhasil devan lakukan demi berkencan lagi dengan pacarnya yang menurutnya itu sangat sangat menggemaskan.
"Akhirnya selesai juga kerjaan aku,harus cepet cepet pulang nih ,biar gak telat ke rumah sayang ku." kata devan sambil merenggangkan tubuhnya yang pegal
Devan bergegas mengambil jasnya yang tersampir dipunggung kursinya dan tak lupa mengambil tas kerjanya yang berisi leptopnya serta dokumen penting yang lain.
Devan berjalan meninggalkan kantor menuju tempat parkir dimana mobilnya berada disitu, ia pun langsung tancap gas begitu menaiki mobilnya.
.....
Tami di rumah sedang berada di tepi kolam renang , yah walupun tami gak bisa renang tapi dia suka bermain air , tami hanya menyelamkan kedua kakinya di air kolam itu.
Sambil mendengarkan musik yang rileks dan tak lupa sambil memakan es krim kesukaannya yang ber toping coklat.
" Malam ini gue bakal pergi sama devan rasanya gak sabar banget , terus kalau devan gak ngechet gue kok rasanya gue kangen yah sama dia , apa gue dah jatuh cinta sama dia yah? tapi kalau dia kaya bryan gimanatapi kayaknya itu gak mungkin, tapi. gue juga gak tahu?" pikir tami yang mengira ngira
"Udahlah lupain aja toh gue juga yakin devan gak bakal kaya bryan, gue yakin itu." kata tami yang berusaha meyakinkan dirinya untuk mempercayai pacarnya
....
waktu sudah menunjukkan waktu makan malam seperti biasa tami makan malam bersama kedua orang tuanya dan juga tak lupa tami memberitahukan kedatangan devan nanti malam.
Setelah menyelesaikan makan malam mereka. berkumpul untuk menonton tv bersama.
Diruang tv tiba tiba mama risma memulai pembicaraan
" Iya kan pah , mama bilang apa , orang yang udah pacaran itu kerjaannya pergi terus." sindir mama risma ke anaknya
" Apa an sih mah , kemarin kemarin aja waktu aku gak ada pacar mama selalu bilang , kok dikamar terus , sekali kali pergi jangan dirumah terus cari kegiatan lain biar punya temen banyak ,dan kamu itu harus belajar bersosialisasi dengan orang lain jangan individu terus dan sekarang aku pergi katanya pergi terus mama maunya apa sih , aku kan jadi bingung." kata tami yang menirukan mama nya saat memarahi dirinya waktu tidak pernah keluar rumah dulu kecuali dalam keadaan penting
"Ya kan mama bilang kaya gitu karna mama ngerasa kamu itu kurang bersosial dengan orang lain , tapi sekarang semenjak kamu punya pacar kamu itu selalu pergi gak pernah ada waktu buat nemenin mama sama papa lagi." kata mama risma yang mengeluarkan senjata pemungkasnya yaitu dengan nada sedih
"Tapi kan aku selalu nemenin mama sama papa waktu udah selesai makan malam , ini buktinya aku nemenin mama sama papa dan kadang juga kita bercanda dan ceritain tentang kegiatan hari ini." kata tami yang tak mau kalah
" Udah udah , jangan pada debat kaya gini dong papa itu cuman mau kita kumpul yang tenang untuk menghilangkan rasa lelah kita waktu pagi sampai sore ini , jadi debatan kali ini cukup sampai sini dan tidak ada yang menang semuanya seri , jadi stop debat ." kata papa alex yang menengahi mereka berdua
"Iya pah mama minta maaf." kata mam risma yang meminta maaf pada suaminya
"tami juga minta maaf yah mah , pah ." kata tami yang memeluk mereka berdua
....
Dirumah devan
Devan sudah sampai di rumahnya sendiri, devan langsung bergegas untuk bersiap siap karna malam ini adalah kencan kedua mereka.
Dimana kencan itu devan yang meminta nya lagi.
Devan segera mandi untuk membersihkan dirinya, dan malam ini devan memakai baju layaknya seorang remaja , dia tidak memakai baju formal karna devan ingin berpacaran layak orang biasa pacaran.
Devan hari ini memakai kaos putih serta dilapisi jaket dan celana jens sampai mata kaki berwarna hitam dan tak lupa devan membawa topi dan ditaruhnya di mobil.
sekitar 1 jam devan baru sampai dirumah pacarnya karna devan baru saja membeli satu buket bunga mawar merah. dan diketuk lah itu pintu yang berada didepannya.
tok tok tok , assalamualaikum." kata devan mengucapkan salam dan dibukakan pintu oleh bi ida
"Silakan masuk den." kata bibi ida mempersilakan masuk
" Makasih bi."kata devan
Devan pun berjalan menuju ruan tamu seperti biasa sambil menunggu kedua orang tua tami datang untuk meminta izin.
Tak lama setelah itu , orang tua tami datang menemui devan setelah diberitahukan oleh bibi ida dan tami seperti biasa ke kamarnya untuk bersiap siap.
Tami hari ini memakai Hoodie putih dan topi putih dan jens hitam karna hari ini agak dingin, tapi yh walau gk dingin tetap aja tami gak bakal pakai rok apalagi pakai baju kaya wanita pada umumnya tapi mungkin nanti.
Diruang tamu
"hallo om tante, gimana kabar om sama tante sehat?." sapa devan ke orang tua tami
"Alhamdulilah kami sehat." jawab mama risma
"Ouh yh ini tante saya bawakan tante ini,soalnya saya gak tahu tante sukanya apa?" kata devan sambil memberikan mama risma buket bunga mawar yang dibelinya tadi waktu mau ke rumah tami
" Makasih lo dev , tante suka kok." kata mama risma yang menerima bunga itu
"Hemm bau nya juga tante suka." kata mama risma yang menghirup aroma bunga itu
" Bagus deh kalau tante suka." kata devan yang bernafas lega
" Kamu itu emang cowo yang perhatian yah ,gak kaya ini." kata mama risma yang menyindir suaminya
Karna sudah lama papa alex gak pernah membawakan bunga lagi untuk mama risma
__ADS_1
"Kan kita udah dewasa udah punya anak 2 jadi yah gak usah lah kaya gini." kata papa alex yang menyangkal perkataan sindiran istrinya itu
"Ini den teh nya." kata bibi ida yang memberikan minuman pada tuan nyonya serta devan juga
' Ini gara gara devan nih , sok bawain bunga ke istriku lagi , kan kelihatannya aku jadi gak romantis kaya dulu lagi
Selang beberapa saat dari itu Tami pun turun menuruni tangga menuju ke ruang tamu untuk menemui orang tuanya dan juga devan
"Yok dev, nanti kemalaman." kata tami yang mengajak devan agar segera berangkat
" Iya , om tante saya izin bawa tami pergi sebentar, om mau saya bawakan apa biar saya bawakan pulangnya." kata devan yang menawari papa alex
" Gak usah kebetulan saya gak lagi pingin apa apa ." sahut papa alex yang agak cuek
"Ya udah om ,tante saya pamit pergi dulu assalamualaikum." kata devan yang menyalimi kedua orang tua tami begitu juga dengan tami yang mengikuti dibelakang
....
Di perjalanan
"Dev , kita mau pergi kemana ?" tanya tami
"Emmm, aku mau kita pacaran kaya orang pacaran pada umumnya." kata devan
"Kamu ngomong apa sih , aku gak ngerti." kata tami karna tami kalau urusan seperti itu dia paling gak peka
"Coba tebak kita mau ke mana ?" kata devan yang menyuruh tami untuk menebaknya
" Emm, mungkin ke bioskop lagi ?" jawab tami
"Tettot , salah ." kata devan
" Emm, ke restoran kita makan makan ?" jawab tami lagi
"Masih salah." kata devan lagi
" Udah ah nyerah." kata tami yang menyerah
"Iya iya aku kasih tahu kamu ,jangan ngambek dong." kata devan yang menyuruh tami agar tidak marah pada dirinya
Tapi tami masih saja mendiaminya dan akhirnya devan mengungkapkan jawabannya
"Kita itu mau ke tempat dimana banyak orang yang pacaran di sana." kata devan
" Kaya di party itu tapi kita gak ke party kok yang pasti di sana ada wahana yang mencengkram kan ." sambung devan pada tami
"Ya udah kalau kamu masih marah , aku gak bakal ganggu kamu , kalau kamu gak marah lagi nanti aku bakal beliin yang kamu mau deh." kata devan
"Semuanya ?" kata tami yang mulai bersuara
"Iya semuanya ." kata devan
"Aku mau es krim 3, tapi yang coklat ." kata tami
"T...ti...tiga ?" tanya devan yang menunjukkan jari nya menjumlahkan angka tiga
" Iya , emang kenapa ?" tanya tami
"Yah gak pa pa , rapi apa kamu bakal habis? itu tiga loh ?" tanya devan yang memastikan
" Iya 5 aja aku bisa apalagi 3." kata tami
"Ok ok aku ngalah , 3 tapi gak lebih." kata devan
"Ok ." jawab tami singkat
.......
Mereka sekarang sudah sampai di tempat yang devan katakan. Tami pun membelak kan matanya lebar
"Kita ke sini , kamu yakin ini kan pasar malam ." kata tami yang tak percaya
"Iya itu namanya pasar malam, tadi aku gak nyebutin karna aku lupa namanya , hehehe." kata devan yang mengatakan yang sebenernya
"Ya udah yok ke sana kita main sampai puas." kata devan yang menunjuk ke arah tempat yang ada banyak permainan nya
" Ok , emang kamu bisa main?" tanya tami yang tak yakin
" Gak sih tapi kita coba aja dulu." kata devan yang menggandeng tangan tami
Tami yang tangannya di gandeng pun hanya pasrah toh yang gendeng itu pacarnya sendiri, pikir tami seperti itu
Devan dan tami berhenti di permainan tembak sasaran dimana mereka harus mengenai titik tengahnya , siapa yang bisa mengenainya maka boleh memilih boneka yang sudah disediakan
"Pak saya mau main untuk 2 orang yah." kata devan yang mengambil 2 tembakan yang berisi 3 peluru tapi itu bukan tembakan beneran loh yah.
__ADS_1
"Ini mas tembakannya." kata penjaga permainan tersebut dan devan pun menerimanya dan dikasih nya satu tembakan untuk tami mereka pun bermain bersama
dimana devan yang main dulu
"Aku mulai yah." kata devan
"Mulai aja." jawab tami
"Kalau dapet kamu mau minta boneka apa?" tanya devan
"aku mau yang besar aja biar gampang dipeluk." jawab tami
"Ok." kata devan singkat
Devan pun mulai membidik target yang ada didepannya itu, devan memfokuskan pandangannya menuju target yaitu sasaran utama
Dor ( devan melepaskan pelurunya )
"Aaaaa, padahal dikit lagi,tapi tenang kita masih ada 2." kata devan
Devan pun sama seperti tadi masih memfokuskan kan nya dan membidiknya lagi tapi tetap saja masih meleset
"Tenang dev , tinggal satu lagi saja , ok jangan gugup , ayolah semoga saja bisa." gerutu devan yang mulai geram
"O, o kayaknya ada yang gak bisa main sasaran nih." kata tami yang agak mengejek pacarnya
"Ettt jangan ngejek yah , kita lihat aja dulu , ini peluru yang terakhir aku pastikan gak akan meleset." kata devan yang berantusias
"Cobalah." kata tami mempersilahkan
Devan pun kembali memfokuskan arah tembakannya kali ini devan bener benar tidak berkedip dan tami yang memperhatikan nya agak tertawa karna posisi kaki devan kaya orang yang mau nangkap ayam terlalu lebar.
Dor ,devan mengarahkan tembakannya tetapi apa daya tembakan terakhir meleset ke atas
Devan sekarang memasang wajah yang kurang enak dipandang dia seperti habis gagal ujian
Sekarang giliran tami , tami memasang wajah yang serius dan dengan posisi kaki yang tepat lalu ia menutup matanya satu dan memfokuskan nya pada target dan dor tami mengenai sasaran.
Tami membidik sampai 3 berturut turut dan itu kena sasaran semua, ia pun memilih 3 boneka tapi sebelum memilih ia melihat ada seorang anak kembar dan orang tuanya mereka tidak bisa mendapatkan boneka untuk anaknya.
Tami pun menemui anak kembar itu
"Hai dek , adek kenapa nangis hemm?" tanya tami yang memandangi 2 anak kembar itu
"Kita mau boneka kak." kata kedua anak kembar itu bersaman dengan nada orang yang habis nangis
" Ok kakak tahu , kalian mau boneka apa , biar kakak yang urus." kata tami
"Aku mau bonek unicorn kak." kata kembar satu
"Iya aku juga mau itu." kata kembar uang satunya lagi
" Ok, kakak ambil in dulu." kata tami
Tami pun mengambil hadiah miliknya yang berhasil memenangkan target itu , tami mengambil boneka unicorn nya 2 dimana boneka itu memiliki ukuran dan warna yang sama.
"Ini , kakak punya hadiah buat kalian." kata tami yang menyerahkan kedua boneka itu untuk anak kembar itu
". Terima kasih kak." kata mereka berdua yang mengucapakan terima kasih pada tami begitu juga dengan kedua orangtuanya
"iya sama sama." kata tami yang membalas ucapan mereka
Devan yang melihat itu tak bisa menyianyiakan momen itu , ia pun langsung memfoto momen itu sebagai kenang kenangan
Dan tami pun mengambil boneka panda yang ukurannya kecil tapi tidak terlalu kecil karna aturannya jika berhasil mendapatkan 3 target maka bisa mengambil yang besar tapi jika hanya satu maka ambilnya yang kecil.
....
Setelah berkeliling dan mencoba banyak permainan , serta wahana mereka pun beristirahat di bangku taman yang panjang.
"Nih minum dulu kamu pasti haus kan." kata devan yang menyerahkan minuman botolan
"Makasih." kata tami yang menerima
"Kita mau ke mana lagi?" tanya devan
"Kayak ya udah deh kita juga udah naikin semua wahana disini kecuali kincir ria atau bianglala ." kata tami
"Kamu beneran gak mau naik itu." kata devan yang menunjukkan ke wahana bianglala
"Gak , pokoknya gak."kata tami yang menolak
"Dari pada naik itu lebih baik kita makan pempek aja katanya itu makanan khas palembang loh." kata tami yang memberitahukan pada devan
Tami pun segera menarik tangan pacarnya itu menuju abang abang tukang pempek khas palembang itu.
__ADS_1
Ok sampai sini dulu nanti aku bakal lanjutin tapi segini dulu ok 👌 jangan lupa like komen dan kasih aku dukungan 😁✌️👌