APAKAH AKU PANTAS UNTUK BAHAGIA

APAKAH AKU PANTAS UNTUK BAHAGIA
eps 42


__ADS_3

Tami di larikan ke rumah sakit terdekat yang ditemani oleh bibi ida. Bibi ida cemas karna tami tidak kunjung sadar juga karna setau bibi ida orang pingsan itu sadarnya paling lambat sekitar 10 menit itu juga paling lambat.


Sekitar 10 menit mobil ambulance itu sudah sampai di rumah sakit terdekat , Tami langsung di dorong ke ruangan darurat. Bibi ida juga ikut mendorong Tami ke ruangan itu , setelah Tami masuk ke ruangan darurat , bibi ida disuruh oleh suster untuk menunggu diluar karna biar Tami ditangani oleh dokter terlebih dahulu.


Bang Niko , bang Gilang dan bang Ferry sudah dalam perjalanan , mereka mengendarai mobil menuju ke rumah sakit yg sudah diberitahu alamatnya oleh bibi ida melalui pesan.


Bang Niko menyetir mobil itu dengan kecepatan yg dibilang cukup cepat, karna bang Niko sangat khawatir terhadap Tami.


Sampai sampai bang Gilang dan bang Ferry ketakutan dibuatnya dan Sampai sampai mereka berpegangan dgn erat.


"Woi bang yang bener Napa nyetirnya , inget bang nyawa itu cuman satu!!" kata bang Ferry yang berteriak mengasih tahu abangnya


" Iyah bang inget itu, gue gak mau mati konyol bang nanti mama sama papa gimana?!" kata bang Gilang yg sudah nyeleneh dalam berbicara


"Udah diem aja !, gue juga gak sebodoh itu kali , gue juga bakal hati hati kok, udah kalian duduk aja yg bener dan diem jangan ganggu konsentrasi gue!!" kata bang Niko yg menenangkan mereka


Mereka pun diam, dan mengikuti apa yg dikatakan oleh abangnya itu yaitu disuruh duduk dengan tenang dan diam.


....


Dirumah Tami papa Alex dan mama Risma baru sampai di rumah , belum sempat mereka masuk, mang Ujang memberitahukan dulu kepada tuan dan nyonya nya itu bahwa anak perempuannya tadi pingsan dan dibawa ke rumah sakit.


" Maaf tuan nyonya , saya hanya menyampaikan amanah bahwa non Tami tadi pingsan dan sekarang dibawa ke rumah sakit di dekat sini oleh bibi ida." jelas mang Ujang kepada majikannya


" APA!! Tami pingsan !! yah udah kita ke sana sekarang !" kata mam Risma yg terkejut


" Ayo pah kita ke rumah sakit sekarang!" kata mama Risma yg menyuruh papa nya ke rumah sakit dengan panik


" Tenang ma jangan panik , Tami pasti baik baik aja kok." kata papa Alex yang menenangkan istrinya


"Semoga aja pah." kata mama Risma yang mulai agak tenang


Papa Alex pun menjalankan mobilnya menuju rumah sakit.


....


Di rumah sakit , Tami sudah di pindahkan ke ruang rawat , bibi ida menemani Tami diruang rawat tersebut.


Bang Niko, bang Gilang dan bang Ferry sudah sampai ia pun langsung menghubungi bibi ida untuk menanyakan keberadaan mereka.


" Hallo bi , sekarang bibi ada dimana ?" tanya bang Niko kepada bibi ida


" Non Tami sekarang udah dipindahin ke ruang rawat den , Aden ke sini aja nama tempatnya ruangan mawar no 02." kata bibi ida


"Ok bi kita ke sana sekarang." kata bang Niko


"Ok sekarang kita ke ruang rawat mawar no 02." kata bang Niko yg memberitahu pada mereka


" Tapi dimana tempatnya ? mazk kita harus keliling satu rumah sakit ini?" tanya bang Ferry pada kedua abangnya itu


" Eemm kita tanya sama suster itu aja."kata bang gilang yg berinisiatif bertanya


Mereka pun menghampiri suster itu dan bertanya tentang ruang rawat mawar no 02 , dan suster itu pun menunjukan arahnya pada mereka , mereka pun mengucapakan terimakasih dan pergi meninggalkan suster itu dan menuju ke ruang rawat tersebut .


Tak butuh waktu lama mereka bertiga sudah sampai di depan ruangan itu , bang Niko pun membuka pintu tersebut dan mereka pun masuk bersama.

__ADS_1


Bang Niko langsung berjalan mendekati kasur Tami ,lalu bang Niko langsung memegang tangan Tami dengan erat seakan dia takut untuk kehilangan sosok Tami.


" Bu gimana keadaan Tami, di tertidur atau belum sadar?" tanya bang Gilang


"Non Tami masih belum sadar den , tapi katanya dokter sebentar lagi." jawab bibi ida


"Emang Tami kenapa kok bisa sampai pingsan sih ?" tanya bang Ferry


"Itu den , non Tami nunggu nyonya sama tuan buat makan malam bareng." jawab bibi ida lagi


"Emang Tami belum makan nasi dari kapan ?" tanya bang Niko


" Non Tami terakhir makan nasi waktu sarapan den, setelah itu dia belum makan nasi cuman nyemil keripik aja terus minta jus mangga sama makan es krim tadi jam 2 an , setelah itu bibi belum lihat non Tami makan apa apa lagi ." jelas bibi ida menjelaskan pada mereka


"Pantes dia pingsan." kata bang Ferry


Tak lama dari itu dokter pun datang untuk memeriksa keadaan Tami lagi.


"Permisi , saya mau cek dulu keadaan pasien ." kata dokter yg mengeluarkan stetoskop nya


semuanya pun menepi dulu dan memberi ruang buat dokter memeriksa Tami.


"Bagaimana keadaannya dok?" tanya bang Niko


"Kondisinya udah membaik, dan saya sarankan agar kedepannya pasien harus memakan nasi walaupun itu hanya sedikit , karna tadi waktu dibawa ke sini asam lambungnya terlalu tinggi ,itu yg menyebabkan pasien pingsan." kata dokter menjelaskan


"Baik dok nanti kedepannya saya usahakan agar teratur dalam pola makan." kata bang Niko kepada dokternya


Dokter itu mengangguk lalu pamit untuk pergi karna masih ada pasien yg harus di tangani lagi. Dan tak lama setelah itu Tami tersasar dan membuka matanya perlahan.


" I...i.. ini dimana ?" tanya Tami dgn suara seraknya dan mencoba melihat sekeliling


"Ini dirumah sakit dek, tadi adek pingsan." kata bang Niko


"Bang... adek haus." kata Tami dengan suara lemahnya , bang Niko pun langsung mengambil air minum yg kebetulan sudah disediakan suster di meja samping tempat tidur itu.


" Nih dek bangun dulu terus minum." kata bang Niko yg agak sedikit menaikkan kepala Tami agar bisa minum


" Udah sekarang kamu istirahat dulu atau mau makan ? katanya kamu belum makan dati tadi siang sampai sekarang." tanya bang Niko


"Iyah adek emang belum makan, kan tadi nungguin mama sama papa dulu , gak bisanya mama sama papa pulang telat dan gak ngabarin adek." kata Tami kepada semuanya


"Ya udah sekarang adek mau makan apa, biar Abang Gilang yg beliin." kata bang Gilang yg berinisiatif membelikan sesuatu


" Adek mau es krim coklat." kata Tami yg ter-ingin es krim coklat


" Gak boleh , kamu itu masih sakit ! mana boleh orang sakit makan es krim yg ada mereka makin parah!!" kata bang Niko yg agak membentak Tami, karna bang Niko gak habis pikir baru aja Tami bangun tapi langsung minta es krim


Tami yg merasa dirinya dibentak pun langsung menciut dan mengalihkan pandangannya agar tidak melihat bang Niko, karna jujur bang Niko itu kalau marah serem banget. Dan semua yg ada di sana terkejut dgn nada yg di ucapkan bang Niko karna menurut mereka itu terlalu keras.


Bang Gilang langsung mengalihkan suasana tadi dgn menawarkan sesuatu ke Tami.


"Gimana kalau nasi goreng aja yah? kan adek harus makan nasi atau mau bubur aja ?" tanya bang Gilang untuk mengalihkan pembicaraan


"Nasi goreng aja." kata Tami yg masih mengalihkan pandangannya

__ADS_1


Bang Niko yang tau dirinya salah hanya diam dan merasa menyesal telah membentak Tami. Dan bang Niko juga merasakan hatinya seperti di cabik cabik.


Bang Gilang mengajak bang Ferry dan juga bibi ida, karna bang Gilang ingin mengantar bibi ida ke rumah karna tadi bang Gilang melihat bibi ida seperti kelelahan dan itu terlihat dari wajah bibi ida.


Bang Gilang , bang Ferry dan juga bibi ida menuju ke parkiran , dan tak sengaja bertemu dgn papa dan mamanya Tami


" Gilang Gilang !" kata mama Risma yg memanggil bang Gilang


"Iyah Tante ada apa?" tanya bang Gilang


" Itu Tante mau tanya , ruangannya Tami dimana ?" tanya mama Risma yg agak cemas


" Itu Tante Tami ada diruang mawar 02 Tante , om." kata bang Gilang yg menjawab dgn sopan


" Ouh yah udah kalau gitu kita masuk ke dalam dulu." kata om Alex yg berjalan pergi beriringan dgn Tante Risma


" Baik om." kata bang Gilang serta bang Ferry


"Ok bi sekarang kita anter dulu bibi ke rumah biar bibi istirahat dulu." kata bang Gilang


"Iyah den saya pulang aja, kan non Tami sudah ada yg nemenin ." kata bibi ida


Mereka pun naik ke dalam mobil yg dikendarai bang Ferry. Di ruang mawar Tami masih diam dan tak mau berbicara dgn bang Niko karna masih agak takut.


mama Risma dan papa Alex sudah sampai di ruangan mawar mereka pun langsung membuka pintu dan masuk menemui Tami.


Di Sana mama Risma memeluk Tami dan meminta maaf.


"Maaf yah nak , mama gak ngabarin kamu dulu kalau mama sama papa telat pulang soalnya hpnya Mati semua dan mama lupa ngisi baterainya." jelas mama Risma yg menjelaskan pada Tami


" Gak papa kok mah , ini juga gak parah kok, kadi mama gak usah nangis lagi , nanti berubah jadi Kunti loh ." kata Tami yg melihat ailener mama nya mau luntur


Mama Risma segera mengambil tisu dan kaca agar tidak seperti Kunti yg dibilang oleh Tami anaknya.


" Mana ada , gak luntur kok kamu bohong yah ?" tanya mama Risma yg setelah melihat kaca


"Hehehe habisnya mama nangisnya gitu, kn berisik ." kata Tami


" kamu itu , mama tadi udah panik benget tau gak mazk alat make up yg mama beli mahal mahal bisa luntur." kata mama Risma


Mereka pun tertawa bersama, karna telah ditipu oleh Tami , tapi tidak dgn bang Niko dan papa Alex mereka masih berbicara tentang kondisi Tami begitu juga bang Niko yg mencoba menjelaskan nya.


setelah menjelaskan kondisi Tami , papa Alex langsung ambil bicara pada Tami.


" Nak kamu itu udah dewasa jadi jangan kaya anak kecil yg harus disuruh untuk makan, Kamu kalau mau makan gak usah nunggu papa maupun mama, kalau udah lebih dari jam setengah 8 itu tandanya papa sama Mama masih banyak kerjaan atau kejebak macet, jadi kamu makan dulu aja , ok." kata papa Alex yg menasehati Tami dgn halus


"ok pa." kata Tami menjawab


"Dan satu lagi kamu ga boleh makan es krim banyak banyak." kata papa Alex yg menambah untuk bicara lagi


"Iyah pa." kata Tami yg pasrah


' Gak makan es krim kalau dirumah sakit, tapi kalau udah keluar yah harus makan lah ,


hehehe.' batin Tami yg merencanakan rencana nya

__ADS_1


Ok segini dulu yah , nanti kalau ada waktu nanti aku usahain buat up lagi , yang pasti jangan lupa buat like komen dan kasih aku vote yg banyak apa lagi dukung aku terus ok 👌✌️😁


__ADS_2