
Tami melajukan montor nya dgn kecepatan agak tinggi , Tami menyalip ke sana kemari, Tami memang handal dalam mengemudi apalagi waktu Tami balapan montor dgn Abang abang nya itu.
sekitar 12 menit Tami sampai di parkiran tempat latihan, Tami memarkirkan motornya dan berjalan menuju ruangan latihan.
waktu membuka pintu Tami melihat Abang abangnya itu sudah datang.
" assalamualaikum bang , dah lama disini?" tanya Tami sambil meletakkan tas nya di pojok
" enggak, kita baru aja, yh sekitar 5 menit lah." kata Abang Niko
"ouh yh ni nyokap bawain makanan. " sambung bang Niko sambil menyodorkan kotak makan tersebut.
" makasih yh bang , Tante ini kan aku jadi gak enak." kata Tami
" ni minum nya jangan lupa , nanti ke selek gue yg dimarahin." kata bang Ferry memberikan minum kepada Tami
" makasih bang Ferry." ucap Tami sambil memakan makanan tersebut
" ouh yh ,adek ditanyain sama nyokap,katanya kapan kamu mau ke rumah , katanya nyokap udah kangen banget sama kamu."
" yh, nanti adek minta ijin dulu sama papa mama , boleh gak kalau boleh nanti malam Minggu adek nginep sekalian , pokoknya kita malam Minggu pesta dirumah Abang." seru Tami bersemangat
" yh yh, Abang mah terserah aja." kata abang Niko
" gue mah setuju banget , pokoknya kita harus pesta." kata bang Ferry girang
bang Ferry itu emang sangat suka sekali dgn pesta apa lagi kalau party, dan bang Ferry juga sering ke bar yh cuman kalau sedang banyak pikiran aja.
" Abang ikut aja." kata bang Gilang
Tami memakan makanan itu sampai habis dan juga minum tapi minum nya gak abis yh kalau dihabisin , nanti kalau kekenyangan gk bisa jalan dong.
mereka semua pun melakukan pemanasan seperti kemarin lari , pemanasan , pus up , back up , dan sit up.
tak lama setelah pemanasan mereka selesai Patih pun datang.
" assalamualaikum semua nya, apakah sudah pemanasan." kata guru Li menanyakan
disini aku kasih tau nama pelatihnya yg eps kemarin kita panggil pelatihnya itu pk Li, sekarang kita panggil dgn sebutan guru Liatau sensei saja karena , menurut saya pk Li itu terlalu tua yg walaupun sudah agak tua 😂😂
" waalaikumsalam, sudah sensei ." jawab mereka bersamaan
" ok kita langsung latihan saja , dan saya berharap latihan hari ini kalian berlatih dgn
__ADS_1
maksimal, apakah kalian bisa ?" tanya sensei Li dgn tegas
" yah siap sensei." jawab mereka semua
" baik sekarang kita mulai latihannya." kata sensei Li
mereka pun mengambil tempat latihan masing masing dgn pelatih nya masing masing.
tami berlatih memukul , menendang , menangkis dan menyerang dgn sensei Li.
" ayo tam lebih kuat lagi, jangan sampai musuh lolos." kata sensei Li
Tami pun menambahkan powernya.
" yak ( kata Tami yg geram dan langsung memukul.
" ok bagus sekarang tambah kecepatannya , jangan Sampai musuh balik melawan." kata sensei Li geram karena menurut sensei Li itu kurang greget
Tami pun memukul , menendang dan menyerang dgn cepat samsax itu
( samsax adalah benda seperti guling tapi bukan guling bahkan lebih keras dari itu dan yg tergantung di atas untuk latihan tinju.
sekitar 15 menit Tami memukul dan menendang dgn keras bahkan lebih cepat dari biasanya , sampai sampai samsax tersebut jebol.
sensei Li menatap samsax tersebut lalu tertawa terbahak bahak.
"hahahaha, hahahh hahahaha, 😂🤣🤣😂 ." sensei Li tertawa sampai terdengar dgn tempat sebrang Abang Niko Abang Gilang dan Abang Ferry .
karna mereka penasaran akhirnya mereka pun melihat tempat Tami latihan.
tempat latihan mereka Memang terpisah dgn sebatas tembok saja.
mereka semua beserta pelatih nya pun ke ruang Tami. dan mereka terkejut dgn apa yg mereka lihat , sensei Li tertawa terbahak bahak dan Tami hanya diam dan meras bersalah.
Tami pun berlari ke Abang Niko Lala memeluknya.
" Abang....," kata Tami yg langsung menghamburkan tubuhnya untuk memeluk Abang nya itu
" kamu kenapa dek , hem? jangan nangis dong." kata bang Niko yg menenangkan Tami.
karna bang Niko merasa Tami ingin menangis dan badannya itu terasa gemetar.
" tadi... tadi itu ,itunya , itunya rusaaakkkk." kata Tami yg terbata bata dan ingin sekali menangis karna Tami takut akan kena marah sensei Li
__ADS_1
" apanya yg rusak ? adek yg bener ceritanya." kata bang Niko
sedangkan bang Gilang dan bang Ferry hanya menunggu Tami menceritakan. karna tak kunjung diceritakan , sensei Li pun berinisiatif untuk menceritakan kejadian tadi.
" udah udah dari pada bingung , biar saya aja yg cerita. jadi gini , tadi itu saya menyuruh Tami bua melakukan tendangan dan pukulan nya lebih keras dan kencang lagi , tapi entah kenapa , atau mungkin memang Tami terlalu kuat , itu samsax yg dipukul dan ditendang Tami langsung jebol , dan rusak, jadi saya tertawa ,maaf yh Tami saya tidak sengaja mentertawakan kamu." kata sensei Li yg masih menahan tawa nya
" mungkin samsax nya sudah Tua ?" kata bang Gilang
" gak mungkin Gilang , orang samsax itu baru aja saya beli kemarin waktu pulang latihan , Karna sensei , menyuruh saya mengganti semua samsax karna , samsax nya terlihat sudah tua , jadi saya ganti." jelas Pelatih yg mengajar Gilang
"hahahaha, kamu itu laki laki apa perempuan dek, itu samsax nya sampai jebol gitu hahhaaha ." kata bang Ferry yg mentertawakan Tami
" Ferry , Jangan tertawa in Tami gitu." kata bang Niko sambil mengelus elus atau mengusap usah punggung Tami biar tenang
" maaf sensei mungkin Tami terlalu berlebihan tadi dalam latihan, nanti saya sama Tami akan ganti , besok." jelas bang Niko
" yh santai aja , kn cuman satu, bukan semua, jadi santai aja.
" terimakasih atas pengertiannya sensei." kata bang Niko
" t te terimakasih sensei." kata Tami terbata bata.
bang Niko yg masih setia menenangkan Tami , sedangkan bang Gilang dan Ferry mereka menahan tawa nya dan membungkam mulut mereka.
" saya rasa hari ini kita cukupkan sampai disini dulu saja hari ini, karna saya ada acara , jadi hari ini pulang lebih awal."
mereka pun menyelesaikan latihannya dan pergi, karna sensei Li ada urusan
sekitar jam 5.30 mereka pulang ke rumah masing masing , mereka langsung pulang , karna udah hampir mahgrib.
Tami di sepanjang perjalanan nya masih memikirkan,
.' dimana gue harus beli itu samsax .' batin Tami
' ah nanti tinggal cri aja.' sambung Tami
Tami yh seperti itu karena , tami juga perempuan kan , dia juga bisa nangis , Tami pun sudah sampai di gerbang nya , Tami masuk dan memarkirkan montor nya di garasi , Tami pun masuk ke rumah dgn mengucapkan salam dan langsung ke atas , menuju ke kamarnya.
Karna ortu Tami masih belum pulang dan bibi dia lagi sibuk buat nyiapin makan malam.
maaf yh kakak kakak, aku baru up karna sibuk banget , dan kadang males gitu ✌️🤣😁✌️ , tapi yh nanti aku usahain biar cepet up nya .
😁😁✌️ jangan lupa like komen dan kasih aku vote yg banyak
__ADS_1