APAKAH AKU PANTAS UNTUK BAHAGIA

APAKAH AKU PANTAS UNTUK BAHAGIA
eps 41


__ADS_3

Bibi ida pergi menuju ke dapur untuk menyiapkan minuman serta es krim pesanan Tami dan juga cemilan.


Aldo Adrian dan Azka melihat sekeliling untuk menghilangkan rasa canggung mereka karna dari tadi mereka diam dan tak ada yg bicara.


" Do mana buku catatan Lo , gue pinjem nanti besok gue balikin." kata Tami yg bertanya mengenai buku catatan


" Ouh yh bentar gue ambil in dulu." kata Aldo yg mengambil buku tersebut di tasnya , Aldo mengambil sekitar 5 buku tulis dan itu semua buku catatan hari ini.


"Nih bukunya." kata Aldo yg memberikan bukunya pada Tami


"Ok makasih." kata Tami yg menerima buku itu


" Ouh yh tam , Lo gak berangkat kemarin sama hari ini kenapa ?" tanya adrian


"Ouh itu gue kemarin gak berangkat karna gue ada tanding terus hari ini gue gak berangkat karna ini kaki gue." kata Tami yg memperlihatkan kakinya pada mereka


"Kok biru kaya gitu sih , emang itu kena apa ?" tanya Azka


" ini masih mending kaya gini dari pada kemarin sampai bengkak." kata Tami kepada mereka semua


" Kok bisa emang Lo kenapa apa?" tanya Aldo


"Mungkin gue salah dalam pendaratan soalnya waktu gue mau nendang orang, gue itu nargetin kepala dia , kena sih kepalanya tapi gue salah mendarat yh Al hasil terkilir deh kaki gue." kata Tami


"Emang orang itu salah apa sampai sampai Lo mau nendang itu kepala?" tanya Adrian


" Masalahnya itu cuma satu , gue yg hajar atau dia yg hajar, kan gue lagi tanding mazak gue harus kalah , yh dari pada gue kalah terus gue babak belur lebih baik gue yg nyerang kan , gak salah kan gue ?" tanya Tami pada mereka


"Yah gak salah sih , tapi kaki Lo dah mendingan ?" tanya Aldo


" Udah lah orang dari kemarin mazak hari ini masih sakit parah , yah lumayan udah baikan walaupun kalau dibawa jalan agak sakit dikit."kata Tami kepada mereka bertiga


Dan tak lama dari itu bibi ida berjalan ke arah mereka sambil membawa penampan yg berisi 3 gelas jus mangga , cemilan dan juga es krim yg tadi ada dikotak yg diberikan Tami


" ini den , jus nya sama cemilannya." kata bibi ida yg menaruh jus mangga itu dihadapan mereka dan cemilannya berada di tengah tengah meja .


"Sama ini non es krim nya." kata bibi ida yg memberikan piring cekung yg berisi es krim coklat dengan toping buah itu


Tami menerimanya dgn senang Karna yg di tunggu tunggu datang juga." Makasih bi ..." kata Tami berterimakasih sambil melempar senyum manisnya, Aldo yg melihat senyum Tami tiba tiba wajahnya memerah , Aldo yg menyadari bahwa wajahnya agak panas dan merah langsung meminum jus tersebut untuk menghilangkan wajah merahnya itu.


'Sial, kok Tami kalau senyum gitu manis sih, aaaa! sadar Aldo sadar.' batin Aldo yg berusaha menekan pikirannya


Tami yg menerima es krim itu langsung memakan nya Karna es krim nya mulai mencair. Tami yg merasa diperhatikan langsung berbicara.


"Bisa gak, gak usah lihat lihat gue , gue risih." kata Tami kepada mereka


" Maaf ." kata mereka bersamaan


"Ouh yah , Lo tadi main gitar lumayan jago yah ,Lo belajar sendiri." tanya Azka


"Yah gue belajar sendiri , kenapa ?" tanya Tami

__ADS_1


"Yah gak papa cuman nanya , soalnya gue kalau belajar sendiri agak bingung." kata Azka


" Bingung kenapa? tinggal di inget inget aja dulu kuncinya , baru di hafal in kalau udah hafal gue jamin , pasti bisa." kata Tami kepada Azka


"Ouh gitu caranya , ya udah nanti gue hafal in kalau ada waktu,heheh." kat Azka yg agak tertawa


" Gak usah tertawa ." kata Tami


"Kenapa ?" tanya Azka


"Kalau Lo ketawa Lo jadi tambah jelek." kata Tami


" iiihhh orang gue kalau ketawa tambah ganteng juga." kata Azka yg membela dirinya


"PD......" kata Tami Adrian dan Aldo bersaman setelah itu mereka semua tertawa bersama


.....


Disekolah masih ada anak anak basket termasuk bang Niko, bang Gilang dan bang Ferry mereka semua masih di sana.


Mereka latihan dengan pelatih mereka seperti biasa, tapi bang Gilang bisa membaca raut muka bang Niko yg cemas memikirkan Tami.


Karana sadari tadi bang Niko selalu bertanya mengenai Tami kepada mereka berdua karna dari istirahat sampai sore Tami tidak mengabari semua abangnya.


"Niko fokus ! fokus ! kamu harus fokus !" kata pelatih atau kita sebut saja dengan coach.


" Maaf coach." kata bang niko yg meminta maaf


Mereka semua pun pulang dan meninggalkan lapangan basket. begitu juga dgn 3 saudara itu mereka pun pergi meninggalkan lapangan dan berjalan menuju parkiran.


Di mobil bang Niko merasa pusing seakan pikirannya itu tertahan dan masih saja ada yg mengganjal. Bang Gilang yg memperhatikan itu pun tak tahan ingin bertanya.


" Bang , Lo itu kenapa sih dari tadi gak fokus , emang Lo lagi mikirin apa sih dari tadi?" tanya bang Gilang pada bang Niko sedangkan bang Ferry ia kelelahan dan langsung tidur di mobil ia tidak mau membahas tentang abangnya itu , karna bang Ferry kelelahan jadi bang Ferry memutuskan untuk tidur di mobil dan tidak mau ikut campur dulu terhadap perdebatan mereka.


" Gue itu cuman kepikiran aja sama Tami , dia dari tadi gak ngabarin ke gue maupun Lo atau pun Ferry, jadi gimana gue gak khawatir coba !"kata bang Niko yg menjawab pertanyaan bang Gilang


" Mungkin adek itu lagi istirahat atau lagi santai dirumah , dan juga mungkin hp nya adek itu lagi lobet atau baterainya habis." kata bang Gilang mencoba menenangkan Abang nya


"Semoga aja kaya gitu." kata bang Niko yg bersandar di kursi dan memejamkan matanya.


....


Dirumah Tami Aldo Adrian dan Azka berpamitan pulang karna hari sudah mulai sore.


" Ya udah yah Tami kita cabut dulu , udah sore soalnya." kata Aldo yg berpamitan pulang


"Iyah kalau gitu ayo gue anter sampai depan." kata Tami yg berdiri


Mereka pun diantar oleh Tami sampai teras , Aldo, Adrian dan Azka pun sekali lagi berpamitan pada Tami dan mengendarai mobilnya untuk pulang , dan Tami pun masuk ke dalam rumah untuk mandi karna hari sudah mulai sore.


Tami pun menaiki tangga menuju kamar lalu mengambil handuk dan pergi mandi, sekitar 15 menit Tami sudah selesai dgn mandinya Tami langsung berpakaian dan melaksanakan ibadah nya lalu ia pergi ke kasur untuk merebahkan tubuhnya , Tami memejamkan matanya lalu tidur sebentar Sampai mahgrib.

__ADS_1


Waktu azan Maghrib berkumandang Tami bangun dan membasuh muka nya lalu pergi mengambil air wudhu dan melakukan ibadahnya lagi, setelah selesai Tami duduk di kursi belajar lalu ia mulai mencatat tentang materi tadi pagi yg ditulis oleh Aldo.


Tami mencatat buku itu sampai isya , ia lalu menghentikan aktifitasnya dan mengganti nya dgn melakukan ibadahnya lagi dan setelah selesai Tami menuruni tangga menuju meja makan.


Tami menunggu kedua orang tuanya pulang untuk makan malam bersama. sampai Samapi Tami bosan harus menunggu.


" Papa sama Mama mana sih udah 2 jam aku nunggu , mana tadi siang aku cuman ngemil lagi gak makan nasi." kata Tami yg kesal dgn orang tuanya karna harus menunggu sampai 2 jam lamanya


" kalau papa sama mam mau pulang telat yah setidaknya bilang kek , jadi kan aku nya gak nungguin gini , makanannya udah dingin lagi , udah gak enak pasti nya kalau dah dingin gini." kata Tami yg memegang makanan nya lalu memainkan ponsel nya tapi tidak ada satu pun pesan yg masuk dari papa dan mama nya


Karna Tami sudah terlalu kesal lagi untuk menunggu , akhirnya Tami berdiri untuk pergi ke dapur untuk memanggil bibi ida , mang Ujang agar mereka makan bersama sama.


Tapi pada saat Tami mau berjalan ke arah dapur Tami memegang perutnya yg terasa sakit banget sampai sampai sakitnya itu melebihi orang haid.


Rasa sakit itu menyetrum sampai kepala dan kepala Tami jadinya ikut pusing. Tami mencoba ke dapur untuk mengambil obat , Karna Tami yakin pasti maag nya kambuh lagi soalnya dari tadi siang Tami gak makan nasi.


Tami mencoba mencari cari obat yg ada di laci dapur sambil memegangi perutnya yg semakin sakit , tapi Tami tidak bisa menemukan obatnya .


Tami sudah tak tahan lagi menahan rasa sakit di dalam perutnya , akhirnya Tami jatuh pingsan dilantai.


Bibi ida yg ingin mengambil air minum pun terkejut karna melihat Tami pingsan di dapur. Bibi ida panik lalu langsung mengambil hp nya yg berada disaku celana bibi ida.


Bibi ida menelfon papa dan mama nya Tami tapi itu semua nihil karna no nya tidak aktif ,Bibi Ida terus berfikir keras harus menghubungi siapa ? dan bibi ida memutuskan untuk menelfon bang Niko.


ttuuuuttt tttuuuuuutttt ( suara panggilan terhubung , tak lama setelah itu bang Niko mengangkat telfonnya


" Hallo bi, ada apa yah , malam malam gini nelfon saya?" tanya bang Niko yg masih menulis tugas sekolah


" Maaf den ganggu , ini den ini.... anu ...anu loh den , gimana yah ini ngomongnya?!" kata bibi ida yg panik harus bilang nya gimana pada bang Niko


Bang Niko yg mendengar bibi ida berbicara dengan gagap itu bingung , karna bibi ida ngomongnya tidak jelas.


" Bi ... bibi. yang tenang dulu , atur nafas bibi , baru bicara, kalau bibi kaya gini Niko gak bisa denger dgn jelas." kata bang Niko yg mencoba menenangkan bibi ida


Bibi ida mengatur nafas nya terlebih dahulu, lalu bicara lagi kepada bang niko " Ini loh den , non Tami pingsan!" kata bibi ida yg berbicara dgn lancar


" APA !! Tami pingsan ?!!" tanya bang Niko yang kaget sekaligus panik


"Iyah den , gimana nih , mana tuan sama nyonya belum pulang lagi, gimana nih den bibi bingung ?" tanya bibi yg semakin panik


Bang Niko mencoba untuk menenangkan dirinya secepat mungkin dan mengasih pendapat pada bibi ida.


" Bibi ida tenang dulu ,sekarang bibi telfon ambulance suruh ke rumah, biar Tami di bawa ke rumah sakit langsung , nanti saya nyusul." kata bang Niko yg menjelaskan


"Iyah den, ok ok saya telfon ambulance sekarang." kata bibi ida dan langsung mematikan sambungan telfonnya


Bibi ida langsung menelfon rumah sakit agar membawa mobil ambulance ke alamat xxx.


Tak butuh waktu lama ambulance itu datang dan langsung membawa Tami ke rumah sakit.


Bibi ida ikut dgn mobil ambulance untuk menjaga Tami dan juga bibi ida berpesan agar mang Ujang menjaga rumah dan mengabari jika tuan dan nyonya sudah pulang.

__ADS_1


Tolong like komen dan dukung aku terus yah 😁 jangan lupa kasih aku vote yg banyak juga , ok 👌 😁✌️


__ADS_2