
Bang Niko sudah menuntaskan apa yg harus dilakukan nya , bang Niko pun keluar dari kamar untuk mengecek Tami apakah dia masih olahraga atau tidak.
Bang Niko menuruni tangga dan kebetulan melewati ruangan tv , ia melihat bang Gilang dan bang Ferry mereka masih bermain game dgn asiknya.
Bang Niko lanjut berjalan ke ruang olahraga , bang Niko melihat sekitar tapi sama sekali tidak menemukan Tami , ternyata Tami tidur di sofa.
" Pantes gak kelihatan, orang dia nya tidur." kata bang Niko yg berjalan mendekati Tami
" Gimana adek gak gendutan sih ketemu sofa aja tidur , ketemu kasur aja tidur habis makan tidur , apa apa tidur , semoga aja adek bisa berubah." kata bang Niko yg membelai rambut Tami yg panjang
Setelah merasa puas bang Niko keluar menemui Abang Gilang dan bang Ferry yg sedang main game.
Tapi sebelum itu bang Niko mengambil leptop nya untuk mempelajari berkas berkas yg berada dikantornya , karna papa nya pernah bilang , suatu hari nanti mereka bertiga akan melanjutkan bisnis keluarganya itu.
Tapi om Adi gak memaksa mereka , kalau mereka ada bakat sendiri pasti om Adi akan dukung , tapi om Adi berharap bang Niko yg sebagai anak tertua bisa melanjutkan perusahaan om Adi.
Karna perusahaan itu om Adi bangun sendiri dari nol walaupun dibantu sedikit oleh papa nya Tami , yaitu papa Alex.
Bang Niko mempelajari berkas berkas tersebut membutuhkan waktu 2 jam tapi tidak dgn Tami , Tami hanya memerlukan waktu kurang lebih hanya 1 setengah jam , itu sudah lebih dari cukup.
Tapi ketiga abangnya itu tidak tau karna Tami tidak pernah menunjukan bakatnya itu , Tami hanya menunjukan sifat manjanya , dinginnya dan seni beladiri nya, bukannya Tami merahasiakan tapi, Tami hanya tidak mau abangnya itu merasa kurang baik atau tidak pantas untuk Tami.
sekitar pukul 3 sore Tami bangun dari tidurnya, rasanya tubuhnya itu pegel pegel semua karna Tami tidur di sofa.
Tami berdiri lalu berjalan ke arah dapur untuk membuat jus mangga lalu ia kembali lagi ke ruang olahraga karna Tami tau besok adalah pertandingannya , 'pokoknya gue gak boleh kalah itu adalah janji buat diri gue sendiri. ' batin Tami terhadap diri sendiri
Tami pun meminum sedikit jus nya lalu ia pemanasan sebentar setelah itu tami memakai sarung tinjunya lalu ia berlatih seperti biasa , memukul dan menendang.
Di tengah tengah latihannya tiba tiba Tami terlintas pikiran yg buruk , Tami menjadi kesel dan tanpa sadar Tami memukul dan menendang dgn sangat cepat dan keras.
" ha , hak hak hakkk." teriak Tami waktu memukul samsax tersebut
Hingga suaranya kedengaran sampai ruang tv, bang Niko yg tadinya ketiduran pun Sampai bangun.
Karna bang Niko penasaran , jadi bang Niko berjalan , menuju ruang olahraga dan melihat apa yg dari tadi berisik.
Bang Niko pun mengintip ke dalam ruangan tersebut dan melihat Tami sedang latihan dgn keras.
" Abang bangga sama adek , Abang yakin adek pasti juara.!" kata bang Niko lirih dan berjalan meninggalkan Tami sendiri diruang olahraga
Bang Niko kembali ke kamarnya untuk melanjutkan melihat dokumen.
Sekitar 20 menit Tami sudah selesai dgn latihannya , tapi lebih tepatnya melampiaskan amarahnya.
Tami berjalan menuju gelasnya yg berisi jus itu , Tami pun menghabiskannya dan berjalan menuju dapur untuk meletakkan gelas yg kotor itu.
Setelah itu Tami berjalan menuju kamar nya untuk berendam karna badan Tami lengket dan dipenuhi dgn keringat.
.....
Dikamar bang Niko , bang Niko melihat jam sudah jam setengah 4 , bang Niko pun mandi dan bersiap siap untuk melakukan ibadahnya begitu juga Tami kalau sudah menyelesaikan mandinya.
Sekitar pukul setengah 5 bang Niko turun menuju ke ruang tamu untuk membangunkan bang Gilang dan bang Ferry.
__ADS_1
" Woi bangun dah sore , loh pada mau bangun gak ?, woi bangun !!" kata bang niko yg sedikit memukul pelan bang Gilang dan bang Ferry.
Tiba tiba ada suara dari atas , itu adalah suara Tami . " Bukan begitu bang cara bangunin nya. " kata Tami yg berjalan menuruni tangga.
Bang Niko menoleh ke atas dan berkata, " Emang caranya gimana?" tanya bang Niko
Tami pun berjalan mendekati abangnya itu dan melihat kedua abangnya yg tidur dan berjalan lagi menuju hadapan kedua abangnya itu.
"Begini caranya." kata Tami yg akan menunjukan cara membangunkan abangnya itu
" Bang Gilang !! bang Ferry !!! bangunn!!! ada gempa bumiii!!!!." kata Tami yg berteriak keras membangunkan kedua Abang nya itu
Seketika itu juga bang Gilang dan bang Ferry terbangun dgn kaget.
Begitu juga bang Niko kaget karna Tami tidak menyuruh dia untuk bersiap siap menutup telinganya
" Ampun deh dek , Lo bangunin abangnya ngapa teriak teriak sihh!" kata bang Ferry yg tak terima
"Iyah dek, betul itu kenapa harus teriak teriak, bikin kaget aja." kata bang Gilang yg juga kaget
" Kan salah Abang sendiri ,dibangunin pelan pelan gak bangun terus dibangunin dgn suara lembut gak bangun , sampai bang Niko bingung, gimana caranya, yah mau gak mau adek bangunin nya gitu." kata Tami yg gak mau disalahkan
" Jadi aku mau tanya sekarang salah siapa coba ?" tanya Tami
" Salah kita." kata bang Gilang dan bang Niko berbarengan dan tanpa sadar menjawab
" Nah , itu tau , jadi bukan salah aku kan? iyh kan bang niko?" tanya Tami yg yg berbalik badan menghadap bang Niko
" Tuh kan , bang Niko aja bilang bukan salah aku, jadi yh bukan salah aku." kata Tami yg menunjuk bang Niko
" Tapi kan adek yg bangunin abang pake teriak teriak." kata bang Ferry yg protes
" Yah gak bisa gitu dong , Abang yg salah, kan Abang yg susah kalau di bangunin." kata Tami
" Tapi kan adek juga salah." kata bang Ferry yg masih kekeh
" Udah udah , stop! udah dari pada pada gak mau kalah , kita semua yg bener , gak ada yg salah udah kan!" kata bang Gilang yg memisahkan kedua orang itu
Bang Niko hanya terkekeh dgn apa yg adek adek nya itu debat kan , sedangkan bang Gilang mencoba untuk memisahkan mereka.
" Yah gak bisa gitu dong bang kalau ada yg bener pasti ada yg salah , dan yg salah itu Abang Ferry." kata Tami yg menunjuk ke arah bang Ferry
" Kok gue sih , kan adek yg salah , dimana mana kalau bangunin orang itu yg halus , pelan pelan, lah ini malah Diteriakin kaya toa masjid." kata bang Ferry yg menyamakan suara Tami seperti toa masjid
" Tuh bang , mazk suara Tami disamain sama toa masjid." kata Tami yg mengeluh oleh bang Niko dan bang Gilang
Bang Niko dan bang Gilang dibikin pusing oleh keduanya , masalahnya adalah mereka tidak mau mengalah , jadi susah untuk menyelesaikan masalah , awalnya masalah yg kecil jadi nya besar.
"Udah udah dari pada kita debat terus gimana kalau yg salah itu bang Gilang sama bang Ferry , gimana dek?" tanya bang Ferry kepada Tami
" Ok , gak papa asalkan adek gak salah." kat Tami yg menyetujui yg dikatakan bang Ferry
" Kok gue sih yg salah , kan kalian berdua yg tadi debat sendiri , ini malah masalahnya dilempar ke gue , gimana sih ?" kata bang Gilang yg protes
__ADS_1
Bang Niko memegangi pundak bang Gilang dan mencoba memberi tahu agar bang Gilang menahan amarahnya, agar masalah ini cepat selesai.
" Yah udah deh ini salah gue sama bang Niko , udah kan masalah ini selesai." kata bang Gilang yg mencoba menahan amarahnya agar tidak meledak karna tiba tiba disalahkan
" Nah gitu dong." kata bang Ferry dan Tami bareng
" Ouh yh bang , dah sore adek harus pulang kan besok kita tanding, tanding nya jam 8 kan ?" tanya Tami ke semua abangnya itu
" Iyah sih katanya sensei Li jam 8." jawab bang Niko
" Berarti kita harus ijin gak berangkat dong." kata Tami lagi
" Ya iyah lah , mazk adek mau berangkat la terus siapa nanti yg tanding?" tanya bang Gilang
" Ouh iyh yah, hehehe." kata Tami
"Yes gak sekolah." kata bang Ferry dan Tami
" Kalian ini kalau gak sekolah kayak bahagia banget kaya dapet uang dadakan." kata bang Gilang
" Biarin wlek." kata bang Ferry dan Tami bareng dan setelah itu bang Ferry dan Tami mengadu tinju atau kita sebut dgn TOS
"Tapi adek gak mau ngasih surat izin karna kita akan tanding , adek pinginnya semua orang gak ada yg tau kalau adek ini bisa bela diri, adek kan terkenal disekolah dgn sifat dingin dan polosnya adek , hehehehe." kata Tami yg menjelaskan
" E eh polos , orang waktu latihan aja adek ngerusak in samsax nya." kata bang Ferry yg menyindir
" Itu gak sengaja , udah lah bang lupain masalah adek yg ngerusak in samsax itu." kata Tami
" Iyah Iyah." kata bang Ferry
" La emang adek pinginnya kita kasih surah ijin alasannya apa?"tanya bang Niko
" kalau kita izin sakit pasti nanti bakal ada yg jenguk , jadi repot , lebih baik kita ijin nya ada acara keluarga aja. gimana ?" tanya Tami
" Ok ok gak masalah." kata bang Niko
" Yh gue setuju." kata bang Gilang
" Gue nurut aja." kata bang Ferry
Akhirnya bang Niko , bang Gilang dan bang Ferry dan juga Tami menyudahi perdebatan dan perencanaan untuk besok.
....
Tami di antar pulang oleh ketiga abangnya naik mobil dan tak lupa mereka singgah dulu di resto untuk makan malam karna sebelum mereka mengantar Tami mereka melakukan ibadahnya dulu dan sekitar pukul setengah 8 baru mengantar Tami pulang.
Dan tak lupa Tami berpamitan dgn Tante Nurul dan om Adi. Walaupun Tante Nurul enggan untuk melepas Tami dan membujuk Tami untuk menginap dirumahnya itu satu malam lagi tapi Tami tidak bisa dikarenakan Tami belum menyiapkan untuk pertandingan besok , jadi tami khawatir nanti akan gugup.
....
Di resto seperti biasa Tami dan ketiga abangnya itu tertawa dan bercerita bersama , dan mereka juga menjadi pusat perhatian karna ketampanan dan kecantikan mereka.
Makasih ya udah baca novel aku , 😁 jangan lupa untuk like komen dan kasih aku vote yg banyak dan dukung aku terus makasih.🙃☺️✌️✌️
__ADS_1