
Di resto seperti biasa Tami dan ketiga abangnya itu tertawa dan bercerita bersama , dan mereka juga menjadi pusat perhatian karna ketampanan dan kecantikan mereka.
Saat mereka sedang makan tiba tiba ada 3 gadis yg mendatangi mereka.
Tami melihat dari atas hingga bawah penampilan perempuan itu dan tami merasa jijik karna terlalu banyak warna , apalagi yg berada ditengah kedua orang itu warnanya terlalu mencolok banget apalagi mereka terlalu genit.
" kakak ganteng deh boleh minta kontaknya gak?" kata cewe yg berada ditengah dgn manja
" Iiiuuu jijik banget gue ." kata Tami yg mulai merinding
" Iiiss apaan sih , kita gak nanya sama loh yah , jadi gak usah ikut campur." kata cewe yg dipojok kanan
" Iyah kita itu disini mau ketemu sama kakak kakak ganteng ini." kata cewe yg ada dipojok kiri
Tami hanya memutarkan bola matanya saja dan lebih mementingkan makanan nya dari pada mengurusi mereka.
Sedangkan Abang Abang Abang nya itu mereka hanya cuek saja , dan jujur mereka juga risih terhadap 3 orang tersebut.
" kok gue kaya diliatin ondel ondel yah." bisik bang Ferry ke bang Gilang
" Sama gue juga , risih banget sumpah , sok kecakepan banget lagi ." bisik bang Gilang ke bang Ferry
Bang Niko yg duduk di samping Tami hanya diam tanpa berbicara dan melanjutkan makannya seperti Tami
Karna merasa diabaikan mereka pun berinisiatif untuk bertanya lagi.
" kak boleh minta kontak kakak gak?" kata ketiga cewe itu
Asalkan kalian tahu Tami itu dari tadi sudah menahan amarahnya , karna Tami paling tidak suka jika ada orang yg sok cantik dan terlalu centil.
Tami meletakkan garpu dan pisau untuk memotong steak itu lalu menyilang kan kedua tangan nya didepan dadanya.
" Kalian bisa diem gak , gue mau makan loh, kehadiran kalian ini ganggu tau gak, MERESAHKAN.!" kata Tami kepada ketiga orang itu
" Hei lo sadar diri dikit dong kita ini bicara sama kakak kakak ganteng ini bukan sama Lo , Lo tau gak ?" kata cewe yg di tengah
" Lo ngomong sama gue, maaf gue gak bisa bahasa binatang." kata Tami dgn santai nya
" Lo.!!!!." kata cewe yg ditengah mengacungkan jari telunjuknya untuk menunjuk Tami
Dengan segera Tami menepis tangan yg berani menunjuk dirinya " Gue paling gak suka yg ditunjuk tunjuk kaya gitu apalagi sama binatang kaya Lo." kata Tami dgn wajah dinginnya
Wanita yg ditengah itu kesal ,saking kesalnya wanita itu mau menampar pipi Tami , tapi berhasil di tangkis oleh tami.
" Lepasin !! lepasin gak, sakit tau !!" kata cewe yg tadi mau menampar Tami yg meringis kesakitan karna tangannya Tami putar
" Lebih baik Lo pergi kalau mau tangan Lo masih ada ." kata Tami dingin Tami matanya itu seakan ingin membunuh cewe tersebut
' Kok gue merinding sih .' batin cewe tadi yg tangan nya masih diputar oleh Tami
" Aaawww ,sakit sakit lepasin lepasin, iyah iyah gue bakal pergi." kata cewe itu yg merasa sakit karna tangannya semakin diputar Tami
Tami pun melepas genggaman nya itu dan membiarkan cewe itu pergi , Tami puas karna bisa membuat karya lukis di tangan cewe itu.
" Ya udah sana pergi , tunggu apa lagi ?" kata Tami yg bertanya kembali
" Iiyah iiiyah ini mau pergi." kata cewe itu yg pergi meninggalkan Tami begitu juga dgn kedua temennya
Tami pun duduk dan memakan makannya nya seakan tidak terjadi apa apa.
" Dek tadi keren loh , berani banget adek ditempat umum gini." kata bang Ferry yg menyanjung Tami
" Ya iyh lah , adek gitu loh." kata Tami yg memuji dirinya juga
" Makasih yh dek udah ngusir ondel ondel itu , jujur Abang itu tadi mau ngusir tapi mazk Abang buat kekerasan sama cewe." kata bang Niko
" Iiyah bener itu , Abang juga sebenernya udah gak tahan pingin mukul dia sampai jadi peyek , biar tau rasa sekalian." kata bang Gilang
__ADS_1
" Santai aja kali bang , kalau ada adek, adek jamin gak ada perempuan yg genit lagi sama Abang Abang Abang tami." kata Tami yg meminum minumannya dan Tami u
juga sudah menyelesaikan makanannya
" Bang adek mau minta hadiah karna adek udah halangin ondel ondel itu." kata Tami yg menginginkan imbalan
" Emang mau hadiah apa?" tanya bang Niko
" Adek mau es krim coklat." kata Tami
" Udah itu aja ? berapa es krim nya ?" tanya bang Niko
" 2 porsi aja jangan banyak banyak." kata Tami
" Bentar Abang pesen nin dulu ." kata bang Niko yg memanggil pelayan untuk memesan es krim
Tak butuh waktu lama , pesanan bang Niko sudah sampai , dan Tami langsung melahap es krim itu sampai tak pedulikan ke tiga abangnya itu.
" Aaww , kepalaku kaya beku." kata Tami yg memegang i kepalanya
" Makannya kalau makan es krim pelan pelan , gak ada yg minta kok." kata bang Niko
" Iiiyah lagian kita juga dah kenyang , emang adek rakus kalau makan." kata bang Ferry
" Biarin wlek." kata Tami yg mengejek bang Ferry
"Udah udah jangan ribut , ini itu diluar bukan dirumah , jadi diem jangan ribut." kata bang Gilang yg memisahkan kedua orang itu lagi dan lagi
....
Tami sudah sampai di rumah pukul 9.45 , dan ketiga abangnya itu langsung pulang ke rumah karna malam sudah larut , dan harus cepat cepat menyiapkan barang yang diperlukan untuk besok.
Tami langsung naik ke atas karna Tami mau menyiapkan pakaian nya dan juga barang barang yg lain.
Sekitar 15 menit Tami sudah menyiapkan semua dan waktu juga sudah menunjukan pukul 10 malam , Tami pun merebahkan tubuhnya yh lelah dan langsung terlelap tidur.
.....
Tami bangun dan melihat jam , Tami langsung mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi , Tami mengatur suhu airnya agar hangat karna Tami merasa hari ini sangat dingin jadi Tami mandi dgn air hangat.
Sekitar pukul 5 tepat Tami sudah selesai dgn ritual mandinya, Tami memakai baju nya dan bersiap siap melakukan ibadahnya.
Dan waktu selesai solat subuh tak lupa Tami berdoa agar diberi kemudahan dan keselamatan saat bertanding.
Sekitar pukul 6 pagi Tami turun ke bawah menuju meja makan , dan sarapan bersama papa dan mama nya.
" Good morning pa , ma."kata Tami yg mencium pipi kedua orang tuanya
" Good morning sayang." kata mama
" Good morning sayang nya papa." kata papa
Tami pun duduk dan sarapan, di tengah tengah kegiatan sarapan mereka papa Tami bertanya.
" Nak, kamu pertandingannya hari ini kan jam berapa?" tanya papa Alex ke Tami
" Iyah pa hari ini, nanti sekitar jam 8 nan." jelas Tami kepada papa nya
"Kamu harus semangat yh,dan percaya diri , kamu gak usah rendah in diri kamu , dan banding bandung in kamu dgn lawan yg lain." kata mama Risma
" Iyah ma, tenang aja." kata Tami yg menyendokkan makanan nya
" Mama tenang aja , anak kita itu hebat , udah tinggal tenang aja , dan papa pesen sama kamu jangan kasih kesempatan buat lawan nyerang kamu ,dan kamu juga harus atur nafas kamu dan jangan sampai lawan kamu ngebaca gerakan kamu , ok?" kata papa Alex
" Tenang aja pa , aku Pasti ngelakuin apa yg papa suruh kok." kata Tami yg penuh dgn percaya diri
Tami dan kedua orang tuanya sudah menyelesaikan sarapannya , papa Alex berangkat terlebih dahulu ,karna waktu sudah menunjukan pukul 7 kurang 15 menit
__ADS_1
Tami duduk di sofa dan mengambil hp nya lalu menelfon bang Niko.
tttuuut ttuutt tttuuuuuutttt : suara panggilan terhubung
" Hallo bang Niko." kata Tami yg berbicara karna melihat panggilannya sudah tersambung
" Iyah dek ,kenapa." tanya bang Niko
" Ini bang , Tami mau tanya , nanti tandingnya dimana ? Tami belum di kabari." tanya Tami
" Ouh itu , nanti tandingnya di pusat kota xx." jawab bang Niko
" Ouh yh bang satu lagi."
" Apa lagi dek?" tanya bang Niko
" Itu bang aku minta tolong di buatin surat izin nya, soalnya aku mau langsung ke pusat kota xx, kan Abang juga mau buat surat izin nya kn biar sekalian, hehehe ." kata Tami meminta tolong ke abangnya itu
" Iyah Iyah, nanti Abang buatin sekalian anterin ke kelas kamu." jelas bang Niko
" Yyey Abang memang yg terbaik." kata Tami yg memuji
" Ya udah abang mau buat dulu surat nya nanti Abang ke sekolah dulu , dan nanti kita ketemu di pusat kota xx , kamu jangan masuk dulu loh." kata bang Niko memperingati Tami
" Iyah iyah bang. Udah dulu yh bye bang , assalamualaikum." kata Tami mengakhiri panggilannya
" waalaikumsalam."kata bang Niko yg mematikan panggilannya
Bang Niko pun menulis surat izin untuk dirinya dan juga Tami , tak butuh waktu lama bang Niko sudah selesai menulis surat izin tersebut.
.....
Disekolah bang Niko,bang Gilang dan juga bang Ferry sudah sampai disekolah mereka pun menuju ke kelas dan menaruh surat izin itu dimeja guru.
Begitu juga bang Niko yg berjalan menuju kelas Tami sesudah ia meletakkan suratnya di kelas nya.
Bang Niko masuk ke dalam kelas Tami, tak butuh waktu lama dan hanya memakan sekitar 10 langkah bang Niko sudah sampai sampai bang Niko pun mengetuk pintu karna di kelas sudah ada gurunya.
Tok tok tok ( suara bang Niko mengetuk pintu )
" permisi Bu." kata bang Niko izin masuk
" Iyah ada apa?" tanya guru tersebut
" Ini Bu saya mau kasih surat izinnya Tami." kata bang Niko yg menyerahkan surat tersebut
" Ouh yh ,makasih."kata guru itu menerima surat tersebut
" Kalau begitu saya pamit undur diri., assalamualaikum." kata bang Niko yg melangkah pergi
" waalaikumsalam." kata guru itu serta beberapa murid lainnya
Bang Niko pun berjalan ke arah parkiran dimana bang Gilang dan bang Ferry sudah menunggu di parkiran mobil.
" Yok kita langsung ke kota pusat xx." kata bang Niko yg masuk kedalam mobil
" Ok ." kata bang Gilang dan bang Ferry
Mereka pun mengendarai mobil nya menuju kota pusat xx begitu juga Tami yg sudah dalam perjalanan.
...
Dikelas Tami guru itu sedang menjelaskan tentang materi nya tapi ada satu anak yg sedang bingung dan murid itu tak lain adalah Aldo.
"kenapa Tami tidak berangkat ,dia emangnya izin buat apa?" batin Aldo bertanya tanya
Ok kakak kakak dan temen temen sampai sini dulu yh nanti aku lanjut, dan pokonya jangan lupa like komen dan kasih aku vote yg banyak dan dukung aku terus makasih,ok 😁😁🤭✌️☺️
__ADS_1