
Sekitar pukul 3 pagi , Tami terbangun karna Tami sering bangun jam 2 atau 3 atau 4, jadi semua itu sudah menjadi kebiasaan. Tami mencoba buat turun di kasur nya tapi itu tak mudah karna posisi Tami berada ditengah dan tangan bang Niko juga menindih perut Tami yg membuat Tami harus memindahkan tangan abangnya dgn perlahan.
' Jangan bangun plisss, jangan bangun,. jangan bangun pliss.' batin Tami yg tegang karna memindahkan tangan Abang nya , Tami takut abangnya itu terbangun dan tidak membolehkan dirinya untuk menulis materi.
Setelah masalah tangannya bang Niko selesai giliran Tami yg harus turun dari kasur nya perlahan. Tami dgn sangat sangat perlahan turun dari kasurnya dgn cara merosot kan kakinya ke depan secara perlahan baru tubuhnya yg menyusul.
Hanya butuh waktu 2 menit Tami sudah menuruni kasurnya yg penuh dengan hati hati.
Tami menghela nafas lega karna akhirnya dia sampai di kursi belajarnya.
Tami mulai menulis sampai selesai, dan pada saat jam menunjukkan pukul 4 Tami sudah menyelesaikannya , karna Tami sudah menulis separuh dari catatan itu .
Tami merenggangkan ototnya dan kemudian melipat tangannya terus tidur lagi , Tami tertidur di meja belajarnya dgn posisi duduk.
Tami masih tertidur sampai azan berkumandang subuh sudah selesai , bang Niko yg mendengarkan bahwa azan subuh sudah selesai pun cepat cepat beranjak dari kasurnya dengan setengah sadar dan pergi ke kamar mandi untuk mencuci mukanya , gosok gigi dan mengambil wudhu untuk solat.
Saat bang Niko tersadar sepenuhnya bang Niko melihat ke arah kasurnya dan hanya mendapatkan bang Gilang dan bang Ferry saja , bang Niko pun melihat sekeliling dan mata nya itu menangkap sosok perempuan dgn rambut panjangnya yg agak bergelombang besar telah tertidur dengan posisi duduknya.
Bang Niko pun ingin membangunkan Tami tapi dia sudah wudhu jadi dia melaksanakan ibadah nya dulu baru membangun kan Tami, tapi sebelum bang Niko melaksanakan ibadah nya bang Niko membangunkan bang Gilang dan bag Ferry terlebih dulu.
Bang Gilang dan bag Ferry bergantian ke kamar mandi dan bang Niko pun malaksanakan ibadahnya dulu. Setelah selesai baru bang Niko membangunkan Tami.
"Dek bangun , dah subuh , adek solat gak ?" tanya bang Niko yg mengguncang guncang kan tubuh Tami
"Eemm.... iyah ." kata Tami yg setengah sadar
Tami pun berjalan agak tidak beraturan sampai pada saat mau ke kamar mandi , kening Tami terbentur tembok pada saat ingin ke kamar mandi. " Dduukk." suara Tami terbentur cukup keras
"Aduhh, sakit sakit sakitttt." kata Tami yabg kaget dan reflek menyentuh keningnya
Bang Niko pun langsung menuju ke arah Tami dengan agak berlari. " Gimana sih kok sampai kejedot tembok sih, sakit gak ? sini lihat di mana yg sakit ?" tanya bang Niko yang langsung memegang kepala Tami
"Nih , pasti merah yah?" tanya Tami sambil menunjukkan yang sakit
" Agak merah sih , udah gak papa , sini Abang tiup." kata bang Niko yg mulai meniup nya dengan hati hati
"Gimana ? udah gak sakit lagi kan ?" tanya bang Niko
" lumayan." kata Tami
" ya udah sana gih gosok gigi cuci muka dulu terus solat mandinya nanti setelah solat , soalnya waktunya dah mau habis." kata bang Niko yg memperingati Tami
" Iyh yh bang." kata Tami
Tami pun pergi ke kamar mandi dan melakukan apa yg Abang suruh , bang Gilang dan bang Ferry sudah selesai , mereka pun melanjutkan tidur mereka, tapi tidak dengan bang Niko dia malah bermain hp , sambil menunggu Tami.
Tami sudah selesai , ia juga sudah selesai dengan solat nya , Tami pun mengambil handuk nya dan menyampaikannya di lehernya.
Dan Tami pun beranjak ke tempat tidur untuk melanjutkan tidurnya.
Bang Niko yg melihat itu malah ternganga karna tak habis pikir dgn adek adek nya itu.
" Dasar,, kirain mau mandi eh , malah lanjut buat tidur , ini juga nih pada tidur semua , ya udah dari pada tidur gue mandi dulu aja , biar gak telat nanti." kata bang Niko yg mengambil handuk lagi di lemari , dan berjalan menuju ke kamar mandi.
Di bawah bibi ida dan yang lain sedang menyiapkan sarapan karna hari ini ada tambahan orang yang berarti ada tambahan makanan juga.
__ADS_1
Sekitar jam 5.30 bang Niko sudah selesai dgn mandinya. Sekarang waktunya ia membangunkan adek adek nya itu.
"Dek dek bangun sana mandi dulu nanti gantian." kata bang Niko yg membangunkan Tami
Tami pun duduk di tepi kasur ia mengumpulkan nyawanya terlebih dahulu baru ia berdiri dan masuk ke kamar mandi.
Sekitar 15 menit Tami sudah selesai dan ia tampak segar sekali. Tami pun berjalan menuju ruang pakaian dan melihat bang Niko masih memakai jubah handuknya.
"Loh bang ? gak ganti baju ? kok masih pakek handuk sih." tanya Tami kepada abangnya
"Abang gak bawa baju , kan kemarin gak ada persiapan buat nginep di sini." jelas bang Niko
"Ouh iyah yah, ya udah pakek baju adek aja , kebetulan adek kemarin kemarin baru beli baju dan belum adek pakek , tapi nanti harus diganti, gimana?" tanya Tami
" Ok nanti setelah pulang sekolah kita langsung ke mol, tapi adek beli bajunya kaya apa , kalau bajunya perempuan abang gak mau pakai." kata bang Niko yg menolak jika baju itu seperti perempuan
"Tenang aja bang , adek itu bajunya kaya cowo semua , pokonya sama lah selera kita." kata Tami yang membuka lemari pakaian nya
"Waw, ini baju kamu?" tanya bang niko
"Iyah , tapi kalau baju cewe ada di lemari situ, baju sedikit sih , soalnya itu baju cuman di beliin mama, dan itu semua juga belum pernah aku pakai , soalnya gak nyaman." kata Tami yg jujur
"Ya udah abang mau pakai yg mana ?" tanya Tami kepada abangnya
"Abang mau yang ini aja sama ini terus ini." kata bang Niko yang memilih kaos putih , kemeja hitam lengan panjang dan jens hitam
"Ya udah sana ganti di kamar aja atau kamar mandi , adek mau ganti baju di sini aja , sekalian Abang bangunin tuh bang Gilang sama bang Ferry." kata Tami yang agak mendorong abang nya keluar dari kamar ganti
Bang Niko hanya geleng geleng kepalannya dan keluar dari kamar ganti yg isinya banyak sekali lemari pakaian nya itu.
" hey , Gilang , Ferry , pada mau bangun gak , sekolah woi sekolah !! pada mau bangun gak ?! kalau gak gue bilangin ke om Alex biar kalian di baku hantam , mau?!." kata bang Niko yang membangunkan mereka dengan sedikit diancam
Mereka pun langsung bangun dan ingin pergi ke kamar mandi tapi pintunya itu gak muat buat mereka berdua.
" Bang gue dulu lah , Lo kan Abang harus ngalah dong.!" kata bang Ferry yang menyuruh abangnya untuk mengalah
" Gak ! justru gue yang Abang yang harusnya Lo itu harus denger perintah gue!" kata bang gilang yang tak mau kalah
" Gak gue dulu! " kata bang Ferry yg mendorong abangnya itu
"Gak, gue dulu pokonya." kata bang Gilang ke Ferry
"Gue.!"
"Gue!"
"Gue !"
Kata mereka yang tak mau kalah satu sama lain
Bang Niko pun akhirnya mengusulkan buat salah satu dari kalian mandi di kamar tamu aja, kan di sana juga ada kamar mandinya .
"Sana bang Li aja , gue mau disini aja!" kata bang Ferry yang menyuruh abangnya
"Gak! Lo seharusnya yang di bawah !" kata bang Gilang
__ADS_1
"Stoppp! udah dari pada kalian berantem lebih baik kalian duit aja yang menang di sini dan yang kalah di bawah." kata bang Niko yang memisahkan mereka
"Ok siapa takut! ayok sekarang !" kata bang Ferry
" Ok, Gue juga gak takut." kata bang gilang yang sudah siap dgn posisinya
"1 , 2 , 3 ." kata bang Niko yang memberi aba aba untuk memulai suit nya
Mereka pun suit dan yang menang adalah bang Ferry karna bang Ferry mengeluarkan jari telunjuk sedangkan bang Gilang mengeluarkan jari kelingkingnya.
"Yey..., udah gue duga , pasti gue yang menang." kata bang Ferry yang meremehkan abangnya
"Ya ya ya, gue kalah , huu dasar!" kata bang Gilang yang mengambil handuk didekat situ dan menuju ke bawah
"Emang dasarnya kalah , mah kalah aja ,gak usah ngegas bang !" kata bang Ferry yang agak berteriak dengan abangnya
"Udah udah sana mandi, setelah itu nanti ambil baju di ruang ganti udah di siapin tuh." kata bang Niko
"Itu bang Niko pakek baju siapa? lumayan juga, seleranya." kata bang Ferry yang memuji style abangnya itu
"Ouh ini, ini bajunya adek yang baru beli katanya kemarin kemarin belum dipakai , dan di sana juga ada baju yang baru dibeli juga , tapi kita harus ganti , katanya sih gitu." kata bang Niko menjelaskan
"Ok , gue mandi dulu."kata bang Ferry yang masuk ke kamar mandi
Bang Niko menelfon orang rumah untuk membawakan tas dan buku mereka yang ada dikamar dan diantarkan ke rumah ini pake ojek online juga gak papa kalau di rumah orang nya pada sibuk .
Tami pun keluar dengan menggunakan jens hitam , kaos putih dengan ditutupi jaket jens yang berwarna biru langit , dan di tambah dengan rambut yang di ikat kuncir kuda yang menyisakan anak rambut di ujung telinganya kanan dan kiri dan tak lupa menggunakan topi yang pinggirnya berinisial T
Bang Niko yang melihat itu tidak terkejut , ia malah sudah biasa melihat Tami menggunakan style seperti itu, karna dari kecil kan mereka berempat memang sudah selalu bersama.
Bang Gilang dan bang Ferry sama sama memakai seperti bang Niko cuman hanya beda warna dan bang Ferry menggunakan topi yang bertulisan di pinggirnya boy.
Mereka pun turun dan sarapan bersama , ditengah tengah sarapan bibi ida membawakan paketan yang berisi tas tas mereka. Bang Niko , bang Gilang dan bang Ferry mengucapkan terima kasih pada bibi ida karna telah menerima paketan mereka.
" Niko, Gilang Ferry , Tante mau minta tolong kalian hari ini berangkat bareng sama Tami menggunakan satu mobil , dan Tante juga berharap kalian menjaga Tami di sekolah, ok?" kata Tante Risma
"Ok Tante." kata bang Ferry yang bersemangat
"Siap Tante." kata bang Gilang
" baik Tante , Tante gak usah khawatir kita bakal jaga Tami kok." kata bang Niko
"Mama apa apa an sih , kan aku dah gede , mazk harus dijaga kaya gitu." kata Tami yang protes
"Mama cuman gak mau kamu kenapa Napa ,sayang." kata mama Risma yang cemas
"Yah yah terserah mama aja." kata Tami yang sudah menyerah dan menghentikan penolakan nya
" Ouh yah satu lagi , dan pastikan Tami itu makan , jangan sampe telat mama gak mau kejadian kemarin terulang lagi." kata mama Risma
"Iyah bener itu, papa gak mau anak perempuan papa kenapa Napa, kalau anak laki laki papa kan udah dewasa , dia udah bisa jaga diri sendiri." kata papa Alex
"Iyah.... paaa.." kata Tami menjawab
Ok, pokonya jangan lupa dukung aku terus ,like komen dan kasih aku vote, ok 👌 dan maaf kemarin gk up , soalnya tugasku beneran banyak banget...😟😣😣 jadi maaf yah 🙏😁
__ADS_1