APAKAH AKU PANTAS UNTUK BAHAGIA

APAKAH AKU PANTAS UNTUK BAHAGIA
MAKAM MALAM BERSAMA LAGI


__ADS_3

Devan masih setia untuk mengabadikan momen itu , Devan masih memfoto Tami dgn berbagai gaya ,dan masih juga menjahili tami.


Tami tidak bangun, hanya menggeliat saja seperti ulat .


" dasar kamu ini kebo banget sih , udah berbagai cara loo aku ngusilin kamu tapi kamu masih setia sama tidur mu , emang kamu mimpi apa sih ? sampai gak mau bangun." Devan heran


adzan mahgrib sudah berkumandang , Devan pun berdiri dan mencari bibi .


" bi , bibi , saya mau numpang solat yh , soalnya kalau saya pulang sekarang mati keburu habis waktu mahgrib nya. " jelas Devan kepada bibi ida


" yah gak papa den , itu Aden tinggal lurus aja nanti belok ke kanan , ruangan paling pojok itu , ruang buat Tamu , disitu udah ada perlengkapan buat solat juga ." kata bibi ida Sambil menunjukan arahnya


Devan mengucapkan terimakasih kepada bibi ida dan pergi ke ruangan yg ditunjukan oleh Bi Ida.


Tami bangun karna dia mendengar adzan mahgrib, Tami bangun setelah Devan ke ruang tamu jadi Tami gak tau kalau Devan ada di rumah nya


Tami meninggalkan hp nya di ruang tamu.


lalu ia naik ke atas untuk mandi Karna dirumah itu kamar mandinya satu setiap kamar.


Devan sudah selesai solat ia lalu berdoa dulu, sebelum meninggalkan ruangan itu.


Tami sudah selesai mandi,tidak seperti biasanya yg mandi nya lama, itu dikarenakan hari ini menurut tami itu sangat dingin jadi ia tidak terlalu lama buat mandi , Tami memang biasa menggunakan air dingin kalau air hangat dia jarang.


Tami sudah selesai berpakaian , ia seperti biasa menggunakan celana pendek dan suiter warna coklat.


Tami menuruni tangga di ikuti oleh Devan , tapi Tami tidak tau dibelakangnya itu ada Devan jadi setelah mau melewati tangga terakhir dia melihat dibelakang karna perasaan nya tidak enak.


Dan seberapa kejutnya dibelakangnya itu ada sosok laki laki yg tanpa ia sadari itu adalah Devan , saking terkejut nya Tami mau jatuh dan Devan segera memegang pinggang Tami , dan otomatis Tami menabrak dada bidang milik Devan.


' aduh Deket banget.' batin Tami yg masih di pelukan Devan


" kamu gak papa?"


" gak papa , makasih." Tami langsung mendorong pelan tubuh Devan yg ada dihadapannya itu , dan dia segera menetralkan jantung nya agar tidak berdetak dgn cepat .


tak lama dari itu mereka mendengar suara telfon , itu adalah telfon Tami yg berbunyi , Tami berlari dan mengambil hp nya itu.


" hallo ada apa ." tanya Tami


"............."


" yah nanti gue hari Minggu ke sana."


"..............."


" iyh gue juga pingin ikut nanti gue omongin ke ortu gue , biar cepet di prosesnya." kata tami


sedangkan Devan di sana masih kebingungan dan bertanya tanya kepada dirinya


' emang Tami ngomong sama siapa ,terus proses apa , jangan jangan Tami mau cari cowo atau dia mau bales dendam karna cowo kemarin manfaatin Tami doang .' Devan berdebat kepada pikirannya itu


" iyh , tenang aja nanti gue berangkat."


"..........."

__ADS_1


" ok see you."


"............."


Tami telah selesai dgn hp nya dan tami menuju ke ruang tamu


" siapa ?" tanya Devan singkat


" temen , kenapa?" Tami balik tanya


"gk papa cuman tanya, gk solat ?"


" lagi gak ." jawsb Tami sambil memijit tengkuk lehernya karna pegel tidur di sofa


Devan yg merasa Tami kelelahan pun berinisiatif bertanya


" kenapa , pegel yah ?" tanya Devan yg menggambil gelasnya


" iyh ." jawab Tami singkat


Devan pun meminum jus yg dibikin kan oleh bibi ida dan berdiri melangkah ke tempat Tami , ia membelakangi tami


" mau apa Dev ." tanya Tami heran karna tiba tiba Devan ada di belakang


" udah sini biar aku pijitin aja , makanya jangan tidur di sofa , pegel kan jadinya ." Devan bicara sambil memijit tengkuk dan pundak Tami


"iyh, kan gk sengaja, tapi pijitan kamu lumayan juga , bisa bikin rileks."kata Tami yg masih menikmati pijitan Devan


" iyh lah , ( Devan diam sejenak ), apalagi kalau kamu jadi pacar aku , aku pasti manjain kamu terus, setiap hari setiap waktu dan detik ." sambung Devan


" kamu itu nembak aku, gombal ke aku atau cuman bercandain aku,jangan beri aku harapan Dev kalau ujung ujung nya ninggalin,, inget Dev hati perempuan itu rapuh ." Tami menjelaskan kepada Devan karna dia tak mau dirinya hanya dipermainkan lagi


" tinggal kamu pikir aja , aku tadi ngomong itu bercanda , gombal atau gimana menurut kamu."


" aku gak tau , soalnya kamu gak jelas."jawab Tami jujur


devan melangkah kan kakinya ke depan dan dia membisikan sesuatu di telinga tami


" kalau kamu mau jawabnya, kamu temuain aku jm 8 malam nanti besok di taman yg biasa kita joging."


Devan mengambil jaketnya dan akan pulang tapi ortunya Tami tiba tiba pulang,


" malam om , Tante . " Devan menyapa dan mencium punggung tangan mereka


" eh nak Devan , udah lama disini , kok mau pulang." tanya mama nya Tami


" dari sore Tante , sekitar jam 5 nan , ini mau pulang ." jawab Devan dgn sopan.


" makan malam aja bareng , kn tanggung kalau gk makan sekalian. kata papa Devan mengajak makam malam bersama


" aduh om nanti krepotin lagi ." tolak Devan gak enak


" ya udah kamu pulang aja gk papa tapi kamu gk boleh lagi Deket apalagi ketemu sama Tami ." papa Tami mengancam sambil bercanda pada Devan


' aduh gimana nii.' batin Devan yg bingung

__ADS_1


" aduh omm, Tante jangan dong , saya gak mau jauh dari Tami om , Tante ." mohon Devan


sedangkan mama dan papa nya Tami hanya saling memandang dan mengisyaratkan dgn kontak mata


' pa kayaknya dia suka deh sama anak kita , buktinya aja mohon kaya gitu kita kn cuman bercanda .' isyarat dari mama


' yh ma , tapi yh kita gk maksa kita tergantung sama tami nya aja mau gak.' jawab papa


"nah gitu kamu harus nurut , ya udah ayo ke meja makan." ajak papa Tami lalu mengendeng tangan istrinya


Tami telah menunggu di meja makan , Tami tidak mendengar mereka berbicara karna masih sibuk dgn hp nya


" anak mama ini kalau ada hp aja lupa sama perut , makanan nya di cuekin gitu malah fokus sama hp, mirip sama papanya ." kata mama Tami sambil membalikan piring untuk suaminya


Devan sudah duduk dimeja makan , Devan hanya mendengarkan apa yg calon mertuanya itu katakan


" iih mama ini aku kn emang anak papa sama Mama." Tami berkata dgn nada manjanya membuat Devan terkejut dan gemes


" iyh iyh dehh."


papa Tami hanya menonton istrinya itu menggoda anak nya


ditengah tengah acara makan


" ma pa aku boleh minta izin gak." tanya Tami


" minta izin apa sayang , kalau hal yg bener yh mama sama papa izinin kalau gk yh gk." jelas mama Tami


" gini ma kan aku tadi di telfon sama temen aku , katanya aku nanti selama 2 Minggu ini harus latihan ditempat perlatihan ma soalnya aku masuk MMA , boleh gak ma pa." Tami sekali lagi memohon pada ortunya itu


" yh kalau kamu bisa kenapa gk, yh gak ma ." jawab papa


" iyh mama gk papa asalkan kamu mampu itu udah cukup bagi kita."


Devan tersedak karna ortunya itu mengizinkan Tami buat masuk MMA , itu MMA Lo pertarungan ganas , astaga ini ortunya Tami gimana sih bukannya ngelarang malah diizinin


" Dev yg bener , kalau lagi makan sampai keselek gitu." peringatan Tami


" iyh, maaf soal nya aku gk nyangka aja kamu mau ikut MMA." jujur Devan


" yh itung itung buat ngumpulin mendali apa lagi ngasah kemampuanku biar aku tahu semakin turun atau naik." jelas Tami


". jadi kamu gk usah khawatir."sambung Tami


"iyh , aku pasti dukung kamu." Devan menyemangati Tami


deheman ortu Tami membubarkan mereka yg bicara


" udah makan dulu , mesra mesraan nya nanti ."


" iihhh mama apa apa an sih,kok gitu ." sebel Tami


" maaf sayang ."


"iyh." jawab Tami sambil menyuapkan nasinya ke mulutnya ."

__ADS_1


MAAF YH TEMEN TEMEN KALAU DALAM PENULISANNYA SALAH ATAU KURANG MASUK AKAL , KARNA INI NOVEL AKU YG PERTAMA , KALAU KALIAN SUKA VOTE , KOMEN DAN LIKE DAN TOLONG PROMOSIIN KE TEMEN TEMEN KALIAN, MAKASIH 😁😁✌️☺️☺️😊✌️✌️


__ADS_2