APAKAH AKU PANTAS UNTUK BAHAGIA

APAKAH AKU PANTAS UNTUK BAHAGIA
kemenangan bersama


__ADS_3

Tami membisikkan sesuatu di telinga bang Niko saat memeluk abangnya itu. Tami berkata


" Bang Tami capek banget rasanya mau tidur disini aja." kata Tami yg membisikan nya di telinga abangnya saat memeluk bang Niko


Bang Niko semakin mengeratkan pelukannya karna takut Tami pingsan sekarang. Badan Tami mulai lemas , bang Niko langsung tambah mengeratkan pelukannya, dan bang Niko berinisiatif untuk berbicara pada om alex.


" Maaf om Alex saya bawa Tami ke ruang istirahat bentar." kata bang Niko meminta izin kepada om Alex


" Ouh yh silakan , biar Tami juga istirahat, nanti kalau ada pengumuman lagi kita panggil " kata om Alex yg berbicara sama bang Niko


Bang Niko pun menggendong Tami ke tempat istirahat ala bridal style. Karna bang Niko tau kaki Tami udah lemes karna waktu Tami 5menendang dgn target kepala atau target atas kaki Tami agak terkilir dan ditambah Tami kurang percaya diri karna ini pengalaman pertamanya.


....


Devan berdecak kesal dgn sekertaris nya itu karna selalu saja menahan dirinya untuk pergi dari kantor dgn alasan pekerjaan dan rapat akan segera dimulai.


"Maaf pk bapak tidak boleh pergi sebentar lagi akan rapat dgn perusahaan K dan setelah itu kita akan membahas dgn perusahaan cabang


kita ,dan itu membutuhkan waktu yg lama karna permasalahannya cukup besar." jelas sekretarisnya itu menerangkan kepada Devan


" Aaaahhhh ( Devan berteriak dgn kesal ), kalau gini aku gak bisa menepati janji aku ke Tami. Maaf Tami aku gak bisa lihat kamu bertanding." kata Devan dgn lirih


.....


Di tempat istirahat Tami berbaring di kasur khusus untuk orang yg cedera saat bertanding.


Bang Niko memberikan minum untuk Tami agar dia tenang.


" Ini minum dulu , biar tenang." kata bang Niko yg menyerahkan minuman ke Tami


Tami menerima minuman itu lalu meminumnya .


Bang Niko melihat kaki Tami yg bagian atas mata kaki nya itu berwarna agak ke biru buruan dan keunguan, bang niko pun penasaran lalu memegangnya.


Bang Niko taunya itu adalah terkena warna atau cat , jadi bang Niko memegangnya dan pada saat memegangnya Tami langsung berteriak kesakitan.


" Aaaaaahhhh bang sakit tau , ngapain dipegang sih !!!" kata Tami yg berteriak


" Yah kan gak tau kirain kamu kena warna apa gitu?" kata bang niko yg langsung mengangkat tangannya


Tami hanya membuang nafas dgn sungkan dan memaklumi Abang nya itu karna tidak tau. Bang Niko mencoba untuk melihat kaki Tami lagi dan bang Niko batu menyadari bahwa kakinya Tami agak sedikit bengkak.


" Dek kaki kamu dah kaya gitu loh , tapi kamu sama sekali gak kerasa , hebat kamu." kata bang Niko yg mengacungkan kedua jempol nya ke Tami


" Mana aku tau kakinya dah kaya gitu , orang ini baru kerasa kok." kata Tami yg beralasan kepada abangnya


" Ya udah diem dulu biar aku pijitin siapa tau enakan." kata bang Niko


" Tapi jangan kenceng kenceng pijitnya." kata Tami yg belum apa apa sudah mengeluh karena takut sakit


"Nih kalau sakit kamu gigit roti aja , kalau kamu gigit Abang bisa bisa kulit Abang rusak." kata bang Niko


" Iyah tapi jangan kenceng kenceng." kata Tami yg memperingati lagi


" Iyah Iyah." jawab bang Niko

__ADS_1


Bang Niko baru memegang kaki Tami tapi Tami sudah berteriak dan menggigit roti yg diberikan abangnya itu.


" Tahan bentar dek , ini kalau gak di urut nanti tambah bengkak. kamu tinggal pilih saja mau kaki kamu bengkak atau sakit tapi udah sembuh dan enakan , tinggal adek pilih mana ?" kata bang Niko yg memberi pilihan


" Kalau bisa adek gak milih semua nya ." kata Tami menjawab


" Makannya kalau sakit itu bilang bukannya diem kaya gini kan jadinya udah kaya gini gimana coba ?" tanya bang Niko


" Yah gak tau , siapa juga yg mau kaya gini bang ,aku juga gak mau , tapi mau gimana lagi ." kata Tami yg pasrah


" Ya udah sekarang kamu diem , Abang mau pijitin kamu sebentar." kata bang Niko yg memerintah Tami agar diem


Tami hanya mengangguk , setelah bang Niko mendapat persetujuan dari Tami bang Niko langsung mengurut kaki Tami , Tami berteriak dan menggigit roti itu , Rasanya bang Niko tidak tega tapi gimana lagi kalau dibiarin nanti kakinya semakin membengkak.


Sekitar 15 menit bang Niko memijit kaki Tami walaupun merasa tidak tega tapi itu harus, demi kebaikan Tami.


Waktu Tami dipijit Tami berteriak entah apa yg dia teriakan bilang sakit lah bilang abangnya jahat lah dan sampai sampai Tami menangis


" Udah sekarang ,kamu bisa tenang gak usah teriak teriak lagi , sakit telinga Abang dan juga ini matanya jangan nangis." kata bang Niko yg mengusap air mata Tami


" Bang Niko jahat , kan a.. a... adek udah bilang pijitnya pelan pelan hiks hiks sakit tau." kata Tami yg tiba tiba menangis lagi


" Iyah Iyah Abang yg jahat , udah dong jangan nangis." kata bang Niko yg kembali mengusap air mata bang Niko


Tami diam sejenak dan berkata." Ayo ke papa sama Mama mereka pasti dah nungguin." kata Tami kepada bang Niko


Bang Niko memapah Tami ke tempat om Alex dan Tante Risma dan juga bang Gilang dan bang Ferry.


Disaat Tami sudah berada di sana papa Tami selalu memperhatikan kaki Tami yg berjalan nya agak susah begitu juga dgn yg lain.


" Ini bang kaki adek cuman terkilir doang kok, tadi udah dipijitin sama bang Niko jadi agak mendingan." jelas Tami kepada semuanya


"Makannya kamu itu harus lebih hati hati , dan jaga diri kamu." kata papa Tami yg memberi nasihat


" Iyah , kamu itu perempuan harus bisa jaga diri kamu walaupun kamu ini perempuan kamu itu harus mengandalkan diri sendiri dan percaya pada diri sendiri terlebih dahulu." kata mama Risma yg menyambungkan kalimat suaminya


" Iyah mah lain kali Tami gak akan ngulang lagi kesalahan yg sama"


Semuanya pun duduk karna kebetulan ada kursi panjang di pojok.Sedangkan para panitia masih berdiskusi untuk perlombaan selanjutnya.


Sekitar 10 menit pembawa acara mengumumkan perlombaan selanjutnya karna tadi yg menang itu ada Niko , Gilang , Ferry dan Tami , jadi mereka harus bertanding lagi karna di MMA pemenangnya hanya ada satu orang.


Pembawa acara berkata pada semua orang dan mengumumkan." Ok semuanya , karna kita mempunyai 4 pemenang jadi kita akan bertanding lagi kita masuk ke ronde ke dua, kita beri waktu untuk 4 orang tersebut buat istirahat waktu kalian istirahat hanya 15 menit." kata pembawa acara


Bang Niko , bang Gilang , bang Ferry dan juga Tami yg mendengar pun kaget dan yg paling kaget adalah Tami karna ini pertama kalinya.


"Bang jadi kita harus bertanding satu sama lain.?" tanya Tami


" Iyah kan ini MMA juaranya hanya satu." jelas bang Niko


"Udah kita nanti bertarung sesuai kemampuan kita aja , kalau diantara kita ada yg gak sanggup menyerah aja dari awal, supaya di antara kita tidak ada yg menyakiti." kata bang Gilang


" Iyah gue setuju." kata bang Ferry


" aku juga." diikuti dgn Tami dan di angguki oleh bang Gilang dan bang Niko

__ADS_1


Mereka selama 15 menit itu hanya makan makanan ringan dan juga minum , tapi bang Niko menghawatirkan Tami karna kakinya itu bengkak.


"Ok waktu istirahat sudah cukup sekarang pertandingan Ronde ke dua akan dimulai , kita sambut saja Niko dan Gilang!!! " kata pembawa acara dgn suara kerasnya


Wasit telah berada ditempat begitu juga bang Niko dan bang Gilang mereka berada di sudut kanan dan kiri.


Bang Niko memberi hormat pada bang Gilang begitu juga sebaliknya. setelah saling memberi hormat mereka pun mulai menyerah satu sama lain sampai sekitar 10 menit bang Gilang mulai menyerah karna bang Niko telah menendang kaki bang Gilang tapi itu bukan alasannya , alasan bang Gilang menyerah adalah itu karna bang Gilang ingin bang Niko menang karna bang Gilang berfikir bang Niko itu selalu saja mengalah dgn adik adiknya dan sekarang giliran bang Gilang yg mengalah.


Bang Gilang melambaikan tangan tanda menyerah , dan wasit pun mengangkat tangan bang Niko tanda dia telah memenangkan ronde kedua.


Pertandingan selanjutnya Tami melawan bang Ferry , pertandingannya seperti mereka memberi hormat atau salam terlebih dahulu baru menyerang.


Walaupun kaki Tami terkilir tapi Tami masih bisa berdiri dan mencoba menyerang bang Ferry, tapi Tami menyerang dgn pukulan , karna jika menyerang dgn tendangan kaki Tami akan semakin bengkak.


Bang Ferry mencoba menangkis semua serangan Tami walaupun serangan Tami itu cepat tapi bang Ferry berhasil untuk menangkis semua serangan tersebut dan juga bang Ferry mencoba untuk menyerang Tami.


Walaupun mereka itu berteman dan sudah dianggap saudara sendiri tapi di MMA tidak memandang keluarga atau pun teman , tapi bang Ferry menyerang tidak menggunakan seluruh energinya dan itu juga termasuk pelan pelan.


Tami pun sama Tami menyerang bang Ferry tidak seperti melawan dgn T , Tami melawan bang Ferry dgn gerakan lembut tapi cepat itulah Tami , tapi pada saat Tami ingin menyerang tiba tiba kakinya itu terasa sangat sakit sekali , mungkin itu karna tadi terkilir.


' Ada apa dgn adek ini, apa kakinya itu masih sakit.' batin bang Ferry bertanya


Tami tau apa yg bang Ferry itu pikirkan , Tami pun mengangguk pelan. Dan itu terlihat oleh bang Ferry , bang Ferry pun mendapatkan jawaban dari anggukan Tami.


Di sela sela bang Ferry mengunci leher Tami bang Ferry membisikan sesuatu kepada Tami.


" Adek nyerah aja dulu dari pada kakinya tambah bengkak, gimana ?" bisikan bang Ferry ke Tami


Tami hanya mengangguk dan bang Ferry berpura pura menendang kaki Tami pelan dan membuat Tami seperti terduduk.


Tami pun melambaikan tangan dan berkata menyerah dan pada akhirnya bang Ferry lah yg menang , dan pertandingan selanjutnya akan diadakan ronde ketiga dimana bang Niko melawan bang Ferry.


Tami turun dari ring itu atau tempat bertanding perlawanan itu. Tami berjalan menahan sakit , bang Niko yg melihat itu pun langsung mengendong Tami ke kursi.


Bang Niko mendudukkan Tami ke kursi bersama ortu nya Tami. Dan bang Niko langsung naik ke ring begitu juga bang Ferry.


Seperti biasa mereka memberi hormat dan langsung melawan , Bang Ferry sudah merencanakan ini semua dgn bang Gilang dan juga Tami bang Ferry akan melawan atau bertanding dgn bang Niko selama 10 menit dan pada saat 10 menit itu bang Ferry akan menyerah dan otomatis bang Niko yg akan menjadi pemenangnya.


Sekitar 10 menit bang Niko melancarkan aksinya bang Niko mengunci leher bang Ferry lalu menendangnya dan tak lupa mengunci tangan bang Ferry ke belakang dan pada saat itu bang Ferry mengatakan menyerah.


Wasit mengangkat tangan bang niko dan pembawa acara mengatakan bahwa pemenangnya adalah Niko.


Semuanya bertepuk tangan dan panitia membawakan sabuk kemenangan untuk bang Niko karna telah memenangkan pertandingan itu walaupun sebagian panitia tau bang Niko tidak benar benar menyerang adek ya itu dan mereka juga malah menyerah dgn suka rela.



Bang Niko menerima sabuk itu dari panitia dan tak lupa bang Niko menarik tangan bang Gilang bang Ferry dan juga Tami dan menyentuh sabuk tersebut


" Bukan hanya abang yg Menang tapi kita semua yg Menang ." kata bang Niko yg menyuruh mereka agar memegang sabuk itu bersama dan angkat sabuk itu ke atas dgn bangga.


" Pah , mama bangga sama Niko dia itu sangat adil dalam hal apa pun." kata mama Risma yg memuji bang Niko


" Iyah mah, papa tau itu, anak kita juga gak kalah hebat kok." kata papa Alex yg merangkul istrinya


Maaf yh temen temen kakak kakak , kalau ceritanya gajeh soalnya aku gak begitu tau soal pertandingan , tapi aku tau soal pertandingan cuman gak bisa deskripsi in nya jadi yh gitu maaf yh πŸ™πŸ™πŸ˜βœŒοΈ Tapi jangan lupa harus tetep dukung aku , di like komen dan kasih aku vote yg banyak dan besok kemungkinan aku gak bisa up dulu soalnya mau Popda doain yh supaya aku menang dan dapet juara 1 aminn πŸ€²πŸ€²β˜ΊοΈπŸ™ƒπŸ‘Œ

__ADS_1


__ADS_2