
" Dev nanti kalau udah masuk kalau aku ditanya tentang keluarga aku tolong biarin aku buat jawab sendiri , dan kamu cukup diem aja, dan tolong gak usah bilang apa pun tentang keluarga aku." mohon tami pada devan
Devan hanya mengangguk saja dan kembali memimpin jalan untuk menemui orang tuanya
Tami yang dari tadi jantungnya tak mau diam dan keringatnya pun mulai keluar semua dan sudah beberapa kali tami mengusap keringat itu.
'Stop jantung jangan gugup ,pokoknya jadi diri kamu sendiri aja ok.'kata tami yang mencoba meyakinkan diri sendiri
Tami sekarang berjalan menuju ruang tamu bersama devan di mana di sana ada ayah dan ibu nya devan juga yang berada disitu.
" Ayah ,ibu ,kenalin ini tami pacar aku." kata devan yang memperkenalkan tami pada ortunya
"Hallo om,tante." sapa tami pada ortu devan
Orang tua devan hanya diam tidak membalas sapaan dari tami mereka hanya memandang tami dari atas hingga bawah.
Tami pun dipersilahkan duduk sama devan, dan itu terasa canggung karna tidak ada obrolan dengan tami , ortu devan tampak cuek dan terkadang hanya melempar senyum sinis pada dirinya.
"Ayo bu katanya mau makan?" tanya devan yang memulai pertanyaan
"Nanti dulu ,kita tunggu devi,soalnya mama ngundang devi juga." kata ibu
"Kenapa harus ngundang devi juga sih?" tanya devan yang tak suka
" Yah terserah ibu dong mau ngundang siapa." jawab ibu yang tak suka dengan nada bicara anaknya
Selang beberapa menit devi sudah sampai di depan rumah , devi pun mengetuk pintu dan masuk ke dalam.
Devi disambut dengan ramah oleh orang tuanya devan tapi bertolak belakang dengan tami.
"Hai om,tante,devan ."sapa devi pada mereka ramah
"Hai sayang." sapa balik ibu devan ia pun memeluk calon menantunya itu
Karna sudah lengkap mereka pun pergi ke ruang makan untuk makan malam.
....
Mereka semua sekarang berada diruang makan keluarga devan, mereka semua makan termasuk tami juga karna tadi tami hanya makan sedikit karna dia tahu dirinya akan makan lagi dirumahnya devan.
Di meja makan mereka sama sekali tidak berbicara beda dengan kebiasaan tami yang berbicara walaupun sedang makan. Tapi beda disini yang hanya ada suara pertarungan piring dan alat makan lainnya.
Setelah makan mereka kembali ke ruang tamu dan kali ini tami diberi beberapa pertanyaan.
Tapi sebelum itu ibu devan menyuruh devi dan juga devan untuk mengambilkan buah alpukat dan menyuruh mereka untuk memotongnya langsung.
Mereka hanya menurut apa yang ibu devan katakan. Dan saat devan dan devi pergi barulah ibu devan dan juga ayahnya mengintrogasi tami.
"Kalian sudah berapa lama berhubungan?" tanya ayah devan
"Masih 3 minggu om." jawab tami dengan sehalus mungkin
" Kamu masih sekolah ?" pertanyaan kali ini diajukan oleh ibu devan
"Iya tante." jawab tami lagi
"Pekerjaan orang tua kamu apa?" tanya ibu devan secara tiba tiba
Tami pun menjawab kembali pertanyaan yang diajukan
"Orang tua saya pengusaha kecil kecil an tante." jawab tami
" Ouh pengusaha kecil." kata ayah devan yang memandang rendah
"Kamu kok beda sih sama devi , dia itu cantik baik, ramah, anggun dan lulusan luar negri loh, beda sama kamu yang......" kata ibu devan yang berhenti membandingkan devi dengan tami karna devan sudah berjalan ke arah mereka
"Nih bu alpukat nya ." kata devan yang menaruh piring yang berisi alpukat itu dan di susul dengan devi
Ibu devan pun menggambil buah alpukat yang sudah dipotong untuk suaminya, begitu juga dengan devan yang mengambilkan buah itu untuk tami.
Tami yang kurang suka dengan alpukat pun mencoba untuk mengambil pemberian dari devan itu karna dia tidak ingin mengecewakan devan.
Setelah menyuapi didalam mulutnya sendiri tami dengan susah untuk menelan buah itu karna dia emang dari dulu tidak suka buah itu dan belum pernah makan buah itu sama sekali.
Devan pun mengambil buah alpukat itu lagi untuk tami,tami pun dengan terpaksa memakan buah itu lagi dan lagi.
" Emm, dev kayaknya udah malam deh,lagian besok aku masih sekolah." kata tami yang memberitahu devan
"Ouh iya , ya udah kalau gitu ,kita pulang sekarang." ucap devan lalu ia pun berbalik dan melihat ke arah ortunya untuk meminta izin mengantar tami pulang
"Ouh kalau gitu sekalian kamu antar devi yah? dia kan disini tadi naik taksi." kata ibu devan uang menyuruh anaknya
"Tapi kan arahnya berlawanan bu , dan jaraknya juga jauh kalau nganter keduanya hitungannya hampir sama kaya puter balik lagi." jelas devan
" Ya udah kamu anter devi aja biar dia naik taksi gak pa pa kan?" tanya ibu devan yang melihat ke arah tami
__ADS_1
"Iya tante gak pa pa biarin devan nganter devi aja,biar aku yang naik taksi." kata tami
"Yah gak bisa gitu dong aku kan yang bawa kau ke sini aku juga lah yang harusnya nganter kamu pulang." bantah devan
"Udah gak pa pa dev, kamu itu harus nurut sama ibu kamu jangan ngelawan ibu kamu." kata tami yang merelakan pacarnya untuk mengantar devi pulang
"Tuh tami aja tahu mazak kamu yang anak ibu sendiri kaya gitu." kata ibu devan
" Tapi beneran kamu gak pa pa ? Nanti kalau orang tua kamu nanya gimana?" tanya devan yang bingung
"Tenang aja dev ,nanti aku yang ngomong." kata tami
Akhirnya devan pun mengantar devi dan tami memesan taksi online karna jika menunggu taksi yang lewat pasti kelamaan.
Saat berada di taksi tiba tiba tangan tami gatal gatal dan juga wajah tami, rasanya badan tami gatal dan panas ia pun sering kali bersin bersin.
"Mbak , mbak nya kenapa? lagi sakit ?" tanya supir taksi itu
" Gak tahu nih pak ,tiba tiba gatal gatal gini." jawab tami
Supir taksi itu tidak tahu harus gimana tapi dia dengan cepat menuju ke tempat tujuan.
...
"Udah sampai mbak." kata supir itu yang berhenti tepat didepan gerbang
Tami pun turun sambil memberikn uang lembaran itu,dan langsung pergi ke rumahnya.
Tami bergegas mencari mama nya yang berada di ruang tamu." Mah , mama!!" panggil tami yang berteriak
Mama risma yang melihat wajah anaknya terus menggaruk tangan dan wajahnya serta terus bersin bersin pun mulai panik.
"Sayang kamu kenapa ? kok wajah kamu merah gitu?" tanya mama risma yang panik
"Pah ! pah! cepat panggil dokter heru,suruh dateng ke sini !" teriak mama risma pada suaminya
Papa alex pun segera menghubungi dokter heru dokter keluarganya dan menyuruhnya untuk segera datang ke sini.
....
Dokter heru sekarang sedang memeriksa tami dikamar dan di temani oleh papa dan mama nya.
"Gimana dok, anak saya sakit apa?" tanya mama risma
" Boleh saya bertanya sesuatu ?" tanya dokter heru pada tami dan di angguk i nya langsung
" Saya tadi makan malam , dan itu makanan sehari hari yang biasa saya makan." jawab tami sambil menggaruk tangannya karna gatal
"Eh tunggu, tadi saya makan buah alpukat dirumah devan." jawab tami yang tiba tiba teringat.
" Sepertinya nona mempunyai alergi terhadap buah alpukat yang membuat nona gatal , bersin dan wajah dan tubuh nona menjadi merah. Jadi saya kasih obat alergi ini untuk meredakan gatal dan menghilangkan alergi itu, jadi saya sarankan untuk kedepannya nona tidak boleh makan alpukat lagi." jelas dokter heru pada tami begitu juga orangtuanya
" Baik dok saya akan ingat itu, terimakasih karna sudah datang ke sini malam malam begini." ucap papa alex
"Tidak pa pa tuan ini sudah jadi pekerjaan saya." kata dokter heru
Papa alex pun merangkul dokter heru dan mengantarnya pergi ke depan karna hari sudah larut.
Sedangkan mama risma ia membantu anaknya untuk meminum obat. setelah meminum obat mama risma menyelimuti tami dan mencium kening tami dan berkata " cepat sembuh sayang." kata mama risma setelah mencium kening tami
Tami pun tidur dan menjelajahi di alam mimpinya, mama risma pun keluar dari kamar anaknya itu.
"Mah,tami dah tidur?" tanya papa alex
" Udah pah." jawab mama
" Ya udah sekarang giliran kita buat tidur." kata papa alex yang memeluk pinggang istrinya menuju ke kamar
.....
Pagi hari pun tiba mama risma hari ini membawa sarapan ke kamar tami, karna pasti dia lagi tidur , karna pasti tadi malam dia terus menggaruk tangan dan wajahnya ,walaupun sudah minum obat.
Mama risma membuka pintu lalu masuk dan meletakkan piring yang penuh dengan makanan itu di meja kecil dekat tami.
" Sayang bagun dah pagi loh." panggil mama risma yang membuka tirai
Tami yang merasakan cahaya masuk ke matanya pun menutupi wajahnya dengan selimut.
" Kamu hari ini izin dulu yah, tapi kamu harus bangun sarapan dulu terus minum obatnya kamu kan bentar lagi mau ujian." kata mama risma mengingatkan
Tami yang mendengar kata ujian pun bangun dan mencoba membuka matanya.
"Suap in mah." rengek tami yang membuka mulutnya
Mama risma pun menyuapi anaknya itu dan tak lupa untuk obatnya.Setelah itu tami pun mandi dan lanjut tidur lagi karna dia kam izin tidak berangkat jadi dia ingin puas puas tidur tapi sebelum itu tami mengabari angel dulu.
__ADS_1
" Gayus tolong gue izinin yah , gue sakit soalnya." kata tami yang mengirim pesan di grub mereka
2 menit kemudian mereka merespon
"Sakit apa ??" tanya angel
" iyah woi sakit apaan perasaan kemarin masih baik bak aja deh." kata najwa
"Iya betul betul." kata bella
"Gue kemarin makan buah alpukat dirumahnya devan tapi gue gak tahu kalau gue alergi sama alpukat yah jadinya gini wajah tangan gue merah dan gatel semua , gue juga tadi malam sempet demam." kata tami yang menggunakan pesan suara
"Ok beb, nanti gue izinin." kata angel
"Apaan sih beb beb beb, jijik gue ." kata tami
"Biarin biar tambah sayang,kita kan bestiy ." kata angel
"Iya gak pa pa sekali kali." kata najwa
"👍." balas bella
Mereka pun menyudahinya karna guru mereka sudah datang , tami pun kembali tidur ketika sudah mandi karna itu efek dari obatnya juga.
....
Disekolah guru mereka sedang mengabsen murid yang berada dikelas itu, dan sampai lah pada giliran tami.
"Dimana tami? apa dia tidak berangkat ?" tanya guru pada semua muridnya
"Maaf bu tami izin gak berangkat soalnya sakit." kata angel yang memberi tahu
"Ouh ok, kalau gitu kita lanjut ke materi langsung ,ouh yah saya akan mengingatkan ujian akan diadakan 2 hari lagi ,jadi ingat harus belajar bersungguh-sungguh karna ini mengarah ke masa depan kalian." sambung guru itu
"Baik bu." jawab mereka serentak
....
Skip langsung pulang sekolah yah, biar ceritanya gak terlalu panjang.,😁😅
Angel najwa dan bella memutuskan untuk menjenguk tami,tapi bukannya mereka membawa buah buahan malah mereka membawakan tami boba taro tapi, mereka membawa itu secara diam diam dan memasukkannya ke dalam tas mereka.
karna tami ingin minum es.
" Assalamualaikum mah." sapa mereka memasuki rumah
"Waalaikumsalam." jawab mama risma yang sedang membaca majalah
" Katanya tami sakit mah, kita mau jenguk ,tami nya dimana?" tanya angel
" Tami dikamar, masuk aja kamarnya tahu kan?" tanya mama risma
" Tahu mah." jawab mereka serentak
Mereka pun berjalan menaiki tangga menuju kamar tami,mereka pun sampai dan langsung membuka lalu mengunci pintu karna mereka membawa pesanan dari tami.
"Woi ,beb, bangun kita bawain ini nih."Kata bella yang langsung menaiki kasur tami dan melompat lompat gak jelas
" Turun woi , lo mau dimarahi sama mama apalagi itu tuh nanti ngamuk ." kata angel yang memperingati dan menunjuk ke arah tami
Tami pun bangun karna merasa ada guncangan karna tadi bella melompat lompat gak jelas.
"Nih pesanannya." kata najwa yang menyodorkan minuman itu ke depan wajah tami
" Makasih ,eh udah di kunci kan pintunya?" tanya tami yang kaget kalau nantinya mama nya datang tiba tiba
" Udah beb." kata mereka
Mereka pun menikmati minuman boba mereka sambil menceritakan kejadian semalam.
...
Setelah menceritakan
"Wah wah wah parah yuh beb! beneran patah itu mah!" kata angel yang emosi
"Iyah parah itu, mazak ibunya devan banding bandingin lo sih sama... siapa itu... namanya ... devi." kata bella
"Iya ,gue sih kalau jadi lo gak nerima yah, gue disitu langsung putus aja,secara lo kan cantik tinggi dan bahenol kaya gitu pasti banyak lah yang suka sama lo." kata najwa
"Iya ,gue sih setuju kalau lo putus sama devan, buat apa pacaran kalau ortunya kaya gitu, yang ada mati mendadak." kata bella
"Yah gak mati juga kali ,mungkin langsung dah di kuburan, hahahahaha." kata angel yang diakhiri tawa bersama.
"Tapi gue udah terlanjur cinta sama devan, gue rasa gak sanggup kalau ditinggalin sama devan." kata tami yang mengakui perasaannya pada besty nya
__ADS_1
" Boleh cinta beb, tapi jangan terlalu ,nanti kalua ditinggalin , susah beb buat sembuh." kata angel lagi
"Iya ,kaya dia noh , dia pernah pacaran tapi di selingkuhin. " tunjuk ka bella