
Keesokan harinya Tami seperti biasa bangun lebih awal dan mendapatkan pesan dari Devan semalam. Karna Tami sudah tidur jadi ia tidak membalas pesan dari Devan Tami mulai membalas saat ia bangun pagi dan ia kembali mengecas hp nya Karna tadi malam lupa untuk mengecas nya.
Tami mandi dan ia siap siap dengan seragam nya dan turun untuk sarapan bersama. Hari itu tampak seperti biasa nya tidak ada hal yang baik maupun hal yang buruk.
"Mah, pah , aku berangkat ke sekolah dulu yah, assalamualaikum." kata Tami pamit sambil mencium punggung tangan mama dan papa nya
Tami berangkat menggunakan mobilnya yang biasa ia sengaja tidak memakai mobil sport karna saat kemarin ia menggunakan mobilnya banyak mata yang melihat di jalanan dan itu membuat Tami risih.
....
Disekolah Tami bertemu dengan Abang abangnya , mereka seperti biasa berbicara dan membahas tentang apa yang dia lakukan kemarin.
"Bang ke kantin yok!" ajak Tami menarik tangan abangnya
"Emang adek belum sarapan ?" tanya bang Niko
"Udah tapi adek pingin susu, soalnya tadi gak sempet minum susu nya." kata Tami mengadu pada bang Niko dan tangannya masih memegang tangan abangnya
"Ok ok ." kata bang Niko yang menuju ke kantin bersama Tami sedangkan bang Gilang dan bang Ferry mereka berdua berada dikelas karna mereka baru ingat hari ini mereka piket
.....
Di kantin Tami memesan susu coklatnya tapi dikasih es jadinya es susu, heheh.
"Berapa mbak ?" tanya Tami pada mbak mbak kantinnya
" 5 ribu aja nak." jawab mbak mbak kantin
" 5 yah , ok. bang bayar bang." kata Tami yang menyuruh abangnya buat bayar in
"Lah kok Abang kan adek yang beli?"tanya bang Niko bingung Karna disuruh bayar
"Sekali kali lah bang ." kata Tami dengan agak membesarkan matanya yang membikin wajah Tami semakin gemes
"Huh... Iyah deh." kata bang Niko yang mengeluarkan uang 5 an itu dan memberikan nya pada mbak mbak kantin itu
" Yok bang ke kelas." kata Tami mengajak abangnya ke kelas
"Hmm." kata bang Niko yang berdehem saja dan berjalan di samping Tami
Sesampainya di kelas dan tepat pada saat Tami menghabiskan es susunya bel masuk kelas berbunyi Tami pun membuang gelas plastik itu dan pergi masuk ke kelas begitu juga dengan bang Niko .
Tami masuk ke kelas dan langsung duduk di kursinya, angel yang melihat Tami duduk dengan santai nya hanya bisa tersenyum licik karna sebentar lagi ada kejutan besar.
"Santai aja dulu, dan sebentar lagi Lo akan mendapatkan kejutan yang besar dari gue , hehehe." kata Angel lirih
Kedua temannya hanya bisa menonton dengan apa yang dilakukan angel kali ini.
.....
Devan sedang berada di restonya tapi kalau siang dia akan pergi kantornya untuk melihat keadaan ayahnya sekaligus perusahaan ayahnya.
__ADS_1
Devan membuka hp nya dan mendapatkan balasan dari Tami, yang berisi tentang
"Udah tadi , ini aku mau siap siap buat berangkat ke sekolah." balas Tami
Devan membalas pesan dari Tami " ok sayang , kalau gitu nanti jangan lupa tunggu aku , kita kan mau nonton." balas Devan ke Tami
Devan segera mempercepat kerjanya agar nanti sore selesai dan bisa berkencan dengan Tami karna ini juga termasuk kencan pertamanya dengan Tami.
"Ok kerja dulu baru seneng seneng!" kata Devan yang penuh dengan kepercayaan diri
Devan pun menyelesaikan pekerjaan nya tanpa ditunda tunda dan tetap fokus.
.....
Disekolah Tami dipanggil oleh guru untuk pergi ke ruangan kepala sekolah karna ada orang yang mencari dirinya.
Angel yang melihat itu sudah menduganya bahwa yang mencari Tami itu adalah papa nya.
Di ruangan kepala sekolah
tok tok tok (suara pintu diketuk )
" Masuk ." kata kepala sekolah yang menyuruh Tami untuk langsung masuk
Tami pun masuk dan bertanya kenapa dirinya dipanggil ke sini..tapi Tami malah disuruh duduk dulu. Tami pun duduk di sofa tepat didepan kepala sekolah
"Tami, perkenalkan ini pak Hendra beliau adalah ayah dari angel, murid pindahan kita waktu itu." kata kepala sekolah yang memperkenalkan papa nya angel
"Kata anak saya ,kamu sering menindas putri saya yah ?" tanya pak hendra yang tudepoin langsung pada intinya
"Saya gak pernah menindas bapak justru saya yang selalu ditindas anak bapak." kata Tami yang mengungkapkan fakta
"Elehhh kamu jangan coba coba bohongin saya, percuma saya gak bakal percaya sama kamu." kata pak Hendra yang sok
"Terserah bapak saya hanya menyampaikan berdasarkan fakta , kalau bapak gak percaya , bapak bisa tanya sama temen sekelas atau lihat cctv di kelas saya karna sekolah ini mempunyai cctc di setiap sudutnya, termasuk kelas saya." kata Tami kepada pak Hendra
"Hei , tenang tenang , jangan pada ribut di sini ,saya disini adalah kepala sekolah , kenapa kalian seperti tidak menganggap saya ada di sini!" kata kepala sekolah itu yang ambil bicara
" Udah sekarang Tami kamu minta maaf pada pak Hendra." kata kepala sekolah yang memerintahkan Tami untuk meminta maaf pada pak Hendra
"Gak ! saya gak mau!" kata Tami menolak
"Kenapa ? kenapa kamu gak mau meminta maaf pada pak Hendra ?" tanya kepala sekolah itu sedangkan pak Hendra dia masih memperhatikan
"Saya gak mau minta maaf karna saya gak salah!" kata Tami yang masih menolak untuk meminta maaf
"Saya tidak menganggap kamu salah saya hanya menyuruh kamu untuk meminta maaf!" kata kepala sekolah itu
"Bapak itu kepala sekolah kan , seharusnya bapak tau , bahwa kata maaf itu hanya untuk orang orang yang salah ! sedangkan saya tidak salah ! jadi saya menolak untuk meminta maaf ! titik !!" kata Tami yang menolak perintah kepala sekolah dengan tegas
" Berani yah kamu !! saya ini kepala sekolah dan kamu itu harus hormat dan patuh sama saya!!" kata kepala sekolah yang mulai meninggikan suaranya
__ADS_1
" Sudah sudah pak , jangan marah , saya gak keberatan kok jika Tami tidak mau mengakui kesalahan nya , saya maklumi karna dia kan masih muda." kata pak hendra yang menengahi persoalan itu tapi menurut Tami itu malah memperburuk suasana
"Hei !! bapak hendra yang terhormat saya tegaskan sekali lagi saya tidak salah dan saya tidak mau meminta maaf pada bapak apalagi sama anak bapak itu!!" kata Tami yang menunjukan jari telunjuknya ke depan pak Hendra dan mempertegas semua perkataannya tadi
"Hei !! kamu itu masih muda!! masih anak anak !! harusnya kamu itu hormati saya bukan malah seperti ini !! dasar anak sekarang pada gak sopan semua , emang orang tuanya itu mendidik anak nya gimana , gak becus banget !!" kata pak Hendra yang menyilang kan tangannya didepan dada nya
Tami mulai terbawa emosi karna pak Hendra membawa bawa orang tuanya dalam masalah mereka , ouh yah dan perlu kalian tahu kepala sekolah yang ini itu adalah kepala sekolah yang baru dimana kepala sekolah yang lama itu sudah pensiun dan kepala sekolah yang baru ini tidak tau Tami dari keluarga terpandang.
"Bapak jangan bawa bawa orang tua saya yah , disini itu bapak yang salah !! Dateng Dateng malah marah marah gak jelas.!!" kata Tami yang mulai kesel
"Kamu itu yang sopan sama orang tua!!" kata kepala sekolah itu
" Dasar anak yang kurang didikan orang tua !!" kata pak Hendra yang makin membawa orang tua Tami
Pak Hendra belum tahu bahwa Tami itu sebenarnya anak dari direktur dimana itu adalah bosnya yang mengangkat dirinya sebagi meneger di perusahan nya dan itu juga termasuk perusahan cabang dari pak Alex orang tua Tami.
"Bapak gak usah bawa bawa orang tua saya yah seharus nya bapak itu didik anak bapak yang bener jangan cuman cari masalah ke saya, saya itu masih baik yah dia gak saya pukul sampe bonyok, kalau gak habis dia sama saya !!" kata tami yang menunjuk muka pak Hendra
Plakk.... ( suara tamparan)
Pak Hendra menampar pipi Tami sampai lebam dan merah, dan tanpa sadari Tami mengeluarkan darah disudut bibirnya.
"Bapak berani nampar saya ?" tanya Tami yang masih memegangi pipinya sakit karna jujur tamparannya kuat banget...
"Kenapa saya gak berani ? saya itu masih baik hati yah sama kamu , saya gak nampar pipi kami kamu yang satunya ! kalau perlu panggil orang tua kamu saya gak takut!" kata pak hendra yang menyombongkan dirinya dan memancing singa yang masih aman di sarangnya
" Ok ,kalau itu mau bapak saya panggil papa saya ke sini! bapak jangan kabur dan jangan menyesal!" kata Tami yang mulai mengeluarkan hp nya dan menghubungi papa nya
"Hubungi saja , palingan orang tua kamu cuman tukang bersih bersih sama tukang roti yang keliling, hahah." kata pak hendra yang meremehkan orang tua Tami
"Bukan pak , kayaknya tukang parkir , hahaha" kata kepala sekolah itu yang ikut ikut menghina orang tua Tami
Tami menelfon papa nya dan kebetulan mamanya juga berada di kantor papa nya.
Panggilan pun diterima
"Halo pah." kata Tami yang ingin memastikan bahwa panggilannya sudah terhubung
"Halo sayang , ada apa kok tumben nelfon papa jam segini , emang kamu gak ada kelas ?" tanya papa Alex lembut
"Papa dateng ke sekolah Tami sekarang ada yang urusan yang penting." kata Tami
"Emang urusan apa sih sampe sampe papa harus dateng ke sekolah?" tanya papa Alex yang masih bingung
"Papa ke sini sekarang juga atau papa mau orang yang ada didepan aku mati , karna aku udah gak bisa nahan emosi aku." kata Tami yang berbicara dengan rahang yang keras karna mencoba menahan emosinya
"Ok ok papa ke sana sekarang kamu jangan gegabah , pokonya kamu harus tahan emosi kamu jangan sampe orang yang ada di depan kamu hajar." kata papa Alex yang memperingati Tami
Mereka pun mengakhiri panggilan mereka , papa Alex pun ke sekolahan bersama istrinya, dengan keadaan masih bingung emang ada hal apa yang membuat dirinya harus ke sekolah putrinya ,tapi yang pasti putrinya itu dalam masalah , papa Alex menancap gas mobil yang dikendarainya , kendaraan itu melaju sangat kencang menuju ke sekolah .
Ok segini dulu jangan lupa like komen , dan kasih aku vote kalau gak 1 aja gak papa 🤭 makasih ....😁😁✌️
__ADS_1