APAKAH AKU PANTAS UNTUK BAHAGIA

APAKAH AKU PANTAS UNTUK BAHAGIA
eps 33


__ADS_3

Bang Niko berenang sampai paling dasar , bang Niko berharap Tami masih bisa sadar.


Bang Niko meraih badan Tami dan membawa nya ke tepi kolam. bang Niko menidurkan tubuh Tami.


Bang Niko naik ke tepi kolam dan mencoba mengecek denyut nadinya , setelah itu bang Niko langsung melakukan tindakan CPR yaitu menekan atau memompa jantung Tami agar Tami tersadar.


" Dek Abang mohon kamu harus bangun." kata bang Niko dgn sekuat tenaga menekan jantung Tami dgn kedua tangannya.


" Iyahh Dek kamu harus bangun , kamu gak boleh ninggalin kita, pliss ." kata bang Ferry


" Ayo dek bangun, bang lebih kuat lagi biar jantungnya berdetak lagi." kata bang Gilang yg mulai panik


Bang Niko masih berusaha sekuat tenaga , dan Alhamdulillah Tami bangun mengeluarkan air didalam mulutnya dan batuk batuk karna tersedak.


Tami mengambil nafas yg dalam , karna jujur dia sekarang masih susah untuk bernafas,seakan akan oksigennya itu telah habis.


" Alhamdulilah dek,,, kamu akhirnya bangun , Abang khawatir banget tau gak?!" kata bang Niko yg langsung memeluk Tami karna merasa sangat khawatir terhadap Tami


Bang Gilang dan bang Ferry juga memeluk Tami dan mengucapkan syukur atas kesempatan yg Allah berikan.


" Dek kamu udah gak papa kn ?" tanya bang Niko kepada Tami


" Yh bang udah gak papa., cuman tadi aku takut aja, tapi sekarang udah gak kok." kata Tami yg sudah merasa baikan


" Syukurlah," kata mereka bersamaan mengucapkan syukur kepada Allah


" Yah udah kamu ke kamar gih ganti baju , baju kamu dah basah semua nanti masuk angin." kata bang Gilang yg menyuruh Tami buat ke kamar


" Iyah besok kn kita lomba , kalau kamu sakit, sia sia dong kamu latihan selama ini." kata bang Ferry


Tami pun dipapah oleh bang Niko ke kamar nya , setelah itu bang Niko kembali ke kamar nya untuk mengganti baju dan mengeringkan rambutnya agar tidak masuk angin.


Sekitar 15 menit Tami sudah selesai dan Tami pergi ke ruang tv untuk menemui Abang Abang Abang nya itu.


Tami duduk diantara bang Gilang dan bang Ferry , karna bang Gilang belum keluar dari kamarnya.


" Dek, Abang mau tanya sama adek , kok bisaa kamu kecebur di kolam , kn kamu gak bisa berenang?" tanya bang Gilang


" Iyah, adek itu kan udah tau sendiri dan paling mengerti diri adek sendiri , adek itu bukan ikan yh, yg punya sirip dan insan yg bisa hidup di air, kamu itu manusia." kata bang Ferry


" Iyah bang maaf , tadi itu adek kesandung terus jatuh , adek udah coba buat ke tepi kolam tapi kaki adek keram , dan adek juga dah berusaha buat panggil abang semua tapi , gak ada yg denger , karna adek dah gak kuat jadi adek tenggelam lagi deh , maaf bang .." kata Tami yg menjelaskan dan meminta maaf karna membuat semua khawatir


" Justru Abang yg minta maaf karna Abang kurang memperhatikan kamu." kata bang Niko yg tiba tiba berbicara dibelakang mereka


Bang Niko sudah selesai sadari tadi , dan bang Niko sudah mendengar semua apa yg Tami ceritakan kepada kedua Abang nya itu.


" Gak bang , bukan salah Abang , tapi salah adek ,adek yg ceroboh dan nakal." kata Tami kepada ketiga abangnya itu


" Gak ini salah Abang." kata bang Niko yg menyalahkan dirinya


" Gak ini salah adek." kata Tami ke Abang nya yg menjadi debat yg saling menyalahkan diri sendiri


" Udah udah , stop!!! , kita semua yg salah di sini ok , udah puas kan semuanya.!" kata bang gilang yg memisahkan mereka agar tidak berdebat


" E eh gak bisa gitu , disini gue gak salah yh , enak aja salah kita semua ! lebih baik kita salah in aja kolam nya , ngapain kolam nya itu dalem banget dan ada disitu." kata bang Ferry yg menyalahkan kolam


" Iyah Iyah, terserah Lo aja." kata bang Gilang


Mereka pun tertawa bersama, dan disaat bersamaan Tante Nurul menuruni tangga dan menuju ke mereka berempat


" Dek kamu kok kaya habis mandi sih dan kamu juga Niko , kaya habis mandi semua, emang dari tadi belum pada mandi?" tanya Tante Nurul kepada bang Niko dan juga Tami.


" Itu mah tadi itu Tami ....." belum sempat bang Gilang berbicara tapi sudah dipotong oleh Tami


" Itu Tante tadi kita udah mandi tapi main di pinggir kolam jadinya basah deh , terus kita mandi lagi biar gak masuk angin ." kata Tami kepada Tante nya


" Ouh gitu , kiara in ada apa." kata Tante Nurul


" Iyh Tante kita gak papa kok, ouh yh Tante rapi gini mau kemana ?" tanya Tami yg melihat tantenya itu dari atas sampai bawah

__ADS_1


" Tante mau pergi ke butik mama kamu, biasalah urusan orang dewasa." kata Tante Nurul


" Yah udah Tante pergi dulu yah , assalamualaikum , daahh." kata Tante Nurul yg melambaikan tangannya dan mengucapkan salam


" Waalaikumsalam ." kata mereka menjawab salam bersamaan


Setelah kira nya Tante Nurul udah pergi atau udah agak jauh , bang Niko bertanya pada Tami


" Kenapa tadi kamu bohong? " tanya bang Niko


" Aku gak mau bikin Tante Nurul cemas." kata Tami jujur


"Udah udah gak usah dibahas lebih baik kita pesan pizza aja , biar lengkap liburan kita ini , gimana ?" kata bang Ferry yg mengalihkan pembicaraan


" Ok , kita pesan , udah lama kita gak makan pizza bareng bareng." kata bang Gilang


Dan di angguk i oleh bang Niko dan bang Gilang. bang Ferry pun mengambil hp nya dan memesan pizza secara online.


Mereka pun menunggu sambil menonton tv dan juga bermain hp. hanya selang beberapa menit hp Tami bergetar , ternyata mama nya yg telfon


" Assalamualaikum mah , mama kenapa nelfon aku ?" tanya Tami dgn lembut


" Mama telfon karna , tadi perasaan mama gak enak , mama takut kamu kenapa kenapa , tadi mama udah telfon kamu berkali kali tapi tetep aja gak diangkat , kamu gak papa kan ?" tanya mama Risma cemas


" Iyah mah aku gak papa kok , mama jangan khawatir yah ."kata Tami yg mencoba menenangkan mama nya itu


" Iyah , syukurlah kamu gak papa , ya udah , mama tutup dulu telfon nya ada pelanggan nih soalnya, assalamualaikum." kata mama yg mengakhiri panggilannya


"Iyah mah gak papa, waalaikumsalam." kata Tami yg mengakhiri panggilannya juga


Tami meletakkan hp nya dimeja dan menyandarkan kepala nya di paha bang Niko.


" Siapa dek yg Telfon?" tanya bang Niko


" Mama bang,cuman nanyain keadaan aku aja." kata Tami yg menjelaskan


Kurang lebih sekitar 15 menit diluar sudah ada orang yg menekan bel rumah,dan ternyata itu adalah gojek yg mengantar makanan yg dipesan oleh bang Ferry.


Bang Ferry lari menuju pintu depan untuk mengambil pesanannya, setelah sampai di depan pintu bang Ferry membuka pintunya dan menerima pesanannya , tak lupa bang Ferry mengeluarkan uang untuk membayar pesanannya itu sekaligus orang yg mengantar.


Bang Ferry menutup pintu dan berjalan ke arah mereka


" Ta da , pizza 5 meter nya udah dateng.!" kata bang Ferry yg agak berteriak


" Horeee, sini bang cepetan , udah laper nih." kata Tami yg bersorak dan mengangkat tangannya ke atas


" Emang kamu dah laper lagi, perasaan tadi udah makan ?" kata bang Ferry yg menyindir


" Apa an sih bang Ferry, kan tadi adek tenggelem , kan jadi laper lagi, gak papa kn bang Niko ." tanya Tami kepada bang Niko dgn wajah yg dibuat imut itu


" Iyh gak papa kok, tapi setelah ini harus olahraga, dan latihan kan besok kita bertanding. ok ?" kata bang Niko


" Ok bang , tuh kan gak papa , cepetan itu pizza nya bawa kesini." kata Tami


Bang Ferry pun meletakkan pizza nya di atas meja dihadapan mereka , bang Ferry membuka kardusnya itu dan mereka semua sudah tidak sabar untuk memakan pizza tersebut.


Bang Ferry mengambil dua pizza sekaligus dan langsung memakannya , begitu juga Tami tapi Tami masih saja mengganggu abangnya itu.


" Bang Niko , aaaa." kata Tami yg membuka mulutnya ingin di suapi pizza yg ada ditangan abangnya itu


" Dasar, padahal ditangannya itu masih ada." kata bang Ferry yg agak menyindir


" Biarin , wleek ,." kata Tami yg mengejek dgn cara menjulurkan lidahnya


" Udah udah cepet makan aja , nanti kalau ada mama habis pasti." kata bang Gilang


Mereka pun tertawa bersama , bercerita , dan tertawa bersama lagi , Tami memang orangnya seperti itu jika dia benar benar akrab dgn orang itu pasti sikap anak kecilnya muncul.


Sekitar 1 jam pizza mereka sudah habis ,mereka pun sudah minum juga , dan baru saja Tami mau memejamkan mata tapi tangannya itu sudah ditarik oleh bang Niko.

__ADS_1


" Kenapa sih bang ? tangan adek sakit nih!" kata Tami


" Gak boleh tidur kamu harus olahraga , biar gak tambah gendut ! mazk nanti besok mau lomba kamu nya jadi bola , kan gak lucu.!" kata bang Niko kepada Tami


" Iyh iyh bang , tapi temenin." kata Tami


" Yah udah ayook." kata bang Niko


" Iyh bang." kata Tami yg sudah berjalan menyeimbangi langkah kaki abangnya


Setelah Sampai diruang olahraga Tami pun berolahraga dgn menggunakan alat treadmill ( alat olahraga yg hampir sama seperti jalan ditempat)


Setalah menyalakan pengaturan kecepatannya Tami berbicara dgn bang Niko ," bang haus ambil in minum dong. " kata Tami yg menyuruh abangnya


" Iyh tunggu yg sebentar." kata bang Niko yg berjalan meninggalkan Tami


Tami pun turun dari treadmill itu , dan duduk tapi alat nya itu masih menyala.


Tami duduk dan istirahat sebentar , selang beberapa detik Tami mendengar suara langkah kaki bang Niko , Tami pun langsung berdiri dan berolahraga lagi.


" Nih dek minumnya." kata bang Niko yg menyerahkan air minumnya


" Yh bang , huuh ( Tami menghela nafas seperti kelelahan ) makasih bang." kata Tami


" Iyh sama sama ." kata bang Niko


" Yah udah kalau Abang mau keluar keluar aja , biar adek olahraga sendiri aja." kata Tami yg melanjutkan olahraganya


" Gak mau Abang juga mau olahraga, kan alatnya ada lagi." kata bang Niko


' Astaga .... bang kenapa gak keluar aja sih , kan biar aku istirahat.' batin Tami meronta ronta


"Bang boleh tanya gak ?" tanya Tami


" Apa?" tanya bang Niko


" Bang Niko ada sispex nya gak? " tanya Tami


" Ada lahh, mau lihat ?" tanya bang Niko


" Boleh boleh.! " kata Tami yg senang


Bang Niko pun membuka bajunya dan memperlihatkan otot perutnya itu


" Waw !! kerennn!! boleh sentuh bang ?" kata Tami yg memuji dan sekaligus bertanya


Awalnya bang Niko diam dan memikirkan pertanyaan adek nya itu dan sedetik kemudian bang Niko bilang " eemm boleh." kata bang Niko


Tami pun menyentuh otot perut bang Niko Tami meraba raba otot otot tersebut .


" Waw , keras loh bang ." kata Tami yg masih meraba raba


Bang Niko sudah tidak tahan lagi , bang Niko pun memegang tangan Tami dan berkata.


" Udah dulu yh, Abang ada urusan sebentar ,abang pergi dulu." kata bang Niko yg terburu buru keluar


" Kenapa? tapi gak papa sih aku bis istirahat, yey" tanya Tami yg bertanya setelah bang Niko keluar


Bang Niko lari ke kamarnya dan mengunci pintu kamar nya , dan bang Niko pun langsung masuk ke kamar mandi


' ASTAGA, ini itu kenapa sih , dia kan aku anggap adek sendiri , tapi bagai mana pun aku itu pria normal.' batin bang Niko


' Aaaaaaa,( bang Niko berteriak didalam hati ) sekarang harus gue tenangin dulu , menyebal kan.' batin bang Niko lagi


Di ruang olahraga Tami sedang merebahkan tubuhnya , di sofa yg berada diruang olahraga tersebut.


tak butuh waktu lama , Tami memejamkan mata lalu tertidur lagi.


ok segitu dulu yh temen temen kakak kakak, makasih dan jangan lupa kasih aku like komen dan vote yg banyak , dan dukung aku terus , makasih.😁😁✌️☺️☺️

__ADS_1


__ADS_2