
Papa Alex melajukan mobilnya dengan sekencang kencangnya , ia menyalip ke sana ke mari ke kanan dan ke kiri.
Dan tak butuh waktu lama papa Alex dan mama Risma sudah sampai di pintu gerbang sekolah , papa Alex memasukkan mobilnya ke parkiran khusus mobil dan berjalan ke ruangan kepala sekolah.
Sesampainya di depan ruangan papa Alex langsung mengetuk pintu dan masuk.
kepala sekolah yang mendengar ketukan di pintu langsung melihat ke arah pintu.
"Halo selamat siang ada urusan apa yah bapak sama ibu ke sini?" tanya kepala sekolah itu sopan
Papa Alex dan mama Risma tidak menanggapi pertanyaan dari kepala sekolah itu mereka malah terus berjalan ke arah putrinya.
Melihat ada bosnya yang datang ke sini pak Hendra pun langsung berjalan menghampiri tuannya itu.
" Halo tuan Alex apa kabar ? kenapa tuan ada disini , tuan ada urusan apa?" tanya pak Hendra yang mendekati bos nya itu
Tapi pak Alex tidak menanggapi pertanyaan dari bawahannya itu ia hanya fokus pada anaknya.
Pak Hendra yang melihat tuan nya itu berjalan ke arah anak yang tadi ia tampar , pak Hendra pun bertanya tanya." kenapa tuan Alex berjaln menuju anak itu , atau jangan jangan itu anak nya pak Alex , kalau bener mati aku." kata pak Hendra lirih dan merasa takut kalau tebakannya itu benar
Papa Alex melihat Tami yang mengepalkan tangannya ia pun mengelus pundak anaknya dengan lembut untuk menenangkan putrinya itu.
"Sayang sabar , sabar , atur nafas kamu,dan sekarang tenangkan hati dan pikiran kamu." kata papa Alex yang menenangkan putrinya
Setelah tenang Tami perlahan menghilangkan kepalan tangannya yang dari tadi adalah pusat emosinya, mama risma pun langsung memeluk Tami dan melihat ada darah segar yang mengalir disudut bibi Tami
Papa Alex pun memperhatikan dengan sesama sekali lagi dan benar saja ada darah segar dan juga bekas tamparan yang berada di pipi putrinya.
Dengan emosi yang meluap luap karna tak terima anaknya diperlakukan seperti ini , pak Hendra pun bertanya dengan nada yang tinggi ia marah dan tak terima atas perlakuan entah siapa itu yang belum di ketahui oleh papa Alex
" Siapa yang menampar putri saya !! jawab !!!" kata pak Alex dengan dingin dan dengan nada tingginya
Mereka berdua yang mendapat bentakan sekaligus pertanyaan dari papa Alex merasa takut dan merinding ,apa lagi kepala sekolah yang tak tau apa apa tentang orang yang ada didepannya itu.
"Cepat jawab!!! apa kalian bisu dan tuli?!!!" kata papa Alex yang kembali bertanya
" Sa...sa..saya tuan ." kata pak Hendra yang mengakui bahwa dirinya lah yang menampar Tami
"Ada masalah apa pak Hendra menampar putri saya ?" tanya papa Alex dingin dan menampakkan ekspresi nya yang marah
" i...iii..itu karna putri tuan menindas putri saya tuan." kata pak Hendra menjawab pertanyaan dari tuannya
Papa Alex berbalik dan bertanya pada putrinya
" Apa bener kamu menindas putri dari pak Hendra ?" tanya papa Alex pada Tami
"Tidak pah justru anak pak Hendra lah yang sudah menindas Tami, angel lah yang telah mengunci Tami dikamar mandi, dia juga pernah menghina Tami kalau Tami itu cewe murahan dan wanita malam dan angel juga menghina papa dan mama begitu juga pak Hendra yang menghina papa dan mama tapi malah Tami yang disuruh untuk meminta maaf tapi Tami tidak mau dan akhirnya Tami di tampar, Karna Tami kaget jadi Tami gak sempet menghindar." Tami menceritakan kejadian tadi
__ADS_1
"Denger itu pak Hendra putri saya tidak mungkin melakukan itu pada anak bapak justru anak bapak yang menindas dan menghina anak saya!" kata papa Alex
"Tapi anak saya yang menceritakan kalau anak tuan yang menindas putri saya ." kata pak Hendra yang masih membela putrinya
"Begini saja biar lebih jelas nya kita melihat cctv." kata papa Alex yang mengajak mereka melihat cctc untuk melihat kebenarannya
"Baik saya akan siapkan." kata kepal sekolah itu yang mengambil komputernya untuk melihat cctv kelas Tami
Mereka melihat dengan seksama dan benar saja angel lah yang menindas Tami bahkan ia berani sekali menghina Tami dan juga orang tuanya dan juga berusaha mencelakai Tami.
" Gimana ? sekarang udah jelas siapa disini yang salah?" tanya papa Alex
" I..i.. Iyah tuan saya mengaku salah dan saya mohon maaf atas kelakuan putri saya dan juga saya sendiri yang berani menampar putri tuan." kata pak Hendra yang meminta maaf sambil menundukkan kepalanya karna ia tak berani melihat atasannya itu
"Saya masih gak terima yah anak saya kamu pukul ! tapi gimana lagi , sebagai hukuman atas ketidak sopanan kamu saya bakal kurangi gaji kamu sebanyak 20 %." kata papa Alex yang menghukum pak Hendra
"Baik pak saya akan terima konsekuensi nya , karna saya tahu saya salah." kata pak Hendra yang pasrah menerima
" Dan saya mau mulai hari ini kamu berhenti menjadi kepala sekolah disini." kata papa Alex menunjuk bapak kepala sekolah
"Kenapa saya , dan kenapa anda bilang seperti itu emang ini sekolah an punya anda?" tanya kepala sekolah itu
"Karna bapak itu tidak becus jadi kepala sekolah , dan saya berhak mengganti kepala sekolah disini karna saya punya hak sebesar 85% saham disekolah ini." kata papa Alex menjelaskan
Bapak kepala sekolah itu kaget dan langsung meminta maaf atas sikap dia yang tidak mengenakkan tapi apa daya nasi telah menjadi bubur, bapak kepala sekolah itu diganti dengan kepala sekolah yang baru dan pada saat itu juga papa dan mama nya Tami kembali ke kantor dan Tami juga kembali ke kelas.
....
Tami duduk dengan santai nya dan tak memperdulikan tatapan dari murid murid yang lain ia fokus pada depan dan menulis apa saja yang penting.
Aldo yang melihat itu tak tahan ingin bertanya
"Tam , Lo kenapa kok pipinya merah ?sama itu kok kaya ada darahnya sedikit?" tanya Aldo
"Gak papa." kata Tami mengakhiri obrolan mereka
'Gini amat punya temen yang dingin kaya kulkas.Bodo amat lah pasti nanti juga diceritain waktu istirahat nanti gue tanya lagi.' batin Aldo
.....
Waktu istirahat Tami seperti biasa menunggu para abangnya untuk istirahat bareng.
"Yok bang , ke kantin!" kata Tami mengajak para abangnya
Bang Niko yang selalu memperhatikan Tami pun melihat kalau pipi Tami merah dan sudut bibirnya terluka
"Loh dek, itu kamu kenapa pipinya?" tanya bang Niko
__ADS_1
"Gak papa." jawab Tami singkat
'Yah.... gak sama gue gak sama abangnya jawaban nya masih sama ,emang cewe kulkas ini.' batin Aldo
sedangkan Adrian dan Azka , bang Gilang dan bang Ferry hanya menyimak percakapan mereka.
" Gak papa gimana , orang lebam kaya gitu." kata bang Niko yang memegang pipi Tami yang merah
"Aaww, sakit bang, ngapain dipegang sih." kata Tami yang memukul tangan abangnya itu karna memegang pipi Tami yang ditampar oleh pak Hendra bukan pipinya tapi sudut bibirnya yang masih ngilu
"Itu kan sakit , yok ke UKS bentar , dan kalian pesenin kita makanan mati kita nyusul." kata bang Niko yang menarik tangan Tami menuju ke UKS
....
Sesampainya di UKS Tami diobatin oleh bang Niko dan itu sudah sangat pelan + lembut karna bang Niko tidak mau menyakiti adeknya itu.
"Bener nih , gak mau cerita ?" tanya bang Niko membujuk Tami agar dirinya mau bercerita
" Hmm." jawab Tami singkat
"Tapia Abang penasaran dek, ceritain dikit aja , kalau gak intinya aja deh." kata bang Niko membujuk Tami lagi dan lagi
"Ya udah tapi ini intinya loh ." kata Tami yang mau menceritakan dan bang Niko pun mengangguk dan mendengarkan seksama cerita adiknya itu
Tami pun menceritakan kejadian tadi pagi , bang niko masih menyimak dengan seksama.
setelah selesai bercerita.
" Ouh ... gitu , bikin emosi aja tuh orang berani beraninya dia nampar kamu ditambah tambah dia udah menghina adek sama om dan Tante , bener bener mencari umpan dikandang singa bahkan lebih dari itu." kata bang Niko yang tak habis pikir dengan pak Hendra itu
"Udah lah bang lupain aja , adek laper nih , ke kantin aja yok, gak usah bahas yang gak perlu ." kata Tami yang turun dari kasur yang berada di UKS itu
Sedangkan keadaan angel dia dimarahi habis habisan oleh papa nya Karna telah berbohong pada dirinya bahkan karna anaknya itu ia hampir saja dipecat , dan disini papa nya angel atau pk Hendra telah menyadari sesuatu bahwa ia terlalu memanjakan putri nya yang merupakan anak semata wayangnya.
Angel meminta maaf pada papa nya dan berjanji tidak akan melakukan nya lagi dan ia akan meminta maaf juga pada Tami dan angel berjanji untuk mengubah dirinya untuk lebih baik lagi.
....
Di kantin bang Gilang , bang Ferry , Aldo , Azka dan juga Adrian mereka semua sedang memakan makannya dan tak lupa ia juga telah memesan kan makanan untuk Tami dan juga bang Niko.
Tak lama dari itu bang Niko dan Tami sudah sampai di kantin mereka duduk bersama teman temannya tadi. Dan memakan makanan yang dipesan oleh mereka untuk Tami dan juga bang Niko.
Tami hanya diam tanpa bersuara dan ia hanya memakan makannya dan juga meminum minumannya, ia hanya mendengarkan apa yang mereka ceritakan dan bicarakan.
Tak seperti biasa Tami hari ini benar benar diam tanpa suara, Tami seperti kehilangan mood nya, seakan akan moodnya itu telah tertiup angin dan tak tau dibawa entah kemana.
Tami menyelesaikan makanan nya lebih dulu karna ia tidak banyak bicara seperti yang lain.
__ADS_1
Tami meninggalkan uang di bawah mangkoknya untuk membayar makannya serta minumannya ,ia berdiri dan langsung pergi berjalan menuju ke kelas.
Ok sini dulu ,jangan lupa like komen dan kasih aku vote dan dukungan ✌️😁