APAKAH AKU PANTAS UNTUK BAHAGIA

APAKAH AKU PANTAS UNTUK BAHAGIA
eps 47


__ADS_3

Tami mengangkat tangannya dan menutup mulutnya karna dia tak percaya apa yang ia lihat dan dengar ini.


'Bagaimana ini , aku harus jawab apa ? aku masih gak mau pacaran apalagi aku itu gak yakin kalau aku punya perasaan sama Devan, tapi aku gak mungkin kan mempermalukan Devan ditempat umum kaya gini , apa lagi semuanya pada teriak teriak disuruh terima lagi.' batin Tami yang bingung


"Terima, terima, terima." kata mereka yang berteriak


'Ya udah deh terima aja , soal perasaan nanti belakangan aja , pasti muncul sendiri , kali ini aku terima dulu soal kedepannya tinggal jalanin aja , bodo amat lah terima aja .' batin Tami lagi yang sudah bingung


" Iyah , aku mau." kata Tami yang menerima buket mawar itu


Devan pun berdiri dan spontan memeluk Tami, Tami pun memeluk Devan dengan agak kaku. Begitu juga dengan yang lain yang bertepuk tangan karna melihat kejadian itu.


Devan menggandeng tangan Tami menuju meja makan yang sudah Devan sediakan , dan orang orang yang lain pun pergi meninggalkan mereka.


Devan menarik kursi ke belakang dan mempersilakan Tami untuk duduk. Tami pun mengucapakan terimakasih pada Devan lalu Devan menyusul duduk berhadapan dengan Tami .


Devan menarik tangan Tami pelan " Sayang makasih yah , kamu udah ngasih kesempatan buat aku , aku janji gak akan ngecewain kamu dan gak akan bikin hati kamu sakit karna aku." Devan mengeluarkan kata kata dari lubuk hatinya yang paling dalam dan itu sukses membuat Tami tergerak hatinya untuk mencoba menerima Devan


Tami hanya mengangguk sambil tersenyum , karna Tami tidak tau harus melakukan apa , karna waktu pacaran pun gak sampai 1 hari dan itu juga cuman buat bahan taruhan.


"Dev , kalau boleh aku jujur aku gak ngerti orang pacaran gimana , atau aku harus memperlakukan kamu seperti apa ? jadi aku harap jika aku ada kesalahan , tolong maafin aku yah ?" kata Tami yang jujur pada Devan


"Iyah aku ngerti kok, aku bakal ngingetin kamu kalau kamu salah dan sebaliknya , dan aku juga gak bakal maksa kamu buat ngelakuin apa yang kamu gak suka." kata Devan


"Iyah ,makasih Dev." kata Tami yang berterimakasih kembali


"Sama sama ,sayang." kata Devan dengan penuh kelembutan


Devan mengambil piring Tami , dan membantu Tami untuk memotong kecil kecil steak tersebut agar Tami bis langsung memakannya.


Setelah selesai Devan mengembalikan piring tersebut beserta isinya dan sekarang giliran dirinya untuk memotong steak punya nya sendiri.


Mereka makan malam bersama di bawa sinar bulan yang malam ini sangat indah, dan terkadang mereka sesekali bercanda dan tertawa bersama.


malam sudah semakin larut, dan ini waktunya Tami untuk pulang, " Dev, aku pulang dulu yah , udah malam soalnya ." kata Tami yang izin pulang karna sudah larut malam


"Iyah sayang, apa sekalian aku anter aja , gimana ?" kata Devan yang menawari untuk mengantar Tami pulang


" Eh, gak usah, kebetulan aku bawa mobil , jadi aku pulangnya sendiri aja." kata Tami yang menolak secara halus


" Ya udah deh aku nganter nya lain kali aja, ya udah aku anter sampe depan aja gimana ?" tanya Devan lagi


" Ok ." kata Tami yang menerima ajakan Devan


Devan pun mengantar Tami sampai ke luar pintu resto dan menuju ke mobil Tami dan

__ADS_1


Tak lupa Devan membuka pintu mobil untuk Tami, dan sepertinya itu wajib bagi laki laki 🤣😂, karna author selalu lihat adegan yang kaya gini 😂😂 ok kita lanjut ceritanya.


Tami pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, setelah Devan melihat mobil yang dikendarai Tami semakin menjauh dia pun masuk ke resto itu dan kembali ke ruangan kerjanya.


Devan duduk bersantai dan tanpa sadar dia selalu tersenyum. " Ada apa dengan ku, kenapa hatiku seperti sedang terjadi musim semi begini rasanya seperti ada bunga yang mekar di hatiku , dan ini terasa hangat , tapi aku tidak pernah seperti ini saat aku dulu berpacaran." kata Devan yang berbicara sendiri


....


Tak butuh waktu lama Tami sudah sampai dirumahnya , Tami memarkirkan mobil sport nya di garasi dan langsung masuk kamar.


Tami meletakkan tasnya dan juga mengganti pakaian untuk tidur nya.


Setelah berganti Tami duduk di kursi belajarnya dan mengeluarkan buku hariannya yang sudah lama ia tidak menulis di situ karna Tami belum ada hal apa apa yang ingin ia tulis , jadi yah bukunya masih utuh karna udah lama gak di gunakan.


Tami menulis di buku hariannya, Tami menulis tentang kejadian malam ini.


Malam begitu indah, bulan yang malam ini nampak terang, aku tak percaya malam ini aku sudah mempunyai pacar , yah walaupun pacar ku itu lebih tua 2 atau 3 Th dari aku.


Tapi aku senang dan menghargai keberanian dia saat dia menyatakan perasaanya pada ku, kata kata nya dan semua tindakan dan juga perilakunya sungguh sangat menyentuh hati ku ini yang kemarin kemarin sempat dingin karna telah dipermainkan.


Pada saat itu aku tidak percaya lagi dengan cinta atau pun perkataan laki laki lagi , tapi malam ini aku menarik semua perkataan ku yang pernah hati ini ucapkan. Devan bagaikan matahari yang melelehkan hatiku yang sempat beku. Aku harap dengan aku menerima Devan kali ini aku bisa merasakan rasanya dicintai oleh orang lain selain keluarga ku dan juga Abang Abang ku. Dan aku harap aku bahagia dan melangkah ke jalan yang benar.


Rasanya aku melayang begitu mendengar pengakuan dari Devan, aku kaget , takut dan bahagia semua rasa itu aku rasakan waktu aku ingin menjawab saat Devan bertanya apakah aku ingin menjadi kekasihnya?,jujur aku masih takut kejadian sebelum nya akan terulang kembali , tapi aku harap itu hanya kecemasan ku semata.


Tapi jika boleh aku jujur lagi aku belum ada perasaan apa apa dengan Devan , tapi aku akan berusaha untuk membuka hatiku kembali untuk nya. Aku akan berusaha mencintainya seperti dia mencintai ku.Dan aku harap ini adalah awal yang baik untuk ku dan juga Devan.


ia pun kembali menutup bukunya dan tak lupa untuk menguncinya karna ini bersifat pribadi.


Tami menyimpan bukunya kembali dan berjalan menuju tempat tidurnya dan segera tidur,karna nanti besok dirinya masih sekolah.


Saat Tami sudah tertidur dan saat itu juga bertepatan dengan orang tuanya pulang , mereka pulang agak larut karna harus menyelesaikan pekerjaan mereka , kebetulan mereka juga sudah makan diluar.


Papa Alex langsung ke kamar tapi tidak dengan istrinya , mama Risma malah mencari bibi ida untuk menanyakan apakah Tami sudah makan atau belum ? dan setelah bertanya itu mama Risma berjalan menaiki tangga menuju kamar tami.


Ia mencium kening Tami dan mengucapkan selamat malam pada anak perempuannya itu.


" Good night sayang , mimpi indah yah." kata mama Risma yang membelai rambut panjang Tami dan mencium nya sekali lagi lalu pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri.


Setelah membersihkan diri pasangan suami istri itu tidur dengan cepat karna rasa lelah yang dari tadi mereka rasakan.


....


Waktu menunjukan pukul 4 pagi atau subuh , Tami sudah bangun dan mencuci muka nya lalu mengambil air wudhu , setelah itu Tami menunggu azan subuh berkumandang , Tami menunggu sambil memainkan hp nya.


Dan tanpa di duga hp Tami bergetar karna ada panggilan masuk, panggilan itu dari Devan.

__ADS_1


" Devan ada apa yah telfon aku ? angkat aja lah." kata Tami yang menggeser tombol hijau itu


" Assalamualaikum sayang , kamu udah bangun?" tanya Devan pada Tami


" Waalaikumsalam, udah lah , kalau aku belum bangun mana mungkin aku bisa ngangkat panggilan dari kamu." kata Tami yang menjawab


" Hehehe , iyah yah, sayang kamu tau gak mimpi apa yang paling indah buat aku ?" tanya Devan lagi pada Tami


"Gak tau , emang mimpi apa ?" tanya Tami mengangkat alisnya bingung


" Mimpi in kamu jadi ibu buat anak anak aku, hehehe." kata Devan yang mengombali Tami


"Apa an sih Dev , aku kan masih sekolah , dan juga nanti nya juga aku mau kuliah." kata Tami dengan wajah merah


"Aku akan setia menunggu kamu sayang , apa pun keputusan yang kamu ambil aku akan dukung kok, aku yakin apa yang kamu lakuin itu yang terbaik buat kamu." kata Devan yang mengeluarkan kata kata manis menurut Tami


"Udah lah Dev jangan gombal Mulu." kata Tami yang memperingati Devan untuk berhenti mengombali nya


"Aku gak gombal sayang , ini itu namanya berkata dari hati." kata devan


"Iyah iyah terserah kamu aja , ouh yh dan satu lagi jangan panggil aku sayang , geli aku dengernya." kata Tami yang menyiapkan mukenah untuk solat


"Emang kenapa kalau aku panggil kamu sayang , kan Aku manggil kaya gitu , itu tandanya aku sayang sama kamu." kata Devan yang menjawab pertanyaan dari Tami


"Alah...bucin." kata Tami yang meledek Devan


"Gak papa bucin buat pacar sendiri. emang ada salah nya kalau bucin sama pacar sendiri?" kata Devan yang membenarkan posisi duduknya


"Yah gak sih tapi kan..."


"Udah sayang gak ada tapi tapi an, cukup aku aja yang bucin sama kamu , kalau kamu mau bucin sama aku juga yah gak papa." kata Devan yang memotong perkataan Tami sebelum Tami menyelesaikan perkataannya


"Ya udah deh terserah kamu aja." kata Tami yang menyerah


" Sayang kamu hari ini berangkat sekolah kan , mau aku anter gak ?" tanya Devan yang menawarkan tumpangan


" Emm, emang gak ngerepotin kamu ?" tanya Tami yang gak enak


"Yah gak lah justru aku seneng bisa nganter kamu jadi kita ada waktu buat berdua deh." kata Devan pada Tami


"Ok deh kalau gitu jam setengah 7 yah." kata Tami yang menyetujui penawaran Devan


"Ok sayang ya udah solat dulu gih sana aku juga mau solat." lanjut Devan yang menyuruh Tami untuk solat


"Iya, ya udah Assalamualaikum." kata Tami yang mengakhiri panggilannya duluan

__ADS_1


"Waalaikumsalam ." kata Devan yang menjawab dengan lembut


Tami menutup panggilan itu disertai wajah yang senang dan tak berhenti hentinya untuk tersenyum begitu juga dengan Devan, mereka seperti orang yang sedang jatuh cinta.


__ADS_2