
walaupun Bryan itu playboy , tapi dia tidak egois , eh maksudnya tidak semuanya dia egois , dia pasti akan memikirkan untuk kedua kalinya jika itu benar benar sangat penting untuk dirinya.
Tami dan Abang Ferry ,Niko ,dan Gilang mereka sudah sampai di tempat latihan pukul 3 sore.
mereka pun langsung pemanasan walaupun pelatihnya belum datang. sekitar 15 menit pelatih mereka datang.
mereka disuruh untuk push up , back up dan sit up sebanyak 50 kali untuk putri dan 70 untuk putra dan juga lari 5 putaran untuk semuanya, mereka disuruh seperti itu untuk merenggangkan otot mereka, apalagi Tami yg sudah beberapa hari ini belum latihan.
sekitar setengah jam mereka sudah selesai melakukan apa yg pelatihnya itu suruh. mereka lalu membentuk barisan dan melaporkan bahwa mereka sudah siap untuk mengikuti pelatihan.
Tami di suruh untuk latihan menendang , memukul dan menangkis terlebih dahulu , agar bisa cepat dan cekatan dalam menyerang musuh.
Tami belajar memukul, menendang menyerang dan menangkis dgn pelatihnya agar lebih
serius.
ouh yh ngomong ngomong pelatihnya bernama pelatih atau kita sebut saja sensei atau guru Li
" ayo lebih cepat dan lebih keras lagi." kata guru Li yg memberi instruksi kepada Tami.
" yak " kata Tami yg menendang dgn keras
Tami memang hari ini agak kurang dalam pelatihannya karena , Tami waktu pulang sekolah langsung ke sini dan dia gak makan, jadi yh tenaga nya segitu.
tapi Tami tetap berusaha untuk mengejar ketertinggalannya itu, sedangkan Abang Niko , Abang Gilang dan Abang Ferry mereka latihan bersama pelatih masing masing , di karenakan mereka juga akan mengikuti turnamen tersebut jadi pelatih berinisiatif untuk melati 1 orang 1 pelatih , itu khusus untuk yg mengikuti lomba.
sekitar pukul 5 sore mereka istirahat selama 20 menit dan setelah itu mereka melanjutkan latihan lagi sampai pukul 8 malam, dan itu baru selesai .
" ok , semuanya perhatian sebentar." kata pelatih Li yg ingin menutup latihan ini
Tami abang Gilang , Niko dan Ferry pun membuat barisan tapi dalam posisi duduk.
" saya kira latihan nya cukup sampai di sini dan kita akan melanjutkannya besok, jujur saya kurang puas dgn kalian semua , sebenarnya kalian itu niat ingin ikut atau tidak ? " kata pelatih yg bertanya kepada mereka semua
" niat pak." jawab mereka serentak
" kalau niat yh ditingkatkan latihannya , lebih keras , lebih cepat dan tepat , jangan lengah dan jangan memberi musuh kesempatan untuk menyerang, paham !" kata pelatih yg mengingatkan
" paham pak ." jawab mereka serentak lagi
" dan kamu Tami , kamu seharusnya bisa mengejar keterlambatan kamu dalam berlatih, bukan seperti sekarang." kata pak Li yg menegur Tami
" iyh pak maaf , saya emang tadi kurang dalam berlatih karena saya waktu pulang sekolah langsung kesini, dan saya juga belum makan siang ." jelas Tami
" itu bukan alasan , mau makan atau tidak dan mau berangkat atau tidak , apalagi sakit atau tidak kalian semua harus membagi waktu kalian dgn baik, saya tidak mau lagi mendengar ada yg menyerah saat turnamen nanti, paham !!." jelas pak Li yg berkata keras
" paham pak." kata mereka serentak menjawab
tanpa disadari , Tami menundukkan kepalanya dan satu tetes air matanya lolos.
karna jujur saja Tami paling tidak suka kalau dirinya di bentak.
' apaan sih gue ,kok gini , pak Li itu cuman ngasih tau gue supaya disiplin kenapa gue harus nangis , ?? stop Tami stop Lo gak boleh nangis , ini adalah air mata terakhir yg harus Lo tumpahkan disini.' batin Tami yg menjanjikan dirinya sendiri
__ADS_1
dan dgn cepat tami mengusap air mata nya itu yg jatuh.
" ok saya rasa, kalian semua sudah paham dan mengerti karakter saya , jadi cukup sampai di sini latihan hari ini. dan sampai jumpa untuk besok." kata pak Li yg menutup latihan hari ini
pk Li dan semua pelatih meninggalkan gedung latihan, Tami dan Abang Abang nya itu pun bersiap siap.
" udah lah, mungkin pelatihnya masih pms." kata Abang Ferry yg menghibur Tami
Tami masih terdiam
" guru Li kan laki laki mana mungkin lagi pms?" kata Abang Gilang
" udah udah , guru Li itu ngomong kaya gitu biar kita serius aja , dan gak main main dalam latihan kan kita bakal ikut turnamen , mungkin .. guru li itu cuma cemas dan ingin kita itu dapet juara. mungkin kaya gitu." kata Abang Niko
" yh mungkin aja ." kata Tami yg lirih
" udah lah jangan sedih mending kita ke cafe bentar , kita ngopi dulu sama kasihan ni perut gue dari sore belum diisi apalagi ini kan udah telat makan malam." kata Abang Ferry sambil merangkul pundak Tami
" ya udah ayo , gue juga udah laper." kata Abang Gilang
mereka semua kembali ke parkiran dan pergi ke cafe yg kadang kadang mereka kunjungi yg mereka sekarang jarang keluar bersama , yh karena urusan masing masing.
di rumah Devan
Devan sudah pulang dari jam 7, sejujur nya Devan mau pulang cepet dan berencana buat ngungkap in perasaannya ke Tami tapi yh Tami kn mau latihan + menurut Devan mungkin itu kecepetan untuk ngungkapin perasaannya itu. yh jadi devan menunda rencana nya itu.
Devan keluar dari kamar mandi , dia menuju ke nangkas yg ada hp nya itu , Devan mengecek hp nya , tapi ternyata Tami belum chatt dia.
Devan ingin mengirim pesan untuk Tami tapi yh giman , laki laki gengsinya ketinggian.
setelah berpakaian dia menuju ke dapur dan makan malam sendiri. Devan memang tinggal di apartemen nya sendiri karena dia memang mau mandiri , tapi yh sekali kali dia pergi ke rumah orang tuanya untuk berkunjung.
di cafe
" dek, kamu mau apa.? " tanya bang Niko
" aku minumnya mau milkshake chocolate sama burger nya satu yg pedes tapi dobel gak papa kn?."
kata Tami , emang malam ini dirinya ingin sekali makan burger.
" yah gak papa lah apa sih yg gak buat adek kita ini yh gak.? " kata Abang Ferry dan itu diangguk ki oleh semua
" aahh sayang Abang Abang aku ini."
" ya udah mbak emm makanannya samain aja tapi aku minum nya cafe late aja , Lo apa an ?" kata Ferry
" gue mocha aja." kata Abang Gilang
"gue cafe latte aja .kata Abang Niko
" berarti burger pedes dobelnya 4 sama minumnya milkshake chocolate 1 , cafe late nya 2 sama Mocha nya 1." kata pelayan yg menerima pesanan
" yh itu aja ." kata Abang Niko
__ADS_1
sekitar 15 menit pesanan mereka datang dan mereka memakan makanan tersebut dgn lahap yh maklum lah belum makan dari sore, cuman makan siang aja tadi terakhir
sekitar jam 9 mereka bersiap untuk pulang dan karna hari sudah larut jadi abang Niko Ferry dan Gilang mengantar Tami sampai dirumah karna kan sekuat apapun Tami dia juga tetep perempuan.
.........
mereka sudah sampai di depan gerbang nya Tami
" makasih yah bang Niko , bang Ferry bang Gilang." kata Tami mengucapkan terimakasih
" yh santai aja , yah udah gih sana masuk terus mandi dan tidur. udah malem ni ." kata bang Niko
" yh bang Niko , ya udah aku masuk dulu yh , see you ,dahh ." kata Tami yg sudah masuk ke rumah nya dan sambil melambaikan tangan , bukan dalem rumah loh tapi ke garasi dulu buat letak in itu montor.
mereka pun pulang ke rumah masing masing, dan bersiap untuk tidur 😁😁
" assalamualaikum." kata Tami memberi salam
"waalaikumsalam non , kok pulangnya malem sih , nyonya sama Tuan jadi khawatir dari tadi nungguin non Tami." kata Bi Ida yg membukakan pintu.
" yh Bi , maaf, tadi soalnya langsung latihan terus hp nya juga mati tadi ."
"ya udah non mau makan apa biar bibi buatin ?" tanya bibi
" gak usah bi , tadi Tami udah makan kok diluar sama Abang Niko , Abang Gilang , sama Abang Ferry." jelas Tami kepada bibi nya
" lebih baik bibi istirahat aja udah malem , soalnya , ouh yh mama sama papa dimana." lanjut Tami
" tuan sama nyonya lagi nungguin non Tami tadi diruang tamu tapi tadi saya lihat tuan sama nyonya sekarang lagi di pinggir kolam renang." kata bibi sambil menunjukan keberadaan mereka
" ouh yh Bu makasih." Tami pun langsung menuju kolam renang
dan benar saja kedua orang tuannya masih berada di sana. Tami mengendap ngendap seperti maling agar tidak ketahuan oleh orang tuanya itu dan
" dor , mama papa lagi ngapain." tanya Tami yg tanpa bersalah telah mengejutkan kedua orang tuanya itu
" astaga , ini anak udah ditungguin juga , malah ngagetin , kalau mama sama papa tiba tiba serangan jantung gimana coba." kata mama Tami yg terkejut akan kelakuan putrinya ini
" kamu dari mana aja sih dek , papa telfon in loh dari tadi." kata papa nya Tami
" maaf pa , ma hp Tami mati , trs waktu pulang sekolah Tami langsung pergi latihan, jadi pulangnya lama." jelas Tami kepada kedua orang tuanya
" ya udah lain kali , kamu itu kabarin dulu orang rumah biar gak pada khawatir kaya gini, pake telefon temen kek atau pakek apa gitu, pokoknya harus ngabarin." kata peringatan buat Tami
" iyh ma , Tami paham." jawab Tami
" ya udah sana gih istirahat , tapi mandi dulu , kamu bau keringet soalnya." kata papa Tami
" iiihhh papa , apa an sih. tapi bener juga sih, ya udah Tami ke atas dulu yh , dan mama sama papa masuk , angin malem gak baik buat badan , nanti kalau sakit gimana?" kata Tami kepada orang tuanya itu
" iyh sayang." kata papa sama Mama nya bersaman
akhirnya Tami pun mandi menggunakan air hangat karna hari emng sudah sangat malam, lalu Tami menggunakan baju tidur nya yg berwarana biru tua yg ada gambar bulannya , hahah kaya anak kecil yh ,baju itu juga jarang dipakai oleh Tami loh , jadi yh gak papa sekali kali pakai.
__ADS_1
Tami merebahkan badannya di atas tempat tidur nya dan tak lama Tami pun tertidur dan langsung menuju ke alam mimpinya.
maaf yh temen temen , kalau ceritanya ngebosenin. dan kurang menarik , jadi makannya aku dikasih saran biar bagus ceritanya dan jangan lupa like komen dan kasih aku vote yg banyak.,😁😁✌️✌️🙏