
Di perusahaan papa Alex , papa Alex sedang berbicara kepada sekertaris nya itu.
" Saya mau jadwal saya hari ini di tunda sampai nanti siang , soalnya saya ada acara." kata papa Alex yg berbicara dgn sekertaris nya
" Baik pak , saya akan atur ulang jadwal bapak , dan saya pamit keluar dulu." kata sekertaris nya yg berpamitan keluar menuju ruangannya
Papa Alex hanya mengibaskan tangan nya yg menandakan mengizinkan sekertaris nya itu untuk keluar.
Papa Alex mengambil hp nya dan menelfon bang Niko untuk menanyakan dimana mereka akan bertanding.
Panggilan tersambung
" Hallo , assalamualaikum." kata papa Alex mengucapkan salam
" Waalaikumsalam om, ada apa yh?" tanya bang Niko
" Ini loh Niko om mau tanya , kalian tandingnya dimana , soalnya om mau ke sana." kata papa Alex
" Ouh itu , kita tanding di pusat kota xx om." jawab bang Niko
" Ouh disitu yah udah om ke sana sekarang , biar gak kejebak macet assalamualaikum." kata papa Alex yg mengambil jasnya di punggung kursi yg ia duduki
" waalaikumsalam." jawab bang Niko mengakhiri panggilan mereka
Dan tak lupa papa Alex mengirim pesan lokasi Tami yg akan bertanding.
Setelah itu papa Alex pun pergi dari perusahaan itu dan berangkat menuju pusat kota xx.
Di butik mama Risma
Mama Risma juga mengatur ulang jadwal nya agar bisa pergi melihat anaknya itu bertanding.
Mama Risma telah menerima pesan dari suaminya itu dan tak perlu berfikir terlalu lama mama Risma langsung berangkat ke pusat kota xx yg dikirim oleh suaminya itu.
Dan tak lupa mama Risma menitipkan butik nya itu kepada orang kepercayaan nya. Setelah berbicara dgn orang kepercayaannya mama Risma langsung pergi menuju pusat kota xx.
...
Tami sudah sampai di sana sekitar 5 menit yg lalu , dan sekarang Tami sedang menunggu ketiga abangnya itu di depan pintu masuk , walaupun didalam sudah ada sensei Li tapi abangnya itu berpesan agar dirinya untuk menunggu ketiga abangnya itu.
Dan Tami juga sudah hampir menunggu sekitar 10 menit an , waktu selama itu Tami memanfaatkan untuk membaca peraturan di MMA.
Dan saat itu juga ketiga abangnya itu sudah Sampai diparkiran , dan abangnya itu langsung turun dari mobil dan menuju ke tempat Tami.
__ADS_1
Sesampainya di tempat tami ketiga abangnya itu langsung meminta maaf kepada Tami atas keterlambatan mereka , Tami pun memaafkan mereka tapi seperti biasa dgn satu syarat tami ingin mereka berempat liburan dipuncak nanti setelah bertanding atau nanti kalau sekolah libur.
Mereka pun masuk menemui sensei Li ,setelah mereka menemukan sensei Li , sensei Li membicarakan tentang strategi dalam bertanding di MMA , dan sensei Li pun membisikan kata kata motivasi untuk membuat Tami tambah semangat.
Sensei Li juga mengatakan kepada mereka urutan siapa saja yg akan bertanding terlebih dahulu.
" Inget strategi kita , jangan biarin musuh seenaknya mukul kita dan inget kita harus atur nafas kita agar tidak cepat kehabisan tenaga kita, gimana paham gak ?" tanya sensei Li
" Paham sensei." kata mereka bersama
" Dan orang pertama yg bertanding dulu adalah Niko , Gilang ,Ferry dan terakhir Tami, itu urutannya dan yg lain boleh melihat sambil belajar , dan menilai cara mereka bertanding, ok gitu aja , kalian semua siap siap , dan nanti saat bertanding jangan lengah , ok!"kata sensei Li
"Ok sensei." kata mereka lagi
Sekitar 20 menit mereka menunggu dan pertandingan pun dimulai ,dgn lawan bang Niko dgn Y ( kita samarkan saja namanya ok)
Bang Niko hanya butuh waktu 25 menit untuk menghabisi lawan tersebut.
Dan bang Gilang selisih dgn bang Niko dgn waktu 30 menit untuk menghabisi lawan. Sedangkan bang Ferry menghabisi lawan dgn waktu yg sama yaitu 30 menit.
Tami masih duduk tangannya itu terasa dingin dan gugup karna ini adalah pertandingan yg baru baru untuk Tami apalagi banyak orang seperti ini , jadi Tami merasa gugup.
Bang Niko memegang tangan Tami dan berkata ," Dek kita di sana itu hanya bisa memilih dihabisi atau kita yg menghabisi , Abang percaya adek bisa , Abang yakin itu jadi jangan gugup , anggap aja adek bertarung biasa dan anggap aja tidak ada orang yg menonton di sini , adek cukup bayangin kalau adek hanya bersama musuh yg ingin adek habisin , udah itu aja , bisa kan?" kata bang Niko yg menyemangati Tami
" Iyah bang adek bisa." kata Tami yg menekan perasaanya agar tidak gugup lagi dan harus tetap percaya pada dirinya bahwa dirinya itu bisa
Tak lupa Tami memakai hand warp, sarung tinju nya serta helem pengaman untuk kepalanya dan tami memakai baju training outfit serta celana olahraganya , agar Tami bisa bergerak dgn bebas.
Tami berjalan menaiki ring itu atau kita sebut saja dgn tempat perlawanan saja biar mudah.
Tami melihat lawan itu begitu sombong kita sebut saja dgn inisial T.
Di area pertandingan itu wasit menyuruh mereka memberi hormat kepada satu sama lain , setelah memberi hormat Tami dan T mengambil kuda kuda dan bersiap untuk menyerang.
T melawan terlebih dahulu dgn mengulurkan tangannya ingin memukul wajah Tami tapi berhasil dihindari oleh Tami. Dan bertepatan pada saat itu orang tua Tami sedang berada di parkiran mereka baru sampai.
Sedangkan Devan ia sedang rapat untuk kantor ayahnya , jadi dia ke sananya agak telat.
Setiap Tami ingin menyerang tapi T selalu lebih cepat menyerang terlebih dahulu. T selalu saja melawan Tami terlebih dahulu T selalu menendang dan memukul Tami tapi, sama sekali tidak kena itu dikarenakan T kurang cepat dalam pergerakan.
Waktu ortu Tami sudah masuk om Alex dan Tante Risma langsung menghampiri bang Niko bang Gilang dan bang Ferry dan melihat Tami bertanding dan menyemangati Tami juga.
Karna mendapat semangat dari ortunya Tami menjadi semangat , dan tidak takut lagi , atau pun gugup, tapi bertepatan juga dgn T yg langsung memukul pipi Tami, pada saat itu Tami tidak memperhatikan Al hasil Tami kena pukul oleh T dan tak sempat untuk menangkis ataupun menghindar.
__ADS_1
Tami merasa sakit bercampur kesal dan marah , tatapan Tami berubah menjadi seperti elang pemangsa , Tami dgn cepat mengambil kuda kuda dan menyerang T tanpa ampun.
Tami langsung menghajar T bagaikan angin sepoi sepoi yg terlintas dgn cepat dan pasti , Tami menendang di bagian dada nya T dan itu tekena Tami mendapat kan poin / nilai.
Setelah T ditendang oleh Tami badan T langsung bergerak mundur dgn sendirinya pasalnya tendangan Tami terlalu keras yg membuat T mundur beberapa langkah.
Wasit pun datang lalu memisahkan mereka dan lalu tak lama dari itu wasit menyuruhnya untuk bertarung lagi. Tami dgn senang hati bertarung , dan waktu Tami menendang T semua keluarga Tami termasuk abangnya itu bersorak senang.
T lagi lagi menyerang Tami tapi di tangkis oleh Tami sedangkan Tami tak mengulur waktu lagi ia langsung memukul kedua pipi T lalu menendang kepala T , dan tak lupa juga Tami memberi kesempatan pada T untuk melwan tapi sepertinya T tidak bisa lagi bertahan.
Kenapa T tidak menghindar ? itu dikarenakan karna T tidak mengatur nafas nya dgn baik jadinya dia kehabisan nafas di tengah tengah pertandingan , dan juga gerakan Tami terlalu cepat yg membuat T merasa bingung.
T ingin sekali menyerah tapi pelatih T menatap T seakan dia dipaksa untuk menyerang lagi dan lagi dan tidak ada kata berhenti.
T menarik nafas yg panjang dan bersiap siap untuk melawan Tami kembali , T ingin memukul bagaian atas tapi tangan Tami menangkisnya terlebih dulu. Tami tak mau menyia-nyiakan kesempatan ini Tami pun mengeluarkan tendangannya dan mengunci leher T dgn sekuat tenaga.
T terus memberontak tapi tetap saja tidak terlepas, wasit pun memisahkan mereka lagi mereka pun bersiap siap untuk menyerang lagi.
" Ayo dek lawan dia, selesai in pertandingan ini dgn cepat." kata bang Ferry
" ayo sayang kamu bisa SEMANGAT.." kata mama Risma yg menyoraki dgn penuh semangat
Karna mendapatkan dukungan serta semangat lagi Tami langsung menyerang T terlebih dahulu , Tami melihat T seperti orang yg tak berdaya bagaikan ikan yg kekurangan air tapi bedanya T itu kekurangan nafas dan keringatnya itu bercucuran terus.
Tami tak akan membiarkan waktu yg bagus ini terlewatkan , Tami mengambil tempat paling sudut Tami mengambil langkah dan Tami seperti agak berlari dan Tami menendang dgn menggunakan tendangan atas sampai menendang kepala T.
T tidak melihat Tami ingin menyerang awalnya jadi T tidak sempat untuk menghindar ataupun menangkisnya.T pun tersungkur dan jatuh bagaikan ayam yg tertabrak mobil ,T sudah tak berdaya dan memiliki tenaga lagi ,
Tami merasa bersalah dan kasihan melihat T yg tak mampu lagi untuk bangun.
Tami mundur ke bagian sudutnya dan membiarkan T untuk bangun ,tapi T merasa badannya itu sudah lelah dan tak mampu lagi untuk melawan.
Waktu T mau bangun Penglihatan T seperti agak buram karna itu mungkin terjadi karna tendangan Tami yg mengenai keras di kepala T.
T mencoba menyadarkan penglihatannya tapi tidak berhasil ,karna semakin ia berdiri semakin sakit kepalanya, T tidak bisa menahan dirinya lagi, T jatuh pingsan tak sadarkan diri dan wasit pun menghampiri T dan mulai menghitungnya.
"satu , dua, tiga ,empat ,lima ,enam tujuh, delapan, sembilan,sepuluh ,dan KO." kata wasit yg menghitung T agar bangun tapi T tak bangun juga akhirnya T dinyatakan kalah dan pelatih mengangkat tangan kanan Tami dan sebelum mengangkat tangan Tami pelatih itu berkata.
" Pertandingan kali ini dimenangkan oleh Tami Auliya putri. " kata wasit yg mengangkat tangan Tami
' Akhirnya selesai juga .' batin Tami yg sudah mulai agak lelah karna pertandingan yg panjang
Tami tak percaya bahwa dirinya telah berhasil , dan semua keluarga Tami termasuk abangnya itu bersorak kemenangan untuk Tami .
__ADS_1
Tami pun turun setelah dinyatakan menang , dan T juga dibawa ke ambulance untuk penanganan.
Tami turun lalu berlari menghampiri orang tuanya itu Tami pertama tama memeluk papa dan mamanya itu lalu abang Ferry karna Abang Ferry berada di samping papanya itu lalu setelah itu bang Gilang dan bang Niko.