
Tami mencoba menahan tangisnya tapi tidak bisa , tangis nya pecah didalam kamar, tami sangat tidak ingin menikah untuk saat ini jujur saja dia belum siap ia masih takut, ia takut kejadian 4 tahun yang lalu akan terjadi.
Tak terasa tami menangis sampai malam , matanya lebam mungkin itu efek dari ia terlalu banyak menangis.
Setelah merasa lega ia pun mulai mengantuk ia menyelimuti dirinya sambil memeluk guling nya dengan erat, tami pun tidur karna rasa lelahnya yang dari tadi menangis.
.....
Hari sudah pagi dan jam sudah menunjukkan pukul 4.30 dan itu menandakan bahwa azan subuh sudah berkumandang.Tami pun bangun lalu menuju kamar mandi untuk cuci muka,gosok gigi dan ambil wudhu untuk melakukan shalat.
Setelah menyelesaikan shalat nya tami duduk di meja rias dan mendapatkan dirinya yang kacau, dengan mata lebam ditambah garis hitam dibawah matanya seperti panda.
"Gue gak mungkin ke kantor kaya gini, pasti mereka nanti pada ngelihatin gue dan berpikiran yang gak gak." pikir tami
"Bodo nanti tinggal gue tutupin pake make up aja,sekarang gue mau mandi lagian hari ini ada rapat pagi." sambung tami sambil mengambil handuk kimono nya
30 menit kemudian tami sudah menyelesaikan acara mandinya,tami pun bersiap siap untuk pergi ke perusahaan karna akan ada rapat pagi tentang projek yang kemarin di bahas oleh tuan sakamoto.
Sekitar pukul 6.30 tami turun ke bawah untuk sarapan pagi seperti biasa. Tami turun di sambut oleh mama dan papa nya seperti biasa.
Tami menuju ke meja makan lalu sarapan seperti biasa tapi dia kebanyakan diam.
" Sayang pokoknya kamu harus censel kegiatan kamu dari siang sampai sore nanti minggu depan."kata mama risma pada tami
" Mah boleh gak kasih aku waktu buat gak nikah dulu,pliss mah kali ini aja ." mohon tami pada mama nya
" Gak boleh sayang mama dah janjian sama temen mama,lagian mereka setuju kok, mereka juga baik, mama dah kenal juga sama anak nya , anaknya sopan baik ramah lagi,pokonya mama yakin dia cocok buat kamu." bujuk mama risma pada tami
"Sayang papa juga pingin kamu bahagia dan punya pasangan ,papa gak mau kamu trauma karna kejadian 4 tahun yang lalu." kata papa lembut
"Pah ,mah aku pamit mau berangkat, udah siang." kata tami yang mencium punggung kedua orang tuanya dan langsung pergi tanpa menghiraukan perkataan mama dan papa nya
....
Di mobil Tami merasakan kesal sendiri ia marah marah sendiri dan memukul mukul setir mobilnya.
"Semuanya pada kenapa sih ! kan yang nikah aku kenapa juga harus diatur atur , kenapa aku ngerasa kaya di novel sih , yang harus dijodoh jodohin , ini kan bukan jamannya siti nurbaya ini itu udah moderen ngapain juga harus dijodohin kaya gini." kata tami yang kesal
Saking kesalnya tami langsung menancap gas mobilnya dan menyalip ke sana ke sini,sampai menuju ke perusahaan
Di perusahaan tami berjalan menuju ke ruangannya yang di atas menggunakan life , tami berjalan dengan angkuh nya dan memancarkan aura yang kuat dan menakutkan.
karyawan yang melihat tami langsung membungkukkan badannya untuk memberi hormat pada tami.
Setelah melihat tami masuk ke life karyawan lain pun kembali ke pekerjaan masing masing.
"Hari ini nona tami kenapa yah ?tadi serem banget walaupun cuman jalan." kata karyawan A
"Iya walaupun biasanya kaya gitu tapi ini lebih menakutkan." kata karyawan B
Tami yang sudah sampai di ruangannya pun langsung meletakkan tasnya dan duduk di kursi nya, ia sedang merenungkan dan ia mencoba untuk menerimanya tapi seperti berat rasanya.
Angel yang melihat sahabatnya seperti sedang ada masalah pun mendekat dan bertanya serta menghiburnya.
"Lo kenapa beb?" tanya angel sambil meletakkan dokumen yang harus tami periksa
"Angeeelll ,bantu gue plisss,gue pusing bangeeett!" kata tami
"Kenapa beb cerita sama gue?" tanya angel sambil duduk di depan tami
"Mama ,sama papa gue mau jodoh in gue...." kata tami
"Loh kok bisa , gimana ceritanya?" tanya angel
Tami pun menceritakan segala sesuatu yang dihadapi kemarin serta pagi tadi, angel pun mendengarkan cerita tami dengan seksama.
__ADS_1
"Yah menurut gue lo terima aja perjodohan ini, mama sama papa bener juga kok ini semua demi kebaikan lo. siapa tahu dengan cara ini lo gak takut lagi dan lo bakalan bisa hilangin rasa takut lo." kata angel
"Aaaa, lo mah sama aja ." kata tami yang kesal karna sahabatnya memihak pada mama dan papa nya
"Tapi tam, lo harus nurut apa yang diomongin sama orang tua lo, jangan jadi anak durhaka, gak kaya gue cuman punya papa, tapi sekarang gue udah punya mama dan itu gue rasa in dari mama lo , jadi please jangan pernah sakit in mama. Coba deh lo pikir pikir lagi tentang ide nya mama." kata angel yang menasehati tami
"Kepala gue pusing , gue mau sendiri dulu , lebih baik lo keluar dulu." kata tami
"Ouh yh hari ini ada jadwal yang penting gak?" tanya tami
"Nanti bakal an ada rapat tentang karyawan lain dan proporsal tentang kerja sama kita di kota K." kata angel
" Kalau udah waktunya ,nanti langsung panggil gue." kata tami yang dingin karna suasana hatinya yang sedang rumit.
"Iya." kata angel yang berjalan keluar
Tami memijit keningnya yang pusing, " kenapa sih sehari aja kalau gue gak pusing kaya gak bisa , pasti ada aja masalah, kesel gue lama lama." kata tami
" Tapi bener juga apa yang dikatakan oleh angel , kalau gue nolak gue bakal jadi anak durhaka dong , tapi gue masih takut, ah gak tahu lah pusing gue mikirin ini terus." sambung tami yang kembali pada berkas berkas yang ada di hadapannya
.....
Di rapat tami kembali marah terhadap karyawannya.
Tami membanting proporsal yang akan di serahkan untuk kerja sama ke perusahaan lain di meja dengan keras.
" Saya kurang puas dengan proporsal ini, apa apa an kalian ini ! buat proporsal kerja sama aja gak pada bisa , kalian bekerja di sini itu udah berapa lama ?!" tanya tami yang marah tapi tetap ia kontrol dia hanya marah dengan sifat dinginnya
" Pokoknya malam ini saya mau proporsal nya dikirim ke email saya , saya mau kalian mengganti proporsal ini dengan benar, saya mau proporsalnya yang mudah dipahami , singkat dan banyak poin poin penting , saya tidak mau kalian buat proporsal yang panjang lebar ini tapi gak ada isi yang menarik !!" kata tami yang menyilangkan tangannya didepan dada
"Maaf nona." kata mereka yang meminta maaf
"Kalau kalian mau saya menerima maaf dari kalian, buat proporsalnya yang lebih baik lagi saya tunggu paling lambat nanti malam harus sudah masuk ke email saya. Jika belum masuk juga silakan kalian buat berkas untuk melamar kerja ditempat lain." kata tami yang dingin dan meninggalkan ruang rapat dengan angkuh
"Sudah sekarang kalian pergi ke tempat masing masing rapatnya sampai sini saja ,dan betulkan proposal kerja sama nya." kata angel
Mereka pun pergi meninggalkan ruang rapat dan berdiskusi lagi untuk membuat proporsal kerja sama nya.
.....
Hari mulai larut dan jam sudah menunjukkan pukul 8 malam tapi para karyawan yang tadi rapat masih belum pulang , mereka masih membetulkan proporsal yang masih salah.
Sebenarnya tami tidak tega seperti itu tapi apa boleh buat itu semua untuk mendisiplinkan karyawan nya.
Sebagai permintaan maaf tami memesan kopi dan teh dan juga pizza juga burger untuk permintaan maaf nya karna sudah membentak mereka, tami juga dari tadi melihat dari semuanya belum makan dari sore ,meskipun mereka sudah makan siang.
Tami berjalan melewati mereka , dan semuanya pada tunduk pada tami dan tidak berani melihat karna takut akan dipecat ,padahal dirinya tidak segalak itu.
"Ini bang uangnya ,makasih." kata tami
"Iya ,kak sama sama." kata tukang antar makanan itu
Tami berjalan memasuki perusahaan lagi, ia membawa banyak sekali kantong kresek dan menaruhnya disalah satu meja panjang ditengah tengah karyawan.
"Perhatian semua..." kata tami yang meminta perhatiannya
Semuanya berhenti bekerja dan melihat sekaligus mendengar apa yang akan tami bicarakan.
" Saya minta maaf atas apa yang terjadi tadi siang , jujur pikiran saya masih kacau saat itu ,jadi saya tidak bisa mengendalikan emosi saya , dan saya paling tidak suka kalau ada yang tidak sesuai dengan keinginan saya , saya tidak mau perusahaan yang papa saya bangun dati nol hancur begitu saja, kalian mengerti kan maksud saya." kata tami yang berbicara panjang dari hatinya
"Iya bu kami paham." kata mereka semua
"Kami juga minta maaf bu karna kami telah lalai dalam pembuatan proporsal nya, kami juga salah jadi kami minta maaf." kata karyawan yang mewakili semuanya
"Iya saya maafkan ,sebagai permintaan maaf saya , saya belikan ini untuk kalian , saya tahu kalian belum makan dari tadi dan sibuk membetulkan proporsal itu." kata tami
__ADS_1
"Jadi mari kita makan bersama ,gak habis gak boleh pulang !"kata tami yang memeriahkan acara makan itu walaupun hanya acara makan
Mereka pun mengambil pizza dan burger serta minumannya ,mereka pun memakan dan meminum sampai habis.
....
Sekitar pukul setengah 10 mereka baru selesai sebenarnya hanya tami yang belum pulang semua karyawan sudah pulang setengah jam yang lalu.
Tami harus kembali memeriksa dokumen yang lain juga , karna dokumen nya sangat banyak dan waktunya mepet sehingga tidak bisa ditunda lagi.
Sekitar pukul 10 yami baru pulang ia menjalankan mobilnya, tubuhnya begitu lelah dan ingin segera membersihkan diri.
Ditengah perjalanan Tami melihat ada seorang gadis remaja yang diganggu oleh preman jalanan.
Tami yang melihat itu tidak tega dan geram sendiri, ia pun memberhentikan mobilnya dan menolong gadis itu.
"Hei , berhenti di sana !" kata tami
" Aduuuhh ada pahlawan kemaleman , udah deh pergi aja kalau gak mau terjadi apa apa sama lo." kata preman itu
" Tapi bos dia cantik juga dan tubuhnya aduh hai , kayaknya mantap tuh." kata salah satu preman itu
" Baner juga , ya udah tangkap aja sekalian." kata bos preman
Mereka pun berjalan dan ingin menangkap tami tapi tami menghindar dan memukul punggung salah satu preman.
"Jangan macam macam yah lo, emang kita takut sama lo , kuta itu ber 3 sedangkan lo sendiri, jadi nyerah aja lo dan ikut sama kita gimana ?" tanya preman itu lagi
" Jangan banyak cing cong deh, udah tinggal maju aja, banyak tingkah aja." kata tami yang memberikan jari tengah nya pada mereka
"Wah nantang in nih bocah, udah serang aja , seraaannngg!!" kata mereka yang maju bersama
Mereka pun menyerang tami tapi tami selalu menghindar serangan yang mereka berikan justru mereka yang selalu menerima pukulan serta tendangan yang tami lontarkan.
Tak butuh waktu lama para preman itu tumbang dan sekaran tinggal preman yang menangkap remaja perempuan itu.
"Lepasin dia atau lo bakal bernasib sama kaya mereka?" tanya tami
"Ok ok gue pergi." kata preman itu yang melepaskan sandera nya dan kabur terbirit birit karna takut nasibnya akan sama
Tami berjalan ke arah remaja itu, dan bertanya
"kamu gak pa pa kan?" tanya tami
"Gak pa pa ,makasih kak udah nyelamatin aku." kata remaja itu
"Iya ,rumah kamu dimana biar kakak anterin ." kata tami
"Rumah aku di jl x kak." kata anak itu
Tami pun menjalan kan mobilnya menuju rumah anak itu." kamu kenapa malam malam begini masih keluyuran ?" tanya tami
" Bukan keluyuran kak ,tapi tadi ada jam tambahan dan sekalian les juga." kata anak remaja itu
" Ooo gitu ,btw nama kamu siapa ?" tanya tami
"Namaku sila,nama kakak siapa ?" tanya sila
"Namaku tami,kamu bisa panggil aku kakak aja." kata tami
"Siap kak "
Tak terasa mereka sudah sampai di rumah sila ,rumahnya besar dan halamannya juga Luas. dan ada tamannya juga.
"Makasih kak udah nganterin ,bye hati hati di jalan."kata sila dan juga melambaikan tangan nya
__ADS_1
Tami pun menjalankan mobilnya untuk kembali ke rumah , sesampainya dirumah tami langsung ke kamar untuk membersihkan diri dan langsung tidur.
Sebelum tidur tami berdoa dan berkata," semoga aku bisa menerima semua rencana yang engkau berikan ,tapi tolong berilah hamba petunjuk untuk semuanya ." kata tami sebelum tidur