
Tami memakai mukenah nya dan segera melaksanakan ibadahnya. Setelah selesai Tami pergi mengambil handuk dan berjalan ke arah kamar mandi untuk mandi dan bersiap siap untuk sekolah.
Sekitar puku setengah 6 Tami sudah siap dengan semuanya , pakaiannya , tas nya buku bukunya dan semuanya, ouh yah ngomong ngomong Tami udah pakai seragam yah,Karan tadi ada pemberitahuan ke sekolahnya menggunakan seragam seperti biasa . Tami pun segera turun untuk membantu bibi menyiapkan sarapan.
Tami membantu bibi menyiapkan piring dan alat makan lainnya. Sedangkan bibi , menyiapkan nasi gorengnya karna mama selalu bilang jika sarapan tanpa nasi itu namanya bukan sarapan tapi cuman sekedar makan. kata Tami yang mengingat kembali apa yang pernah mamanya itu katakan.
sekitar pukul 6 mama Risma dan juga papa Alex sudah turun dengan pakaian yang rapi untuk pergi berkerja.
" Good morning sayang." kata mama Risma disertai papa Alex
"Good morning ma , pa." kata Tami yang membalas sapaan mereka
Mereka pun duduk sambil menikmati sarapan mereka. Dan juga Tami menceritakan kepada mereka bahwa tadi malam Devan menyatakan perasaanya dan sekarang mereka sudah resmi pacaran. Tami sengaja memberi tahu mereka karna Tami tidak ingin mereka cemas dan tidak ada yang ditutup tutupi dari mereka.
" Papa sama Mama gak keberatan kalau kamu pacaran sama Devan , yang penting kamu itu harus jaga diri dan pintar bagi waktu karna sebentar lagi kamu ujian jangan gara gara pacaran kamu nanti nya jadi males." kata mama Risma yang menasehati Tami
"Iyah ma , aku janji bakal belajar lebih giat dan membagi waktu aku , aku gak bakal lupa kok kewajiban aku sebagai murid dan anak , mazk cuman gara gara pacaran waktu aku keganggu kan gak mungkin." kata Tami kepada kedua orang tuanya
"Justru kebanyakan orang seperti itu kalau pacaran mereka bakal lupa kalau masih ada tugas dan kegiatan yang lainnya mereka disibukan dengan kegiatan romantis mereka , yah gak pa ?" kata mama Risma yang berpaling melihat suaminya
"Iyah bener itu , kaya kita dulu kn ma? kalau papa sama Mama kamu itu gak bisa bagi waktu nanti habis waktu kita cuman untuk pacaran aja, yah papa cuman mau ngingetin aja , kamu boleh pacaran tapi ada batasannya dan pandai pandai lah mengatur waktu kamu, ok !" kata papa alex yang sekarang memberi nasehat lada anak perempuan nya itu
"Iyah pa ,ma aku janji kok bakal atur waktu aku."
kata Tami pada kedua orang tua nya.
Mereka pun menghabiskan sarapan mereka, setelah selesai tami meminum susunya sedikit setelah meminum air putih nya sedikit..
Sedangkan Papa Alex, ia berangkat ke perusahannya dulu karna ada rapat pagi yang menunggu dirinya , tapi tidak dengan mama Risma yang setia menunggu putrinya berangkat dulu dan sekalian ingin berbicara dengan Devan sebentar.
Pukul 7. 25 Devan sampai di rumah Tami , ia pun masuk untuk menjemput Tami.
"Assalamualaikum." kata Devan yang memberi salam setelah mengetuk pintunya
"Waalaikumsalam." kata mama dan Tami bersamaan
Tami pun bergegas membuka pintunya ia agak sedikit berlari dari ruang tamu itu, mama Risma hanya menggelengkan kepala nya melihat tingkah laku anak nya yang tidak berubah.Mama Risma mengikuti anaknya dibelakang.
"Hai Dev." kata Tami yang menyapa Devan setelah membukakan pintu
"Hai juga sayang." kata Devan dengan senang
Tiba tiba ada mama Risma yang tiba tiba muncul dari belakang Tami." Udah manggil sayang sayang aja nih." kata mama Risma yang menyindir Devan
"E....eh Tante , apa kabar Tante?" tanya Devan basa basi
__ADS_1
"Baik kok, Tante denger denger kamu pacaran sama anak tante?" tanya mama Risma pada Devan
"Iyah Tante , maaf yah saya gak minta izin dulu sama Tante, soalnya saya takut Tami keburu nanti ada pacar , jadi saya langsung pacaran sama Tami tanpa memberi tahukan dulu pada Tante sama om juga." kata Devan yang meminta maaf
"Iyah gak papa, tapi Tante cuman mau bilang sama kamu ,jangan pernah nyakitin anak kesayangan Tante , jangan buat dia sedih, awas aja kalau sampe kamu berani nyakitin anak saya , HABIS KAMU SAMA SAYA !" kata mama Risma yang menekan kata kata terakhirnya
Setelah mendengar apa yang Tante Risma katakan pada Devan seketika itu juga Devan menelan ludahnya dengan susah payah
"Iyah Tante , Devan usahakan." kata Devan yang masih agak takut dengan kata kata yang tadi ia dengar
"Ya udah kalau gitu sana gih berangkat , nanti telat loh." kata mama Risma pada anaknya yang menyuruh nya agar cepat cepat berangkat
"Ya udah , aku berangkat dulu yah ma , assalamualaikum." kata Tami sambil mencium punggung mamanya
"Waalaikumsalam." jawab mama Risma.
Devan juga menyalami mama Risma ia dan juga Tami pun segera berangkat , mereka naik mobil Devan yang berada di depan rumah Tami
Didalam mobil Tami sibuk dengan ponselnya karna dia sedang mengirim pesan buat abangnya agar tidak ke rumahnya Karna dia berangkat sendiri.
Devan merasa bosan karna Tami asik bermain hp nya terus, akhirnya Devan pun memulai pembicaraannya.
"Sayang ..... , jangan main hp terus dong , mazk aku di kacang in gini." kata Devan yang memasang wajah masamnya
"Iyah aku maafin , ya udah nih sekarang aku mau tanya, kamu sekolah dimana , kalau dipikir pikir kamu gak pernah cerita sama aku." kata Devan yang mengingat ngingat kembali
"Ouh , sekolah aku , aku sekolah di sekolah cinta bangsa yang ada di daerah X." kata Tami yang menjelaskan sambil menyimpan hp nya
"Ok, kita meluncur ke sana." kata Devan yang menancap gas nya sekaligus menambah kecepatannya
Tami hanya tersenyum menyaksikan kelakuan dari pacarnya itu.
"Ouh yah Dev , aku mau jujur sama kamu tapi kamu jangan marah yah ?" kata Tami yang ingin memberi tahu sesuatu yang mungkin akan menyakiti hatinya Devan
"Iyah , aku gak akan marah." kata Devan yang menjawab sambil melihat Tami sekilas lalu fokus pada jalan kembali
"Sebenernya aku belum ada perasaan apa apa sama kamu , aku jujur sama kamu karna aku gak mau kamu kecewa dan sedih kalau udah tau kebenarannya." kata Tami yang menatap ke bawah sambil menundukkan kepalanya
Devan dim sejenak dan mengambil nafas dalam lalu membuangnya secara perlahan lalu mulai berbicara " Sayang ... aku gak permasalahkan soal itu , dan aku juga gak maksa kamu buat suka sama aku , aku yakin kok seiringnya berjalannya waktu kamu pasti bakal suka sama aku, aku yakin itu , dan kalau kamu masih gak suka sama aku , itu juga gak masalah cukup aku aja yang menyukai kamu sayang." kata Devan dengan lembut sambil memegang tangan Tami dengan satu tangannya
"Makasih yah ,kamu dah ngertiin aku." kata Tami yang terharu dengan kata kata Devan tadi
"Iyah, aku juga makasih sama kamu karna kamu mau jujur sama aku dan mengatakan semuanya." kata Devan yang berbalik mengucapakan terimakasih kepada Tami
Tak terasa mereka sudah sampai di depan gerbang sekolah , Tami pun turun dan meninggalkan Devan , Tami melambaikan tangannya saat Devan menjalankan mobilnya menuju ke resto nya.
__ADS_1
Devan melajukan mobilnya karna dia akan ke restonya dulu lalu pergi ke kantor ayahnya , karna tadi pagi ayahnya sempat menelfon dirinya untuk pergi menemuinya di kantornya.
.....
Tami berjalan menuju ke kelas pada saat mau ke kelas Tami melihat pintu kelasnya itu tertutup tapi agak terbuka sedikit , ia pun merasa curiga dan memperhatikan sesama.
Tami melihat ada 3 penghapus yang ada di atas yang terjepit antara pintu dan juga pembatas pintunya.
Tami berhenti terlebih dulu ia pun melihat kalau ada gurunya yang mau masuk ke dalam kelasnya, Tami mempunyai ide yang mungkin agak keterlaluan tapi ini mungkin akan menjadi seru.
"Hei kamu , kenapa kamu tidak masuk kelas padahal sebentar lagi mau bel masuk, cepat masuk." kata guru pria yang masih agak muda yang sering marah marah
" Iyah pak ini mau masuk , karna bapak sudah datang , saya sebagai murid yang menghormati bapak , saya persilakan untuk masuk dulu. silakan pak." kata Tami yang mempersilakan guru itu masuk
"Sungguh murid yang baik." kata guru itu yang menyanjung Tami
"Terimakasih pak." kata Tami yang mengucapakan makasih atas pujiannya
Guru itu pun berjalan terlebih dulu ia membuka pintunya tanpa ragu ragu dan bugh alhasil penghapus itu jatuh mengenai kepala serta bahu guru itu , Tami yang dibelakang mencoba menahan tawanya dan bersikap seperti biasa saja.
" Pak , bapak gak papa, aduh siapa sih yang lakuin ini keterlaluan banget."kata Tami yang memanas manasi pak guru itu
Guru itu melangkah dengan cepat masuk ke kelas dan di ikuti Tami di belakang , Tami yang sudah masuk kelas pun melangkah ke tempat duduknya dengan santai dan agak menu jukkan senyum tipisnya yang menandakan penuh kemenangan.
Guru itu meletakkan bukunya di atas meja depan dengan rahang yang mengeras dan mulai bicara dengan nada yang sedang menahan amarah. " Siapa yang melakukan ini semua ! jawab !" kata guru itu yang mulai meninggikan suaranya sedangkan semuanya malah pada diam dan memandang satu sama lain.
"Saya tanya sekali lagi , siapa , yang melakukan ini semua ! jawab ! kalau kalian tidak ada mau yang menjawab , dengan berat hati saya akan menghukum kalian semua." kata guru itu yang memutuskan dengan sendirinya tanpa berdiskusi dulu dengan murid nya
"Pak jangan dong." kata murid yang lain yang memohon Karan mereka tidak melakukan nya
"Kalau begitu jawab pertanyaan saya tadi." kata guru itu yang mulai memojokkan semuanya tapi semuanya masih diam
" Ok kalau kalian masih tidak mau berbicara saya hukum kalian untuk memutari lapangan sebanyak 15 kali dan setelah itu berjemur ditengah lapangan sampai jam istirahat berakhir!" kata guru itu yang mulai membicarakan tentang hukuman nya.
"Jangan pak ." kata murid lain
"Iyh pak jangan gitu dong kita kan gak salah mazk kita juga yang harus dihukum, kan gak adil pak." kata murid lain yang protes
"iyah bener itu pak." kata murid yang lain juga mendukung teman yang tadi bicara
"Kalau begitu cepat jawab , siapa yang melakukan nya !" kata guru itu yang menegaskan pertanyaan itu lagi
"Itu pak , yang melakukan nya itu.....
Ok sampai sini dulu kalian harus like komen dan kasih aku vote yah yang banyak 👌😁
__ADS_1