APAKAH AKU PANTAS UNTUK BAHAGIA

APAKAH AKU PANTAS UNTUK BAHAGIA
eps 59


__ADS_3

Setelah makan pempek khas pemalang yang ditunjukkan tami, mereka pun pulang karna malam sudah larut dan waktunya tami untuk pulang karna papa alex telah membatasi mereka kapan mereka pulang.


.....


Di depan rumah tami


Devan menurunkan tami di depan pintu gerbang karna katanya tami ini sudah larut malam dia takut devan pulangnya terlalu malam jadi tami tidak mempersilakan devan untuk masuk tapi malah disuruh langsung pulang.


"Benerin nih gak aku anterin sampe dalam ?" tanya devan yang masih didalam mobil dan berbicara dibatasi dengan pintu mobil yang kacanya terbuka karna tami sudah turun


" Iya dev gak pa pa lagian ini udah di depan rumah kok." kata tami


"Tapi... beneran nih ?" tanya devan sekali lagi


"Iya .... devvv ya udah sana gih pulang." kata tami yang menyuruh devan untuk pulang


"Sayang.... aku baru tenang kalau kamu dah masuk rumah kamu masuk dulu baru aku pulang ."kata devan yang menyuruh tami untuk masuk duluan


" Ya udah , tapi kamu langsung pulang ya.. , bye.." kata tami sambil melambaikan tangan dan membuka pintu gerbang


Devan juga membalas dengan melambaikan tangan juga ,dan setelah melihat tami menutup gerbang devan pun menjalankan mobilnya ke arah jalan pulang.


.....


Di kamar, tami mengganti pakaiannya dengan baju tidur dan ke kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi lalu ia mengambil boneka yang ia dapat dan menaruhnya di samping ia tidur.


Tami menarik selimut dan berkata sambil melihat langit langit rumahnya " Good night dev. " kata tami setelah itu tami pun menutup mata dan tidur


Diperjalanan devan bertemu dengan devi , devan melihat devi dengan mobilnya yang bocor ditepi jalan dan devi masih mengotak atik hp nya untuk mencari bantuan.


Devan yang merasa kasihan pun menepikan mobilnya di belakang mobil devi dan menemui devi.


" Mobilnya kenapa dev?" tanya devan ke devi


Devi kaget karna kedatangan devan dan didalam hatinya ia sangat senang karna bisa bertemu dengan devan, apa lagi tampilan devan malam ini sangat beda dengan tadi siang


"Dev kok kamu di sini ?" tanya devi


"Iya tadi aku lihat kamu , aku takut kamu kenapa napa, kan kamu cewe, lagian ini juga udah malam,jadi mobilnya kenapa?" tanya devan sekali lagi


"Gak tahu nih kayaknya ban nya bocor deh." jawab devi sambil menunjukkan ban mobilnya


"Ouh.... bocor , sini biar aku benerin." kata devan


"Emang kamu bisa ?" tanya devi yang tak yakin


" Bisa lah , gini doang kok, ngomong ngomong kamu bawa ban cadangan nya gak ?" tanya devan


"Kayaknya ada dibelakang deh ." kata devi


Devan pun berjalan ke bagasi dan mengambil ban cadangan serta peralatan untuk memperbaiki mobilnya devi.


Devan mengambil beberapa alat untuk melepaskan ban yang bocor itu dan mengganti ban yang masih baru.


Sekitar hampir setengah jam devan mengganti mobil bannya devi dan pada akhirnya selesai juga.


" Udah selesai dev ?" tanya devi pada devan


"udah kok, ini tinggal beres beresin aja." kata devan yang mengambil peralatan yang tadi digunakan untuk dimasukkan ke tempatnya kembali


"Hahahaha, devan... devan , muka kamu iyu loh kaya kucing kecebur got tahu gak." kata devi yang mengambil sapu tangan didalam tasnya


"Emang kenapa sih? ada yang salah yah di muka aku?" tanya devan pada devi dan mencoba untuk mengusap dan mengelap disekitar wajahnya tapi devan malah tambah cemong


" Sini biar aku bantu." kata devi yang menjulurkan tangan nya yang memegang sapu tangan dan di usap lah itu wajah devan


Devi mengusap wajah devan dengan teliti dan itu juga dengan jantung yang berdetak spontan lebih cepat dari biasanya begitu juga devan yang merasakan jantungnya agak berdetak lumayan cepat


'Jantung pliss dong jangan kenceng kenceng , nanti kalau devan denger gimana?' batin devi yang agak panik tapi ia berusaha bersikap tenang


'Ini jantung aku kenapa yah ? ah mungkin aku hanya kelelahan pas tadi ganti ban.' pikir devan yang tak banyak berfikir


Sesaat kemudian pun devi telah menyelesaikan membersihkan wajah devan,


"Emmm, kalau gitu aku pulang dulu yah dev makasih udah bantu benerin mobil aku." kata devi yang agak mundur beberapa langkah untuk menyetabilkan jantungnya yang berdetak kencang


"Iya hati hati yah, udah malam soalnya."kata devan yang memperingati devi agar hati hati

__ADS_1


"Iya kamu juga hati hati, bye." kata devi sambil membuka pintu mobil dan melambaikan tangannya


"Iya ,bye." balas devan sambil melambaikan tangan


.....


Pagi harinya tami seperti biasa bangun seperti biasa melakukan kegiatan pagi nya tapi hari ini dia bangun pagi pagi karna dia mau joging disekitar taman.


Tami memakai baju olahraganya yang berwarna putih dan hitam disertai topi serta earphone untuk mendengarkan musik , tapi hari ini dia tidak akan lari melainkan bersepeda dia menggunakan sepeda gunung nya.


"Bi , nanti kalau mama tanya aku pergi olahraga yah." kata tami yang meminum susu


"Iya non , hari hati yah ." kata bibi ida


Tami pergi ke garasi untuk mengambil sepedanya, dan menuntunnya keluar dan tak lupa tami membawa botol minum.


"Mang ujang aku pergi dulu sebentar." kata tami yang berpamitan


"Siap non." kata mang ujang yang sudah membukakan pintu gerbang


Tami pun menaiki sepedanya dan mengayuh pedal sepeda itu untuk mengelilingi taman.


Tami tampak bahagia mengendarai sepedanya dan itu terlihat jelas dari wajahnya yang terus memaparkan sinar keceriaan entah mengapa hari ini tami seperti ingin selalu tersenyum mungkin karna tadi malam ia habis sama devan.


Tami hari ini memutuskan untuk bersepeda ke jalan dimana ia belum pernah lewat sebelumnya , entah saking bahagianya atau apa tami hari ini bagaikan sosok penjelajah yang penasaran dengan semua jalan yang ia lewati.


Yang pertama dia berjalan melewati pepohonan dimana di sana banyak sekali pohon yang tumbuh bagaikan hutan.


Dan yang kedua tami melewati jalan perbukitan dan menemukan sungai di sana karna tami melewati jembatan yang berwarna coklat agak merah seperti merah bata mungkin.


" Waw pemandangannya indah banget." kata tami yang berhenti sebentar di pinggir jembatan


Tami mengeluarkan botol air minumnya lalu ia minum karna tenggorokannya terasa kering dan juga kehausan karna perjalanan yang agak jauh


sekitar hampir 10 menit tami memandangi sekitar dan menjalankan sepedanya pelan dan tak tahu itu sampai mana.


Tapi seperdetik kemudian tami merasa ada yang aneh dengan jalan yang ia lewati saat ini.


"E , eh tunggu dulu deh, gue mau tanya , ini dimana !!" kata tami yang mulai panik karna tami baru sadar dirinya telah bersepeda terlalu jauh


" Aduh gue kenapa sih kok sepedaan sampe ke jalan ini, gue kan gak tahu , ini nih efek terlalu bahagia kalau pacaran sok sokan menjelajahi hutan melewati lembah, eh kok gue jadi nyanyi kaya gini sih, gila kali yah gue " pikir tami pada dirinya sendiri


"Aduh ,,, mana gak ada orang lagi, ouh yh hp gue , kenapa gue gak kepikiran kan bisa pake google map." kata tami yang mengeluarkan hp nya


Tami mengotak atik hp nya dan itu hanya muter muter saja bertanda sinyal gak ada.


"Sial sinyal nya gak ada lagi, terus ini gue pulangnya gimana ?! gue lupa tadi gue lewat mana aja.!! mama !!papa !! " kata tami yang berdecak kesal dan merengek memanggil orang tuanya karna panik


"Stop , gue gak bisa kaya gini gue harus nyari bantuan ke orang sini , tapi mana orang nya coba, emang ini itu kuburan apa kagak ada orang kagak ada rumah." kata tami yang mengendarai sepeda nya lagi dan mencoba mencari bantuan


Tami sudah muter muter ke sana ke sini sampe dia itu melewati jalan yang sama terus, dan akhirnya ada orang yang lewat juga. Tami tak mau menyianyiakan kesempatan ini dia pun menghampiri orang tersebut mungkin orang itu berumur sekitar 30 th ke atas dan 25 th nan


"Emm, permisi pak , saya mau tanya jalan menuju ke pusat kota di mana yah,soalnya saya tersesat pak?" kata tami bertanya


" Ouh, eneng mau ke pusat kota?" tanya bapak itu


"Iya pak , saya mau ke pusat kota." jawab tami sopan


"Ouh eneng tinggal lurus ngikuti jalan ini aja , terus belok kanan lurus dikit belok kiri terus lurus terus aja nanti sampe ke jalan besar." jawab napak bapak itu


"Ouh berarti saya tinggal lurus terus belok kanan terus lurus dikit belok kiri terus lurus terus." kata tami yang mengulangi jawaban bapak tadi untuk memastikan


"Iya neng bener." kata bapak itu dan bapak yang satunya hanya mengangguk


"Kalau begitu terima kasih yah bapak bapak, kalau gitu saya permisi dulu." kata tami yang berterima kasih pada mereka karna sudah memberi tahukan jalan pulang


"Iya neng sama sama, hati hati dijalan." kata bapak itu


Tami pun melanjutkan perjalanan nya dan mengikuti arahan dati bapak bapak tadi


"Ini pelajaran nih buat gue kalau bahagia jangan terlalu bahagia jangan sampai melangkah ke jalan yang gak kita tahu , memang pemandangannya indah tapi kalau kita gak tahu jalan itu gimana lagi untung tadi ada bapak bapak itu kalau gak, huh gak tahu nasib gue gimana." kata tami yang ngomong dengan dirinya sendiri


Sekitar setengah jam akhirnya tami berhasil keluar dari jalan itu dan sekarang dia sudah melewati jalan raya ia pun segera pulang ke rumah.


Sekitar 15 menit tami sudah sampai di depan gerbang rumah." Mang .... mang ujang buka in gerbangnya dong mang." kata tami


"Iya neng bentar." sahut mang ujang

__ADS_1


Mang Ujang pun membuka pintu gerbangnya dan mempersilahkan tami untuk masuk


"Makasih mang." kata tami yang tak lupa mengucapkan terima kasih dan dibales dengan anggukan


Tami pun menuntun sepedanya ke garasi dan ia pun berjalan menuju ke ruang tamu di mana disitu ada mama dan papa nya karna ini hari weekend semua orang libur.


"Kamu dari mana aja sih udah jam berapa ini kamu baru pulang katanya bibi cuman sebentar." tanya mama risma pada anaknya yang tiba tiba duduk di sofa dengan merentangkan kedua tangannya


"Bentar mah , tanya nya nanti dulu." kata tami menyuruh mama nya untuk bertanya nanti


"Bi ... bibi ida buatin aku jus mangga yah, pake es ." kata tami yang agak berteriak


"Iya non." jawab bibi ida


"Kamu ini kenapa sih , habis mandi dari mana baju kamu basah kaya gitu, terus itu rambut kamu , astaga kaya orang gak pernah keramas." kata mama risma yang terus mengoceh


"Ini non jus nya." kata bibi ida yang meletakkan jus di atas meja


"Makasih bi." kata tami , tami pun meminum jus itu dengan sekali teguk dan itu habis dalam sekejap


"Huhh lega nya, segerrrr ."kata tami setelah menghabiskan jus nya


"Anak papa ini kenapa sih kok kaya kehausan banget." sekarang giliran papa nya yang bertanya


"Ini lih pah , tadi itu aku jalan jalan pake sepeda terus aku itu gak tahu lewat jalan mana yang pasti itu jauh banget sampe aku itu ngelewati pohon pohon yang gede dan jembatan juga dan di sana ada sungai juga , terus aku gak tahu arah jalan pulang." kata tami yang mulai me ceritakan


"Kenapa gak kabari orang rumah atau tinggal lihat di google map aja , bisa kan?" kata mama Risma


"Iya mah , aku juga kepikiran buat kaya gitu tapi yah gimana orang di sana itu gak ada sinyal." jawab tami


"Terus kamu gimana caranya pulang?" tanya papa alex


"Aku awalnya sempet muter muter mana tahu bisa keluar dari jalan itu ,eh tapi aku malah muter muter dijalan itu terus , untungnya aku ketemu sama 2 bapak bapak , dan aku tanya arah ke pusat kota untungnya bapak bapak itu tahu , jadi aku bisa pulang." kata tami yang menceritakan panjang lebar kali tinggi


"Untung aja kamu gak pa pa ,makannya kalau jalannya ka.j gak tahu yah gak usah dilewatin untung kamu ketemu orang kalau gak gimana." kata mama risma yang agak mengomel ke tami


Gimana tidak mereka dati tadi cemas menunggu tami karna kata bibi ida tami hanya keluar untuk olahraga sebentar tapi sudah hampir 3 jam lebih dia tidak pulang pulang, kan jadinya orang dirumah khawatir


"Iya mah ,pah lain kali gak gitu lagi deh ." kata tami


"Ya udah , sana mandi gih, kamu bau soalnya." kata tami


"Iya iya." kata tami yang berjalan pergi tapi tami berhenti sebentar untuk bilang sesuatu tapi tiba tiba tami melihat papa nya itu mencium pipi mama nya


"Papa...," rengek tami


"Heheh , iya sayang?" tanya papa alex yang merasa tak mempunyai kesalahan


"Cium aja terus , terusin aja ciumannya!" kata tami yang mendadak kesal


"Hehe maaf sayang , ya udah mandi gih sana." kata papa yang menyuruh tami mandi


Tami pun berjalan menaiki tangga menuju kamar dan sebelum masuk kamar tamu melihat ke dua orang tuanya dan mereka akan berciuman kembali


"Papa!! mama!! jangan coba coba yah." teriak tami dari atas


"Iya iya." jawab mereka


Tami pun masuk kamar


"Mah." panggil papa alex


"Apa sih pah ?" jawab mama


"Yok ke kamar aja disini diganggu terus sama tami." kata papa alex yang mengajak istrinya ke kamar


"Enggak ah tadi malam kan udah ." kata mama risma


"Sekali lagi aja." kata papa Alex yang membujuk istrinya


"Satu aja loh ." kata mama Risma


"Iyah satu aja ." kata papa alex


Mereka pun melanjutkan apa yang tadi tertunda dikamar mereka tak lupa papa Alex mengunci kamarnya karna tak ingin ada yang mengganggu termasuk anaknya


ok segitu dulu jangan lupa like komen dan kasih aku dukungan yang banyak ok ✌️👌👌😁

__ADS_1


__ADS_2