APAKAH AKU PANTAS UNTUK BAHAGIA

APAKAH AKU PANTAS UNTUK BAHAGIA
menghabisi orang yg korupsi


__ADS_3

mereka pun masuk ke gym ,Adrian dan Azka sibuk berolahraga , tapi tidak dgn Aldo dia berolahraga ditempat tapi pikirannya itu kemana mana.


Azka yg melihat itu pun langsung menghampiri Aldo dan disusul oleh Adrian , karna ini semua kn ulah Adrian kalau aja Adrian gak nakut nakut in Aldo pasti Aldo gak kaya gini.


" udah lah do , jangan di pikirin terus , katanya kita mau olahraga, tapi pikiran Lo kemana mana tau , ilang mood gue." kata Azka yg membuka tutup botol dan meminumnya


" iyh do , gue tadi bercanda , gue taunya Lo bodo amat eh , malah dipikirin terus, toh cewe tadi juga gak papa." kata Adrian yg mencoba menghibur


" iyh gue tau , tapi gue kan laki laki mazk gue gak tanggung jawab, pokoknya gue bakal ganti itu headphone." kata Aldo yg penuh tekad


" iyh iyh serah Lo lah." kata Azka yg melanjutkan olahraganya


adrian ,Azka ,dan Aldo pun melanjutkan olahraga mereka


....


Tami sudah sampai di perusahaan papa nya, Tami Lalu memarkirkan montor nya di area parkir, tapi sebelum itu Tami merapikan rambut nya dan memakai topi warna putih yh ada gambar :) senyumnya , rambutnya ia selipkan ke dalam lubang topi yg berada di belakang nya


Tami pun berjalan memasuki perusahaan papa nya Tami menyapa security di sana karna yg ada di perusahaan itu sudah mengetahui bahwa Tami adalah anak dari bapak Alexander pemimpin sekaligus pemilik perusahaan ini


setelah menyapa security Tami langsung masuk dan menuju ke ruangan papa nya dgn menggunakan lift


Tami tidak usah membuat janji dan apa lah itu , karna dia kn anaknya , jadi dia langsung masuk aja , gak salah kan ?


Tami sudah sampai dilantai paling atas yg dimana itu adalah ruangan papa nya.


Tami tidak melihat keberadaan sekertaris papa nya itu , ' apa dia gak masuk ?' batin Tami yg bertanya ke dirinya


Tami lalu mengetuk pintu terlebih dahulu lalu ia masuk.


tok tok tok ( suara Tami mengetuk pintu )


" masuk." kata papa Tami


" pa , kenapa nyuruh Tami ke sini?" tanya Tami yg duduk di kursi yg ada di depan papa nya itu


" kamu berantem sama mama?" tanya papa Tami yg sudah fokus melihat Tami


" gak , papa emang kenapa ?" tanya Tami yg mengambil berkas berkas papa nya itu yg menumpuk banyak sekali , dan membacanya satu persatu


" tadi mama kamu nelfon , kata nya kamu gak mau pakai pakaian kaya wanita pada umumnya,benar ?" tanya papa


" benar." Jawab Tami yg masih membaca dokumen itu


" kenapa?" tanya papa Tami


" yah gak kenapa Napa, kan papa lihat sendiri aku itu suka nya pakai kaya gini , aku gak suka pah kalau pakai rok, kan tami pakai montor , kan susah kalau pakai rok, bener gak , Tami gak salah kan? " jelas Tami kepada papa nya


" kenapa kamu gak naik mobil aja , emang mobil kamu kenapa?" tanya papa lagi


" gak papa , cuman kn kalau jam segini jalanan macet, yg ada Tami gak bisa jalan , kalau pakai montor kan bisa nyalip ke sana ke sana." kata Tami yg sesekali melihat papanya


" papa gak mau tau kamu harus rubah penampilan kamu , gara gara kamu pakai kaya gini , papa di marahin + di cuekin sama mama kamu tau. jadi kamu harus bantu papa biar baikan lagi sama mama kamu." kata papa yg memasang wajah kasihan

__ADS_1


" iyh pa nanti aku usahain, dan papa kalau mau bujuk mama itu gampang , papa tinggal kasih aja Bunga mawar dan kasih kata kata yg romantis pasti mama suka dan gak marah lagi , kalau gak berhasil kasih mama barang yg mama pingin banget. udah itu aja gampang kan?" kata Tami yg masih sibuk melihat dokumen itu


"Iyah sih , ya udah nanti papa coba." kata papa


"ouh yh pa , sekertaris papa kemana? kok gak ada." tanya Tami


" dia cuti katanya sakit ,jadi yah gini mana berkas berkas sama dokumennya banyak lagi."kata papa yg mengeluh


"ouh yh pa , ngomong ngomong soal berkas ini menurut Tami ada yg salah tentang dokumen keuangannya." kata Tami yg berdiri dan menghampiri papa nya


" ha? ada yg salah , yg mana , papa belum periksa soalnya." kata papa yg heran sekaligus terkejut


" ini loh pa yg ini." Tami menunjukan bagian pengeluaran dan bagian pembelian barang


" kenapa jumlah yg kita keluarkan gak sesuai harga pembelian barang nya , kn aneh , ya gak pa? " Tami menjelaskan letak yg dari tadi Tami perhatikan


" iyh juga yh , kok jumlah pengeluarannya lebih banyak dari harga pembelian ." kata papa Tami setelah melihat dokumen keuangan tersebut


" jangan jangan ada yg korupsi pa?" kata Tami ke papa nya


" yh papa juga mikirnya seperti itu"kata papa yg melihat dokumen itu lagi


"gak akan papa biarin ada orang yg berkhianat di perusahaan papa.,tunggu aja , belum tau dia berurusan dgn siapa? " kata papa yg memukul meja


" tenang pa jangan gegabah , dan papa jangan turun tangan biar Tami aja yg menyelesaikan masalah ini , biar Tami hajar tukang korupsi ini."


" karna Tami sudah menghitung jumlah semuanya , dan itu sekitar 2 miliar an, jadi kita gak boleh ngelepasin orang itu begitu aja." sambung Tami yg dgn senyum liciknya


Tami pun ijin pergi meninggalkan ruangan dan menghampiri orang yg mengurus keuangan perusahaan.


Tami berjalan dgn santai tapi gagah walaupun dia itu perempuan.


mengapa Tami yg mengurusnya alasan ada 2 yg pertama karna papa Tami sebentar lagi akan rapat ,dan yg ke dua itu karna Tami sudah geram dan tidak tahan , bagaimana mungkin orang itu berani korupsi sebanyak 2 miliar dan juga Tami ingin sekali menghabisi orang itu tapi dia akan memberikan kesempatan jika dia mengaku maka Tami hanya akan memasukan nya kedalam penjara seumur hidup , atau penjara 10 th tapi juga harus mengganti rugi atau dia mau dihajar habis habisan dan mengganti uang tersebut tapi tidak dipenjara, semua itu tergantung dgn pilihan dia


Tami berjalan menuju ruangan bagian keuangan , Tami disambut dgn ramah Karna mereka tau bahwa Tami itu adalah anak dari pemilik perusahaan ini.


Tami mengetuk pintu dgn sopan , karna Tami tidak ingin nama nya menjadi buruk karna tidak sopan.


tok tok tok tok (suara Tami mengetuk pintu bagian keuangan)


" masuk." suara orang yg didalam


Tami pun berjalan masuk dan dan duduk di hadapan orang yg mengurus bagian keuangan itu , ternyata orang itu bernama pak Jaka.


" selamat siang pak , bapak apa kabar?" tanya Tami basa basi


" saya baik , nona apa kabar ?" tanya pak Jaka yg heran akan kedatangan anak dari pemilik perusahaan ini


" saya juga baik pak , ouh yh pak saya mau tanya , bapak merasa ada buat kesalahan gak ?" tanya Tami dgn sopan


" sa... saya gak non." kata pak Jaka yg gugup


" beneran gak nih pak?" tanya Tami untuk kedua kalinya

__ADS_1


" iii iy iyh non ga gak ada. " kata pak Jaka yg sudah berkeringat dingin


brang.... ( suara Tami memukul meja yg didepannya itu dgn keras sambil berdiri )


pak Jaka kaget begitu juga dgn yg lain yg berada di luar , mereka yg diluar penasaran apa yg dilakukan Tami dgn pak Jaka.


" be be beneran non saya gak buat apa apa." kata pak Jaka yg melihat ke bawah


" SAYA TANYA SEKALI LAGI BAPAK ADA BUAT KESALAHAN GAK !!!!" kata Tami yg menegaskan kalimat tersebut dan dgn meninggikan suaranya


Tami sekarang sudah mau berada di mode marah , sedangkan pak Jaka seperti anak kecil yg ketakutan.


" be be be beneran non saya ga gak buat kesalahan." kata pk Jaka yg masih gigih tidak mau mengakui kesalahan nya


Tami duduk kembali dan menumpang kan kaki nya di kaki yg satunya.


" kalau bapak masih gigih gak mau ngaku biar saya yg mengasih tau apa kesalahan bapak."


" bapak telah korupsi di perusahan ini sebanyak 2 miliar , apa kah itu jumlah uang yg sedikit ?" tanya Tami yg dingin


' apa me mereka sudah tau.' batin pak Jaka yg ketakutan


" bapak pasti kaget , kenapa saya bisa mengetahui ini. benar kn?" tanya Tami lagi


"ti tidak non saya tidak pernah korupsi." kata pk Jaka yg masih tidak mengakui kesalahannya


Tami pun berdiri menghampiri pak Jaka dan menarik kera kemeja nya, otomatis pak Jaka pun ikut tertarik oleh Tami


Tami sengaja menarik pak Jaka agar menjauh dari meja , biar mejanya gak rusak heheheheπŸ˜‚


bukh , Tami meninju pipi pak Jaka sebelah kanan


bukh , Tami meninju pipi pak Jaka sebelah kiri


bugh , bugh, bugh ,bugh , suara Tami menendang perut dada serta kakinya pak Jaka bertubi tubi


sampai tak terasa pak Jaka sudah mengeluarkan banyak darah dan kedua pipinya membengkak , apalagi pk Jaka dari tadi sudah memegangi perut dan kakinya yg sakit


Tami duduk kembali dan mencoba bicara lagi kepada pak Jaka


" apakah bapak sudah tau , kesalahan bapak dimana." kata Tami yg ramah dan tak merasa bersalah , karna menurut Tami ,itu memang hukuman yg tepat buat pk Jaka


" su sudah non ,sa saya mengaku salah saya telah korupsi uang perusahaan sebanyak 2 miliar non,saya minta maaf , tolong lepaskan saya non." kata pak Jaka yg memohon ampun karna sudah tak kuat lagi jika akan dipukul kembali


" saya sudah memaafkan bapak, tapi ada syaratnya , bapak hanya perlu memilih saja." kata Tami yg santai


" ma makasih non , saya janji gak akan melakukan nya lagi non." kat pak Jaka yg berlutut


" bapak hanya perlu pilih , yg pertama ,, pak Jaka menyerahkan diri bapak dipenjara dan bapak akan dipenjara seumur hidup, atau yg kedua bapak akan mengembalikan uang 2 miliar itu dan bapak akan dipenjara hanya 10 th saja, so bapak pilih yg mana?" tanya tami yg menatap pk Jaka ."


Tami ingin sekali menghabisi penghianat seperti dia ini, tapi Tami masih memikirkan keluarga dari pak Jaka, kan kasihan 😣 benar tidak 😏


ok kakak kakak jangan lupa like komen dan kasih aku vote , yah makasih πŸ‘ŒπŸ‘ŒπŸ˜πŸ˜

__ADS_1


__ADS_2