APAKAH AKU PANTAS UNTUK BAHAGIA

APAKAH AKU PANTAS UNTUK BAHAGIA
eps 54


__ADS_3

"Kamu yakin , pakai itu ?" tanya mama risma yang melihat anaknya dari atas sampai bawah


"Emang kenapa mah? ini kan style aku, devan juga gak keberatan kok, iyh kan dev ?" tanya tami yang berbalik memandang devan


" Iyah om , tante gak papa kok. Lagian kita juga cuman mau nonton doang." jawab devan yang membela tami


" Ya udah pah , mah , aku pergi dulu yah , keburu malam nih."kata tami yang menyalami kedua orang tuanya , begitu juga devan yang izin pamit


Mereka pun berangkat ke tempat tujuan mereka yaitu pergi ke bioskop.


Diperjalanan tami hanya memainkan hp nya karna dari tadi angel mengirim pesan ke dirinya terus dan selalu bertanya mengenai hubungannya.


Tami dimasukkan ke grup yang terdiri dari dirinya , angel , najwa dan juga bella, Biar semakin kenal.


"Sayang...." rengek devan yang seperti anak kecil


"Hemm." jawab tami singkat


" Jangan cuekin aku dong , mazak kamu lebih merhatiin hp kamu dari pada aku pacar kamu?" kata devan yang mulai ngambek dan setelah itu devan gak berbicara lagi setelah itu


"Dev maaf ..." kata tami membujuk devan dan tami juga mengucapkan kata maaf itu tidak hanya sekali tapi berulang kali tapi devan tidak menjawab nya


Tami pun mengirim pesan ke grub barunya yang terdiri dari angel , bella dan najwa, tami mengirim pesan mengenai pacarnya yang marah karna merasa dicuekin oleh dirinya


"Gyus tolong !!" isi pesan dari tami


"Minta tolong apa ?! jangan buat gue panik dong." kata angel


"Yh minta tolong apa gue pasti bantu kok." kata bella


"Iya kita kan BFF." kata najwa


"Pacar gue ngambek , gara gara kalian." kata tami yang menyalahkan mereka


"Kok kita sih yang disalahin?" kata bella


"Iya emang nya kita buat apa?" kata angel bertanya


"Kan kalian yang ngajak gue bicara digrup terus sampai sampai pacar gue kirain gue itu nyuekin dia, ngambek kan dianya." kata tami yang menejelaskan


"Yah maaf kita kan penasaran." kata angel yang meminta maaf


"Iya iya gue maafin tapi gue harus gimana nih , gue gak pernah pacaran, baru ini doang gue!"kata tami


"Serius?" kata angel


"Demi apa ?" sambung bella


"Beneran lo gak pernah pacaran?" tanya najwa


"Serius." kata tami


"Ya udah tinggal dirayu aja." kata angel


"Di cium aja pipinya terus di bisik in , aku minta maaf." kata bella


"Iya itu juga bisa." kata najwa


"Coba aja ." kata angel


"Tapi gue gak pernah lakuin itu." kata tami


"Alah lo polos banget sih , udah dari pada lo dicuekin terus , gak jadi nonton malahan." kata angel


"Udah coba aja , gue jamin berhasil kok." kata bella


"Ok gue coba , kalau berhasil nanti gue traktir." kata tami


"Ok ." kata mereka semua

__ADS_1


Tami pun meletakkan hpnya dan mencondongkan badannya ke samping dan mulai mencium pipi tami


cup , tapi mencium pipi devan , dan otomatis devan kaget karna tiba tiba dicium oleh tami.


"Maaf in aku yah." bisik tami ditelinga devan


dan itu berhasil membuat wajah devan memerah


Tami pun tersenyum malu malu , dan menundukkan kepalanya.


"Iya aku maafin kok." kata devan sambil tersenyum malu tapi ia mencoba untuk bersikap biasa saja.


Mereka masih diam dan malu malu sampai mereka sampai di bioskop.


Mereka turun setelah devan memarkirkan mobilnya.


"Aku beli tiketnya dulu yh ." kata devan yang berjalan untuk membeli tiket nya,


" kalau gitu aku mau beli popcron dan minumannya dulu."kata tami


Mereka pun berpisah untuk pergi ke tempat tujuan masing masing.Lalu mereka bertemu lagi di tempat mereka pisah tadi.


Sekitar 15 menit mereka sudah masuk ke tempatnya dan mereka mencari tempat duduk mereka yang terletak di tengah tengah.


Mereka juga duduk bersampingan.


" Kita nonton film apa ?" tanya tami yang memulai pembicaraan mereka dulu


"Film horor." jawab devan singkat


"Kok gak bilang sih , kalau mau nonton film horor." kata tami yang kaget


"Emang kenapa ? takut yah..?" goda devan


"Eng... enggak kok ." jawab tami yang gugup


Dari awal sampai pertengahan film nya itu udah menegangkan banget , dan begitu juga tami yang memegang lengan devan untuk menutupi wajahnya.


"Katanya gak takut ?" bisik devan


"Emang gak kok ." kata tami yang masih memegang lengan devan


" Ini buktinya apa?" tanya devan yang menunjukkan tangannya ke arah tami yang dimana tangan tami memegang lengan devan


Tami pun melepaskan genggamannya dengan cepat, "Gak kok , mana coba ?" kata tami yang tak mengakui kesalahannya


"Iya iya terserah kamu deh ." kata devan, devan pun melanjutkan menonton film horor nya dengan fokus


Tami yang takut pun hanya melihat sekilas lalu memakan popcorn nya serta melihat sekitar , karna tami berada ditengah jadi ia bisa melihat ke semua orang.


Dan tami melihat ada yang berciuman di belakang mereka yang berada dipojok kanan.


Tami hanya tak percaya , dan di dalam hatinya itu bertanya tanya mengapa mereka berani sekali berciuman ditempat umum begini.


Tami pun memanggil devan dengan suara pelan dan membisikkan ke telinganya agar mereka semua yang menonton tidak terganggu .


" Dev." panggil tami ,dan devan pun memiringkan tubuhnya agar mendekat ke arah Tami


"Dev , coba kamu lihat deh , dibelakang kita di pojok kanan." kata tami yang menyuruh Devan untuk melihatnya


Devan pun melihat apa yang tami lihat barusan.


Devan pun berbalik membisikkan pada tami


"Kamu mau kaya gitu ?" tanya devan ke tami


Tami memukul devan pelan lalu membisikkan lagi ke telinga devan " Kalau kamu mau berurusan sama mama dan papa aku sih gak papa ." kata tami yang mengingat kan tentang kedua orang tuanya


Devan pun jadi merinding dan menelan ludah nya dengan susah payah mengingat kembali bahwa dirinya sudah diperingatkan oleh tante risma mama dari tami.

__ADS_1


"Gak jadi deh." jawab devan , tami yang mendengar itu hanya tertawa kecil dan fokus lagi pada film nya


.....


Film yang mereka tonton sudah selesai, Mereka pun pulang tapi sebelum mengantar tami pulang devan berhenti dulu untuk membeli martabak yang di inginkan oleh om alex selaku papa nya tami.


Setelah pesanan nya sudah siap devan pun membayarnya dan menjalankan mobilnya untuk mengantar tami pulang.


Disepanjang perjalanan devan hanya fokus menyetir karna tami sudah tertidur waktu mereka menunggu martabaknya , karena martabak yang disukai papa nya tami itu ternyata yang pesen banyak jadi mau tidak mau harus mengantri terlebih dahulu.


Sampai tak terasa tami tertidur di mobil.


Devan sesekali melihat tami yang tertidur , tami tertidur dengan menutupi wajahnya dengan topi yang ia bawa tadi waktu berangkat , karna untuk menutupi matanya yang silau karna terkena cahaya lampu dijalan dan kendaraan yang lewat.


.....


Butuh waktu hampir setengah jam devan sampai di rumah yang ditinggali tami.


Devan menepuk tami pelan agar dirinya bangun .


" Sayang ...., bangun udah sampai nih ." kata Devan yang membangunkan tami


Tapi tami masih saja belum bangun akhirnya devan memutuskan untuk meninggalkan tami dulu di mobil, lalu dirinya masuk dulu ke rumah untuk menyerahkan martabaknya dulu.


"Assalamualaikum om , tante." kata devan memberi salam


"Waalaikumsalam." kata suami istri itu


Devan pun masuk dan memberitahukan bahwa tami tertidur di dalam mobil jadi ia meminta izin untuk menggendong tami dan dibawa ke kamarnya karna dirinya sudah membangunkan tami tapi tami masih saja belum bangun.


Devan berjalan ke arah mobil dan menggendong tami menuju kamarnya karna devan sudah mendapatkan izin dari orang tua tami karna orang tua tami tahu betul anaknya itu kalau sidah tidur persis kaya mayat gak mau bangun bangun kecuali dirinya mau bangun, jadi yah percuma kalau membangunkan dirinya .


Sesampai nya di kamar


Devan sudah menidurkan tami di kasurnya dan tak lupa ia menyelimuti tami dengan selimut tebalnya itu.


"Selamat malam sayang, semoga kamu mimpiin aku yah, aku juga bakal mimpiin kamu, I love you baby." kata devan mencium kening tami dengan lembut


Tami hanya tersenyum kecil ,dan itu tanpa devan sadari , devan pun keluar dari kamar tami lalu ia turun ke bawah dan izin untuk pamit pulang pada orang tua tami.


Awalnya devan sudah keluar tapi devan balik lagi. "Permisi om , tante saya izin ke atas ada yang ketinggalan soalnya." kata devan yang meminta izin


"Iya silakan , tapi awas kamu kalau macam macam sama anak saya , btw makasih martabak nya sekali lagi." kata om alex


"Iya om sama sama,." jawab devan, ia pun berlari menuju ke atas lalu ia membuka pintu tami pelan , setelah itu ia mengeluarkan hp nya.


Devan memfoto tami , dengan jumlah yang banyak , ia tidak keberatan kalau galeri nya berisi foto tami.


Devan sudah selesai dengan sesi fotonya sekarang ia ke bawah dan izin pulang.


"Emang apa sih , yang ketinggalan?" tanya mama risma


"Ada tante , itu penting banget bagi saya , tapi tante sama om boleh lihat kalau aku dah jadi mantu om sama tante." kata devan


"Kita liat aja nanti siapa yang bakal nyerah." kata om alex yang menerima tantang an dari om alex


"Ok om , saya akan bekerja dengan baik dan gak bakal ngecewain tami , dan bikin dia nangis."kata devan yang berjanji


" Ok kita lihat aja , kamu bakal terus berjuang atau nyerah ditengah jalan." kata om alex


"Apa perlu om kita taruhan sekalian?" ajak devan pada om alex


"Gak !,gak boleh taruh taruhan!" kata mama risma


"Apa an kamu ini , ngajak saya taruhan ,saya gak pa pa kalau taruhan yang lain tapi kalau soal anak saya , itu gak bisa , itu anak saya loh,! bukan barang yang buat taruhan kapan aja, saya gak terima loh kalau anak saya di jadiin bahan taruhan lagi." kata papa alex yang menegaskan pada devan dan itu juga menunjukkan betapa sayang nya mereka pada anaknya


"Maaf om tante , saya sudah kelewatan." kata devan meminta maaf


Ok segini dulu pokonya jangan lupa untuk like komen dan kasih aku dukungan buat novel aku ini, makasih dan maaf kalau ada salah ketik dalam setiap perkataan. 😁✌️😁

__ADS_1


__ADS_2