
Tami tercengang dengan apa yang ia lihat , ia tak menyangka devan akan berbuat seperti itu padanya.
Bukan tami jika dia tidak menerima penjelasan ,tami bukan sosok yang pengecut , ia harus tahu dulu dimana kesalahannya sehingga devan selingkuh darinya.
"Sayang." panggil devan kaget setelah mendengar pintu dibuka keras
"Sayang aku bisa jelasin semua, kamu dengerin aku dulu ok." kata devan yang menggenggam kedua tangan tami
"Cepat jelasin aku gak ada waktu." kata yami dengan suara dinginnya dan menghempaskan genggaman tangan dari devan
"I i ini gak seperti yang kamu lihat ,kamu jangan salah paham dulu , kamu percaya kan sama aku?" tanya devan yang berusaha mengelak dan mencoba memberi alasan
" Salah paham gimana ?! aku lihat kamu itu ciuman sama dia!" tunjuk tami ke arah devi
"Kalau kamu bosen sama aku bilang ! jangan kaya gini ! aku juga perempuan yang punya hati, bukan barang yang udah bosan kamu buang ! bukan barang yang gak ada hatinya ! Tega teganya kamu selingkuh dibelakang aku, salah aku apa !! jawab dev?!" tanya tami yang marah dan entah kapan air matanya sudah basah mengenai pipi dan tami juga mencengkram kerah kemeja devan
Devan pun melepaskan cengkraman tangan tami " Tenang ! kami harus tenang ." kata devan yang sudah mulai emosi
"Gimana aku bisa tenang ,kalau aku lihat kamu selingkuh dibelakang aku , dan parahnya aku lihat kelakuan kotor kalian!!" Kata tami yang sudah marah bercampur isak an tangis
" Salah aku apa dev ?,salah aku apa ?" tanya tami lirih sambil memukul dada bidang devan
" Kamu mau tahu salah kamu apa?!" kata devan yang mengarahkan pandangan ke tami
" Kamu itu banyak salahnya , apa kamu tahu ! makanan kesukaan aku ? apa yang gak aku makan ? bukan hanya itu,kamu juga gak pernah ada waktu untuk aku ? emang kamu pernah panggil aku dengan sebutan sayang , cuman sekali,dan itu mungkin kamu gak sengaja!" jelas devan menyebut kesalahan satu persatu tami
"Aku ngerasa pacaran tapi kaya aku gak pacaran ,aku juga butuh waktu kamu , aku juga butuh perhatian kamu ,tapi apa ! kamu terlalu sibuk ! bahkan kamu akhir akhir ini ngabai in aku, aku telfon gak diangkat aku kirim pesan gak dibales, kamu itu beda dari devi ,dia tahu segalanya tentang aku ,sedangkan kamu?!" sambung devan yang menyalahkan tami dari tadi
"HEI !!!!!, emang kamu pernah ngertiin aku ,kamu tahu apa yang aku suka sama yang aku gak suka?! apa kamu tahu aku alergi pada buah alpukat ?! kamu dimana saat aku dibading bandingin dengan dia sama kedua orang tua kamu ?! Kamu dimana waktu aku sakit karna disuapin alpukat sama kamu ?! dimana ?! hah! jawab ! kamu tanya aku nyuekin kamu ? hei ! aku dah pernah bilang yah kalau aku mau ujian emang menurut kamu ujian itu gampang apa ,emang kamu pikir aku gak mikirin hubungan kita ? kamu salah ?!" kata tami yang sangat marah karna dia tidak terima bahwa dirinya disalahkan
"Aku selalu mikirin kamu, aku itu sayang sama kamu ! kamu nya aja yang beg* !! " sambung tami yang sudah meluap luap
" Ouh gitu kamu yang sekarang nyalahin aku ? aku itu cuman butuh perhatian kamu , aku ingin kamu itu mengerti aku ,apa aku salah , terus waktu aku mau nyium kamu ,kamu gak mau ,terus kamu anggap aku apa?!" sambung devan yang tak mau kalah
" Kamu gak salah dev , tapi aku yang bod*h yang mau pacaran sama kamu ,! dan waktu kamu mau nyium aku ,itu yah masalah aku aku mau atau gak yah terserah aku ,di sini aku berhak nolak dong , dan seharusnya kamu itu hargain aku kamu jaga aku dan jaga kehormatan aku bukannya malah merusak aku !" jawab tami
" Udah stop malu kalau didenger orang." kata devi yang berjalan ke arah mereka untuk memisahkan mereka
" Lo gak usah ikut campur yah ,dasar ******!" kata tami pada devi
" Apa lo bilang ,? ****** ? ngaca dong disini siapa yang ******." kata devi
"Elo lah , lo itu dah ngerusak hubungan gue sama devan, dan lo jadi orang ketiga disini." kata tami yang menunjuk devi
" Dev ...,jelasin aku bukan orang ketiga kan." rayu devi yang merangkul tangan devan dan berbicara dengan nada manja
" Iiihhh jijik gue lihat nya." batin tami yang memutar biola matanya
" Sebenarnya kamu orang ketiga dev karna sebelum kita ketemu aku udah jadian sama tami, maaf ." kata devan
"Tapi kan aku sama kamu mau tunangan sebentar lagi ,jadi aku bukan orang ketiganya." kata devi
Jedderrr !!! bagai disambar petir hati tami sesak dadanya , ia tak pernah berfikir rasanya akan seperti ini. sakit rasanya melebihi dia tahu bahwa dia jadikan bahan taruhan tapi itu tidak seberapa sedangkan ini. sakit nya luar biasa tami tidak pernah berfikir bahwa devan akan selingkuh sejauh ini bahkan sampai mau bertunangan .
Air mata tami mau jatuh tapi ia tahan, dan tanpa berfikir banyak tami berkata." Oke ! fine, selamat buat kalian , semoga langgeng !!, dan lo dev kita PUTUS.....!!! " kata tami yang memutuskan devan dan tami pun melangkah pergi keluar
Devan diam saat tami bilang putus dan ia juga diam saat tami pergi keluar.
"Ayo dev kita duduk aja , jangan urusin orang yang gak jelas." kata devi yang menarik devan ke tempat duduk
" i iya." kata devan
.....
Tami berlari ke parkiran mobilnya dan tanpa sadar air mata yang ia bendung dari awal pun mulai jatuh.
__ADS_1
Tami masuk ke mobil , ia menutup pintu mobil keras Untuk melampiaskan emosinya.
"Tega kamu dev, tega ...! " tangis tami dan tami juga memukul mukul setir mobil
Tami menyetir mobilnya entah tak tahu kemana yang penting ia ingin pergi ke tempat yang sepi , ia ingin melampiaskan emosinya.
Di sepanjang jalan air mata tami masih saja jatuh seperti ia tidak mau berhenti mengalir.
"Dasar , bajing*n , biadab,!! padahal udah hampir 1 bulan kita pacaran , tapi dengan mudahnya lo selingkuh dibelakang gue !!" teriak tami dari dalam mobil
.....
Hari mulai malam dan tami masih belum juga sampai dirumah, ia sekarang berada di pantai dimana di sana tidak ada orang, bahkan malam ini gelap hanya ada cahaya bulan dan bintang.
Dirumah kedua orang tua tami khawatir karna tidak biasanya tami pulang larut. Mama risma sudah menghubungi teman temannya tami tapi mereka tak tahu keberadaan tami.
Jadi mama risma meminta tolong pada bang Niko untuk mencari tami.
....
Di pantai tami masih saja menangis dan berteriak karna ingin mengeluarkan emosinya yang ia pendam ,sakit rasanya dikhianati ,sesak dadanya unyuk menerima kenyataan ini.
" Jahat lo dev ,jahaaaatttt!!!!" teriak tami
" Hiks hiks jahat lo dev ,lo jahat hiks hiks hiks." isak tangis tami
"Mengapa gue nangis kaya gini , lo itu kenapa ,hei tami lo itu kuat lo gak bodoh , dia nya aja yang bodoh , dia yang udah khianati lo, sadar lo itu gak pantes nangis buat dia , dia itu sampah , jadi lupain dia oke." kata tami yang menguatkan dirinya
Setelah menenangkan diri cukup lama , tami bersiap siap ingin pulang ia ingin menjalankan mobilnya tapi tidak bisa ternyata bensinnya habis. Karna dia tadi muter muter gak jelas sampai ke pantai.
Ia pun menyalakan hp nya dan menelfon abangnya,. " Hallo bang ,bisa jemput adek gak ?" tanya tami ke bang niko
"Kamu di mana sih dek ,tante sama om itu khawatir sama kamu , ini abang lagi nyari kamu ,kamu Sherlock tempatnya ,abang ke situ." kata bang niko
"Iya bang." jawab tami
Bang niko pun menuju ke tempat tami karna sudah tahu tempatnya.
.....
Tak selang lama bang niko sudah sampai dan ia melihat tami sedang dipinggir pantai karna hanya dia saja yang berada di pantai.
Bang niko pun berjalan ke arah tami .
" Dek." panggil bang niko
Tami pun menoleh ke arah abangnya. Bang niko yang melihat mata tami sembam pun langsung duduk dan memeluk dirinya.
" Kamu kenapa dek ? kamu habis nangis ?,cerita sama abang." tanya bang niko sambil memeluk tami
Di pelukan abang nya tangis tami pecah satu kali lagi, ia tak sanggup untuk mengingat kejadian tadi siang.
Setelah lega dan menceritakan semua ke abang nya tami pun menjadi cukup tenang karna beban nya terasa sedikit menghilang.
'Dasar bajing*n !! gue pasti in lo gak bakal bisa deket sama adek gue , jangan kan deket lihat aja , habis lo.' batin bang niko yang marah karna tak terima tami di perlakukan seperti ini.
Karna bang niko sudah menganggap tami seperti adek nya sendiri.
" Abang mau tanya ,kenapa adek gak pulang ?" tanya bang niko
"Bensinnya habis ,hehehe." kata tami yang mencoba senyum
"Jangan dipaksain senyum, senyum kamu jelek." kata bang niko yang mengusap kepala tami
"Ya udah yok kita pulang, nanti mobilnya biar diurus sama tukang derek nanti abang telfon dulu tukangnya." kata bang niko yang mengambil hpnya lalu menelfon tulang derek mobil
__ADS_1
Setelah menelfon tukang derek , mereka menunggu dulu tukang derek nya sampai untuk menderek mobilnya.
Setelah menunggu akhirnya datang juga yang ia tunggu. Mereka pun pulang sambil di ikuti tukang derek nya.
Diperjalanan tami tertidur cukup pulas kara mungkin ia kecapean dari siang nangis terus.
Bang niko yang melihat tami tidur pun menyelimuti dirinya dengan jaket yang ia bawa.
....
Sekitar setengah jam mereka sampai di depan rumah tami bang niko turun dulu untuk membayar tukang derek nya, karna di tengah perjalanan tadi bang niko menyuruh tukang derek nya untuk mengisi bensin dulu di mobil tami.
Jadi mobil tami sudah bisa jalan lagi. Dan bang niko mengendarai mobil tami untuk masuk ke garasi mobil tami.
Setelah itu bang niko mengendong tami ala bridal style karna melihat tami yang tertidur cukup pulas.
Devan membuka pintu rumah tami dan membawa tami ke kamar , melihat devan membawa tami kedua orang tua tami bisa bernafas lega.
Bang niko meletakkan tami ke tempat tidur dan menyelimuti tami dengan lembut.
lalu bang niko pun menutup pintu kamar tami pelan.
Bang niko berjalan gurun ke bawah untuk menemui kedua orang tua tami. Di sana tami ditanya oleh kedua orang tua tami.
"Tami kenapa niko?" tanya mama risma
Niko pun menceritakan seluruh kejadian yang tadi di pantai diceritakan tami. tanpa ada yang tertinggal sedikit pun.
" Dasar brengs*k! tega teganya dia nyakitin anak saya ,udah bosan hidup ternyata." kata papa alex yang tak terima anaknya di perlakukan seperti itu
" Sabar pah ,sabar ,nanti papa sakit." kata mama risma yang menenangkan suaminya itu
" Iya mah , makasih yah dev udah bawa tami pulang " kata papa alex
"Iya om sama sama." jawab niko
"kalau begitu saya pamit dulu yah om tante ,dah malam soalnya." pamit niko
" Iya , hati hati yah , sekali lagi makasih niko." kata mama risma
Niko pun berdiri dan menyalami punggung tangan kedua orang tua tami dan berjalan keluar.
Niko pun mengendarai mobilnya pulang ke rumah. Untung saja ujiannya sudah selesai jadi besok tami tidak berangkat pun tidak masalah karna nanti besok hari bebas.
"Pah kasihan yah anak kita." kata mama risma yang mengasihani anaknya
"Iya mah, mama tenang aja papa bakal bales perbuatan mereka." kata papa alex
Papa alex pun mengambil hpnya dan menelfon sekertarisnya untuk membatalkan semua kerja sama di perusahaan orang tua devan.
Toh bukan dirinya yang rugi ,tapi mereka yang rugi karna tidak mendapatkan suntikan dana ,karna perusahan papa alex itu adalah klien yang terbesar dan sangat berpengaruh sekali untuk perusahan orang tua devan.
.....
Di pagi harinya ayah devan marah besar dan syok karna perusahan alex telah membatalkan semua kerja sama dari perusahaan dirinya dan ayah devan sama sekali tidak tahu dimana kesalahannya dimana.
"Aaaaaaa!!" teriak ayah devan
"Kenapa sih pah? kok teriak teriak?" tanya ibu devan
" Gak tahu bu ,tiba tiba perusahan alex membatalkan semua kerja sama dari perusahaan kita , ayah gak tahu kesalahan yang kita buat ? atau jangan jangan kita sudah menyinggung perusahaan alex ? tapi kapan ayah menyinggung perusahaan alex?" kata ayah devan yang bingung
" Tapi kan kita bisa mempercepat pertunangan devan sama devi yah , biar kita dapat suntikan dana dari perusahaan mereka." kata ibu devan
" Iya juga yah bu , tapi tetap saja kita telah kehilangan dana yang sangat besar." kata ayah devan
__ADS_1
" Terserah lah , nanti ayah coba pikirkan lagi." sambung ayah devan
Ok segini dulu maaf lama up nya biasa lah banyak tugas jadi lama ,hehehe ,pastinya jangan lupa like komen dan kasih aku vote yang banyak ,ok 👌😁✌️