
"Izin dulu sana sama mama sama papa aku bernai gak?" tanya Tami yang menyuruh Devan buat izin ke orang tuanya
Devan hanya menelan ludahnya sebelum menjawab pernyataan dari Tami tadi dan seketika suara Tante Risma terngiang ngiang kembali .....
" Be...berani kok." kata Devan gagap
"Ok kalau gitu bukti in jangan ngomong doang." kata Tami yang semakin memojokkan Devan
"Ok besok malam aku bakal ke rumah kamu sekitar jam 7 kamu siap siap yah, tapi maaf aku nanti malam mungkin gak bisa hubungin kamu dulu soalnya ada urusan keluarga tapi aku janji kok gak bakal Deket ama cewe lain." kata Devan yang berjaga jaga karna semua mantannya kalau dia tidak menghubunginya mereka semua akan marah dan mencurigai dia yang tidak tidak.
" Buat kamu jelasin panjang lebar buat aku ?" tanya Tami yang tidak peka
"Aku kan gak mau kamu nanti kepikiran yang gak gak, terus kamu mutusin aku, pokonya aku gak mau kita kan baru jadian." kata Devan dengan suara agak memohon
" Ooouh." kata Tami singkat
"Sayang.... kamu jahat banget sih..." kata Devan dengan suara manjanya
"Emang aku jahat apaan?" tanya Tami
"Yah kamu jahat , aku ngomongnya panjang lebar dan jelasin dulu ke kamu tapi kamu cuman ngomong 'ouh' doang." kata Devan yang sekarang dengan suara sedihnya
"Iyah Iyah , aku ulang , makasih yah sayang kamu dah jelasin sebelum aku salah paham ke kamu ." kata Tami yang baru pertama kali ini bilang ke Devan dengan sebutan sayang
Devan yang mendengar itu tiba tiba tersenyum bahagia padahal Tami itu cuman bilang sayang loh." Apa sayang ? tadi kamu panggil aku apa , gak dengar ,coba ulangi lagi." kata Devan yang menyuruh Tami buat ngulang kata katanya
"Gak ah , malu."kata Tami yang menolak untuk mengulangi kata katanya
"Ayolah sayang sekali ini aja." kata Devan yang memohon pada Tami seperti anak kecil yang ingin permen
"Iyah Iyah satu kali aja gak boleh ada lain kali .!" kata Tami yang memastikan
"Iyah janji." kata Devan yang berjanji
" Sayang." panggil Tami lirih
"Aaahhh seneng nya ...." kata Devan yang bahagia
'Padahal aku cuman panggil dia sayang doang tapi dia udah se seneng itu.' batin Tami
"Udah dulu yah Dev, dah sore soalnya ." kata Tami yang mau mengakhiri panggilan
" Iyah , jangan lupa makan loh, assalamualaikum." kata Devan yang menutup panggilan
" waalaikumsalam." Jawab Tami
Tami keluar kamar dan turun untuk menuju dapur , saat sampai di dapur Tami membuka kulkas dan mengambil es krim nya ia pun duduk di sofa ruang tv ia menonton tv sambil menikmati es krim yang dingin itu.
Tami sengaja menyuruh bibi ida untuk menyetok es krim yang banyak di kulkas karna nantinya kalau Tami ingin makan es krim gak usah beli keluar lagi
....
Dirumah angel
Angel sangat marah karna kejadian tadi pagi , ia harus dihukum hanya karna mengotori pakaian gurunya itu. Angel pun mengadukan itu pada ayahnya ia ingin agar Tami dikeluarkan dari sekolah.
__ADS_1
Karna Tami telah merebut semuanya dari dirinya , semua perhatian cowo dikelas , guru dan apesnya lagi ia selalu dihukum karna perbuatannya.
" Pah, papa ." panggil angel yang berteriak teriak dirumahnya
"Apa sih , teriak teriak gak jelas!, papa lagi pusing ini ngurusin kerjaan banyak banget kaya gini." kata papa angel yang turun sambil membawa leptop nya beserta berkas berkasnya
"Pahh..." panggil angel dengan manjanya
"Apa ? hemm" tanya papa nya yang mulai membuka leptopnya untuk mengerjakan pekerjaan nya itu
"Pah aku mau minta sesuatu sama papa." kata Angel yang duduk disebelah ayahnya
"Mau minta apa?" tanya papa angel yang muali mengetik dan membolak balikkkan kertas kertas itu
"Aku mau papa ngeluarin murid yang namanya Tami disekolah aku." kata Angel yang menepuk pundak papa nya pelan ma anak semata wayangnya itu
Perlu kalian ketahui angel itu anak yatim yang ditinggal mati oleh ibunya saat melahirkan angel dan itu membuat papa angel merasa sedih atas kehilangan istrinya dan sampai sekarang papa angel tidak menikah lagi karna ia takut istri barunya akan bersifat kasar pada anaknya , jadi ia memutuskan untuk mengurus anaknya sendiri , dan sepertinya cara papa angel itu salah karna ia terus menerus memanjakan angel dan memberikan apa yang angel mau dan itu pasti dikasih oleh papa nya.
"Dia itu sering merebut perhatian semua guru dan anak anak pah, dia juga yang membuat angel dihukum tadi pagi sama guru ." rengek angel ke papa nya
" Apa ! kamu dihukum?! emang bener yah itu guru berani banget hukum anak papa!" kata papa angel yang marah dan merasa tak terima anaknya dihukum
"Tenang besok, papa akan ke sekolah kamu,papa mau beri perhitungan buat murid itu yang namanya Tami Tami itu.!"kata papa angel yang sudah bulat dengan keputusannya
"Makasih pah! papa emang papa angel yang terbaik sedunia!" kata Angel yang memeluk papa nya itu
Papa angel hanya bisa tersenyum , sedangkan angel dia merasa menang karna papa nya itu besok akan ke sekolahnya dan juga angel tidak sabar melihat Tami dikeluarkan dari sekolah.
.....
Hari sudah mulai gelap , kedua orang tuanya Tami sudah pulang saat tadi jam 7 dan pastinya Tami juga sudah mandi dan juga melakukan seperti aktivitas biasanya dan sekarang mereka sedang makan malam bersama , sambil bercerita tentang pengalaman hari ini dan juga tertawa bersama.
Tami memakan es krim dikamar karna tak mau papa dan mama nya itu tahu kalau dia makan es krim lagi karna Tami masih tidak diperbolehkan untuk makan es krim banyak banyak.
Tami makan es krim sambil Vidio call dengan Devan , semenjak pacaran Devan selalu saja menelfon dirinya , dia selalu ingin tahu kebiasaan yang dilakukan Tami , kegiatan nya , dan juga dia sudah makan atau belum.
"Sayang , kamu lagi apa ,dan itu di tangan kamu lagi pegang apa?" tanya Devan bertubi tubi
"Lagi makan es krim." Jawab Tami sambil memasukan sendok yang berisi es krim itu ke mulutnya.
"Kamu suka es krim yah?" tanya Devan
"Iyah aku paling suka sama es krim , emang kamu gak suka ?" tanya Tami ke Devan
" Suka sih cuman sekarang jarang aja makan es krim ." jawab Devan yang sedang mengancingkan lengan bajunya
"Ouh ,kamu mau kemana ? rapi banget." kata Tami yang melihat Devan dengan setelan kemeja nya
"Kan aku dah bilang sama kamu malam ini aku ada acara keluarga sayang ku ...." kata Devan yang memanjangkan panggilan sayang nya
"Maaf aku lupa ." jawab Tami yang masih memakan es krim nya
"Gak pa pa kalau kamu lupa , udah dulu yah sayang nanti kita sambung lagi kalau aku dah selesai atau nanti sekitar jam 5 aku telfon lagi."
kata Devan yang akan mengakhiri panggilannya
__ADS_1
"Iyah ." kata Tami yang singkat
"Ya udah , bye sayang , jangan lupa mimpi in aku." kata Devan yang berpesan pada Tami
"Iyah kalau nanti malam mimpi, ya udah bye...." kata Tami pada Devan lagi
Mereka pun mengakhiri Vidio call mereka.karna Devan menerima pesan dari ibunya untuk cepat cepat datang karna mereka sudah sampai ditempat itu
....
20 menit kemudian Devan sudah sampai ia pun masuk dan melihat sekitar untuk mencari keberadaan ibunya dan juga ayahnya.
Devan menemukan mereka , mereka berada di meja no 5, tapi saat Devan mendekati meja dimana orang tuanya duduk di sana , Devan melihat ada sosok perempuan yang seumuran dengan nya yang dimana ada orang tua dari perempuan itu juga
" Maaf ma , aku telat tadi kejebak macet soalnya." kata Devan yang meminta maaf
"Iyah sayang gak pa pa , duduk dulu gih." kata ibunya Devan yang menyuruh ia duduk
Devan pun duduk di samping ibunya di mana ia saling berhadapan dengan wanita itu
" Ouh yh Dev, kenalin ini Devi anak temen mama, dan ini orang tuanya Devi ini namanya om Candra dan Tante Hani." kata ibu nya Devan yang memperkenalkan pada anaknya
"Hallo om , Tante, Devi, perkenalkan saya Devan ." Devan menyapa mereka dengan sopan sekaligus memperkenalkan dirinya
" Nak Devan ini ganteng yah kaya ayahnya." kata om Candra yang memuji ketampanan dari seorang Devan
"Makasih om." ucap Devan yang berterimakasih pada om Candra atas pujiannya
Devi dari tadi memperhatikan Devan ia tersanjung dengan sosok Devan dan rasa itu menjadi rasa ingin mendapatkannya , tidak bukan mendapatkannya melainkan memilikinya seutuhnya.
Devan yang dari tadi hanya fokus pada kedua orang tuanya dan juga om Candra dan Tante Hani ia tidak terlalu fokus pada Devi.
Setelah berbicara cukup banyak mereka pun makan malam bersama karna waktu Devan belum datang ibu dan ayahnya Devan sudah memesan makanan dan minuman untuk mereka semua.
Mereka pun makan bersama sambil berbincang bincang begitu juga terkadang mereka membahas tentang perjodohan , Devan tidak ingin mendengarkan tentang yang orang tuanya dan kedua orang tuanya Devi itu bicarakan , Devan malah bermain dengan hp nya , dan ia tidak terlalu menghiraukan pembicaraan.
"Gimana iyh kan Dev kamu mau kan ?" tanya ayahnya Devan dengan suara yang agak berharap
"Ha ? apa yah tadi ayah bicara apa ?" tanya Devan yang baru menyadari ayahnya itu bertanya pada dirinya
"Kamu mau kan ?" tanya ayahnya sekali lagi
Devan tidak tau apa yang dibicarakan ayahnya tapi Devan melihat dari eskpresi ayahnya yang ingin sekali Devan berkata Iyah.
"Iyah yah ." Jawab Devan yang kurang yakin
"Yah! ( ayah Devan agak bersorak) , betul kan , anak saya itu sudah pasti mau , karna dia tidak akan pernah mengecewakan ayahnya , dia itu sama seperti selera saya, apa yang saya bilang dia selalu menurut karna selera kami ini sama." kata ayah nya Devan yang bangga dan merangkul pundak anaknya itu
"Hahaha Iyah Iyah, saya percaya dengan apa yang dibicarakan oleh anda." kata om Candra
Mereka pun menghabiskan makanan itu setelah itu mereka pun meninggalkan resto itu dan pamit untuk pulang ke rumah masing masing.
Tanpa diduga saat Devan berkata "iyah" dari tadi Devi terus tersenyum bahagia ia tidak menyangka bahwa Devan akan menyetujui perjodohan mereka.
Sedangkan Devan , Devan malah tidak tau dengan perjodohan itu , Devan berkata iyh itu hanya karna melihat ekspresi ayahnya yang menyuruh dirinya untuk berkata Iyah..
__ADS_1
Ok temen temen sampai sini dulu yah , kemungkinan aku up nya bakal lama karna jadwal aku di dunia nyata itu banyak, tapi tak usahakan agar cepet.
pokonya jangan lupa untuk like komen kasih aku saran , jadiin novel ini favorit dan juga kasih aku vote.😁✌️✌️😁 ok makasih