APAKAH AKU PANTAS UNTUK BAHAGIA

APAKAH AKU PANTAS UNTUK BAHAGIA
eps 63


__ADS_3

"Emang bener , lo pernah diselingkuhin?" tanya tami


" Iya dulu itu gue tukang makan terus sampai sampai dulunya gue jadi gendut dan dia ninggalin gue karna dia kalau jalan sama gue itu malu karna diejekin terus, tapi kan itu dah masa lalu , gue kan maunya jalan ke masa depan gue gak mau lagi mandang ke belakang." jelas bella


"Yang sabar yah , maaf gue udah ungkit masa lalu lo." sesal tami dan langsung memeluk bella dia tahu perasaannya walaupun dia belum pernah merasakannya


"Iya gak pa pa kok beb." kata bella yang membalas pelukan dari tami


.....


Mereka pulang setelah makan malam, sebenernya mereka ingin menginap tapi mereka takut menganggu tami karna dia lagi sakit.


Setelah makan malam tami kembali ke kamarnya dan baru pertama kali ini tami berinisiatif untuk menelfon devan duluan.


" Hallo dev." sapa tami


" Ada apa sayang tumben kamu telfon aku duluan dah kangen kah?" goda devan


" Apaan sih dev ,ini aku mau serius nih." kata tami yang ingin mengatakan sesuatu walaupun tadi wajahnya sempat memerah


" Iya , mau ngomong apa? aku dengerin kok." kata devan


" Aku 2 hari lagi ujian jadi kemungkinan aku bakal fokus sama ujian aku,dan mungkin juga gak ada waktu buat main hp dan merhatiin kamu lagi." kata Tami yang mencoba memberi tahu


" Dan juga mungkin aku gak bakal sering main hp lagi ,kamu gak pa pa kan?" tanya tami


" Emmm, iya aku ngerti kok, emang kalau ujian itu berat ,kamu yang semangat yah , aku yakin kamu pasti bisa." dukung devan


"Tapi mungkin aku bakal kangen sih,hehehe." sambung devan yang nadanya sudah ditebak pasti dia tidak rela


"Jangan gitu dong dev , ini kan demi masa depan aku, kami gak pa pa kan?" tanya tami lagi


"Iya sayang... aku gak pa pa kok, kami tenang aja." kata devan


"Ouh yah, berarti aku gak boleh ke rumah kamu ?" tanya devan


"Boleh sih tapi mungkin kamu gak bakal ketemu aku, karna mungkin ke depannya aku bakal ada dikamar buat fokus belajar." jawab tami ke devan sambil membuka buku angel yang tami pinjam karna dia tak mau ketinggalan


"Ouh gitu yah." jawab devan lirih


"Ya udah yah dev, aku mau belajar nih kamu juga pasti sibuk kan ?" tanya tami


"Em i iya."


"Ya udah bye." kata terakhir dari tami untuk mengakhiri panggilan mereka


" Iya bye." jawab devan


Mereka pun mengakhiri panggilan mereka, disisi devan, devan merasa seperti hubungan LDR walaupun belum dimulai tapi seperti mereka tidak berpacaran pada umumnya.


Devan terkadang berfikir tami, itu sebenarnya menganggap dia pacarnya atau bukan, mengapa sering kali hanya dia saja yang menunjukkan rasa cintanya kepada tami tapi tidak dengan dirinya.


Dan disisi lain juga tami mungkin kelihatan tidak perduli dengan devan dan hubungan mereka tapi sebenarnya tami sedang menyesuaikan hubungannya dengan devan dan tami juga sudah mencintai devan mungkin lebih dari cintanya devan.

__ADS_1


.....


2 hari berlalu begitu saja,dan besok adalah waktunya tami dan teman temannya untuk bertarung demi masa depan mereka.


Dan selama 2 hari ini devan mengirim pesan pada tami tapi tami jarang membuka wa dan al hasil membalasnya lama.


Tapi devan memaklumi itu karna tami mungkin sibuk mempersiapkan untuk ujian.


....


Disekolah mereka akan memasuki ruangan untuk ujian kelulusan. Dimana semua murid bersenam jantung , seperti jantung mereka berdetak sangat kencang, seperti dak dik duk jederrr ( suara jantung mereka)


"Aduh gimana nih ,jantung gue gak mau diem,gue gugup banget , gue takut kalau gue gak bisa ngerjainnya." kata bella yang panik


" Iya gue juga panik nih." kata najwa


"Ini adalah hari yang gue gak suka, gue benci ujian ,kenapa harus ada ujian segala sih." kata angel kesal


" Tenang aja kita pasti bisa kok,dan gue yakin kita pasti lulus semua." kata tami yang memberi semangat


"Iya semoga aja." kata angel


Mereka pun memasuki ruang ujian dan duduk sesuai kartu ujian.,dan mereka seperti biasa di beri waktu untuk mengerjakan dan mereka dikasih waktu 1 ½ jam.


Di dalam ada petugas yang selalu berjalan seperti orang patroli dan memastikan bahwa mereka tidak membawa contekan atau pun berdiskusi dengan yang lain. Dan sama sekali tidak memberikan cela sedikit pun.


1½ jam telah berlalu mereka disuruh untuk mengumpulkan lembar jawaban mereka, setelah itu mereka dipersilahkan untuk keluar dan beristirahat entah itu membeli jajan atau entah lah yang penting keluar dari ruangan.


mereka makan tapi sambil mengingat dan membaca buku catatan mereka.


"Sumpah tadi gue tegang banget." kata bella yang masih makan dan membalikkan buku


"Sama , tapi yah setelah keluar tadi rasanya dah lega tapi entah lah kalau masuk lagi." kata najwa


"Yang penting kita dah lakuin yang terbaik beb , intinya kita dah usaha dan jangan lupa berdoa." kata angel


" Iya bener itu." kata mereka semua


Mereka pun masuk ke ruangan itu untuk kedua kalinya karna ujiannya hari ini ada 2 mapel.


.....


Tanpa disadari tami benar benar fokus pada ujian kali ini eh tidak dia selalu fokus pada apa pun dan juga serius.


Dan benar saja tami juga mengabaikan pesan pesan yang masuk termasuk dari devan selama 2 hari ini.


Orang tua tami tahu betul sifat anaknya maka dari itu setiap tami mendekati ujian atau melaksanakan apa pun orang tuanya itu tidak mengganggu kecuali jika tami membutuhkan saran dan bantuan.


Saat tami tidak bisa dihubungi devan merasa bahwa tami tidak memperdulikannya lagi dia merasa dirinya masih jomblo dia tidak merasakan layaknya mempunyai pasangan, walaupun dia sudah diberi tahu lebih awal oleh tami kalau akan diabaikan dalam beberapa hari ini karna dirinya masih ujian.


Tapikan setidaknya dia membalas pesan dari dirinya.


Dan semenjak hari tami tidak menghubungi devan atau menjawab panggilan serta membalas pesan dari devan disitulah devi beraksi , ia memberi perhatian lebih ke devan.

__ADS_1


Seperti membawa dia bekal setiap hari mengajak ia mengobrol dan jalan jalan menemani devi dan devi selalu bersikap manja dan bergantungan pada devan. itulah yang ingin devan rasakan dari tami tapi sayangnya tami buka tipe orang yang seperti itu.


Devan sempat pernah merasakan nyaman jika bersama devi, tapi devan sadar dirinya telah mempunyai pacar , tapi dia ingin diperhatikan dia ingin pacarnya ada waktu untuk dirinya, Tapi hal itu tidak devan dapatkan dari tami.


Dan karena itulah devan akhir akhir ini bersama devi , ia selalu mengantar devi berbelanja menemani ia pergi dan itu seperti layaknya seorang kekasih.


Tapi devan tidak pernah berfikir bagaimana rasanya jadi tami yang selalu berfikir bagaimana kedepannya hubungan mereka yang dimana orang tuanya tidak suka terhadap tami, dan tami juga sedang berjuang untuk setudy nya, dia juga bingung harus membawa hubungan mereka dimana , ia harap hubungan mereka akan langgeng. Karna tami mulai mencintai devan. hanya saja dia tidak tahu bagaimana caranya bersikap.


Tak terasa 1 minggu telah berlalu, waktu tami dan sahabatnya bertempur sudah selesai tinggal menunggu pengumuman saja.


Tami yang tadi malam berfikir ingin menemui devan di restonya karna sudah 1 minggu lebih ia tidak bertemu bahkan pesan dan teleponnya ia abaikan, tami tidak bermaksud begitu ia hanya ingin fokus untuk kelulusannya dulu.


waktu sudah menunjukkan pukul 10 rencananya tami mau ke resto devan dan berjalan jalan ke suatu tempat bersama untuk menebus waktu yang kemarin kemarin.


Tami berangkat menggunakan mobil BMW yang berwarna merah. tami sudah berpamitan pada mamanya tadi pagi dan sekarang mama nya tami sedang ber sosialita / atau kita sebut arisan saja bersama teman temannya.


Tami tidak berubah sama sekali ia berpenampilan seperti biasanya. Toh devan juga sudah mengerti karakternya , pikir devan.


Setelah berkemudi cukup lama akhirnya ia sampai di depan pintu resto devan , tami pun masuk dan bertanya tentang keberadaan pacarnya.


"Maaf, saya mau tanya , apakah devan ada disini? kalau boleh tahu devan dimana yah ?" tanya tami dengan lembut dan ramah


" Emm, pak devan ada di ruangannya kak, kebetulan bapak berada di sana." jawab pelayan itu ramah


" Kalau boleh tahu ruangannya dimana yah?" tanya tami pada pelayan itu


" Kalau boleh tahu adek ini siapa yah?" tanya pelayan itu


"Saya pacarnya kak." jawab tami


"Ouh pacarnya , disebelah sana dek , di ruangan sebelah kanan paling pojok." kata pelayan itu pada tami


Tami pun pergi dan tak lupa mengucapkan terimakasih pada pelayan itu sebelum pergi.


Tami melangkahkan kakinya menuju ruangan devan.


"Pasti devan terkejut aku dateng ke sini, jadi gak sabar lihat reaksinya gimana? hehehe pasti lucu." kata tami lirih


....


Di ruangan devan


Ternyata di ruangan itu devan bersama devi sedang bermesraan , mereka seperti sepasang kekasih yang penuh dengan canda dan tawa dan juga terlihat devan sangat lepas bersama devi, karna devi tahu bagaimana devan dan cara berpikirnya.


Devan tidak tahu kalau tami mau ke restonya , karna setelah 2 hari menjalang tami ujian devan sudah tidak pernah mengirim tami pesan lagi atau pun telfon karna dia tahu itu semua pasti tidak ada balasannya karna pesan sebelumnya juga belum dibalas tami.


Emang tami belum membalas pesan dari devan tapi bukan hanya devan tapi semuanya. karna baru hari ini tami memegang hp lagi.


Tanpa sadar tami sudah berada di depan pintu ruangan devan. Tami kali ini langsung membuka pintunya toh ini kan ruangan pacarnya , pikir tami


Tami membuka pintu iyu tanpa aba aba dan brak " Dev....." suara tami berhenti saat melihat devan sedang berduaan di ruangan itu dan kalian tahu apa yang dilihat tami , ia melihat kalau devan sedang berciuman dengan devi.


Lanjut nanti yah , hari ini segini dulu ok , pokonya bakal lanjut terus , maaf yah nunggunya lama , dan makasih udah dukung novel aku ini.😁🙏 jangan lupa kasih dukungan yang banyak👌

__ADS_1


__ADS_2