APAKAH AKU PANTAS UNTUK BAHAGIA

APAKAH AKU PANTAS UNTUK BAHAGIA
eps 43


__ADS_3

Papa Alex dan mama Risma meninggalkan mereka berdua di dalam ruangan , karna papa Alex dan mama Risma ingin mencari makanan.


Di ruangan mawar itu mereka berdua saling diam , Tami diam karna takut kalau bang Niko tiba tiba marah lagi dan bang Niko diam karna bang Niko gak tau harus bilang apa dulu ke Tami.


" Dek .." panggil bang Niko ke Tami yg berjalan mendekati tempat tidur Tami


"Hemm..." kata Tami yg merespon tapi masih dgn memalingkan pandangannya


"Adek..., Abang minta maaf ,abang gak maksud buat bentak adek tadi, Abang tadi cuman reflek aja , dan bersaman dengan rasa cemas Abang ke adek, Abang gak mau adek kenapa Napa, maaf dek , tolong jangan diem on Abang kaya gini Abang lebih baik adek marah marahin Abang atau mukul Abang dari pada di diem in kata gini, pliss dek maafin Abang, maaf , maaf , maafin Abang...." kata bang Niko yg mencoba menjelaskan dan meminta maaf berkali kali


Tami yg mendengar permintaan maaf abangnya berkali kali menjadi luluh dan memutuskan untuk menerima maaf dari Abang nya itu, tapi Tami mencoba untuk diam dulu dan melihat apa yg akan dilakukan oleh abangnya itu lagi.


Bang Niko mencoba memegang tangan Tami yang agak mencengkram selimut yang menutupi tubuhnya.


'Apa yang dilakukan bang Niko , kenapa bang Niko pegang tangan aku, emang mau diapakan tangan aku, jangan jangan mau digigit atau mau dicubit , aduuhhh gimana nih !' batin Tami yang cemas dan mengada Ngada


Bang Niko memegang tangan Tami mencoba meminta maaf lagi , tapi tetap saja Tami masih diam, karna Tami masih diam bang Niko berinisiatif buat berkata lagi


"Dek kalau kamu diemin Abang kaya gini , hati Abang sakit dek lebih baik kamu pukul Abang aja!" kata bang Niko yg mulai memukul pipinya dgn tangan Tami


Tami yang tak tega langsung menahan tangannya agar tidak memukul bang Niko , Tami tanpa sadar menumpahkan air matanya dan menahan tangannya agar tidak lagi menyakiti abangnya itu.


" Bang , Abang gak boleh kaya gitu , adek dah maafin Abang kok, hiks hiks , jangan nyakitin diri Abang lagi hiks hiks hiks hiks." kata Tami dengan diiring tangisannya


Bang Niko pun mengusap air mata Tami dan menenangkan dirinya terlebih dahulu dan kemudian menenangkan Tami.


"Maafin Abang dek ,maaf ... maaf ." kata bang Niko yg meminta maaf lagi


"Adek udah maafin Abang kok, seharusnya adek yg minta maaf ke Abang karna adek udah diemin Abang , adek kaya gitu cuman kaget aja Abang tiba tiba bentak adek." jelas Tami yg masih sesenggukan


" Abang kaya gitu karna Abang khawatir sama kamu , tapi kamu malah mau makan es krim dan seolah olah kamu itu gak hargai kesehatan kamu, jadi Abang gak sengaja buat bentak kamu." kata bang niko yg menjelaskan mengapa dia membentak Tami


"Iyah bang maaf, jadi kita dah baikan nih." kata Tami yg mengulurkan tangannya dan mendirikan kelingkingnya nya seperti membuat janji


Bang Niko pun menyambut itu dgn senang dan berkata " Iyah kita dah baikan lagi." kata bang Niko yg tersenyum lebar


" Aaaaa pelukkk." kata Tami yg merenggangkan tangannya ingin dipeluk


Bang Niko pun menyambut pelukan itu dengan senang ,dan memeluk Tami seperti Teletubbies (Teletabbies).


Pada saat mereka berpelukan papa Alex dan mama Risma ternyata sudah berada didalam dan menyaksikan kelakuan mereka.


Papa Alex berdehem yg membuat Tami dan bang Niko kaget dan langsung melepas pelukan mereka.Mereka merasa canggung seakan mereka sedang melanggar aturan.

__ADS_1


"Nah gitu dong kalau marahan itu gak usah lama lama , langsung baikan, kan jadinya enak dilihat." kata mama Risma yg membawa plastik kresek yang berisi makanan dan minuman


"Mama bawa apa tu?" tanya Tami yang melihat mama nya membawa plastik kresek hitam itu


"Ouh ini , mama habis dari depan , tadi beli makanan , papa sama Mama kan belum makan." jelas mama Risma


"Kan Tami juga belum makan , pasti mama belinya cuman 2 yah? " tanya Tami lagi


"Ya iyah lah , kan tadi kamu gak nitip."kata mama Risma yg gak mau kalah


" Mama iii gitu ...." kata Tami yg agak memanyunkan mulutnya


" Udah gak papa Tante om, kita udah pesen kok sama Gilang dan Ferry." kata bang Niko kepada Tante Risma


" Nah gitu , jadi nanti kita sama sama makan." kata mama Risma yg duduk di sofa


Sekian detik berlalu dan ada seseorang yg membuka pintu ruangan itu, mereka kira itu suster atau dokter , tapi ternyata itu adalah bang Gilang dan bang Ferry yg membawa bungkusan makanan dan minuman.


"Assalamualaikum." kata mereka berdua yg telah memasuki ruangan tersebut


"Waalaikumsalam." kata mereka yg berada dalam ruangan itu


" Hallo om Tante." kata mereka berdua menyapa mama Risma dan papa Alex dan di bales anggukan oleh mereka


Bang Gilang menaruh bungkusan itu dan memberikannya pada Tami dan juga bang Niko dan mereka juga ambil satu satu.


"Gak papa , saya udah beli makanan , malah kita lagi nunggu kalian buat makan bareng." kata mama Risma


Mama dan papa nya Tami duduk di sofa bersama sedangkan Tami berada ditempat tidur pasien ( maaf aku gak tau tempatnya , gak pernah ke rumah sakit soalnya , jadi author gak tau jadi sebut aja tempat tidur rumah sakit.😅 😂 ) Bang Niko duduk di kursi yg berada dekat dengan tami sedangkan bang Gilang dan bang Ferry duduk di tempat tidur pasien yg diduduki oleh Tami juga , karna tempat tidur itu lumayan agak besar karna Tami sudah dipindahkan ke ruangan VIP , ruangan VIP itu yah ruangan mawar itu.


Mereka pun makan bersama dan terkadang mereka juga bercerita tentang pengalaman menyenangkan , kejadian lucu, dan kejadian disekolah , mereka selalu terbuka satu sama lain.


Dan selang beberapa menit mereka sudah menghabiskan nasi goreng itu dan juga minuman nya.


"Om , Tante gimana kalau yg jagain Tami malam ini aku aja , biar om sama Tante istirahat aja dirumah ,gimana?" tanya bang Niko yg mengajukan saran


" Om sih gak masalah tapi Tami nya gimana?" kata papa Alex yang melihat Tami


"Gak , pokonya aku gak mau nginep disini , udah bau nya obat semua , terus nanti besok aku sekolahnya gimana , mana aku belum selesai buat nyatet materinya lagi ." kata Tami yang menceritakan alasannya


" Kamu nih dek terlalu memforsir tenaga kamu tau gak , sampai sampai kamu telat makan terus sampai lah kamu disini." kata bang Ferry yang berkata lebih dulu


"Kan aku gak mau ketinggalan materi nya bang , nanti ngejarnya susah." kata Tami lagi

__ADS_1


"Stop!" kata papa Alex yg menengahi mereka


"Ok kamu gak akan nginep tapi kamu harus langsung istirahat kalau udah sampe rumah ,dan untuk Niko Gilang dan Ferry kalian nginep di rumah om buat ngawasin ini anak satu yang nakal." kata papa Alex yg tiba tiba berkata seperti itu


"Iyah mama setuju kali ini, gimana menurut Niko ,Gilang dan Ferry?." kata mama Risma yg menyetujui perkataan suaminya sekaligus bertanya pada mereka


" Kalau saya setuju aja Tante nanti biar saya minta izin dulu ke mama sama papa saya." kata bag Niko yg menyetujui nya


"Saya ikut bang Niko aja Tante , om" kata bang Gilang yg ikut keputusan abangnya itu saja


"Saya mah ambil suara terbanyak aja om, Tante." kata bang Ferry kepada om Alex dan Tante Risma


" Ok kita sekarang langsung panggil dokter aja supaya periksa keadaan Tami sekali lagi , kalau sudah baik baik aja kita pulang dan gak usah di rawat ,nanti mama sama papa yg urus administrasi nya kalian pulang dulu aja kalau emang boleh pulang." kelas mama Risma menjelaskan pada mereka semua


" Iyah Tante biar saya aja yg panggil dokternya , semakin cepat dokternya ke sini semakin cepat juga saya tidur Tante , heheh." kata bang Ferry , karna malam ini sudah pukul 11 malam kan waktunya tidur.


"Ya udah kamu panggil saja gih ada sana ." kata om Alex yg menyuruh bang Ferry buat menemui dokter


Bang Ferry langsung berjalan pergi dan mencari dokternya dan tak butuh waktu lama bang Ferry membawa dokternya ke ruang rawat Tami. Gimana gak cepat orang kebetulan dokter nya ada di ruangan sebelah 🤦


Mama Risma langsung bertanya apa yg akan ditanyakan nya biar tidak membuang buang waktu , karna malam sudah gelap.


"Dokter saya mau tanya , Giman kondisi nya anak saya, soalnya anak saya gak mau dirawat inap." kata mama Risma yg langsung menanyakan keadaan Tami


"Sebentar Bu , biar saya periksa dulu." kata dokter itu dan langsung mengeluarkan stetoskop nya


Dokter itu memeriksa Tami dengan cermat , setelah itu dokter memberi tahu kan kepada semua orang yg ada disitu bahwa Tami sudah baik baik saja , dan boleh pulang tapi Tami harus di jaga untuk pola makannya agar asam lambung nya tidak tinggi dan juga maag nya gak kambuh.


Semuanya mendengarkan dgn baik apa yg dokter itu katakan , setelah dokter itu menjelaskan dokter itu pamit undur diri begitu juga mam Risma dan om Alex yg pergi untu mengurus administrasi nya.


Sedangkan ketiga abangnya itu masih sibuk mengurus Tami yg mau pulang.


"Ayo bang kita pulang sekarang." kata Tami yg ter-ingin sekali mau pulang


" Iyah Iyah." kata ketiga abangnya


Mereka pun berjalan beriringan menuju parkiran dan masuk ke mobil menuju rumah Tami dulu karna mereka sudah izin ke orang tuanya dan diperbolehkan untuk menginap malam ini.


Tak harus menempuh jalan yg panjang , mereka sudah sampai dirumah Tami karna Tami dibawa ke rumah sakit terdekat bukan rumah sakit yg jauh...


Bang Niko ,bang Gilang dan bang Ferry dan juga Tami mereka langsung menuju kamar Tami yg kasurnya lebar dan besar.


Mereka pun langsung membaringkan badan mereka dan sepersekian detik mereka pun akhirnya tertidur pulas , dan mereka sudah di dalam alam mimpi mereka.

__ADS_1


Mama Risma dan papa Alex sudah sampai 5 menit lebih lambat tapi itu tak mengalahkan mereka yg langsung tertidur, kedua orang tua itu pun langsung tertidur begitu mereka sudah membaringkan badan mereka di kasur yg nyaman dan empuknya itu.


Maaf yh kalau penulisannya salah ,tolong dimaklumi hehehe, dan pokoknya dukung terus aku dan jangan lupa untuk like komen dan kasih aku vote yg banyak 👌👌😁


__ADS_2