
Tami masih berada diperjalanan, dan mengemudi mobilnya. Tami membelah jalan raya yg ada didepannya itu.
Tami masih memikirkan tentang perkataan preman itu , Tami merasa heran kenapa Bryan menyuruh para preman itu menyerang nya apa lagi yg dia inginkan , apa belum cukup puas dia mempermainkan hatinya yg dijadikan bahan taruhan.
Tami masih berfikir keras tapi sedetik kemudian dia berkata, ' ah bodo amat..'
Tami menancap gas untuk menambahkan kecepatan, tak butuh waktu lama Tami sampai didepan gerbang rumahnya , Tami memparkirkan mobilnya digarasi dan masuk ke dalam kamar menuju ke dapur.
" Bi , mama mana ? ,kok gak kelihatan sih."
tanya Tami sambil menuangkan air ke gelas
" nyonya ada di butik nya non , katanya ada yg harus diurus sebentar." jawab bibi kepada Tami sambil menyapu lantai
" OOO gitu, bibi udah makan ?" tanya Tami kepada bibi ida
" belum non , bibi makannya nanti aja , setelah semua pekerjaan bibi selesai." jawab bibi sambil memandang Tami
Tami meletakkan gelas nya di atas meja lalu ia pergi tanpa berkata apa pun , Tami menaiki tangga dan menuju ke kamar ,
Tami berganti pakaian , Tami memakai kaos oblong dan celana pendek. setelah itu Tami menuju ke bawah
" bi , bibi makan aja yh , kasihan Lo perutnya udah pada disko." kata Tami bercanda
" apa sih non, non Tami mah bercanda melulu kerjaannya." wajah bibi memerah dan menundukkan kepalanya
" udah bibi makan setelah itu istirahat aja biar Tami yg ngurus semuanya ." jelas Tami kepada bibi ida
" jangan non nanti nyonya marah." tolak bibi ida karna tidak enak."
" bibi aku ini anak nya mama , mama aja gk pernah ngelarang aku buat ngapain , udah sekarang bibi pilih yg mana mau aku pecat atau bibi makan terus istirahat."
bibi merasa bingung harus bagaimana , antara dia tidak enak hati dan dia tidak mau kehilangan pekerjaan , tapi atau boleh buat anak majikannya itu keras kepala , ya Tami memang keras kepala , dia keras kepala dgn prinsip dan kemauannya.
pada akhirnya bibi memilih untuk makan dan istirahat.
Tami merasa puas dengan apa yg dia buat , dan pada akhirnya Tami pun menang dan bangga ,hahahh😂😂
emang bibi ida itu sudah agak tua , karna beliau sudah berumur 56 th. bibi ida telah menghabiskan makanannya dan menuju ke kamar nya.
Tami mengambil hp nya dan memilih musik DJ untuk menambah semangatnya. Tami memilih musik yg menggelegar dan tak lupa dgn suara yg agak keras .
Tami menaruh hp nya di ruang tamu yg ada kursi panjangnya, lalu Tami pergi mengambil sapu.
" ok, karna aku menyuruh bibi buat istirahat jadi aku harus merapikan rumah ini, apa yg belum yaaa, emm kayak nya hari ini banyak deh yg belum dikerjakan . huuhh ( Tami menghela nafas) ok ayo kita lakukan." Tami dgn semangat mengambil sapu
kalau kalian bertanya tanya kenapa gak panggil pembantu yg lain aja , itu karena pembantu yg lain sedang mengambil cuti pembantu yg satu ambil cuci karena keluarga nya yg sakit dan satu lagi karena anaknya mau menikah , sungguh ribetnya dunia .
dikantor Devan
" ini anak kemana sih, perasaan dari tadi gk wa aku gk nelfon aku padahal udah sore gini, masak aku yg harus nelfon dulu , kan kalau ditanya kenapa aku jawabnya apa dong , aaaahh delima aku ini." setres Devan yg ngomong sama diri sendiri
sekertaris ya itu mendengar apa yg bosnya itu katakan dari tadi, dan sekertaris nya itu menutup mulut nya dgn tangan karena sudah tak tahan lagi ingin tertawa ,
Devan yg melihat itu heran
"kenapa kamu , ngetawain saya , brani kamu."
Devan kesal karna sekertaris ya itu seakan akan mengejek dirinya
" maaf bos , gak sengaja , ngomong ngomong saya punya saran buat bos."sekertarisnya itu mengalihkan pembicaraannya
"saran apa."
__ADS_1
" gini bos , kalau bos kangen kn tinggal di telfon aja kalau tidak nanti pulang dari kantor bos ke rumah si dia , dgn alasan ingin ajak dia jalan , kalau gk ada yg mau diomongin gitu." Jawa. sekertarisnya dgn panjang
" bener juga yh kamu , ya udah saya akan kesana , tapi setelah ini ." Devan dgn semangatnya langsung mengambil dokumen yg menumpuk di hadapannya itu
SEDANGKAN DI POSISI BRYAN
Bryan dan teman temannya menghampiri preman suruhannya itu , Bryan kesal karna rencananya itu gagal total.
"eh kalian itu bisa kerja gk sih , gitu aja gk bisa ." Bryan menyalahkan mereka dgn keras
Bryan tidak tau kalau preman itu sudah berpihak pada Tami
" eh Lo yg sopan yh , kita itu udah klakuin yg kalian suruh , kalau kalian gak puas apa yg kita lakuin ya sana kerjain aja sendiri." protes ketua preman
" yah bener dan Lo juga kalau perintah yg bener , cewe itu ternyata bisa bela diri , dan kenapa Lo gk bilang haa , kalau ngasih informasi itu yg bener."
" kebanyakan bac*t Lo , " bukh suara Bryan mau menonjok preman itu tapi ditepis dgn mudah oleh si preman tersebut
" jangan macem macem yh Lo , lo itu masih anak bau kencur aja belagu , jangan kira kita takut hanya karna Lo itu yg printah kita."tegas salah satu preman
" ya udah karna kalian seperti ini jangan harap gue bayar Lo." Bryan mengancam
" ok gk papa tapi kalian harus trima serangan dari kita , mauuu?" preman itu kembali mengancam
"Lo jangan kebanyakan bac*t yah Lo , kalau mau hajar sini gue ladanin. " kata Dirga
" Lo gila yh , kalau mau mati mati sendiri aja , jangan ngajak ngajak kita dong." jawab Dimas
" kita kan sahabat , kalau pukul terus jena atau mati yaa harus bareng bareng lah ." kata Dirga
" udah jangan pada brantem dong ini giman ni gue nya ." kata Bryan yg kera bajunya masih dipegang oleh preman yg rambutnya gondrong itu
" jawab sekarang juga kalian pilih mau gue patahin tulang kalian atau kalian bayar kita."
" yah yah gue kasih uang nya sekarang." Bryan menyerahkan amplop coklat itu yg berisi uang
" gini kan enak urusannya., ok kita cabut ." ketua preman itu mengambil amplop itu dan pergi meninggalkan tiga orang itu
" kok Lo kasih sih? " tanya Dirga
" alahh uang segitu doang tinggal minta sama ortu aja , dari pada kita babak belur , kan sayang wajah gue yg tampan ini." dgn PD nya Bryan berkata seperti itu
" bilang aja Lo takut ." kata Dirga
" udah stop kalian kalau mau brantem sendirian aja gue mau balik ." kata Dimas yg menuju ke parkiran
"woi dim gue ikut." kata Bryan yg berlari menuju ke parkiran
" la gue ditinggal gak setia kawan amat sih , woi tunggu gue juga ." kata Dirga Sabil lari
" makannya jalan itu yg cepet, jangan kaya banci ." kata Bryan
" apa an sih Lo , gue bukan banci lah , kalau gue banci kalian semua juga harus banci ." Jawa. Dirga
" apaan sih kok gue dibawa bawa ." protes Dimas
" biarin kita kn teman." jawab serentak Bryan dan Dirga
" dasar teman teman gila, nyesel gue punya temen Kaya kalian." Dimas menggerutu dgn lirih
mereka ber tiga selalu seperti itu melupakan masalah dgn cepat
kalau kalian tanya lagi emang Bryan sama yg lain gak bisa bela diri ? jawabannya mereka itu bisa tapi dikit ibarat Tami sama mereka itu bagaikan Tami berada di level 10 dan mereka dilevel 3 🤭😁😂😂😂
__ADS_1
DI RUMAH TAMI
Tami telah menyelesaikan pekerjaannya dia sudah menyapu ,mengepel , mencuci piring , menyapu halaman dan membersihkan kolam renang . kalian bayangin aja rumah sebesar istana dia kerjain sendiri.
Tami yg kelelahan duduk di sofa ruang tamu,dia mematikan musiknya dan menulis di kertas :
(JANGAN GANGGU DAN JANGAN BERISIK )
lalu Tami merebahkan tubuhnya di kursi yg panjang itu dan tidur dgn lelap Karna saking capeknya .
sekitar pukul 5 sore Devan telah menyelesaikan semua pekerjaannya , lagi pula ini sudah jam pulang kantor .
Devan mengambil jas nya lalu ke rumah sebentar dia mandi dan siap siap ke rumah nya Tami
Devan yg sudah mandi dan berganti pakaian yg pun langsung ke rumah Tami , Devan memilih jalan pintas karna biasanya di jam sore bengini akan macet.
sekitar 15 menit Devan sampai dirumah Tami
dia memarkirkan mobilnya di garasi mobil dan mengetuk pintu rumah
"tok tok tok, assalamualaikum , " Devan mengetuk pintu
hampir 3 kali Devan mengetuk pintu tapi tidak ada jawaban , lalu Devan mengetuk lagi dan akhirnya dibuka oleh BI Ida yg baru bangun dari tidurnya
" bi , Tami nya ada ?" tanya Devan dgn sopan
" ada den , non Tami nya ada di dalem tapi jangan berisik soalnya non Tami nya lagi tidur di ruang tamu." bibi ida menjelaskan dgn mempersilakan Devan masuk
" kok bisa Tami tidur disini?" tanya Devan kepada bibi
" yah den , soalnya saya tadi siang disuruh makan sama istirahat kalau gak nanti saya dipecat , ya saya pilih istirahat sama makan aja den dari pada dipecat , mungkin non Tami kecapean karna tadi menyapu, mengepel , mencuci piring, menyapu halaman dan membersihkan kolam renang , soalnya pembantu yg lain pada cuti " jawab bibi ida panjang
" ooo gitu, yh udah saya tunggu aja disini." Devan duduk di kursi tamu
'dasar jail banget sih calon pacarnya aku..' batin Devan yg tersenyum
" den Devan mau minum apa , biar bibi bikinin."
tanya bibi ida
" emm jus mangga aja bi, soalnya lagi pingin yg seger seger ." jawab devan
" yh Den , tunggu sebentar, bibi bikinin dulu." bibi ida pergi menuju ke dapur
Devan berdiri dari duduk nya menuju ke arah Tami yg sedang tidur
'iiihh gemes banget sih kalau lagi tidur gini.' batin Devan
sekitar hampir 5 menit Devan memandangi wajah Tami dari rambut , mata , hidung dan bibir nya pokoknya semua yg ada di wajah ia pandangi.
bibi ida berjalan menuju ke arah Devan
" ini den jus nya." kata bibi
" Iyah bi makasih , taruh situ aja." jawab devan yg masih setia memandangi Tami
bibi ida menaruh gelas tersebut dan pergi menuju dapur lagi untuk menyiapkan makan malam .
karna Devan gemes akhirnya Devan mengusuili Tami dgn menyentuh pipinya Tami dgn rambutnya Tami . dan tak lupa dia mengabadikan momen itu dgn cara difoto.
uuhhh gemes....
MAAF YH TEMEN TEMEN UP NYA TELAT KARNA AKU LAGI PTS , DAN BANYAK TUGAS AKU FI DUNIA NYATA , DAN AKU MAU MINTA MAAF SEKALI LAGI YG MUNGKIN MENURUT KALIAN CERITANYA GK SAMA DGN JUDULNYA. 🙏🙏😁😁✌️👌
__ADS_1