
Mereka makan sambil mengobrol tentang diri mereka karna Tami membawa Aldo dan teman temannya untuk bergabung jadi mereka mencoba untuk mengenal diri mereka satu sama lain.
sedangkan Tami , Tami hanya diam dan menidurkan kepalanya di meja yang di bantal i dengan tangannya.
" Ini anak gimana sih? kita ngomong sampai panjang lebar,dia malah tidur enak di sini." kata bang Ferry yang menyindir Tami
"Apaan sih bang kan yang penting udah makan, betul gak bang Niko ?" tanya Tami pada abangnya dan di angguk i oleh bang Niko
"Udah biarin aja mungkin adek masih ngantuk kan dia tadi malam sekitaran jam berapa itu bangun buat nyelesai in catetan nya kemarin." jelas bang Niko yang mengusap lembut kepala Tami dan membenarkan rambutnya yang berantakan
"Kenapa gak nulis waktu jam 7 atau 8 gitu, kan biar gak ngantuk?" kata Aldo yang memberi usul
"Maunya gitu tapi waktu jam 9 Tami dibawa ke rumah sakit." kata bang Ferry
"Kok bisa?" tanya Aldo yang cemas
Tami tiba tiba bersuara dan berkata " Udah sih bang ! ngapain dibahas , toh adek juga gak papa, lagian itu kan tentang aku dan itu juga aib aku gak usah di cerita ceritain." kata Tami yang berbicara dengan mata tertutup
"Iyah Iyah , maaf yah ?" kata bang Ferry
"hemm." jawab Tami
Dan baru saja Tami mau masuk ke alam mimpinya tapi ia dikagetkan oleh suara bel masuk kelas yang memberitahukan bahwa jam istirahat telah selesai.
Mereka semua pun masuk ke dalam kelas , Tami juga masuk ke kelas tapi Tami masih mengantuk akhirnya ia izin pada guru buat ke kamar mandi dan diizinkan karna kebetulan waktu itu guru nya sudah sampai.
Setelah Tami berjalan agak jauh, angel berdiri lalu meminta izin buat pergi ke toilet juga. Angel pun menyusul Tami ia bermaksud untuk mengerjai Tami karna di telah dipermalukan di depan umum.
Tami sampai di kamar mandi ia bermaksud untuk mencuci mukanya , dan langsung pergi tapi angel dengan sengaja mengunci Tami dari depan agar Tami tidak bisa keluar , setelah angel menguncikan Tami angel pun pergi ke kelas dan bersikap tidak terjadi apa apa.
Tami yang sudah selesai akhirnya mencoba untuk membuka pintu awalnya Tami biasa saja karna mungkin pintunya hanya macet , tapi Tami sudah mencoba nya beberapa kali tapi tidak berhasil juga akhirnya Tami mencoba untuk meminta tolong barang kali ada orang yang lewat.
Tapi nihil , tidak ada satu pun orang yang lewat di situ akhirnya mau tidak mau Tami menendang pintu itu dengan keras yang mengakibatkan pintu itu rusak dan terbuka.
"Akhirnya keluar juga.." kata Tami yang mengucapakan dengan lega dan seperti tidak merasa bersalah
Tami pun membenarkan pintu itu agar tidak terlihat seperti rusak tapi kenyataannya pintu itu masih rusak.
Di kelas guru IPA sedang menjelaskan tentang materi nya yang akan keluar pada saat ujian karna 2 bulan lagi mereka akan ujian dan itu adalah hari yang mengerikan ( bagi author karna aku juga mau PAS hari Senin jadi doa in biar aku bisa ngerjain nya yah βΊοΈ)
Tami mengetuk pintu kelas dan izin masuk buat melanjutkan kelasnya. Tami pergi ke tempat duduknya. Dan diujung ada sosok mata yang melihat Tami dengan rasa yang tidak bersahabat yaitu angel , angel menatap Tami dengan benci karna ia berhasil keluar dari kamar mandi.
" Kok dia bisa lolos sih, padahal gue udah ngunci in pintunya. sial ! awas aja nanti ." kata Angel dengan suara lirih
Angel mencoba menahan amarahnya , dia pun mencoba untuk memperhatikan apa yang guru terangkan tapi tetap saja angel tidak bisa mereda kan emosinya yang meluap luap karna kegagalan nya.
Tami mengambil buku nya dan juga buku catatan Aldo yang ia pinjam kemarin. lalu ia serahkan pada Aldo .
" Nih do , gue balikin." kata Tami
"Iyah." kata Aldo yang menerima buku itu
__ADS_1
Mereka pun kembali memperhatikan ke depan kembali, sampai pada guru yang menjelaskan dan memberikan tugas pada semua murid nya.
....
Keadaan Devan
Devan sekarang berada di resto nya Karna hari ini ibunya sudah lebih baik dan ayahnya juga sudah masuk ke kantor.
Devan duduk di ruangan nya sendiri , yang di sana terdapat banyak dokumen dokumen penting .
Devan duduk sambil memikirkan Tami ia berencana untuk menembak Tami untuk menjadi pacarnya , karna jujur Devan sudah menyukai Tami dari awal mereka bertemu walaupun devan belum tau banyak tentang Tami, tapi devan yakin seiringnya berjalannya waktu pasti dirinya akan mengenal lebih dalam tentang Tami.
Devan sudah berfikir dengan matang tentang apa yang akan dia lakukan nanti , dia yakin dengan keputusannya, jadi Devan memutuskan untuk menelfon penanggung jawab sementara nya yang berada di resto untuk menyiapkan tempat untuk menyatakan perasaanya.
Devan mengirim pesan untuk Tami agar dirinya nanti pergi ke resto xx di jalan xx nanti pada pukul 7.30 malam. itu adalah isi pesan dari Devan untuk Tami.
Devan pun menyelesaikan pekerjaannya terlebih dahulu agar nanti malam acaranya bisa berjalan sesuai rencana nya.
....
Sementara itu Tami masih mengerjakan ulangan dadakan yang kaya tahu bulat.
Gurunya itu mengasih tahu bahwa hari ini ulangan untuk menambah nilai mereka.
Tami membaca soalnya dan menulis jawabannya dengan santai , "Dilihat dari apa pun Tami memang cantik kalau serius apalagi kalau tertawa lepas , pasti lebih cantik." kata Aldo yang melihat Tami sekilas
sekitar 1 jam semuanya sudah selesai mengerjakan ulangan , mereka pun berkemas kemas untuk pulang karna hari ini semua guru ada rapat jadi pulangnya agak cepat.
"Yok bang pulang." kata Tami yang mengajak abangnya itu agar cepat pulang ke rumah
"Yok ." kata bang Niko dan diikuti langkah mereka semua
Mereka semua pergi ke parkiran lalu bang Niko mengendarai mobilnya menuju rumah Tami untuk mengantar dia ke rumah dulu.
Di dalam mobil Tami mengecek hp nya yang tidak ia sentuh dari tadi , ia membuka hp nya dan mendapatkan pesan dari Devan .
' Kenapa Devan nyuruh aku ke restok xx , emang di sana ada apa ?' tanya Tami didalam hatinya
' Terserah lah yang penting Dateng aja.' kata Tami dalam hatinya lagi
Tami mengirim balasan untuk bang Niko berupa kata " ok" hanya seperti itu
Sekitar 15 menit Mobil mereka sudah sampai di depan rumah Tami , Tami pun turun Lalu mengucapkan terimakasih dan melambaikan tangannya mengantar pulang ke tiga abangnya itu.
Tami pun berjalan memasuki rumah dan berkata pada bibinya untuk menyiapkan makan siang untuk Tami karna hari ini pulangnya agak cepat jadi Tami tidak istirahat untuk yang ke dua kalinya.
....
Sedangkan Devan Devan masih sibuk untuk membantu mempersiapkan acara untuk nanti malam, Devan tidak mau nanti malam ada gangguan sedikit pun jadi Devan memutuskan untuk membantu mempersiapkan acara tersebut.
Walaupun Devan masih tidak tau tentang perasaannya terhadap Tami , Devan tidak tau perasaannya ini melambangkan cinta nya terhadap diri Tami atau hanya sekedar mengagumi diri Tami.
__ADS_1
Tapi yang pasti Devan ingin memiliki Tami walaupun devan tidak tau tentang perasaan dirinya, Devan berencana untuk menembak Tami dan menjadikan dirinya sebagai pacarnya tanpa sepengetahuan orang tuanya , ia takut mereka tidak menyetujuinya tapi Devan berjanji pada dirinya jika Tami bersedia menjadi pacarnya ia akan memperkenalkan dirinya pada orangtuanya jika mereka sudah menjalani hubungannya dengan tenang dan bisa melengkapi satu sama lain.
....
Hari sudah sore matahari juga sudah tenggelam seperti biasa Tami melakukan apa yang seharusnya ia lakukan dan Tami malam ini makan terlebih dahulu ia tidak menunggu kedua orang tuanya pulang karna mereka sudah memberi tahu bahwa hari ini kedua orang tuanya mungkin pulangnya agak malam karna ada pembahasan proyek untuk nanti besok dan ini mendadak.
Akhirnya mau tidak mau tapi malam ini makan sendiri tanpa orang tuanya, tak lama dari itu Tami sudah menyelesaikan acara makannya dan ia kembali ke kamar sambil menunggu nanti jam 7 karna Tami mau melaksanakan ibadahnya dulu baru bersiap siap untuk pergi ke resto xx dimana tempat itu Devan yang menyuruh dirinya untuk pergi.
....
Devan sudah siap dengan setelan jasnya yang mahal yang berwarna biru Dongker atau biru yang warnanya agak gelap. Devan ingin malam ini menjadi malam yang istimewa bagi dirinya dan juga Tami.
Sedangkan Tami Tami hanya memakai Hoodie nya yang berwarna hitam lalu jens nya yang sobek sobek serta menggunakan topi hitamnya dan Tami membiarkan rambutnya terurai.
Tami sengaja mengurai rambutnya yang panjang dan bergelombang pada ujung rambutnya, dan tak lupa Tami memakai make up yang tipis dan menggunakan lipstik nya yang warnanya natural atau hampir sama dengan bibirnya yaitu merah muda.
Tami keluar dari kamarnya dan tak lupa ia membawa tas kecilnya yang berisi hp dompet dan kacamatanya , entahlah dia hanya kepikiran untuk membawa itu toh ini juga cuman makan malam kata Tami.
Tami tak tau jika malam ini Devan akan menyatakan perasaanya. jadi Tami hanya memakai pakaian seperti biasanya , karna Tami tidak suka menggunakan dress maupun rok.
Tami membawa mobil sport nya, dan tak lupa ia meminta izin pada bibi ida untuk keluar sebentar mungkin dia akan pulang sekitar jam 10 itu paling lambat.
Tami menaiki mobil sport nya dan mengendarai nya sampai ke tempat yang akan ia tuju. Tami membawa mobil dengan santai tapi kecepatannya jangan ditanya karna jalannya lumayan sepi ia sengaja mengambil jalan pintas tercepat karna waktunya sudah menunjukan pukul 7.20.
Jam 7.30 tepat Tami sudah sampai di depan resto , ia mengirim pesan pada Devan dan memberitahu bahwa dirinya sudah berada di depan.
Devan yang dari tadi berjalan ke kanan dan ke kiri seperti orang yang sedang kebingungan karna malam ini Devan sangat gugup.
Devan mendengar hp nya berbunyi , itu adalah pesan dari Tami, Devan yang sudah membaca pesan itu pun langsung menjemput Tami ke depan.
Devan berjalan dengan gagah ditambah ia memakai setelan jasnya yang agak berkilau jika terkena sinar bulan.
Tami yang melihat Devan berjalan ke arahnya pun bingung pasalnya Devan memakai pakaian seperti itu.
'Ada apa ini kenapa dia memakai pakaian yang formal sekali , emang kita mau apa ? ' batin Tami yang bertanya tanya karna penasaran
Devan berhenti saat dihadapan Tami , ia pun mengulurkan tangannya memberi isyarat agar Tami memegang tangannya.
Tami pun meraih tangan Devan , dan Devan pun menuntun Tami agar ia mengikuti dirinya.
Tami yang bingung hanya pasrah mengikuti langkah Devan yang menuju ke dalam resto tapi hatinya Tami masih bertanya tanya.
Devan berjalan sampai ke belakang resto dimana di sana ada taman yang sudah ia hiasi dan ada meja yang tidak besar dan tidak kecil di sana dan sudah tersedia dengan berbagai makanan dan tak lupa dengan minumannya.
Devan berhenti di tengah tengah taburan kelopak mawar merah yang membentuk love itu. Tami yang berdiri di sana masih sama dengan pikiran bingung nya.
Devan berlutut dan tangannya itu memegang 1 buket bunga mawar merah yang cantik dan banyak.
" Tami, dari pertama kali aku bertemu denganmu aku merasa kamu adalah wanita yang dikirim Tuhan untuk ku, kamu bagaikan matahari yang menyinari hatiku kamu bagaikan bulan yang menyinari malam ku ,kamu segalanya bagiku, dan aku ingin lebih mengenal dirimu , tolong kasih aku kesempatan untuk mengenal lebih dalam dirimu , mau kah kau jadi kekasihku ?" tanya Devan pada Tami setelah mengutarakan perasaanya
Tami mengangkat tangannya dan menutup mulutnya karna dia kaget dan tanpa sadar mata Tami sudah berkaca kaca dan Tami masih tidak percaya apa yang sedang ia lihat dan dengar ini.
__ADS_1
Maaf yah up nya sekarang lama karna tugasku banyak banget dan aku Minggu depan bakal PAS dan mati hari seninya aku bakal latihan buat lomba selanjutnya ke provinsi, aku minta doanya yah biar diberi kemudahan dalam mengerjakan apa yang aku jalani.
Dan jangan lupa kasih aku vote dan like komen dan dukungan yang banyak βοΈπππβοΈ